BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Mencari Selendang Pelangi



Bo Li terbangun keesokan harinya karena mencium aroma kopi yang ada di atas meja tempat tidurnya di hotel GLO Kluuvi Helsinki.


Dia mengusap kedua matanya dengan pelan lalu bersandar di bahu tempat tidur.


"Pagi sayang", sapa Ivander Liam seraya mencium mesra kening Bo Li.


"Pagi..., apakah aku tertidur hingga pagi hari ?", sahut Bo Li.


"Em, iya..., aku sengaja tidak membangunkanmu dari tidurmu karena aku melihat kamu sangat lelah", ucap Ivander Liam.


"Maaf, jika aku terlambat bangun dan tidak menghiraukanmu", kata Bo Li seraya beranjak turun.


"Hari ini aku akan pergi rapat lagi dan mungkin sampai malam, aku sudah memesan makanan untuk pagi ini sampai nanti malam khusus untukmu", ucap Ivander Liam.


"Apakah kamu akan pergi lagi ?", tanya Bo Li.


"Mmm, iya..., karena masih ada urusan penting yang harus aku selesaikan dengan mitra baru perusahaan", sahut Ivander Liam.


Ivanderi Liam berjalan pelan ke depan cermin seraya memasang dasi.


"Sampai kapan kita berada di Helsinki ?", tanya Bo Li.


"Mungkin beberapa hari lagi kita masih di Helsinki karena ada urusan pekerjaan yang aku belum tangani terutama proyek tambang minyak serta resort yang belum terselesaikan", sahut Ivander Liam.


"Bukankah perusahaan kita tidak menangani proyek migas dan fokus pada resort dan industri", kata Bo Li.


"Aku mengembangkan bidang perusahaan menjadi lebih luas sehingga mencakup semua sektor industri baik itu migas maupun nonmigas", sahut Ivander Liam.


Tampak pria berambut pirang itu kesulitan mengenakan dasinya.


"Apakah aku masih tidak diijinkan untuk kembali ke perusahaan ?", tanya Bo Li.


Bo Li berjalan ke arah Ivander Liam dan berdiri tepat dihadapan pria tampan itu sambil memasangkan dasi untuk suaminya.


"Tidak, aku tetap tidak mengijinkannya karena aku sudah katakan bahwa kamu hanya boleh mengurusi urusan rumah tangga saja", sahut Ivander Liam.


"Rasanya aku sangat rindu untuk kembali ke perusahaan", kata Bo Li.


"Jika berkunjung saja, aku perbolehkan tetapi untuk kembali mengurusi perusahaan, aku tidak mengijinkannya", sahut Ivander Liam.


"Baiklah aku akan menuruti ucapanmu dan tidak akan pergi ke kantor", ucap Bo Li.


"Istirahatlah dan jangan lupa mandi karena sudah seharian kamu tidak mandi", kata Ivander Liam sambil tersenyum.


"Apakah aku sangat bau ?", sahut Bo Li.


"Tidak..., aku tidak mengatakan bahwa kamu bau tetapi mandilah agar segar...", kata Ivander Liam.


"Itu sama saja sindiran...", ucap Bo Li.


Ivander Liam tertawa lalu menepuk lembut kedua pipi Bo Li.


"Aku pergi dulu, jangan lupa mandi ! Ingat itu !", kata Ivander Liam.


"Iyaaa !", sahut Bo Li.


Ivander Liam lalu pergi dari ruang kamar hotel sedangkan Bo Li mengantarnya hingga depan pintu kamar.


Terlihat peri Dryada terbang didekat Bo Li dan melihat Ivander Liam yang pergi.


"Apakah kamu telah menyimpan senjata api itu dengan baik ketika aku tertidur ?", tanya Bo Li sambil menatap kepergian suaminya.


"Iya, aku telah menyimpannya di dalam lemari sebelum Ivander Liam datang saat kamu tidur", sahut peri Dryada.


"Ayo, kita masuk...", kata Bo Li.


Bo Li dan peri Dryada lalu masuk ke dalam kamar hotel dan menutup pintu seraya berjalan ke arah lemari.


Dia mengeluarkan tas dari lemari dan membukanya sambil mengambil buku hariannya.


"Aku akan mencari keberadaan selendang pelangi, dan mungkin saja benda itu ada disini", kata Bo Li.


"Selendang pelangi...", ucap peri Dryada.


"Iya, selendang pelangi, benda yang bisa mengalahkan kekuatan iblis Elmar", kata Bo Li.


Bo Li mengarahkan telapak tangannya ke atas buku hariannya untuk mengubah buku itu menjadi layar monitor.


Tak butuh lama buku harian itu terbuka dan berubah menjadi layar monitor yang canggih serta modern.


"Apa kau akan menanyakan keberadaan selendang pelangi itu ?", tanya peri Dryada.


"Benar, aku akan bertanya kepada buku harianku ini dimana letak lokasi selendang pelangi itu", sahut Bo Li.


"Dan kamu akan mencarinya", ucap peri Dryada.


"Iya...", sahut Bo Li.


"Baiklah, kita tanyakan saja pada sistem Bo Li 115 itu tentang keberadaan lokasi selendang pelangi itu", kata peri Dryada.


Bo Li menganggukkan kepalanya cepat dan mulai mengoperasikan sistem Bo Li 115.


