
Empat orang yang baru tiba itu hanya diam tidak ada yang berani membuka obrolan untuk pertama kali , bahkan Fan Zhu yang terkenal pandai bergaul dan banyak bicarapun juga diam , sangat kontras sekali dengan semangat sbelumnya yang ia tunjukkan saat mendatangi meja ini
mereka hanya memperkenalkan diri setelah itu diam , tidak ada yang mau memulai pembicaraan lagi
"Katakanlah apa yang ingin kalian tanyakan pada kami ,tidak usah sungkan " setelah mengucapkan itu Lin Feng mengibaskan tangan nya yang mana langsung membentuk Aray transparan yang langsung menutup mereka semua dari mata dan telinga yang mungkin akan menguping pembicaraan itu
"Saudara ini..."Fan Zhu di buat takjub dengan cara Lin Feng membuat aray sebelum nya , bahkan ke empat suadara nya juga nampak membuka mulutnya karena terkejut dengan tindakan Lin Feng sebelum nya
"kalian benar , aku sudah membuat Aray di tempat ini , jadi kalian bisa bebas menanyakan apapun pada kami berdua tanpa khawatir ada yang menguping pembicaraan kita saat ini , " Lin Feng tersenyum dan membenarkan Dugaan kelima orang yang nampak masih belum pulih dari Keterkejutan nya itu
"Baiklah , karena kalian tidak ada yang mau mulai bicara , bagaimana jika saudara sekalian membiarkan aku yang akan menanyakan beberapa pertanyaan pada saudara saudari sekalian " melihat lima orang di sana masih ragu ragu untuk memulai pembicaraan dengan nya akhirnya Lin Feng mengajukan diri untuk dirinya yang akan mengajukan pertanyaan pada mereka
"Tentu saudara silahkan " Kali ini Yan Zi yang dari tadi diam akhirnya bicara
"jika begitu , apakah kalian berlima mengenal Zen Tian.?" tanya Lin Feng santai ,
Deg, Deg....
jantung kelima orang tersebut seakan mau copot Setelah mendengar nama seseorang yang di sebut kan oleh Lin Feng sbelumnya , pasalnya nama itu mereka kenal sebagai Sebutan Leluhur Dewa Zen Tian, yang merupakan patriak pertama dan sekaligus pendiri dan pemilik klan Zen dan juga sakte 2 naga yang ada di wilayah barat ini
melihat kegugupan kelima orang di depannya ini membuat Lin Feng dan Ling Ling tersenyum geli di dalam hati mereka , dilihat dari ekspresi nya terlihat juga mereka sangat kaget , dan juga penasaran bercampur jadi satu saat kata itu di ucapkan oleh Lin Feng sbelumnya , tapi dari kelima orang itu tidak ada yang mau bicara hanya saling lirik ke orang yang ada di sebelah Mereka
"Baiklah tidak usah gugup begitu , aku tau kalian penasaran dari mana aku tau nama itu kan ?, Tenang saja aku di pihak kalian tidak perlu tegang begitu , baikah Karena sebelum nya kalian sudah memperkenalkan diri semuanya , kini giliran kami untuk memeperkenalkan siapa kami pada kalian "
Lin Feng melirik Ling Ling yang di langsung di angguki olehnya , kemudian dengan serempak keduanya membuka penutup wajah yang mereka kenakan
Srek.....
Hening ,....
kelima orang itu Tidak ada yang bersuara saat ini , bahkan suara nafas Mereka pun tidak ada , karena mereka saat ini tengah terpana dengan dua sosok sempura di depan mereka , bahkan kelima jenius dari klan zen yang di anggap Dewa dan Dewi itu nampak memandang kedua sosok di depan mereka itu tanpa berkedip ,
"Ekhemmm" Lin Feng sangaja batuk untuk membuyarkan lamunan Mereka
yang langsung di tanggapi dengan serius oleh kelimanya , dengan langsung menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada Lin Feng dan Ling Ling atas apa yang Mereka lakukan sbelumnya
"Sudahlah , aku hanya bercanda , kalian dengarkan baik biak , namaku Lin Feng dan ini istriku Ling Ling , atau perlu aku memanggil nya dengan sebutan Zen Ling Ling agar kalian mengenalinya "
"Apaaaa......!!!
Bruk , Bruk,
setelah Berteriak dengan kompak , kelima nya langusng menjatuhkan tubuh mereka ke lantai dan berlutut ke arah Ling Ling
"Maafkan kami putri , karena bersikap Lancang sbelumnya dan tidak segera mengenali anda " kelima orang itu nampak gugup dan ketakutan , karena mereka sudah di perintah kan oleh orang tua mereka untuk menghormati Keluarga besar Zen Tian, tapi apa yang mereka lakukan sbelumnya , dengan lancang Mereka malah menatap sosok agung yang sangat di hormati di klannya dengan tatapan seperti sbelumnya
"Bangunlah , apakah kalian melupakan aturan yang di perintahkan oleh ayahku untuk kalian semua ?" Ling Ling kali ini di buat kesal dengan sikap ke-lima orang di hadapan nya ini , karena berlutut di hadapan nya ,
"Maaf putri , kami bersalah " kelima orang itu buru buru berdiri sambil menyeka keringat yang ada di dahi Mereka ,
"Duduklah , dan jangan ulangi lagi , Karena ayah sangat membencinya , kalian boleh berlutut pada orang tua kalian dan guru Kalian, selain pada Mereka jangan pernah rendahkan kepala kalian , " Ling Ling menasehati mereka , agar tidak mengulangi nya lagi , sementara Lin Feng malah bersantai sambil meminum minumannya
"Aduhhhh, ling'er kenapa kamu mencubit ku "Lin Feng yang lagi enak enak menikmati minumannya , di buat kaget karena bagian samping Perut nya tiba tiba pedih karena ada tangan Ling Ling tengah mencubit nya
"Itu Hukuman untuk Gege , karena dari tadi asik minum padahal aku lagi menceramahi Mereka , " Ling Ling melotot ke arah Lin Feng , sementara kelima orang yang menyaksikan pertunjukan menggelikan di hadapan mereka itu langusng berusaha menahan mulut mereka agar tidak kelepasan untuk tertawa dengan menutup mulut mereka dengan kedua tangan nya
"Bagus bagus , kalian memang perlu di hajar rupanya , beraninya kalian menertawakan kami , apakah kalian tidak tau siapa suamiku ini ?"Ling Ling yang melihat kelima saudara barunya itu berusaha untuk menahan tawanya langsung tersenyum tipis membuat kelima orang itu keringat dingin ,
"Ma Maaf putri , jika kami boleh tau sebenarnya siapa pangeran sebenarnya.?"meskipun ketakutan Yan Zi memberanikan diri untuk bertanya karena ia sangat penasaran dengan sosok suami dari tuan putrinya itu
"Gege merupakan putra dari ayah Xhuhan dan ibu Qingzhu , sekarang apakah kalian sudah mengenalinya ?" Ling Ling tersenyum saat mengatakan itu
sementara tidak dengan kelima orang yang mendengar informasi itu ,pikiran Mereka langsung kosong dan kelimanya lagi lagi ingin menjatuhkan tubuh mereka seperti sebelumnya , tubuh mereka ditahan oleh sesuatu yang misterius , yang membuat tubuh mereka masih tegap duduk di kursi masing masing
"Duduklah dengan tenang , kami hanya bercanda pada kalian sebelum nya , benar , aku putra ayah Xhuhan dan ibu Qingzhu , tapi meskipun begitu , anggap kami berdua sebagaimana kalian menganggap saudara dan saudari kalian sendiri , jangan terlalu kaku seperti sbelumnya , karena kami tidak suka dengan adat seperti itu karena kita adalah keluarga tidak ada batas di Antara kita jadi perlakuan kami seperti yang aku sebutkan sebelumnya , apakah kalian mengerti.?"