DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
. Menciptakan Rasa Takut


Di ruangan tempat petinggi sakte petir abadi


"menurut patriak , apakah pemuda bertopeng itu bisa mengalahkan Meng Toli , yang kita tau sudah menembus ranah abadi 🌟 1 , "ucap tetua pertama melihat ke arah patriak nya


"entahlah tetua pertama, kita lihat saja bagaimana kelanjutan dari perseteruan mereka sesaat lagi , karena jujur saja entah mengapa aku sangat yakin jika mereka berlima sangat kuat bahkan melebihi kelima patriak lima sakte besar yang ada di sini , entah bagaimana aku bisa menyimpulkan seperti itu ,tapi aku sangat yakin dengan itu "ucap patriak sakte petir abadi mengatakan apa yang dia rasakan pada lima pemuda itu ,apalagi pada pemuda bertopeng yang sangat misterius itu


Di dalam ruangan nomor 5


"hahahaha, sungguh malang sekali nasib pak tua itu , harusnya dia memilih paman Zhu atau paman Zhi saja , karena mereka yang mungkin akan bersikap lunak padanya , tapi bodohnya dia malah memilih tuan muda "ucap long Jia tertawa sambil memegangi perut nya


hal itu langsung membuat Zentian , long Wei dan yang lainnya pemasaran dengan omongan Long Jia itu


"apa maksudmu jia'er .?"tanya long Xia penasaran


"bagini bibi , sebelum nya tuan muda mengadakan latihan bersama mereka berempat , dimana tuan muda melawan ayah dan paman Ti dan tuan putri melawan paman Zhi dan paman Zhu , dan kalian mau tau apa yang terjadi .?"tanya long Jia sambil menahan tawanya


"apa, cepat ceritakan pada bibi "ucap long Xia yang makin penasaran dengan Kelanjutan cerita itu


"pertama tuan putri membuat paman Zhi dan paman Zhu mengaku kalah dan menyerah setelah menerima serangan pertama dari tuan putri , sementara untuk ayah dan paman Ti , Mereka sangat sial karena tuan muda menghajar mereka berdua dengan hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja dan keduanya di buat menyerah dengan itu , dan kemudian ayah dan paman Ti mengajak tuan muda bertarung menggunakan jurus , namun lagi lagi mereka berdua harus menyerah akibat jurus mengerikan milik tuan muda , bahkan aku yang melihat itu di buat pucat di buatnya "ucap long Jia menjelaskan kisah itu dengan antusias , tapi saat tiba pada saat menjelaskan jurus mengerikan milik Xhuhan , nampak sekali jika long Jia masih sedikit tertekan Jiak mengingat itu ,


"sekuat itu , bahkan saudara Zen dan saudara Ti yang Kekuatan nya sama dengan kakak di kalahkan Han'er dengan mudah "ucap long Xia masih tidak percaya namun Detik berikutnya muncul senyum di wajahnya ,


"Tunggu dulu , bisakah kalian menjelaskan nya padaku , sebenarnya apa yang kalian bicarakan sebelum nya dan sekuat apa Han'er ?"ucap Zentian melihat ke arah mereka , Yun'er pun juga penasaran dengan itu


"Maaf ayah , aku hanya bisa mengatakan jika di antara kami semua tuan muda Han lah yang paling kuat , ya meskipun kekuatan nya dua tingkat di bawah ayah atau paman Wei dan yang lainnnya ,tapi Jiak harus bertarung dengan tuan muda , bisa di pastikan tidak akan ada yang bisa mengalahkan nya , dan untuk sekuat apa aku tidak bisa mengatakan nya pada ayah , karena ini merupakan hal yang harus ayah tanyakan langsung pada tuan muda , aku tidak punya hak untuk menjawabnya "ucap long Jia pada Zen Tian


"Baiklah , jika kamu tidak mau menjelaskan pada ayah , nanti ayah akan menanyakan langsung pada adikmu itu , dan satu lagi panggil Han'er dengan sebutan adik , jangan panggil tuan muda lagi , ingat ini perintah dari ayah "ucap Zentian pada long Jia


long Jia yang mendapatkan perintah itu langsung melihat ke arah long Wei untuk meminta izin


"Baiklah ayah "ucap Long Jia mau tak mau menuruti permintaan Zentian itu , dan juga long Wei mengijinkan juga , jadi tidak ada lagi alasan untuk nya menolak


