BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Pria Dengan Biola Emasnya



Terdengar alunan suara musik yang menggema di sudut ruangan lantai utama hotel bintang lima.


Suaranya sangat melengking namun indah didengar, terkadang sendu tiba-tiba penuh emosi ringan.


Alunan musiknya mengalir lembut bahkan nyaris melenakan, unsur spiritual terdengar mengalun sepanjang musik di mainkan.


Pada saat alat musik itu terus dimainkan, terlihat sosok seseorang di sudut ruangan lantai utama hotel, tidak menunjukkan raut wajahnya karena tertutupi suasana yang sangat gelap.


Lampu di ruangan tiba-tiba menyala terang dan tampak seorang pria duduk dengan memegang biola emas yang tengah memainkan alat musik gesek itu.


Terdengar lengkingan keras dari makhluk bayangan hitam yang ternyata memang tubuhnya berwarna gelap dengan kedua mata bersinar kekuningan penuh kilatan.


Makhluk bayangan hitam berbadan sangat besar dan kekar, memperlihatkan kuatnya tubuhnya saat lampu di ruangan hotel bintang lima itu kembali menyala terang.


Teriakan dari makhluk bayangan hitam yang sangat memekakkan telinga dan terdengar membahana di seluruh ruangan gedung hotel.


Bo Li terdiam mematung ketika menyaksikan pemandangan di depannya sangat mengerikan, terlihat onggokan manusia mengering serta gerombolan makhluk bayangan hitam yang menjerit kesakitan, berdiri diantara manusia mengering yang jelas terlihat saat lampu kembali menyala terang di ruangan itu.


Tubuh Bo Li yang masih berwarna ungu tetapi tidak tembus pandang lagi, tengah terbang melayang-layang di udara dengan gaun pesta yang masih melekat utuh di tubuhnya yang melambai-lambai pelan.


Bo Li mengenakan topeng berbentuk burung gagak yang menutupi wajahnya dan hanya menyisakan kedua mata serta bibirnya.


"AAARGH... AAARGH... AAARGH... !"


Terdengar jeritan keras yang keluar dari makhluk bayangan hitam berukuran besar dengan bola rantai di tangannya.


Saat mendengar suara musik mengalun dari biola emas milik sosok seseorang pria di sudut ruangan lantai utama hotel.


Tidak jelas terlihat siapa orang itu karena dia juga sama mengenakan topeng yang mirip dengan topeng yang dikenakan Bo Li. Pria itu memakai topeng gagak yang memiliki permata yang bersinar terang di tengah-tengahnya seperti terbuat dari batu Ametyhst, dia duduk di sudut ruangan lantai utama dengan menggesek biola emasnya yang berbunyi sangat merdunya.


"Siapakah orang itu ? Darimana datangnya dia ?", batin Bo Li dengan tubuh melayang di atas lantai ruangan.


Suara musik yang mengalun dari alat biola yang orang itu mainkan dengan cara digesek sungguh sangat indah. Namun, terdengar penuh aura magis yang sulit untuk dijabarkan oleh kalimat.


"Apakah dia lawan ataukah pihak yang berada sama denganku ? Seandainya dia lawan maka tidak mungkin bayangan hitam makhluk besar itu ketakutan seperti itu serta menjerit tersiksa ?", ucap Bo Li dalam hatinya.


Bo Li masih berdiri melayang di tempatnya dan bergeming tatkala menyaksikan makhluk bayangan hitam itu kesakitan saat mendengar suara alunan musik dari biola emas milik pria itu.


Pria bertopeng misterius itu lalu berdiri serta melangkah maju sambil terus memainkan biola miliknya.


Irama musik yang dimainkannya semakin lama makin cepat dan bertambah membuat rasa sakit makhluk bayangan hitam yang terus menerus berteriak kesakitan.


Rasa sakit menyulut kemarahan makhluk bayangan hitam sehingga mereka mulai bergerak menyerang secara membabi buta ke segala arah.


Termasuk melakukan serangan kepada Bo Li yang tersentak kaget melihat mereka bergerak marah ke arahnya.


Tiba-tiba pria bertopeng itu terbang melesat menghampiri Bo Li dan pada saat pria itu melambung ke arah Bo Li, biola emas di tangannya berubah menjadi senjata senapan laras panjang dari emas.


Pria bertopeng gagak dengan permata batu Amethyst itu langsung mengarahkan senapan apinya ke arah makhluk bayangan hitam yang jumlahnya terus berdatangan.


DRRRT... DRRRT... DRRRT...


Suara tembakan senapan laras panjang emas itu meletus dan mengenai gerombolan makhluk bayangan hitam.


"Dia menembakkan senapannya ke arah makhluk bayangan hitam, lalu siapakah dia ? Apakah dia berada di pihakku ?" , batin Bo Li.


Bo Li sangat terkejut ketika dia melihat biola emas itu mampu berubah menjadi senjata senapan api yang juga terbuat dari emas serta termodifikasi langsung di tempat setelah menembak target.


