DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
.Kota Langit


Seminggu kemudian xhuhan bersiap siap untuk melakukan perjalanan


"Baiklah paman Zen , apakah paman bisa merubah tampilan paman menjadi lebih muda , karena aku ingin mengajak paman menemaniku di perjalanan nantinya ,"ucap Xhuhan menatap ke arah long Zen


"Tentu saja Tuan muda, "setelah itu tubuh long Zen bercahaya dan perlahan sosoknya berubah menjadi pemuda tampan seumuran dengan Xhuhan ,


"saudara Zen , akan sudah lama tidak melihat penampilan mudamu ini"ucap long Zhi tersenyum ke arah long Zen yang kini sudah menjadi pemuda tampan berbeda sekali dengan tampilan saat dia pertama kali bertemu dengan Xhuhan


"kau benar saudara Zhi, aku memang sudah lama tidak menggunakan tampilan ini , karena aku tidak nyaman jika harus menggunakan tampilan ini, sebab aku akan terlihat seumuran dengan kedua putriku "ucap long Zen tersenyum kecut, perlu di ketahui jika ketiganya sebenarnya memiliki penampilan tampan seperti penampilan long Zen saat ini, tapi mereka bertiga lebih memilih menggunakan tampilan sosok paruh baya agar tidak terlihat se umuran dengan long Jia dan long Yu ,


"Baiklah paman, sebentar lagi kita akan berangkat, dan untuk paman Zhi dan paman Zhu, kalian latihlah semua murid yang ada di dalam dunia jiwa ini selama kami berdua pergi dan aku titip Zhu'er pada kalian "ucap Xhuhan menatap ke arah long Zhi dan long Zhu


"Anda bisa tenang tuan muda, serahkan semuanya pada kami, tuan muda dan saudara Zen bisa berpetualang dengan tenang "ucap long Zhi ,


"Baiklah paman, tolong sampaikan salamku pada Zhu'er dan kedua saudariku itu, tolong sampaikan pada mereka jika aku dan paman Zen sudah melanjutkan perjalanan menuju daratan utama alam penguasa ini"ucap Xhuhan , setelah itu dirinya dan long Zen menghilang dari dunia jiwa dan muncul di dalam hutan salju berkabut yang sebelumnya Xhuhan datangi


"Baiklah paman, paman bisa memimpin jalannya "ucap Xhuhan pada Long Zen


"Baik tuan muda "setelah itu Long Zen langsung terbang melesat menuju daratan utama memandu Xhuhan , karena dirinya sudah sering datang ke tempat itu sebelum nya


tak membutuhkan waktu lama bagi keduanya sampai di tempat tujuan , dengan kekuatan mereka saat ini, apalagi Mereka tidak terkekang olah aturan alam ini, jadi mereka bisa leluasa menggunakan kekuatan penuh mereka di sini


tapi Jika di lihat oleh orang lain , keduanya seperti orang awan tanpa aura kultivasi , itu karena mereka tidak akan bisa melihat kekuatan mereka berdua yang sudah sangat jauh dari mereka yang memiliki Kultivasi di ranah Maha Dewa ,apalagi yang paling tinggi di sini hanya maha dewa langit, itu lah sebab nya Meraka tidak akan pernah bisa melihat kekuatan keduanya, apalagi Xhuhan yang mempunyai tubuh kekosongan dan energi semesta di tubuhnya,


dari jauh Xhuhan dan long Zen melihat banyaknya antrian di depan pintu masuk kota yang ada di depan nya , jadi mereka memutuskan untuk mengamati dari jauh , sebenarnya apa yang membuat kita itu begitu ramai di kunjungi


"Apakah memang kota ini selalu di datangi oleh banyak pengunjung paman.?"tanya Xhuhan saat melihat banyaknya antrian di depan gerbang kota itu


"biasanya tidak tuan muda, tapi entah kenapa hari ini sangat banyak sekali Orang yang datang ke kota ini, apakah ada sesuatu di kota ini sehingga mereka berbondong-bondong datang ke kota ini.?"jawab long Zen dengan heran


