
Dua orang yang melihat 60 pasukan yang berjejer rapi dengan pakaian hitam dan putih itu langsung gemetar ketakutan, pasalnya mereka sangat tau siapa mereka , karena sebelum nya dua orang dari mereka pernah bertamu ke sakte mereka berdua ،
"Ma maaf tuan , apakah mereka semua adalah pasukan anda .?" Tanya patriak Zhong Li pada Ho Jun , karena hanya Ho Jun dan Hun Yi lah yang mereka kenal , dan kenal nya pun bukan karena nama , melainkan karena angka 6 dan 7 di topeng keduanya ,
"Benar , mereka adalah pasukan kami , mereka bernama pasukan Yin-Yang , dan kalian pasti sudah tau alasan mengapa pasukan itu mempunyai nama seperti itu " Ho Jun menjawab pertanyaan dari Zhong Li dengan datar kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke arah depan untuk melihat pasukan musuh apakah sudah dekat atau belum
Zhong Li yang mendengar jawaban itu langsung diam tidak berani angkat suara lagi , bagitu juga dengan Mang Kang yang berada di samping nya ,
Klan Zen
"Sejak kapan bocah itu menjadi se tegas ini, benar benar pemandangan yang sangat tak terduga , sekaligus menandakan berakhir nya era para orang tua ini " Zen Ho yang melihat cara putra nya memimpin kelompok nya dan juga cara nya berbicara pada patriak Zhong Li sebelumnya mau tak mau ia di buat kagum dengan perubahan sikap nya itu , pasalnya anaknya itu terkenal pendiam dan juga cukup malas tapi saat ini di luar ekppektasi nya
"Hahaha kamu benar , saudara kelima , bukan hanya Jun'er yang berubah , semua bocah itu sudah sangat berbeda saat ini , dan aku setuju dengan ucapan mu sebelumnya jika memang Era kita sudah habis , dan sekarang waktunya generasi muda kita yang mengambil alih tugas tugas para orang tua ini " Zen Fan tertawa menanggapi ucapan Zen Ho sebelum nya
"Kalian para laki laki bisakah diam dulu , kami tidak mau kehilangan momen ini hanya gara gara obrolan kalian itu , lihatlah Zi'er saat ini tengah memberikan pengarahan saat ini , yang sepertinya pasukan musuh sudah dekat dengan posisi mereka saat ini " para wanita langsung protes pada kedua orang sebelum nya yang nampak mengobrol , karena takut kehilangan momen untuk melihat para anak anak mereka yang nampak nya sudah mulai memasuki fase siap perang itu
Mereka samua langsung fokus lagi menonton apa yang akan terjadi selanjutnya , dan saat ini terlihat Yan Zi tengah memberikan pengarahan pada kedua Patriak yang di bawa Ho Jun sebelum nya
"Kalian berdua , setelah aba aba dari ku lari lah menjauh dari tempat in menuju ke tempat pasukan Dong Jin datang , setelah sampai di sana , katakan pada nya jika pasukan kalian berdua sudah di cegat di perjalanan dan hanya kalian yang tersisa , kemudian kalian berdua giring mereka memasuki hutan ini , karena kami akan menyiapkan sambutan yang meriah di sini , apakah kalian berdua mengerti ?" Yan Zi menatap Zhong Li dan Mang Kang secara bergantian untuk bertanya pada kedua nya apakah sudah mengerti dengan apa yang ia katakan sebelumnya atau tidak
"Kami mengerti tuan , lalu apakah kami hanya perlu berlari saja tanpa melakukan hal lain.?" Mang Kang memberanikan diri untuk bertanya , sebab menurutnya Rencana ini tidaklah sesederhana itu
"Ahahaha , kamu memang cerdas patriak Kang, baiklah kalian berdua silahkan persiapkan diri kalian , karena Dong Jin dan pasukan nya akan tiba sebentar lagi , dan satu lagi jangan sampai kalian mati dalam perjalan menuju tempat Dong Jin berada "
"Wush"
Yan Zi langsung memunculkan dua bola api di telapak tangan nya membuat Zhong Li dan Mang Kang saling Pandang , karena masih bingung dengan situasi nya saat ini
"Hey kalian , cepat menjauh dari tempat ini jika ingin selamat " Yun Ning langsung berteriak pada keduanya karena belum beranjak dari tempat nya
"maksud ....
