BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
PANCASONA



Bo Li masih terlihat berdiri mematung di atas onggokan tubuh manusia yang mengering itu seraya menatap muram.


Menghela nafasnya lalu bergerak pelan hendak meninggalkan lantai utama gedung hotel, mencari Ivander Liam, tunangannya.


Bergerak melayang rendah diantara onggokan manusia yang mengering. Lalu terbang menuju pintu lantai utama.


Saat Bo Li berada tepat di depan pintu...


Terdengar erangan keras yang bermunculan dari atas ruangan lantai utama, dan terlihat bayangan hitam yang sama seperti tadi dalam jumlah yang sangat banyak merangkak pelan diantara onggokan manusia mengering.


GRRR... GRRR... GRRR...


Bo Li menoleh ke arah datangnya suara bayangan hitam lalu membalikkan tubuhnya menghadap ruangan lantai utama.


Sudut kedua mata Bo Li terbelalak kaget saat melihat pemandangan yang menyeramkan dihadapannya dan melangkah mundur hingga terbentur pintu.


"Bayangan hitam itu datang lagi !", kata Bo Li.


Bo Li yang hanya bisa berdiri menghadang pintu masuk tampak membeku serta tertegun, dia meraba-raba pintu untuk membukanya dan bermaksud keluar ruangan gedung hotel.


Sayangnya usahanya sia-sia saja dan dia tidak dapat membuka pintu tersebut dan pintu terkunci rapat.


"Pintu masuk gedung ternyata terkunci dan aku tidak dapat membukanya maupun menggesernya. Mudah-mudahan bayangan hitam itu tidak melihatku disini", kata Bo Li gelisah tetapi dia berusaha untuk tetap tenang.


Perempuan cantik itu bergerak pelan melayang rendah mencari tempat persembunyian dari gerombolan bayangan hitam makhluk berbadan besar.


Bo Li melihat sebuah meja panjang di ruangan utama lalu mencoba bergerak ke arah meja panjang itu. Tetapi sialnya, bayangan hitam makhluk berbadan besar itu menyadari gerakan yang ditimbulkan oleh Bo Li yang tertangkap mata kuning mereka.


GRRR... GRRR... GRRR...


Sebuah kilatan cahaya berwarna kuning bergerak melayang cepat ke arah Bo Li dan hampir mengenai tubuh perempuan cantik itu.


Bo Li beruntung karena meski dia terpojok oleh serangan dari bayangan hitam makhluk berbadan besar, dia mampu dengan sigap menghindari kilatan cahaya berwarna kuning yang menuju ke arahnya.


Dia melompat lalu memantul tinggi, bergerak melayang di udara serta tubuhnya dengan mudahnya menghindari semua kilatan cahaya kuning dari bayangan hitam, hingga dia mendarat kembali.


Bo Li memasukkan kembali peluru-peluru kristal Amethyst ungu pada tabung berputar pistol revolver miliknya dengan cepat dan sigap.


KLEK... KLEK... KLEK...


Dia mengarahkan pistol revolvernya ke arah bayangan hitam yang bergerak tidak menentu seperti gerakan patah-patah kemudian menembakkan pistol miliknya kepada makhluk yang berupa bayangan suram itu.


DOR... DOR... DOR...


Tembakan pistol revolver tepat mengenai target.


Suasana seketika berubah dan tembakan peluru kristal Amethyst ungu membuat udara disekitar ruangan lantai utama berubah.


Hawa dingin terasa semakin menyesakkan dan membuat suasana menjadi mencekam, aura ungu yang membeku melesat cepat ke arah makhluk bayangan hitam lalu merobek badan mereka yang terkena peluru.


AAARGHHH... AAARGHHH... GRRR...


Suara lengkingan keras yang memecah suasana sunyi di ruangan lantai utama gedung hotel membuat keadaan bertambah mengerikan.


Bo Li terkesiap kaku ikut merasakan kengerian di ruangan gedung hotel bintang lima.


Tembakan Bo Li yang menyebabkan kemarahan bayangan hitam tersulut karena tidak terima kawannya terluka akibat tembakan perempuan cantik ungu itu.


Mereka lalu melaju bagaikan kilat menyerang Bo Li secara membabi buta.


Mengarahkan serangan rantai bola mereka cepat kepada Bo Li, terlihat kilatan cahaya berwarna kuning melesat ke arah Bo Li tanpa hentinya.


BLAM... BLAM... BLAM...


Bo Li hampir terkena sabetan senjata rantai bola milik mereka dan untungnya perempuan cantik itu mampu menghindari serangan beruntun dari makhluk bayangan hitam yang tertuju ke arahnya.


"Cepat sekali gerakan mereka dan aku harus waspada dengan serangan itu", ucap Bo Li yang kembali bergerak mundur ke arah samping.


Bo Li bergerak meliuk-liukkan tubuhnya menghidari kilatan-kilatan cahaya berwarna kuning.


BLAAAR...


Terdengar suara keras yang menghantam meja di ruangan lantai utama gedung hotel, kilatan cahaya berwarna kuning mampu membelah meja tersebut menjadi beberapa bagian.


