BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Kemampuan Senjata Api Milik Bo Li


Dalam radius 7 km, kecepatan menembak senjata api milik Bo Li yang setara dengan SVLK-14S Sumrak tengah di uji coba dan senjata tersebut kehebatannya tiada tandingannya dengan di lengkapi laser yang mampu mendeteksi keberadaan lawan yang bersembunyi.


Bo Li membidikkan senapan api itu berulangkali ke arah sasaran bidik buatan peri kecil hijau daun yang mampu meredam peluru kristal Ametshyst miliknya.


Dia menembakkan beberapa kali senjata tempurnya dan tembakannya tidak pernah meleset, selalu tepat sasaran mengenai titik tengah pada gambar lingkaran di hadapannya.


Ini pertama kalinya Bo Li menggunakan senapan api miliknya tetapi ia mampu dengan tepat dan benar saat menggunakannya.


"DOR... DOR... DOR... DOR... DOR...", terdengar suara tembakan beruntun dari senapan api milik Bo Li Kuota Arwa Sanders.


Kekuatan tubuh Bo Li dalam mempertahankan dirinya ketika menembakkan senapan apinya itu sungguh kuat sekali.


Ini ditunjang adanya kekuatan dari Buah Amethyst yang di makannya saat berada di surga para peri waktu itu, menjadikan tubuh Bo Li sangat kuat sekali.


Kecepatan serta ketetapan gerak tubuhnya semakin bertambah gesit dan akurat, Bo Li membidik setiap pelurunya dengan tepat sasaran.


"Bagus sekali, Bo Li, setiap bidikanmu pada papan sangat baik tapi kemampuanmu perlu latihan lagi dan diasah lebih baik lagi, kita akan melakukan latihan setelah acara pesta ini selesai", kata peri kecil daun hijau.


"Kapan kita memulai latihannya ? Setelah acara ini selesai ?", tanya Bo Li.


"Benar, besok kita akan memulai latihannya, karena setiap senjata akan melakukan modifikasi serta pengembangan dan itu memerlukan latihan guna meningkatan kemampuan menembakmu", sahut Peri Dryada.


"Modifikasi ? Apakah setiap senjata api akan mengalami perubahan ?", kata Bo Li.


"Iya, benar, setiap senapan api milikmu akan mengalami perubahan sesuai tingkatan levelnya", jawab peri kecil hijau daun.


"Tingkatan level, ya..., berarti senjata-senjata api ini akan mengalami perubahan bentuk setelah aku menyelesaikan level pada tiap-tiap tingkatan pada level", ucap Bo Li.


"Itu benar sekali, karena setiap kamu menyelesaikan level pada suatu pertempuran maka level kemampuan senjata milikmu akan bertambah dan mengalami modifikasi, baik itu bentuknya, kecepatannya, ketetapannya, kekuatannya, kecanggihanya serta tingkatan levelnya akan mengalami perubahan pada tiap-tiap tingkatannya", kata Peri Dryada.


"Wow ! Wow ! Ini sangat keren sekali, peri, apabila tidak ada pertempuran, apakah senjata-senjata api milikku ini tidak akan mengalami perubahan ?", tanya Bo Li.


"Tentu saja tidak, karena kamu sendiri yang akan menaikkan levelnya sesuai tingkatan kemampuan menembakmu dan tidak harus dalam pertempuran, akan ada perlombaan atau festival yang akan kamu ikuti nantinya dalam peningkatan diri serta level agar senjata-senjata api milikmu mengalami modifikasi", sahut peri kecil daun hijau seraya tersenyum.


"Aku harus mengikuti perlombaan menembak untuk meningkatkan level serta melakukan pengembangan diri agar kemampuanku meningkat baik", kata Bo Li sembari memperhatikan senjata api berwarna ungu muda di tangannya itu.


"iya, jika tidak ada pengembangan diri maka kemampuan menembakmu akan biasa saja dan senjata-senjata itu tidak akan mengalami modifikasi yang sempurna", kata peri.


"Apakah akan berbeda hasilnya jika dalam pertempuran yang sesungguhnya ?'', tanya Bo Li.


"Peningkatan kemampuan menembak pada setiap tingkatan level akan membantu diri kamu bertempur pada medan yang sebenarnya nanti, saat pertempuran yang sesungguhnya, Bo Li", sahut Peri Dryada.


"Contohnya pada saat aku berburu iblis Elmar dan Abiyyu", ucap Bo Li dengan wajah yang sangat serius.


"Mmm... Benar, tapi akan ada pertempuran lainnya sbelum kamu bertemu dengan mereka", jawab Peri Dryada.


"Maksudmu ?'', tanya Bo Li.


"Aku mempunyai firasat lainnya ketika melihat para Murdhuacha muncul, dan aku tidak tahu apa alasannya para peri landak itu muncul'', ucap Peri Dryada.


"Apakah berkenaan dengan munculnya Abiyyu, anak dari iblis itu ?'', kata Bo Li.


