BO LI, Wanita Mandiri, Tuan

BO LI, Wanita Mandiri, Tuan
Bertemu Kembali Dengan Mata Iblis



Bo Li terus bergerak berlari sepanjang jalan yang ada di kawasan lokasi gedung bertingkat yang sangat luas.


Dia meninggalkan lokasi gedung bertingkat untuk kembali ke hotel.


Ketika Bo Li agak jauh dari gedung tempat lokasi lomba menembak akan digelar pada hari itu.


Muncul kembali mata iblis di hadapan Bo Li dan langsung menjelma menjadi makhluk besar yang sama persis dengan yang dia temui saat pesta bersama Ivander Liam.


"Awas peri Dryada !" teriak Bo Li.


Bo Li segera menarik tubuh peri kecil daun hijau menjauh dari makhluk besar berwarna hitam.


*KLIK...


KLIK...


KLIK*...


Suara peri Dryada yang cukup nyaring terdengar ketika Bo Li menariknya.


"Apa itu Bo Li ? Dan darimana asalnya makhluk itu ?", tanya peri Dryada.


"Makhluk itulah yang aku temui waktu di pesta bersama Ivander Liam", sahut Bo Li.


"Maksud mu, makhluk itu berasal dari peri Murdhuacha !?", ucap peri Dryada.


"Benar ! Saat mata iblis itu muncul bersamaan itu pula makhluk besar berwarna hitam datang ke dalam ruangan aula hotel", kata Bo Li. "Awalnya berupa peri Murdhuacaha lalu berubah menjadi makhluk besar", sambungnya.


"Bagaimana peri Murdhuacha bisa berubah sebesar itu dan sangat menyeramkan !?", ucap peri Dryada.


"Mungkin pengaruh dari iblis yang membuat mereka seperti itu", sahut Bo Li.


"Siapa yang mengirim mereka kemari ? Dan bagaimana bisa mereka menemukan mu di Helsinki ?", tanya peri Dryada.


"Aku sendiri tidak tahu peri, atau..., mereka mengetahui keberadaan ku disini dari penciuman mereka yang kuat...", sahut Bo Li.


"Mungkinkah mereka mencium buah Amethyst ungu itu dari tubuh mu, Bo Li ?", tanya peri Dryada.


"Aku pikir juga seperti itu, dan sebaiknya kita berhati-hati terhadap makhluk besar hitam itu", sahut Bo Li.


"Baiklah, aku akan mengeluarkan tongkat ajaibku untuk melawan mereka", ucap peri kecil daun hijau.


"Yah... Ini saatnya kita bertempur lagi..., makhluk besar dan jelek...", kata Bo Li seraya mengarahkan senjata apinya jenis SVLK-14S Sumrak bertabung ganda ke arah makhluk besar itu.


*KLEK...


KLEK...


KLEK*...


Bo Li menggerakkan pelatuknya dan bersiap melesakkan peluru-peluru Amethyst ungunya ke arah makhluk-makhluk besar.


"Bersiaplah peri, dan kita hadapi mereka semuanya", kata Bo Li.


"Iya, Bo Li...", sahut peri Dryada.


Bo Li berlari terus maju sambil menembakkan senjata api barunya ke arah makhluk besar berwarna hitam.


Dia tanpa hentinya melesakkan peluru-peluru Amethyst ungunya ke badan peri Murdhuacha yang berubah menjadi makhluk seram.


DRRRRT... DRRRRRT... DRRRRT...


Makhluk-makhluk seram itu terhempas saat terkena tembakan dari Amethyst ungunya, dan beberapa dari mereka bergerak menyerang Bo Li.


Cakar-cakar makhluk berbadan besar itu mengarah ke arah tubuh Bo Li sehingga membuat perempuan yang telah mengubah tubuhnya menjadi ungu itu menjadi kewalahan.


WUSH... WUSH... WUSH...


Makhluk berbadan besar berwarna hitam yang menyeramkan itu menyerang Bo Li dengan mengarahkan cakar-cakarnya yang tajam dan runcing.


"Hati-hati Bo Li !", teriak peri Dryada.


Peri kecil daun hijau itu menggerakkan tongkat ajaibnya ke arah Bo Li.


Muncul cahaya hijau berkelap-kelip disekitar Bo Li sehingga melindungi tubuh perempuan berwarna ungu itu dari serangan cakar-cakar makhluk besar.


*KLIK...


KLIK...


KLIK*...


Bo Li langsung melambung tinggi menghindari cakar-cakar itu dan mendarat di belakang makhluk-makhluk berbadan besar.


Dia melesat kencang lalu membalikkan badannya ke arah makhluk besar itu sambil mengarahkan tembakannya kepada mereka semuanya.


DRRRRT... DRRRRT... DRRRT...


Peluru-peluru Amethyst ungu itu langsung menembus badan besar makhluk menyeramkan berwarna hitam.


Mereka langsung lenyap seketika setelah terkena tembakan dari senjata api SVLK-14S Sumrak milik Bo Li.


Suasana di area jalan dekat gedung bertingkat kembali sunyi.