"SISTEM TELAH DIAKTIFKAN !!! SELAMAT DATANG DI DUNIA ONLINE DAN NIKMATI LAYANAN VIRTUAL !!!", terdengar suara seseorang berbicara dari dalam buku harian.


"KABAR SISTEM BO LI 115 SELALU BAIK NONA BO LI... DAN APA YANG INGIN ANDA TANYAKAN SAAT INI ?"


Sistem Bo Li 115 menyahut cepat saat Bo Li bertanya padanya.


"Aku sedang menanyakan keberadaan selendang pelangi", kata Bo Li.


"SELENDANG PELANGI... BENDA APAKAH ITU...", kata sistem Bo Li 115.


"Benda milik ibuku yang berasal dari atas langit", kata Bo Li.


"SELENDANG PELANGI DARI ATAS LANGIT MILIK BAO-YU, IBU ANDA... SISTEM BO LI AKAN MENDETEKSI KEBERADAAN BENDA ITU... TUNGGU DALAM WAKTU LIMA MENIT..."


Sistem Bo Li 115 lalu terdiam sedangkan angka-angka serta huruf-huruf didalam layar monitor mulai bergerak acak dan silih berganti.


"Apakah kita akan menunggu lama lagi sistem Bo Li 115 itu menganalisa keberadaan selendang pelangi atau kalimat yang kamu katakan ?", tanya peri Dryada.


"Aku juga tidak tahu, dan yang aku tahu sistem Bo Li 115 akan menganalisa kalimat yang kita tanyakan dalam waktu sekitar sepuluh atau limabelas menit atau lebih", sahut Bo Li.


"Lama juga..., kalau begitu kita tunggu saja sampai sistem Bo Li 115 itu selesai mendeteksi...", kata peri Dryada.


"Baiklah...", ucap Bo Li lalu duduk melipat kedua kakinya.


"Apakah kamu tidak sarapan sambil menunggu sistem Bo Li 115 itu bekerja ?", tanya peri Dryada.


"Oh iya, Ivander Liam tadi berpesan kepadaku bahwa dia telah memesan makanan buatku", sahut Bo Li.


"Ternyata dia sangat perhatian kepadamu", ucap peri Dryada.


Bo Li hanya tersenyum mendengar ucapan peri kecil hijau daun.


Beberapa saat kemudian terdengar pintu kamar diketuk dari arah luar.


Bo Li lalu membuka pintu kamarnya dan melihat seorang pelayan hotel membawa makanan untuknya.


"Ini makanan yang dipesan tuan Ivander Liam untuk anda, dan tuan berpesan untuk mengantarkan gaun ini kepada anda", kata pelayan hotel.


"Gaun !?", ucap Bo Li.


"Iya, tuan Ivander Liam telah memesan sebuah gaun dari toko pakaian yang ada di hotel ini untuk anda", sahut pelayan hotel.


"Oh ! Baiklah ! Terimakasih telah mengantarkan barang-barang ini untukku", kata Bo Li.


"Permisi, saya pamit pergi dulu", ucap pelayan hotel itu.


Bo Li lalu membawa semua barang itu ke dalam kamarnya.


Dia meletakkan makanan dan minumannya kemudian membuka hadiah pemberian dari Ivander Liam untuknya.


"Wow ! Gaun yang indah sekali !", pekik peri Dryada terkagum-kagum.


"Iya... Gaun ini sangat cantik sekali...", kata Bo Li terharu.


"Tapi gaun ini tepatnya dipakai untuk sebuah acara khusus lalu untuk apa suamimu memberikannya untukmu ?", tanya peri Dryada.


"Aku juga tidak tahu tapi aku akan memakainya setelah aku mandi", sahut Bo Li.


Secarik kertas terbang dari dalam kotak hadiah dan jatuh tepat di pangkuan Bo Li.


"Ehk !? Apa ini ?", tanya Bo Li.


Bo Li membuka kertas itu dan membacanya.


"*TERUNTUK ISTERIKU...


Aku tidak mampu memberikanmu hadiah super mewah karena kamu telah memiliki segalanya dalam hidupmu...


Aku hanya dapat memberikanmu gaun indah ini untuk hadiah pernikahan kita yang telah berjalan tiga hari...


Pakailah karena setelah rapat nanti malam aku akan mengajakmu makan malam hanya berdua...


Dari suami tercintamu...


Ivander Liam..."


Tit...


Tit...


Tit...


Terdengar suara sistem Bo Li 115 berbunyi dari layar monitor lalu berkedip-kedip cepat.


"SISTEM BO LI 115 TELAH MENEMUKAN JAWABAN ATAS KEBERADAAN SELENDANG PELANGI YANG BERADA DI DANAU SUNYI FINLANDIA",


Suara sistem Bo Li 115 bersuara keras dan memberitahukan letak lokasi selendang pelangi saat ini.


"Di Finlandia ?", ucap Bo Li kaget.


Bo Li tercengang tidak percaya bahwa dugaannya ternyata benar tentang letak lokasi selendang pelangi yang ada di danau sunyi.


Hanya saja dia tidak pernah menyangka jika danau sunyi itu dekat dengannya sekarang. Dan danau itu berada di Finlandia. Tempat dia dan Ivander Liam tengah liburan musim panas bersama-sama saat ini.