"Mungkin saja, munculnya para peri landak itu telah di kendalikan oleh sesuatu kekuatan jahat dan gelap", kata Peri Dryada.


"Ataukah itu kekuatan dari batu merah milik Iblis Elmar !?'', ucap Bo Li terperangah kaget.


"Aku tidak tahu pastinya, apakah kekuatan itu berasal dari batu merah atau kekuatan yang lainnya tapi yang aku tahu kekuatan yang mengendalikan para peri landak adalah kekuatan hitam yang sangat kuat", jawab peri kecil daun hijau.


"Benar kata kakek jika aku bukan tandingan mereka dan aku memerlukan banyak kekuatan serta pengembangan diri dalam bertarung dan aku harus segera menemukan selndang pelangi milik bidadari itu di danau sunyi", kata Bo Li.


"Apakah kamu akan mencari selendang itu, Bo Li ?'', tanya peri kecil daun hijau.


"Tentu saja, karena itulah pesan kakek padaku jika aku harus mengalahkan mereka dan merebut kembali Kerajaan Kuota milikku dari tangan Elmar dan anaknya, Abiyyu", kata Bo Li seraya menganggukkan kepalanya.


"Selendang bidadari, ya...", ucap peri kecil daun hijau setengah bergumam.


"Ya, selendang bidadari yang memiliki kekuatan langsung dari langit dan sangat suci karena di lindungi oleh doa para malaikat serta makhluk langit dari Surga Firdaus", jawab Bo Li.


"Tapi danau sunyi masih sangat misteri sekali, dan kita tidak tahu kebenaran tempatnya dari danau sunyi itu", kata Peri Dryada dengan menerawang jauh.


"Itulah kakek memberiku sebuah kotak sebagai petunjuk tapi aku masih belum sempat membukanya sampai sekarang", kata Bo Li.


"Hmmm... Baiklah... Tugas kita ternyata masih banyak dan ini adalah tugasku sebagai tim editor peri milikmu... ", kata peri kecil itu sembari mengepakkan kedua sayapnya yang berkelap-kelip indah.


"Yah, memang benar yang kamu katakan, peri, karena tugas kita membutuhkan waktu yang sangat panjang dan tidak sedikit untuk menyelesaikannya dan aku minta maaf telah menarikmu ke dalam penderitaan ini", ucap Bo Li menyesal.


"Benarkah ? Benarkah yang kamu katakan itu, peri ?'', tanya Bo Li lalu menatap peri kecil itu dengan kedua mata berbinar-binar.


"Tentu saja, Bo Li", sahut Peri Dryada sambil tersenyum. "Aku sangat menyukainya saat bersama denganmu, kau adalah teman terbaikku, Bo Li.''


"Oh Terimakasih... Terimakasih peri, aku sangat senang mendengarnya, dan aku merasa sangat bahagia sekali karena kamu menganggapku teman terbaikmu", kata Bo Li.


Keduanya saling berpelukan dan tersenyum bahagia, sebuah persahabatan yang sangat mengharukan antara seorang peri dengan manusia.


"Oh Iya, ada yang perlu aku sampaikan lagi, Bo Li", kata Peri Dryada.


"Apakah itu, adakah yang masih tertinggal, peri ?'', tanya Bo Li.


"Aku belum memberitahukan senjata api yang satunya padamu, dan cara memakainya, Bo Li", kata Peri Dryada.


"Maksudmu pistol itu ?'', tanya Bo Li seraya melepaskan pelukannya.


"Benar sekali, pistol itu juga memiliki tingkatan level yang harus di selesaikan olehmu, Bo Li", kata peri kecil daun hijau.


Peri Dryada terbang mendekat ke arah mahkota yang terpasang di atas kepala Bo Li sembari memperhatikan Kristal Amethyst berukuran besar yang ada di depan mahkota tersebut.


"Kamu harus mencobanya senjata yang satu ini, Bo Li, dan mengoperasikan pistol ini karena untuk membunuh para Murdhuacha dan makhluk lainnya, kamu harus menggunakan pistol ini", kata Bo Li.


"Pistol yang tersembunyi ?", tanya Bo Li.


"Ya, pistol itu lebih efektif untuk melenyapkan para makhluk jahat dari dunia hitam", sahut Peri Dryada.


"Bagaimana cara mengoperasikan pistol tersebut ?'', tanya Bo Li.


"Untuk mengaktifkan pistol itu maka kamu harus mengubah kembali senjata yang ada di tanganmu itu kembali menjadi mahkota", jawab peri kecil daun hijau seraya tersenyum.


"Kenapa tidak langsung keluar dua senjata pada waktu bersamaan karena jika memiliki dua senjata api maka akan mudah bagiku untuk melenyapkan mereka semua, jika harus mengubahnya kembali ke bentuk asalnya yaitu mahkota maka akan memakan waktu yang lama", kata Bo Li seraya melihat ke arah senapan panjang di tangannya.