"Paman pegang pundakku, aku akan langsung membawa paman masuk ke dalam kota , karena akan sangat lama jika harus menunggu mereka selesai mengantri "ucap Xhuhan kemudian memakai topeng putih nya


sementara long Zen langsung meletakkan tangan kanannya di pundak Xhuhan , tak lama setelah itu mereka sudah muncul di dalam kota


"apakah paman tau nama kota ini.?"tanya Xhuhan setelah Sampai di dalam kota tersebut


"Tentu saja tuan muda, kota ini bernama kota Langit , karena di kota inilah dulu ada sosok yang sudah mencapai ranah Maha Dewa langit, oleh sebab itu kota ini di beri nama kota Langit"ucap long Zen menjawab pertanyaan Xhuhan


"Lalu kemana perginya orang tersebut paman.?"tanya Xhuhan penasaran


"tidak ada yang tau kemana orang itu pergi tuan muda , sebab orang itu hanya muncul beberapa kali saja , dan sampai saat ini orang itu tidak pernah muncul lagi "ucap long zen


"Jika begitu , kita bisa mencari informasi tersebut di rumah makan saja tuan muda , karena di tempat itu banyak sekali kultivator yang akan makan , dan juga kita bisa mencari tau dari obrolan mereka di sana " jawab long Zen


"Baiklah, ayo kita menuju rumah makan yang paling ramai di kota ini "ucap Xhuhan dan keduanya langsung berjalan mencari rumah makan yang mereka maksud


sepanjang perjalanan mereka mendapatkan tatapan Kekaguman dari orang orang yang kebetulan berpapasan dengan keduanya, pasalnya Long Zen saat ini dengan wujud pemuda nya sangat lah tampan dan juga saat ini keduanya memakai pakaian mewah dengan bercorak naga, itu sebab nya banyak orang melihat ke arah keduanya, sedangkan untuk Xhuhan, meski dirinya memakai topeng , dirinya tetap mendapatkan tatapan Kekaguman dari orang orang yang ada di sana , karena mereka yakin jika di balik topeng tersebut terdapat wajah tampan , seperti pemuda yang ada di belakang nya


tak lama berjalan , mereka kini sudah berada di depan rumah makan mewah yang di penuhi dengan kultivator yang sudah masuk dan memesan makanan di tempat itu


"Mari tuan muda "ucap Long Zen , sekarang dirinya yang memimpin di depan , karena long Zen tidak ingin bertindak tidak sopan pada Xhuhan , jika sampai Xhuhan yang memesan makanan untuk mereka berdua


"Selamat datang di rumah makan Langit cerah tuan muda , apakah ada yang bisa saya bantu.?"ucap salah satu pelayan menghampiri Xhuhan dan Long Zen yang baru saja masuk ke dalam


"Begini nona, aku dan tuan mudaku ingin makan disini, apakah masih ada tempat untuk kami.?"tanya Long Zen


"Tentu masih ada tuan muda , silahkan ikuti saya"ucap nya membawa Xhuhan dan Long Zen ke pojok ruangan itu, karena hanya di sana yang masih tersedia satu bangku kosong


"silahkan duduk tuan muda, maaf jika tempat nya berada pojok ruangan ini , karena yang Tersisa hanya meja ini "ucap pelayan tersebut ramah


"Tidak apa nona, tolong siapkan makanan dan minuman terbaik di sini, "ucap long Zen dengan menaruh tiga batu roh tingkat tinggi di depan sang pelayan


"Baik tuan muda, mohon menunggu sebentar" seteleh itu pelayan tersebut buru buru ke dapur untuk menyiapkan pesanan itu, karena dari cara mereka berpakaian dan dengan mudahnya mereka menyerahkan batu roh tingkat tinggi , pelayan tersebut tidak mau bertindak ceroboh,


.


.


.


.


.


.


.


.


.