BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Pria Misterius


Bo Li berusaha menggerakkan tubuhnya yang telentang di atas tanah dekat danau sunyi.


Dia mencoba beranjak dari tempatnya berbaring tetapi usahanya sia-sia. Dan nyaris dia tidak mampu bergerak dari posisinya yang telentang.


"Apa yang terjadi ? Kenapa suaraku juga tidak keluar ?"


Bo Li berusaha membuka mulutnya untuk bersuara tetapi tidak berhasil karena dia tetap tidak dapat berbicara.


"Aku harus segera pergi dari sini sebelum orang itu membunuhku"


Bo Li mencoba menggerakkan tubuhnya lagi tetapi usahanya tetap gagal.


Orang bertopi caping itu terbang ke arah Bo Li dengan mengayunkan erhu yang ada di tangannya ke arah Bo Li.


Muncul hembusan angin kencang dari arah alat musik erhu sehingga menerbangkan seluruh daun-daun serta ranting-ranting tanaman yang ada di danau sunyi.


Air danau sunyi terlihat menggulung keluar saat alat musik erhu ditangan orang bercaping itu tengah digerakkan membentuk gerakan spiral.


Orang bercaping itu sedikitpun tidak bersuara hanya bergerak cepat ke arah Bo Li yang tergeletak di atas tanah.


"Aku akan mati disini..."


Bo Li melihat tubuhnya terhempas pusaran angin kencang yang keluar dari alat musik erhu milik pria bertopi caping itu.


Tubuh Bo Li berputar hebat di udara saat angin menerbangkan tubuhnya hingga melambung ke atas.


"Uhk !"


Bo Li terpekik pelan berusaha menahan tubuhnya yang terbang ke atas dan terjun tajam ke arah bawah.


Muncul cahaya berwarna ungu dari badan Bo Li yang terbang melayang di udara.


Cahaya yang berpendar terang itu berubah menjadi gelombang yang menyelimuti tubuh Bo Li.


Sebuah simbol berupa batu Amethyst muncul dari tubuh Bo Li dan perlahan-lahan penampilan perempuan cantik itu berubah.


Kedua mata Bo Li menjadi berwarna ungu tua yang bercahaya sedangkan tubuhnya yang terbalut gelombang cahaya ungu berubah menjadi ungu dengan gaun berwarna ungu tipis yang melambai-lambai tertiup angin.


Lambang tangan yang membentuk garis-garis mendadak muncul dari kedua telapak tangan Bo Li.


Mata Bo Li langsung terbuka lebar dan tubuhnya yang terus melayang di udara mulai bergerak turun ke bawah.


Bo Li telah tersadar kembali dan tubuhnya mampu dia gerakkan lagi.


Dia menggenggam kedua senjata apinya, yang satu pistol revolver dan yang satunya lagi senjata jenis SVLK-14S Sumrak.


Bibir Bo Li mengucap kata seperti mantra khusus saat kedua kakinya menyentuh tanah.


Suara dengung terdengar dari arah bibir Bo Li ketika doa mantra-mantra suci itu terucap dari bibirnya yang merekah merah.


Kedua tangan Bo Li lalu terangkat mengarah ke orang bertopi caping itu sedangkan kedua mata Bo Li berubah menjadi bercahaya ungu benderang serta menyala-nyala.


Bo Li melesakkan kedua senjata apinya ke arah orang bertopi caping dihadapannya.


"DOR... DOR... DOR..."


Suara tembakan melesak cepat menuju orang bercaping.


Terlihat muncul gelombang mirip lingkaran yang berputar-putar dari tubuh orang bercaping di depannya ketika Bo Li menembakkan kedua senjatanya.


Peluru-peluru Amethyst ungu berubah bagai ujung panah saat di tembakkan oleh Bo Li, melesat kencang menembus gelombang berputar-putar milik orang bercaping.


"DASH... DASH... DASH..."


Peluru Amethyst ungu itu menghantam tubuh pria bercaping itu tetapi tidak melukainya ataupun menembus tubuh pria itu.


Hanya membuat orang bercaping mundur beberapa jengkal tanah ketika peluru itu menghantam badannya.


"DUAK !"


Orang bercaping terseret hingga menabrak pohon serta melewati danau sunyi dibawahnya.


"Uhk !", suara terdengar dari bibir pria itu.


Tanpa mengucapkan kalimat, orang bercaping kemudian terbang melesat kembali ke arah Bo Li dengan membunyikan alat musik erhunya.


Terdengar suara alunan musik yang berirama cepat ketika alat erhu yang ada di tangan pria bercaping itu dia mainkan.


Suara musik itu menyebabkan pusaran angin hebat serta goncangan besar di sekitar danau sunyi.


