DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Leluhur Yu Ji Vs Orang Bertopeng Berpakaian Hitam


Setelah berbincang dengan Ling Ling sebelum nya, akhir nya keduanya kembali lagi ke tempat pertarungan berada tapi bedanya kali ini baik Lin Feng ataupun Ling Ling kedua nya kembali dengan menggunakan topeng untuk menutupi identitas kedua nya


"Ling'er aku ingin bergerak sekarang untuk mengentikan kedua orang itu ,kamu tunggu saja di tempat ini jangan kemana mana oke, Biarkan kedua orang itu menjadi urusan Gege " Lin Feng menoleh ke arah Ling Ling yang berada di samping nya


"Apakah aku tidak boleh ikut Gege .? Karena aku rasa orang berpakaian hitam itu belum mengeluarkan kekuatan penuhnya , yang kemungkinan dia jauh lebih kuat dari leluhur dari tuan kota itu , apakah Gege yakin bisa menghadapi nya .?" Ling Ling menawarkan diri untuk ikut , karena dia merasa orang berpakaian hitam yang menjadi lawan dari leluhur tuan kota masih menyembunyikan kekuatan sejatinya , Ling khawatir dengan lin Feng bagiamana pun Lin Feng hanya memiliki Kultivasi di ranah dewa surgawi 🌟 1 sama seperti leluhur dari tuan kota yang menjadi lawan dari orang berpakaian hitam tersebut ,


"Hahaha kamu tenanglah , gegemu ini berbeda dengan para kultivator lainnya , apakah kamu sudah lupa tentang cerita kakek tentang ayahku dulu bagaimana, dan akupun juga sama bahkan mungkin aku lebih kuat dari pada ayah dulu di ranah yang sama seperti saat ini , meskipun kekuatan ku berada ada di ranah dewa Surgawi 🌟 1 , tapi energi di tubuhku sangat jauh lebih kuat dari pada kekuatan itu , karena aku tidak menggunakan Qi seperti kultivator lainnya , jadi kamu tenang saja oke, selama musuhku tidak memiliki kekuatan dua ranah diatasku aku tidak akan kenapa napa , jangan lupakan Gege mu ini adalah keturunan dari dua pemilik Tubuh terbaik di semesta ini " Lin Feng mengusap kepala Ling Ling dan menjelaskan jika dirinya bisa mengatasi nya , selama musuhnya masih berada di ranah yang bisa ia lawan , karena dengan tubuh dan darah bawaannya dia sudah bisa melawan kultivator satu ranah penuh di atasnya , tapi jika dua ranah di atas nya maka Lin Feng akan menghindar nya , contoh nya jika musuhnya Memiliki ranah yang sama dengan Lin Ling saat ini yaitu dewa agung 🌟 1, maka Lin Feng dengan mudah bisa mengalahkan nya, asal bukan di ranah dewa abadi yang sudah dua ranah di atasnya ,


"Baiklah , tapi Gege Harus tetap hati hati , jangan sampai terluka , lebih baik aku tidak memiliki pedang itu daripada kehilangan Gege " Ling Ling masih tidak yakin dengan omongan Lin Feng , sebab ia masih belum tau kekuatan sejati dari Lin Feng , kalau Xhuhan Ling Ling jelas sudah tau karena dulu dia sudah pernah melihat sendiri saat Xhuhan menaklukkan alam sembilan surgawi tapi untuk Lin Feng dia masih belum melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana kekuatan Lin Feng , jadi wajar jika Ling Ling masih khawatir dengan keselamatan nya


"Baiklah , kamu tunggu disini aku akan mengurus mereka dulu agar tidak menimbulkan kehancuran lebih jauh " Lin Feng hanya tersenyum mendengar ucapan Ling Ling dan pamit untuk mengentikan petarungan di Depannya


Sementara di tempat pertarungan


Kedua orang itu masih saling jual beli serangan tanpa ada yang Mau mengalah sedikitpun , ledakan terus terjadi di mana mana saat serangan dari keduanya berhasil di hindari oleh mereka masing masing yang akhir nya jatuh ke ruma rumah penduduk yang ada di kota itu dan menghancurkan nya


"Pak tua apakah kita masih akan tetap melanjutkan ini , lihatlah kota yang kau jaga saat ini hancur gara gara ke egoisan mu untuk tetap memiliki pedang itu , jika saja kau dengan tidak kerasa kapala seperti saat ini dan langsung memberikan nya padaku dari awal ini tidak akan terjadi " Orang berpakaian hitam itupun berbicara pada sosok paruh baya yang menjadi lawannya


"Kau jangan bermimpi , sampai kapanpun pedang itu tidak akan aku berikan pada orang dari aliran hitam sepeti mu , kita lanjut kan saja Pertarungan ini hingga salah satu dari kita ada yang mati , dan saat itulah yang bertahan boleh memiliki nya , karena jika aku masih hidup sampai kapanpun pedang itu tidak akan aku berikan pada orang orang sepertimu " leluhur tuan kota tetap pada pendiriannya karena salain dirinya menyukai pedang itu dia juga takut kelompok dari orang berpakaian hitam itu semakin kuat jika sampai Memiliki pedang tersebut ,pria paruh baya yang memiliki nama Yu Ji itu takut jika kelompok itu akan melakukan hal yang sama dengan kelompok topeng darah yang sebelumnya pernah membuat kekacauan di wilayah barat alam dewa ini


Wush....


aura Dewa Surgawi 🌟 5 merembes keluar dari tubuhnya yang langsung menekan secara paksa Yu Ji , dan membuat dirinya kesulitan bernafas karena perbedaan 4 bintang kekuatan dengan msusuhnya


Tidak hanya Yu Ji saja yang merasakan tekanan itu, semua orang yang berada di tempat itu juga mengalami hal yang sama bahkan lebih parah dari Yu Ji karena kekuatan' mereka jauh lebih lemah dari Yu Ji


"Cih, aku kira kekuatan yang dia sembunyikan akan seperti apa , tapi ternyata hanya sebatas ini , aku rasa terlalu berlebihan sebelum nya untuk mewaspadai nya " setelah mengatakan itu Ling Ling mengeluarkan sedikit aura nya untuk menghilangkan tekanan yang menimpa para penonton yang menyaksikan pertarungan itu


Sontak kejadian itu langsung membuat para penonton yang sbelumnya tertekan bahkan ada yang sudah pingsan kini merasa lega , karena tekanan yang sbelumnya menimpa tubuh mereka hilang seketika , membuat mereka kembali bernafas lega


"Puk"


Yu Ji yang sudah mencapai batasnya dia sudah pasrah dengen keadaan nya dan tubuhnya kini sudah tidak bisa melayang lagi di udara , tapi sbelum tubuh nya jatuh dari ketinggian , tiba tiba ada tangan yang menepuk pundaknya , Tak sampai di situ mendadak energinya kembali pulih dan tekanan yang menimpa tubuhnya juga ikut menghilang


"Mundurlah senior , biar aku yang mengurus orang ini , sebaiknya tunggu aku di bawah karena setelah mengurus orang ini ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu " Orang yang menepuk pundak Yu Ji adalah Lin Feng yang tiba tiba muncul di belakang tubuhnya tanpa Yu Ji rasakan kehadiran nya , bahkan orang berpakaian hitam yang menjadi musuhnya pun tidak bisa merasakan hawa kehadiran Lin Feng sbelumnya tau tau muncul di tempat itu secara tiba tiba