Bo Li melirik sekilas ke arah suara keras yang membuat meja di ruangan lantai utama terbelah-belah.


Sesaat dia merasakan tengah berada di pintu maut saat melihat ke arah meja yang hancur berkeping-keping tersebut.


Keringat tidak terasa meleleh disekitar wajah Bo Li yang merasa ngeri.


BLAAAR...


Bo Li terkejut lagi ketika cahaya berwarna kuning itu hampir mengenai tubuhnya yang terbang melayang di udara.


Serangan-serangan yang diarahkan kepada perempuan cantik itu sangat cepatnya dan datangnya secara beruntun tanpa hentinya.


Sudut kedua mata Bo Li membelalak kaget ketika melihat bayangan hitam berupa makhluk itu mengamuk serta menghancurkan seisi ruangan lantai utama gedung hotel.


Pada saat cahaya kilat berwarna kuning itu mengenai tubuhnya, terlihat kilatan itu merobek tubuh Bo Li sehingga menyebabkan luka menganga lebar di badan Bo Li.


"Aakh ! Aku terkena sabetan cahaya kilat ternyata tajam sekali", kata Bo Li yang hanya melirik luka di tubuhnya.


Darah bercucuran dari tubuh Bo Li yang tersayat robek oleh kilatan cahaya kuning, dan perempuan cantik itu hanya dapat memegangi lukanya karena dia harus fokus kepada bayangan hitam berupa makhluk berbadan besar di depannya.


Dia harus tetap waspada dan meningkatkan pertahanan dirinya.


Luka di tubuh Bo Li berangsur-angsur membaik, luka lebar yang terbuka menganga di badan Bo Li kembali tertutup rapat serta sembuh seperti sediakala.


Tidak terlihat luka yang tertinggal di tubuh Bo Li karena luka itu menghilang begitu saja dari badannya.


"Ehk, lukaku yang parah sembuh total dan tidak ada luka lebar di perutku lagi, ini sangat aneh sekali, dan aku tidak dapat mempercayainya", kata Bo Li tercengang saat melihat luka itu lenyap tak berbekas di tubuh perempuan cantik itu.


Bo Li yang hampir tidak mempercayai sesuatu yang terjadi padanya tampak senang karena luka dari sabetan cahaya kilat bayangan hitam telah menghilang.


Meskipun lebih aneh dari yang dia bayangkan dan terasa luar biasa hebatnya tetap Bo Li tidak memiliki waktu untuk lengah ataupun mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya, dia harus waspada terhadap serangan lawan yang akan datang padanya.


Ketika dia menengadahkan kepalanya ke arah bayangan hitam berupa makhluk berbadan besar, sangat jelas kemarahan terpancar dari mereka saat Bo Li berhasil luput dari serangan cahaya kilat mereka.


GRRR... GRRR... GRRR...


Untuk ke sekian kalinya perempuan cantik yang berubah menjadi berwarna ungu bergerak mundur.


Menghindari sabetan-sabetan bola rantai yang datangnya bertubi-tubi ke arah perempuan cantik itu.


GRRR... GRRR... GRRR...


Bo Li memandang tajam kepada bayangan hitam yang berlari kencangnya kemudian melontarkan serangan mereka tepat ke arah Bo Li.


Seberkas cahaya berwarna kuning yang menyerupai kilatan itu terus-menerus mengarah ke Bo Li dan seakan ingin mengupas habis tubuh perempuan cantik itu.


Mereka marah dan bertambah mengamuk, menghantam lantai utama dan meremukkannya.


Bo Li hanya mampu berdecak pelan seraya menembak target yang kini berhamburan ke arah dirinya.


DOR... DOR... DOR...


Tembakan pistol revolver miliknya melesat cepat ke arah bayangan hitam berupa mahkluk berbadan besar. Dan tepat sasaran, menembus masuk ke dalam badan mereka yang berlarian menuju dirinya.


Sekali lagi Bo Li mengarahkan tembakan ke arah bayangan hitam itu lalu melambung tinggi ke atas ruangan lantai utama.


Terbang melayang di udara seraya memutar tubuhnya bagaikan pusaran angin yang cepat ke atas.


Peluru-peluru kristal Amethyst ungu berhamburan menghujani bayangan hitam yang ada di bawah Bo Li.


"AAAARRGHHH... AAARGHHH... GRRR... GRRR... AAAARGHHH... !!!"


Terdengar suara keras dari bayangan hitam saat terkena tembakan Bo Li.


Berhasil melukai tubuh mereka dan sebagian menghanguskan bayangan hitam yang jumlahnya terus bertambah itu.


Entah datangnya darimana makhluk bayangan hitam yang ada di ruangan lantai utama gedung hotel bintang lima.


Firasat Bo Li mengatakan mereka akan terus berdatangan untuk menghancurkan gedung itu hingga semua yang ada di hotel lenyap termasuk Bo Li.


Hanya saja perempuan cantik itu mulai berpikir jika semuanya hancur maka makhluk bayangan hitam itu juga turut musnah.