"Tidak, tidak seperti itu, Bo Li, karena memang fungsi dari mahkota itu seperti demikian, jika kamu membawa dua senjata akan menyusahkanmu saat bertempur dan jika kembali menjadi bentuk mahkota lagi maka akan mudah untukmu menyembunyikan senjata-senjata tersebut dari musuh, Bo Li", jawab Peri Dryada.


"Tapi menggunakan mahkota saat berpergian keluar akan sangat merepotkanku, peri, tidak mudah bagiku selalu mengenakan sebuah mahkota di setiap waktuku apalagi di hari-hari biasa, mana mungkin aku memakai sebuah mahkota ?", kata Bo Li.


"Mahkota itu bukankah bisa menjadi papan keyboard, Bo Li ?", jawab peri kecil itu.


"Oh iya, aku hampir lupa !? Tapi tidak bisakah kamu mendesainnya lagi menjadi bentuk yang lebih ringkas lagi, seperti dompet atau yang lainnya ?'', ucap Bo Li sambil bersandar.


"Mmm..., baiklah, aku akan memikirkannya lagi, tapi papan dari mahkota itu dapat kamu taruh dalam tas atau dompet yang berukuran sama", kata Peri Dryada.


"Benarkah ? kalau begitu tidak perlu untuk mendesainnya lagi dengan bentuk yang baru karena dalam bentuk papan tuts kristal juga akan memudahkanku untuk membawanya kemana-mana", kata Bo Li.


"Baiklah, bagaimana kalau kita memulai latihan cara menggunakan pistol itu ?", ucap Peri Dryada.


"Ya, ayo kita lakukan itu, masih ada waktu setengah jam untuk bersiap-siap ke acara pesta itu", kata Bo Li sembari memanggul senapan itu di atas pundakya.


"Ubahlah senapan itu menjadi mahkota atau papan tuts kristal dari Amethyst terlebih dahulu maka kamu akan dapat menjadikannya sebuah pistol sekaliber S&W 500M, pistol jenis revolver dengan kemampuan daya tembak pelurunya bisa menembus serta meledakkan objek lawan yang menjadi target utamamu", kata Peri Dryada.


"Bagaimana cara aku mengubah senapan panjang ini menjadi sebuah senjata pistol ?", tanya Bo Li sembari mengamati senjata yang ada di tangannya itu.


"Sentuhlah kristal-kristal dari Amethyst yang ada di sisi badan senapan api jenis SVLK-14S Sumrak itu dengan jari-jemari tanganmu maka senjata pistol itu akan terbentuk dengan sendirinya", ucap Peri Dryada memberi instruksi lanjut.


"Hmmm..., aku paham, aku akan mencobanya sekarang, tapi apakah cara mengoperasikannya sama dengan senapan api ini ?", tanya Bo Li.


"Revolver adalah senjata api di mana peluru dimasukkan ke tabung berputar, pengisiannya satu per satu peluru dari Batu Amethyst, pistol milikmu merupakan single action revolver yaitu revolver dengan palu, memukul peluru sehingga meledak dan mendorong proyektil peluru keluar, yang harus ditarik ke arah belakang dengan ibu jari sebelum menembak, silindernya harus diputar secara manual", sahut Peri Dryada menerangkan cara menggunakan pistol revolver.


"Sangat sulit dari penjelasan cara menggunakan pistol daripada senapan laras, dan rumit karena harus memasukkan peluru ke dalam tabung senjata itu, aku harus melakukannya satu per satu'', kata Bo Li. "Itu butuh waktu lama, peri !?"


"Tergantung kemampuanmu serta ketangkasanmu dalam menggunakan pistol revolver jenis single action, karena semakin kamu memiliki tingkat kemampuan yang hebat dalam mengoperasikan pistol tersebut maka kamu akan mudah menggunakannya", ucap peri kecil itu seraya mengepakkan kedua sayapnya.


"Hmmm... Baiklah, aku akan mencobanya", kata Bo Li.


"Oh Iya, Bo Li, seperti yang aku katakan tadi jika setiap senjata tempur tersebut memiliki tingkat level yang harus di selesaikan setiap tahapnya, dan pistol itu juga memiliki kemampuan memodifikasi seperti senapan laras panjang itu", kata peri.


Bo Li lalu memperhatikan senjata jenis SVLK-14S Sumrak berwarna ungu muda yang ia genggam di tangannya itu dengan seksama, mengamati setiap detailnya dan melihat ke arah deretan kristal dari Amethyst berwarna ungu itu.


Pandangan Bo Li berubah menjadi sangat serius sekali saat memandangi senjata api miliknya itu kemudian ia menatap tajam ke arah papan bidik tembak yang berbentuk lingkaran di hadapannya.


Berdiri dengan tegak dan memandanginya tanpa berkedip lalu ia mulai menggeser jari-jemarinya di atas kristal-kristal Amethyst ungu itu, menyentuhnya cepat dan senjata itu kemudian berubah menjadi pistol revolver.