"Biola emas miliknya langsung termodifikasi saat itu juga ketika berhasil menembak lawan, ini sangat luar biasa sekali !", ucap Bo Li dalam hatinya.


Pria bertopeng itu berdiri tepat di depan Bo Li yang masih terbengong-bengong melihat kehadiran pria asing itu sedangkan pria bertopeng itu terus-menerus menembakkan senajata apinya ke arah makhluk bayangan hitam.


Bo Li termangu memandangi gerak pria bertopeng yang sangat lincahnya mengarahkan senjata laras panjangnya yang berukuran cukup besar.


DRRRT... DRRRT... DRRRT...


Dari arah samping makhluk bayangan hitam bergerak cepat ke arah mereka dengan mengayunkan senjata bola rantainya ke atas dengan maksud menyerang keduanya.


Bo Li langsung sigap bergerak mengarahkan pistol revolver miliknya dan menembak lawan.


DOR... DOR... DOR...


Tembakan pistol revolver melesat kilat menembus tubuh makhluk bayangan hitam yang bergerak ke arah dirinya.


Tiga tembakan peluru kristal Amethyst ungu tepat mengenai badan makhluk menyeramkan itu tetapi tidak langsung memusnahkannya.


Makhluk bayangan hitam itu masih bisa bertahan serta bergerak seraya melayangkan senjata bola apinya ke arah Bo Li sedangkan pria bertopeng itu terlihat sibuk menembakkan senjatanya ke arah gerombolan makhluk bayangan hitam yang terus maju ke arah mereka.


"Mari kita bertukar posisi, cantik !", bisik pria bertopeng gagak itu kepada Bo Li.


Bo Li terkejut ketika pria bertopeng itu tersenyum serta berbisik kepadanya.


"B--baik...", sahut Bo Li dengan muka memerah.


"Pada hitungan ketiga kita berpindah posisi, kamu mengerti !", ucap pria bertopeng gagak itu dengan nada serius.


Bo Li menganggukkan kepalanya cepat serta bersiap-siap.


"Satu... Dua... Tiga... !!!", teriak pria bertopeng gagak itu sembari memutar badannya ke posisi Bo Li sedangkan Bo Li ke posisi pria asing tadi.


Mereka secara bersama-sama mengarahkan tembakan mereka ke arah makhluk bayangan hitam yang ada di area lantai utama hotel bintang lima.


Gerakan keduanya terlihat sangat harmonis dan mereka berdua bergerak memutar tubuh mereka saling berpindah-pindah posisi bergantian, kadang Bo Li di depan dan terkadang pria bertopeng gagak itu di belakang.


Mereka berdua terus menerus berputar sambil mengarahkan tembakan-tembakan dari senjata mereka masing-masing.


DRRRT... DRRRT... DRRRT...


DOR... DOR... DOR...


Bo Li melesakkan tembakan peluru Amethyst ungu miliknya tepat sasaran.


Tembakan-tembakan mereka berdua mampu memusnahkan tubuh makhluk bayangan hitam yang mulai tumbang satu per satu dan lenyap menjadi abu.


"Kerja bagus, cantik !", ucap pria bertopeng gagak dengan permata Amethyst ungu itu.


"Terimakasih...", sahut Bo Li senang.


"Tinggal beberapa makhluk cecunguk yang tersisa... Bagaimana menurutmu, cantik ?", tanya pria bertopeng emas itu sambil menyunggingkan senyuman misteriusnya.


"Mari kita selesaikan saja pertempuran ini, menurutmu itu idea yang baik atau buruk ?", sahut Bo Li membalas senyuman pria bertopeng gagak yang sama dengannya, hanya saja topeng milik Bo Li tidak terdapat permata dan tidak terbuat dari emas murni.


"Boleh juga pendapatmu tetapi apa tidak sayang kita langsung melenyapkan mereka yang tersisa ini tanpa menginterogasi mereka dulu !?", jawab pria bertopeng itu sambil memanggul senjata api miliknya dan sedikit membungkukkan badannya yang condong ke depan ke arah Bo Li.


"Menurutmu...", kata Bo Li sambil berdiri berkacak pinggang dengan satu tangan mengarah ke depan dadanya.


Terlihat asap masih mengepul keluar dari senjata pistol revolver milik Bo Li setelah menembak target.


"Baiklah, jika kamu menanyakan pendapatku maka aku akan menginterogasi mereka sebelum melenyapkannya", sahut pria bertopeng gagak itu.


"Bagaimana caranya kamu menginterogasi makhluk bayangan hitam itu sedangkan badan mereka lebih besar darimu ?", tanya Bo Li.


"Serahkan saja padaku maka aku akan menyelesaikannya secepatnya", sahut pria bertopeng gagak emas itu.


Bo Li hanya mengangkat kedua pundaknya tanpa menjawab ucapan pria bertopeng gagak emas itu.


"Tunggu sebentar ya, cantik !", ucap pria bertopeng emas dengan topi bowler berwarna hijau serta setelan jas yang pas warna hijau.


Pria bertopeng emas yang misterius itu bergerak cepat ke arah makhluk bayangan hitam yang tinggal sedikit.