Kembali muncul serpihan air es runcing dari dalam danau sunyi.


Sepenggal nyanyian keluar dari bibir pria bercaping itu.


Dia tengah menyanyikan sebuah lagu yang terdengar sedih.


Sebuah tembakan tepat mengenai toping caping milik orang itu sehingga terlihat wajah seluruh pria di hadapannya dengan sangat jelas.


"WUSH... !",


Topi terbelah dua ketika peluru menembus topi di kepala orang itu.


Sosok pria dengan wajah putih pucat dengan alis putih dan rambut panjangnya yang juga berwarna putih menatap tertegun ke arah Bo Li.


Pria berwajah cukup tampan itu lalu menghentikan permainan alat musik erhunya.


Serpihan es runcing yang melesat cepat ke arah Bo Li lalu berhenti bergerak ketika caping yang dikenakan oleh pria itu terlepas dari kepalanya.


Caping itu terbang melayang pelan kemudian mendarat ke atas permukaan danau sunyi dan mengapung-apung.


"Kenapa dia menghentikan permainan musik erhunya dan serpihan es yang berasal dari air danau sunyi mendadak terhenti ?", batin Bo Li.


Bo Li menghentikan tembakannya dan berdiri mematung sambil menatap tajam ke arah pria di depannya.


"Kenapa ? Apa kau sudah menyerah ?", tanya Bo Li.


Pria itu hanya tersenyum kecil dan tidak menjawab ucapan Bo Li.


Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam pakaiannya, sebuah bungkusan dari kain kuning sutra terlihat di tangan pria itu.


Pria berambut panjang putih itu memmberikan bungkusan kain kuning kepada Bo Li.


Tanpa bersuara ataupun mengucap sepatah katapun dan hanya mengulurkan tangannya yang memegang bungkusan kain berwarna kuning.


"Apa itu untukku ?", tanya Bo Li.


Pria asing itu menganggukkan kepalanya pelan ketika Bo Li menanyakan bungkusan kain kuning itu.


"Benarkah ?", tanya Bo Li sekali lagi.


Pria berambut putih itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Tidak ada lagi sikap permusuhan yang dia tunjukkan kepada Bo Li bahkan pria itu berjalan mendekat ke arah Bo Li.


Perempuan cantik itu segera melangkahkan kakinya ke belakang dengan sigapnya.


Bo Li melihat pria itu mengangkat tanganya seakan-akan menyuruh Bo Li berhenti bergerak.


"Apa ?", ucap Bo Li.


Pria dengan bungkusan di tangannya lalu mempercepat langkah kakinya seraya meraih tangan Bo Li.


Dia memberikan bungkusan kuning itu ke tangan Bo Li dengan sangat cepat.


"Tunggu ! Apakah yang kamu berikan padaku ?", tanya Bo Li terkejut.


Pria berambut panjang putih itu tidak menjawab ucapan Bo Li.


Dia lalu pergi melayang menuju ke arah danau sunyi sembari memainkan alat musik erhunya.


Kembali terdengar suara alunan lagu yang merdu terdengar di seluruh area danau sunyi, suaranya sangat syahdu serta terdengar sendu, menyayat hati.


"Tunggu ! Siapakah kamu ?", tanya Bo Li.


Bo Li kebingungan saat menerima bungkusan warna kuning dari kain sutra, dia tidak mengerti maksud dari sikap pria berambut putih itu.


Perempuan cantik itu mengejar pria yang tengah memainkan erhu di tangannya.


Namun, tubuh pria aneh yang melayang di atas danau sunyi itu kemudian lenyap dari pandangan Bo Li tanpa mengucap sepatah katapun pada Bo Li.


Masih terdengar suara alunan lagu sedih yang menggema dari alat musik erhu milik pria berambut putih itu saat pria aneh itu pergi menghilang dari danau sunyi.


"Siapakah dia ?'', ucap Bo Li.


Bo Li menatap sayu ke arah danau sunyi yang tenang dihadapannya.


Berdiri termenung merenungi kejadian yang baru dia alami tadi di danau sunyi.


"Aapkah dia peri penjaga danau sunyi ?", ucap Bo Li.


Bo Li masih berdiri tertegun memandangi danau sunyi yang sangat tenang.


Angin memainkan wajah Bo Li yang cantik jelita, seakan-akan mengajaknya berbicara.


Bo Li mengalihkan pandangannya dari arah danau sunyi ke arah bungkusan warna kuning yang ada di tangannya.


Menghela nafas panjangnya sambil memejamkan kedua matanya.


Bo Li menghirup dalam-dalam udara disekitar danau sunyi seraya memperhatikan kembali bungkusan warna kuning yang dia genggam di kedua tangannya erat.