"Itulah keterbatasan daya pikir makhluk aneh yang hampir mirip monster bayangan hitam, mereka menghancurkan tetapi tidak menyadari jika mereka juga akan hancur", kata Bo Li yang terbang di atas ruangan.


GRRR... GRRR... GRRR...


Pada saat bersamaan, rantai bola milik salah satu makhluk bayangan hitam terlempar ke udara dan tepat mengenai tubuh Bo Li.


Terlihat tubuh Bo Li yang terbelah menjadi dua saat rantai bola bercahaya itu menghajar badan perempuan cantik berwarna ungu.


BLAAAR...


Ketika tubuh Bo Li membelah karena hantaman rantai bola, tiba-tiba tubuh yang terpisah itu kembali menyatu saat menyentuh lantai ruangan gedung hotel.


BLEEESSSH... BLESSSHHH...


Tubuh Bo Li bersatu dan utuh seperti semula, dan terlihat Bo Li berdiri dengan gagahnya seraya mengangkat kedua tangannya dengan santainya.


Dia menghela nafasnya pelan lalu menyadari yang barusan terjadi pada dirinya.


"Mmm... Tubuhku kembali menyatu utuh lagi setelah terkena serangan bola rantai tadi. Apakah karena ilmu pancasona yang diwariskan oleh papa kepadaku saat aku berusia sepuluh tahun ?", kata Bo Li.


Dia memperhatikan tubuhnya kembali menyatu utuh seperti semula, tidak tampak bekas luka ataupun goresan yang tertinggal di tubuh Bo Li.


"Inikah salah satu keistimewaan dari ilmu pancasona bumi itu sehingga aku tidak dapat mati maupun terluka dan hidup kembali !?", kata Bo Li takjub. "Apakah karena itu catatan kematianku pada buku kematian milik Zaban terhapus ?", sambungnya.


Bo Li lalu merenggangkan badannya ke arah samping kanan dan kiri secara bergantian, serta mengawasi gerakan bayangan hitam yang berdiri terdiam saat mereka melihat tubuh perempuan cantik berwarna ungu itu kembali menyatu utuh sediakala.


Tampaknya makhluk bayangan hitam itu terkejut kaget serta merasa ketakutan ketika Bo Li yang tubuhnya tadi terbelah oleh senjata mereka yaitu, rantai bola bercahaya tiba-tiba dapat tersambung kembali utuh menjadi menyatu seperti tubuh manusia semula.


Kebingungan terlihat jelas dari mereka yang saling berdiri berpandangan satu dengan lainnya serta keheranan melihat tubuh Bo Li kembali menyatu utuh dan mereka seakan-akan saling bertanya.


GRRR... GRRR... GRRR...


Sudut bibir Bo Li membentuk sebuah lengkungan senyuman tipis di wajahnya dan sambil menatap lurus, dia kini mampu tersenyum mengejek kepada bayangan hitam berupa makhluk besar yang ada di depannya.


Tangan kanannya terangkat ke arah bayangan hitam sambil beberapa kali menembakan pistol revolver miliknya.


DOR... DOR... DOR...


Beberapa peluru kristal Amethyst ungu yang keluar dari arah pistol revolver miliknya berhasil menembus tubuh bayangan hitam serta mampu menghanguskan badan mereka menjadi debu.


"AAAAARGHHH ! AAAARGH ! GRRR... GRRR... !", suara jeritan serta erangan yang membahana keras terdengar di seluruh ruangan lantai utama gedung hotel bintang lima.


Datang berhamburan sejumlah bayangan hitam ke arah depan Bo Li sambil mengerang keras dan berdiri mengangkat kedua tangan mereka seraya mengayunkan bola rantai milik mereka.


WUSH...


WUSH...


WUSH...


Tanpa sempat menghindar dari serangan mereka Bo Li yang berdiri dengan tangan menggenggam pistol revolver terbelalak kaget saat bola rantai itu mengenai kembali tubuhnya dan membuat kepalanya terpisah dari tubuhnya.


Seperti tadi kepala Bo Li yang terpisah itu terbang melayang bergerak ke arah badannya yang berwarna ungu, dan kembali menyatu ke tubuhnya semula.


BLESH... BLESH... BLESH...


Benar-benar pemandangan yang miris serta menyeramkan.


Berhasil membuat semua bayangan hitam berupa makhluk yang hampir menyerupai monster itu tercengang kaget ketika melihat tubuh yang terpisah itu kembali menyatu utuh seperti sediakala.


Bo Li hanya menyunggingkan senyumannya yang menakutkan itu mampu membuat nyali bayangan hitam menciut dan saat dia tertawa lepas, semua bayangan hitam di depan Bo Li bergerak mundur menjauh darinya.


"HA... HA... HA... HA... HA... HA..."


Tawa Bo Li yang membahana sampai ke langit-langit ruangan lantai utama menambah kengerian di tempat itu. Dan suasana terasa semakin dingin serta sangat mencekam.


Kemampuan Bo Li meningkat kuat sehingga membuat bayangan hitam tidak mampu membunuh perempuan cantik berwarna ungu itu walaupun jumlah mereka sangat banyak dari Bo Li.