"Wush"
"Booomm"
Belum sempat Zhong Li meneruskan ucapan nya , tangan kanan Yan Zi langusng di arah kan pada ke dua orang itu , yang langsung menghasilan ledakan di tempat kedua nya sebelum nya berdiri , karena bola api yang ada di tangan Yan Zi sebelum nya mengincar ke arah mereka , beruntung reaksi kedua nya sangat cepat jika tidak , bisa bisa ke-dua nya terbakar dengan api itu , ya meskipun tidak mati setidaknya mereka akan mengalami luka parah dengan itu
"Tu tuan , " Mang Kang dengan wajah pucat , ingin bertanya lagi pada Yan Zi , tapi dia mengurungkan niatnya setelah melihat dua kobaran bola api menuju ke arah nya dengan kecepatan tinggi
"Pergilah , aku doakan semoga kalian berdua bisa selamat hingga sampai di tujuan "
Suara Yan Zi menggema di kepala keduanya , sementara mereka masih sibuk untuk bisa lolos dari kejaran dua bola api yang berada tepat di belakang keduanya saat ini
"Sial sial , pantas aku tadi merasakan firasat buruk setelah mendengarkan rencana tuan sebelumnya, rupanya ini alasan nya " Mang Kang tak henti hentinya mengumpat karena bola api itu masih saja mengejarnya padahal dirinya sudah menggunakan kecepatan penuh nya untuk bisa lolos dari itu , tapi tetap saja kedua bola api itu terus membuntuti nya
"Saudara Li , ayo kita bawa bola api si*lan ini pada Dong Jin dan rombongan nya, Dengan begitu kesialan kita saat ini ada gunanya " Mang Kang menoleh ke arah Zhong Li yang berada tepat di sampingnya , dan menjelaskan rencana nya
"Hahahaha , baiklah jika bukan karena keserakahan Mereka , kita tidak mungkin mengalami hari sial seperti ini , jadi kita hadiahkan bola api si*alan ini pada mereka " wajah murung Zhong Li langsung cerah saat mendengar rencana dari sahabatnya itu ,.
Kemudian kedua nya mengerahkan kekuatan nya sampai batas tertinggi untuk lebih cepat menuju tempat Dong Jin dan rombongan nya yang sudah masuk ke dalam jangkauan persepsi kedua nya ,
Sementara Di Tempat lain
Saat ini Dong Jin dan rombongan nya sudah berada di jarak beberapa kilometer saja dari Zhong Li dan Mang Kang yang tengah mengarah ke tempat mereka
"Berhenti"
Patriak Zhu Tian tiba tiba maju ke depan dan berdiri di samping Dong Jin yang memang berada di depan untuk memimpin seluruh pasukan itu
"Ada apa guru.?" Tanya Dong Jin heran dengan gurunya itu
"Ada Yang datang , bersiap" bukan nya menjawab Zhu Tian malah berteriak dengan kencang memberikan aba aba pada samua nya Untuk bersiap
Meskipun bingung dengan apa yang terjadi , pasukan yang ada di sana langsung bersiap dalam ke adaan tempur sebab salah satu pemimpin mereka sudah memberikan komando nya
Tiba tiba dari kejauhan terlihat dua kobaran api yang sangat kuat mendekat ke arah mereka, bukan hanya itu saja yang membuat semua orang kaget dengan itu, karena rupanya kedua bola api itu tengah mengejar kedua sosok manusia dengan aura kekuatan abadi 🌟 9 yang kini tengah terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah mereka .
Bersambung