"dan panggil aku saudari , jangan gunakan kata tuan putri lagi , tidak ada penolakan "ucap Qingzhu tersenyum pada Long Jia dan long Yu


kembali ke arena


pertarungan terpaksa berhenti di arena lainnya , hal itu terjadi karena mereka mendengar kelompok dari sakte dua naga akan bertarung dengan patriak Meng Toli


"Apa kau tidak ingin merubah Pilihanmu pak tua ?"tanya Long Ti bertanya ke arah Meng Toli


"Hahahaha , apakah kau takut sekarang , jika begitu mengaku kalah lah bocah , sebelum aku menyiksa bocah bertopeng itu "ucap meng Toli tertawa penuh kemenangan karena mengira long Ti menghawatirkan pria bertopeng itu


"Dasar bodoh , baiklah jangan sesali kebodohan mu itu pak tua "ucap Long Ti berjalan ke tempat xhuhan dan yang lainnya yang disana sudah ada meja beserta beberapa minuman di sana, meja dan kursi itu di ciptakan Xhuhan menggunakan elemen kayu miliknya


Meng Toli dan yang lainnya di buat terkejut melihat meja dan minuman yang ada di sana , apalagi seteleh melihat sikap santai mereka berlima


xhuhan langsung berdiri dari tempat duduknya dan melambaikan tangan nya , kemudian terciptalah perisai seperti sangkar menutupi arena , yang membuat Dong Fu dan meng Toli kaget bukan main ,pasalnya perisai itu sangat kuat dan mereka berdua tidak tau sejauh apa kekuatan perisai yang menutupi arena itu


"silahkan mulai pak tua, karena aku tidak mempunyai waktu banyak hanya untuk meladeni orang bodoh itu "ucap Xhuhan malas


Dengan sigap Dong Fu melayang di udara kira kira lima meter di atas Xhuhan dan meng Toli


"Baiklah , kalian akan menjadi saksi pertarungan ini dan juga saksi mata dimana sejarah akan tercipta sebentar lagi , dimana yang Menang di antara mereka akan menjadi tuan bagi yang kalah , baiklah mulai"


xhuhan langusng menghilang dari tempatnya dan langsung mencengkram leher Meng Toli dengan erat dan melemparkannya ke udara


"Arkk..." hanya jeritan kesakitan yang terdengar di arena , Di mana tubuh meng Toli melayang kesana Kemari di udara , karena saat ini Xhuhan tengah menendangnya ke sana kemari dengan memadukan langkah bayangan miliknya di setiap langkahnya sehingga membuat tubuhnya bergerak secepat bayangan dan berpindah-pindah tempat dengan cepat , Dimana setiap Xhuhan berpindah akan menendang tubuh meng Toli dan langsung di sambut dengan tendangan berikutnya ,


kejadian tersebut membuat patriak sakte yang lain menelan ludahnya dengan kasar membayangkan tubuh mereka yang saat ini berada di sana ,


cukup lama Xhuhan menjadikan tubuh meng Toli sebagai mainan nya ,


xhuhan menghentikan aksinya setelah tidak ada lagi jeritan dari mulut meng Toli , dan kemungkinan saat meng Toli sudah pingsan akibat tidak bisa menahan sakit yang menimpa tubuhnya


Booomm...


xhuhan mengakhiri permainan nya dengan menendang meng Toli ke bawah dengan keras sehingga menimbulkan suara ledakan memekikkan telinga di arena itu


"Apakah sudah selesai.?"tanya patriak sakte petir abadi melihat ke arena pertarungan dengan tatapan kosong ,terlihat jelas jika dirinya masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya kali ini


apalagi patriak sakte pedang bulan yang dari awal ber sekongkol dengan patriak Meng Toli untuk mempermalukan sakte dua naga , kini wajah nya sudah pucat pasi takut kelima pemuda itu mencarinya untuk memberikan pelajaran sama seperti yang di dapat kan meng Toli di arena


"Perhatikan untuk kalian para patriak yang lainnya , terutama kau pak tua sakte pedang bulan , ini peringatan terakhir dari ku sebagai tuan muda dari sakte dua naga , Tunduk atau mati "


...swush....


aura tubuh Xhuhan perlahan menguat dan membuat tempat itu mencekam


kemudian di belakangnya muncul dua siluet naga berputar putar di sana , dimana dua naga itu merupakan naga yang di ciptakan Long Zen dan long Ti karena sbelumnya xhuhan sudah memberi tahukan rencananya pada mereka berdua, hal itu Xhuhan lakukan untuk menciptakan rasa takut dan teror bagi siapa saja yang melihatnya ,


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung