
Bo Li merangkul erat leher Ivander Liam saat berlari kencang menuju garis finish.
Terlihat pria tampan itu berusaha memenangkan lomba pada festival musim panas yaitu wife carrying festival.
Ivander Liam berhasil mencapai garis finish dan memenangkan lomba. Dia mengangkat tubuh Bo Li tinggi-tinggi ke atas seraya tertawa gembira.
"Kita menang lomba sayang !", teriak Ivander Liam.
"Iya...", sahut Bo Li tersenyum senang.
Ivander Liam menurunkan badan perempuan cantik itu dan menatap lekat ke arah Bo Li dengan ekspresi wajah serius.
"Kita menang lomba...", kata Ivander Liam.
"Mmm, iya...", sahut Bo Li tertunduk malu.
Ivander Liam lalu mengangkat dagu Bo Li ke atas seraya tersenyum tipis ke arah perempuan cantik itu.
Panitia lomba wife carrying festival mengumumkan pemenang lomba yang telah dimenangkan oleh Bo Li dan Ivander Liam. Dan keduanya mendapatkan hadiah berupa medali serta kado menarik.
Semua yang hadir di acara festival lomba musim panas yang berlangsung di area taman Esplanadi bertepuk tangan gembira ria seraya memberi semangat kepada para peserta yang telah memenangkan lomba.
Ivander Liam menghampiri Bo Li yang berdiri di atas panggung lomba.
"Bo Li...", ucap Ivander Liam.
Bo Li lalu menoleh ke arah Ivander Liam yang telah berdiri tepat di depannya.
"Kita menang Ivander Liam...", kata Bo Li seraya tersenyum.
"Iya...", sahut pria tampan itu.
Ivander Liam meraih dagu Bo Li kemudian mencium mesra perempuan cantik yang telah menjadi tunangannya itu sedangkan Bo Li tersentak kaget melihat pria berambut pirang itu tiba-tiba menciumnya.
Ciuman mesra yang penuh kehangatan serta cinta dan tidak pernah bisa diungkapkan oleh kata-kata.
Kehangatan yang sangat dalam di hati Bo Li dan menyentuh sanubari perempuan cantik itu.
"Bo Li...", ucap Ivander Liam perlahan-lahan melepaskan pelukannya sambil menatap lembut wajah Bo Li yang sangat cantik.
"Emm...", Bo Li terhenyak kaget saat Ivander Liam memandanginya mesra.
"Sayang...", ucap Ivander Liam.
Pria berwajah sangat tampan itu kembali mencium mesra Bo Li dan kali ini ciumannya disambut hangat oleh Bo Li.
Keduanya kembali terlihat saling berciuman penuh cinta, terdengar tepuk tangan serta sorak sorai gembira kala melihat kedua pasangan itu tengah berbahagia.
"Apakah aku mulai merasakan jatuh cinta pada Ivander Liam ?", ucap Bo Li dalam hatinya.
"Bo Li..., aku...mencintaimu...", ucap Ivander Liam sambil tersipu malu.
"Ivander Liam...", sahut Bo Li.
"Iya, apakah kamu juga mencintaiku, Bo Li ?", kata Ivander Liam.
"Emm..., aku tidak dapat mengatakannya sekarang...karena aku merasa bingung Ivander Liam...", sahut Bo Li dengan wajah merah padam.
"Tidak perlu kamu katakan Bo Li karena aku merasakannya kalau dirimu menginginkan diriku", ucap Ivander Liam.
Pria berambut pirang yang sangat tampan itu terlihat sedang tersenyum lembut ke arah Bo Li yang tersipu malu.
Bo Li dan Ivander Liam saling melempar senyuman mereka kepada semua penonton yang hadir pada lomba wife carrying festival yang diadakan di taman Esplanadi.
Akhirnya lomba dimenangkan oleh kedua pasangan itu dan mereka berhasil memperoleh hadiah serta medali penghargaan atas kemenangan mereka.
"Mari kita pergi dari taman Esplanadi ini dan kembali ke hotel", ucap Ivander Liam.
Bo Li tersenyum seraya memandangi wajah tunangannya itu dengan tatapan teduh.
"Iya, aku juga merasa lebih baik kita melewatkan liburan musim panas ini di hotel saja karena aku rasa suasana di sana juga cukup menunjang untuk kita liburan di Finlandia ini", kata Bo Li.
"Hmm...", gumam lembut Ivander Liam.
Ivander Liam mengusap lembut wajah Bo Li seraya terus tersenyum senang kepada perempuan cantik itu.
Kembali Ivander Liam mencium mesra Bo Li dengan membungkukkan badannya ke arah Bo Li yang terlihat tersipu malu menerima ciuman dari tunangannya.
"Baiklah, aku akan menggendong mu sampai ke mobil karena mulai sekarang aku akan sering-sering menggendong mu, Bo Li", kata Ivander Liam.
"Ivander Liam", pekik Bo Li terkejut.
"Bersiap-siaplah sayang karena aku akan menggendong mu sambil berlari ke arah mobil", kata Ivander Liam.
"Hmm, baiklah", ucap Bo Li tertawa riang.
Ivander Liam mulai berlari kencang ke mobil yang letaknya cukup jauh dari area festival di taman Esplanadi.
Sesampainya di dalam mobil, kembali Ivander Liam mencium mesra Bo Li, ciuman lembut penuh kasih sayang itu cukup lama dan terasa sangat hangat di hati Bo Li.
Sepanjang perjalanan pulang ke Hotel GLO Kluuvi Helsinki yang ada di jalan Kluuvikatu 4, 00100 Helsinki, Finlandia, Ivander Liam terus menerus mencium mesra Bo Li. Terlihat jelas hati pria tampan itu sangat senang sekali melihat hubungan mereka mengalami kemajuan yang sangat berarti.
Bo Li sendiri sangat menikmati perlakuan dari Ivander Liam terhadap dirinya yang penuh kasih sayang.
"Aku mencintaimu Bo Li", ucap Ivander Liam.
Bo Li hanya mampu menatap tunangannya tanpa menjawabnya, dia tidak ingin tergesa-gesa untuk mengatakan tentang perasaannya sebelum dia sendiri memastikan bahwa dirinya memang mencintai Ivander Liam.
Dia menyandarkan dirinya ke dalam pelukan Ivander Liam seraya mendekap erat tubuh pria tampan itu.
"Masihkah kamu meragukan diriku, Bo Li ?", tanya Ivander Liam.
"Mmm...", gumam Bo Li.
"Kenapa kamu masih ragu-ragu padaku ?", tanya Ivander Liam.
"Aku hanya takut, Ivander Liam", sahut Bo Li.
"Takut !? Apakah yang kamu takutkan, Bo Li ?", tanya Ivander Liam lagi.
"Aku takut akan hubungan ini hanyalah kesemuan semata tanpa arti maupun tujuan yang sebenarnya karena kita dekat karena suatu perjodohan tanpa merasakan suatu hubungan yang benar-benar murni dari hati kita, Ivander Liam", sahut Bo Li.
"Aku hanya berpikiran bahwa kamu terbiasa saja dengan diriku bukan karena kamu benar-benar mencintaiku", ucap Bo Li sambil menatap tunangannya.
Ivander Liam membalas pandangan Bo Li dengan sangat serius, lalu terdiam seakan-akan dia tengah berpikir.
"Aku mencintaimu, sayangku", sahut Ivander Liam.
"Benarkah itu Ivander Liam !?", tanya Bo Li masih menatap lurus ke arah Ivander Liam dengan tatapan yang sama seriusnya dengan pria berambut pirang itu.
"Iya, aku sangat mencintaimu sejak pertama kali melihatmu dan bisa dikatakan bahwa ini cinta pertamaku pada seorang wanita", sahut Ivander Liam.
"Hmm...", gumam Bo Li.
"Apakah kamu ingin bukti dariku, sayang ?", ucap Ivander Liam.
"Bukti !?", kata Bo Li tidak mengerti dengan maksud ucapan Ivander Liam.
"Hmmm... Iyah, bukti bahwa aku benar-benar sangat mencintaimu, Bo Li...", ucap Ivander Liam.
"Ivander Liam, tunjukkan saja bukti itu padaku agar aku mempercayai bahwa kamu sangat mencintaiku bukan karena terbiasa bersamaku sebab aku adalah tunangan mu", jawab Bo Li.
"Dan apakah kamu siap menerima bukti cinta ini, sayangku ?", tanya Ivander Liam.
Pria berambut pirang itu menatap lekat-lekat wajah tunangannya yang sangat cantik itu dengan tatapan teduh sekali.
"Iya..., aku siap menerimanya... Ivander Liam", sahut Bo Li.
"Bo Li...", ucap Ivander Liam.
Ivander Liam menatap dalam kepada Bo Li dan berkali-kali mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa perempuan yang ada dihadapannya itu memang benar mengatakan yang sesungguhnya dari dasar lubuk hatinya bahwa Bo Li sungguh-sungguh menginginkan dirinya.
Dia mengusap lembut belahan jiwanya yang berwajah sangat cantik itu dengan penuh perasaan paling dalam.
Mobil yang membawa Bo Li dan Ivander Liam telah sampai di area parkir Hotel GLO Kluuvi Helsinki yang ada di jalan Kluuvikatu 4, 00100 Helsinki, Finlandia.
Terlihat kedua pasangan yang tengah dimabuk cinta itu turun dari dalam mobil seraya berjalan bersama-sama dengan bergandengan tangan masuk ke dalam hotel.
"Aku mencintaimu, Bo Li", ucap Ivander Liam.
"Ivander Liam", sahut Bo Li.
Setelah keduanya naik lift menuju kamar mereka, dengan cepat Ivander Liam langsung menggendong tubuh Bo Li yang merupakan tunangannya itu saat mereka tengah berjalan di koridor ruangan Hotel GLO Kluuvi Helsinki.
Ivander Liam memandangi Bo Li tanpa hentinya sambil terus melangkahkan kedua kakinya ke kamar hotel, tempat keduanya menginap selama liburan musim panas.
Saat tiba tepat di depan kamar hotel, Ivander Liam menghentikan kedua kakinya seraya menatap kepada Bo Li.
Berusaha kembali meyakinkan dirinya bahwa Bo Li memang sungguh-sungguh menginginkan dirinya.
"Apakah kamu siap untuk menerima bukti cintaku ini, Bo Li sayang ?", tanya Ivander Liam.
"Iya, aku siap, Ivander Liam", sahut Bo Li tanpa ada keraguan sedikitpun seraya menatap serius tunangannya itu.
Ivander Liam langsung membuka pintu kamar hotel dengan tetap menggendong Bo Li lalu keduanya masuk ke dalam kamar yang diterangi sinar lampu temaram.
Saat keduanya tiba di depan ranjang tidur hotel, Ivander Liam masih menggendong tunangannya itu dan kembali memandangi wajah Bo Li.
"Bo Li... Aku mencintaimu, sayangku...", ucap Ivander Liam.
Perlahan-lahan Ivander Liam merebahkan tubuh Bo Li ke atas tempat tidur hotel sambil terus menatap lekat kepada perempuan cantik itu. Dan bergumam pelan menyebut nama Bo Li dengan sangat halusnya.
"Bo Li...", bisik lembut Ivander Liam lagi.
"Ivander Liam", sahut Bo Li seraya mengeratkan pelukannya di tubuh Ivander Liam.
Ivander Liam mendekap Bo Li kemudian mencium mesra tunangannya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Bo Li, aku mencintaimu sayangku", ucap Ivander Liam.
"Ivander Liam", ucap Bo Li.
Akhirnya keduanya menyatu dalam gejolak cinta yang menggebu, Ivander Liam menyentuh area sensitif Bo Li hingga perempuan cantik itu tersentak kaget saat menerima belaian-belaian dari pria tampan itu.
Jari jemari tangan Bo Li mencengkeram erat punggung Ivander Liam yang terbuka, terlihat sangat jelas sekali, tergambar hujaman kuku-kuku Bo Li di atas tubuh Ivander Liam.
"Bo Li...", ucap lirih Ivander Liam.
Ivander Liam tanpa henti-hentinya mencium mesra tubuh Bo Li yang terlihat mengejang hebat di bawah tubuhnya.
Bo Li memejamkan kedua matanya saat menerima perlakuan mesra dari tunangannya itu dan benar-benar menikmati setiap sentuhan serta belaian lembut dari Ivander Liam.
"Ivander Liam...", ucap Bo Li.
Pada saat Ivander Liam memasuki dirinya, Bo Li langsung tersentak kaget seraya membelalakkan kedua matanya lebar-lebar.
"Ivander Liam !!!", jerit Bo Li.
"Sayangku, Bo Li", bisik lembut Ivander Liam.
Hari itu Bo Li benar-benar menyerahkan dirinya secara utuh kepada Ivander Liam yang merupakan tunangannya itu.
Bo Li dengan penuh kesadaran kuat telah memberikan mahkota kesuciannya kepada Ivander Liam.
Entah apa yang ada dipikiran perempuan cantik bernama Bo Li hingga dia rela harus kehilangan kesuciannya terlebih dahulu di tangan Ivander Liam, padahal selama ini dia selalu mati-matian menjaga kesuciannya hingga pernikahannya nanti.
"Bo Li", ucap Ivander Liam.
"I...vander...Liam...", sahut Bo Li.
Nafas keduanya saling memburu satu sama lainnya dalam gairah cinta yang tak mampu dikatakan oleh kata-kata. Dan mereka saling menikmati cinta mereka dalam kesatuan yang saling mengikat diantara keduanya.
Tanpa hentinya Ivander Liam mencium mesra Bo Li dalam dekapannya yang sangat kuat saat tubuh mereka berdua menyatu sangat dalam.
Di sela-sela deru nafas keduanya, terdengar berulangkali Ivander Liam memanggil nama Bo Li dengan penuh perasaan dan cinta.
"Bo Li, aku mencintaimu sayangku", ucap Ivander Liam seraya menatap mesra ke arah wajah Bo Li.
Terlihat peluh keringat membasahi tubuh mereka saat keduanya tengah memadu kasih dengan penuh perasaan cinta yang tak akan pernah terpisahkan. Di temani oleh temaramnya lampu yang menambah syahdu hubungan cinta kasih diantara Bo Li dan Ivander Liam ketika tubuh mereka saling bersatu dan saling menerima antara satu dengan lainnya.