Dia berlari cepat sekali sembari mengelilingi makhluk bayangan hitam kemudian mengikat mereka semua dengan senjata rantai bola milik makhluk tersebut.


Tidak butuh waktu lama dan dengan sigapnya makhluk bayangan hitam itu berhasil ditaklukkan dan pria misterius itu membuat mereka jatuh terduduk karena bergerak memberontak keras.


GEDEBUM... !


Terdengar suara keras dari arah makhluk bayangan hitam ketika mereka jatuh terduduk ke lantai.


Bo Li melihat pria bertopeng gagak itu memberikan sebuah suntikan khusus kepada makhluk bayangan hitam agar mereka dapat berbicara.


GRRR... GRRR... GRRR...


Suara erangan keluar dari mulut mereka serta salah satu dari mereka berbicara pada pria bertopeng emas itu.


"Kamu tidak akan pernah bisa membuka mulut kami, grrr..., grrr..., grrr...", ucap salah satu makhluk bayangan hitam itu marah.


"Aku tidak ingin berbicara pada kalian tepatnya aku ingin bertanya saja pada kalian tentang pimpinan kalian, mengerti ?", kata pria misterius itu sembari berjongkok di samping makhluk bayangan hitam yang tengah memanggul senjata apinya di pundaknya.


"Grrr... Grrr... Grrr... !", geram makhluk bayangan hitam itu marah.


"Baiklah, aku akan memberimu tambahan suntikan khusus ini agar kamu mengatakan siapa yang menyuruh kalian", kata pria bertopeng emas seraya tersenyum menyeringai kejam.


"Idiot ! Grrr... Grrr... Grrr...", ucap makhluk bayangan hitam itu.


"Demi Tuhan Yang Di Atas sana, sebenarnya aku tidak ingin memaksamu untuk berbicara tetapi ucapanmu sungguh menyebalkan", ucap pria bertopeng emas itu.


"Dasar bodoh ! Kami tidak akan mengatakannya meski kamu melenyapkan kami ! Grrr... Grrr... Grrrr...", sahut makhluk bayangan hitam marah.


"Apapun yang kamu katakan tetap tidak mengubah keputusanku, tanpa aku paksapun kamu pasti akan mengatakannya", ucapan pria misterius sangat tajam serta dingin.


Pria bertopeng gagak dari emas itu menatap tajam serta tanpa emosi saat melihat makhluk bayangan hitam yang ada dihadapannya.


Sekitar lima menit kemudian tampak tubuh dari makhluk bayangan hitam bergeliat-geliat cepatnya dan mereka meraung-raung sangat keras.


Mata kuning mereka berkilat-kilat keluar memancar ke segala penjuru ruangan lantai utama.


Terdengar salah satu diantara makhluk bayangan hitam itu mulai berbicara kepada pria bertopeng gagak dari emas itu.


"Grrr... Grrr... Grrr... Kamu harus berhadapan dengan pemilik batu merah... Dia kejam dan bengis tiada ampunan... Kalian pasti akan mati...", teriak makhluk bayangan hitam itu kencangnya.


"Pemilik batu merah...", ucap Bo Li lirih.


"Grrrr... Grrrr... Grrr... Jangan menuju ke barat..., dia paling berkuasa di wilayah itu..., tuan dia raja iblis..., kalian akan mati di tangannya...", ucap makhluk bayangan hitam berteriak keras.


Bo Li yang berdiri tak jauh dari makhluk bayangan hitam yang terikat rantai bola itu mendadak tersentak kaget.


"Grrr... Grrr... Grrr... !", terdengar lagi suara geraman keras dari makhluk bayangan hitam memecah keheningan. "E..E...L...M...A...R...telah kembali bangkit dari kematian... !!!"


Saat makhluk bayangan hitam itu mengatakan orang yang mengirim mereka di hotel bintang lima dari tubuh mereka keluar gelembung-gelembung udara berwarna kuning dan sangat berbau aneh serta busuk.


Terlihat seberkas cahaya serta suara ledakan hebat dari tubuh makhluk bayangan hitam ketika mereka selesai berbicara.


DAR... DAR... DAR...


Tubuh makhluk bayangan hitam itu meledak serta hancur berkeping-keping menjadi abu tidak tersisa.


Hembusan angin kencang menyertai ledakan dari tubuh makhluk bayangan hitam di sekeliling area lantai utama ruangan hotel bintang lima tempat Bo Li dan pria misterius itu berada.


Tidak ada reaksi dari kedua orang yang masing-masing memegang senjata api di tangan mereka. Dan sama-sama mengenakan topeng gagak yang hanya berbeda bahannya di wajah mereka yang hampir menutupi wajah kedua orang itu.


Keduanya terdiam memandangi ledakan dahsyat dari makhluk bayangan hitam yang hanya menyisakan asap hitam yang mengepul di atas lantai utama.


Suasana di lantai utama hotel bintang lima kembali tenang serta seluruh gedung hotel yang sebagian gelap gulita tadi sekarang menjadi terang benderang seperti sediakala.