Tenang seperti sediakala, ketika makhluk-makhluk besar itu menghilang dari tempat Bo Li dan peri Dryada berada saat itu.


"Siapa yang telah mengirim mereka untuk menyerangmu dan apa yang mereka cari darimu, Bo Li ?", tanya peri Dryada.


"Aku juga tidak tahu, peri", sahut Bo Li.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini dan kembali ke hotel GLO Kluuvi Helsinki", ucap peri Dryada.


"Tetapi aku merasa kita tengah diperhatikan dari jauh, entah itu siapa..., tapi aku merasa ada orang lain yang tengah memperhatikan kita saat ini...", kata Bo Li.


Bo Li mengedarkan pandangannya ke arah seluruh sekitar bangunan bertingkat yang ada di area itu.


Dia merasakan bahwa seseorang sedang mengawasinya dari arah gedung-gedung bertingkat.


"Aku sarankan padamu untuk mengubah tubuhmu kembali menjadi transparan karena itu akan melindungimu dari mata jahat, Bo Li", ucap peri Dryada.


"Iya, aku mengerti dan aku akan mengubah tubuhku menjadi tembus pandang agar musuh atau orang lain tidak melihatku", sahut Bo Li.



"Bo Li, kita masuk ke dalam gang kecil yang ada disudut jalan itu", ucap peri Dryada.


"Untuk apa !?", kata Bo Li.


"Kamu lebih baik mengubah tubuhmu menjadi transparan didalam gang kecil itu supaya tidak ada yang tahu perubahanmu", sahut peri Dryada.


"Oh, aku mengerti...", ucap Bo Li.


"Cepatlah Bo Li !", ucap peri Dryada berseru keras.


Peri Dryada terbang melesat ke arah sebuah gang kecil yang ada di sudut jalan kemudian berhenti dan berbalik arah menghadap Bo Li.


Bo Li mengikuti saran peri kecil daun hijau untuk bersembunyi di dalam gang kecil dan mengubah wujudnya menjadi transparan saat berada di gang kecil itu.


Dia keluar dari gang kecil dengan wujud tembus pandangnya kemudian melesat cepat bagaikan kilat pergi meninggalkan kawasan gedung bertingkat.


Hotel GLO Kluuvi Helsinki...


Tidak butuh waktu lama buat Bo Li untuk sampai ke Hotel GLO Kluuvi Helsinki.


Bo Li langsung bergerak menuju kamar tidurnya dan masuk ke dalam.


WOSH... WOSH... WOSH...


Tubuh Bo Li berputar cepat kemudian berubah wujudnya kembali normal seperti manusia biasanya.


"Hmmm...", gumam Bo Li.


Bo Li menghela nafasnya cepat lalu meraih tas pembungkus senjata apinya.


"Akhirnya aku menggunakan senjata api baruku ini", ucap Bo Li sambil mengusap senjata SVLK-14S Sumrak yang ada digenggaman tangannya.


"Bagaimana rasanya memakai senjata baru, kamu senang ?", tanya peri Dryada.


"Jika aku katakan bahwa aku senang, terus terang aku tidak menikmatinya karena aku harus bertempur melawan makhluk-makhluk seram dan jelek itu...", sahut Bo Li.


"Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa semua ini adalah kesenangan", ucap peri Dryada.


"Kesenangan saat berburu iblis Elmar yang menjadi kesukaanku saat ini, bukan bertempur dengan makhluk lainnya yang tidak berkepentingan denganku", sahut Bo Li.


Bo Li mengusap-usap moncong senapan apinya jenis SVLK-14S Sumrak itu dengan tangannya.


"Dan itu berbeda...", lanjut Bo Li.


"Tapi siapa yang telah mengirim mereka lalu motif apa dibalik penyerangan itu !?", ucap peri Dryada.


"Kita belum menemukannya tetapi kita akan segera mengetahuinya", sahut Bo Li.


"Aku percaya padamu, bahwa kamu pasti akan menyelesaikan semua urusanmu dengan cepat", ucap peri Dryada.


"Semoga...", sahut Bo Li.


Bo Li terdiam seraya memperhatikan senjata api barunya yang berjenis SVLK-14S Sumrak dengan tabung ganda.


Berkali-kali Bo Li mengusap badan senjata api itu penuh perasaan.


"Aku akan memburu iblis Elmar itu dan aku telah berjanji demi makam gantung kedua orangtuaku bahwa aku akan merebut kembali kerajaan Kuota dari tangan iblis kejam itu", kata Bo Li.


"Kamu akan melenyapkannya atau menahannya di dalam penjara kerajaan", ucap peri Dryada.


"Entahlah...", sahut Bo Li ringan.


"Lalu suamimu ?", tanya peri Dryada.


Bo Li menatap ke arah peri kecil daun hijau dengan ekspresi wajah serius.


"Apakah kamu akan meninggalkan suamimu itu, dan pergi ke istanamu untuk kembali berkuasa ?", tanya peri Dryada.


"Jika masalah itu, aku tidak dapat menjawabnya, peri", sahut Bo Li.


"Bukankah kamu telah memiliki seorang suami lalu untuk apa kamu kembali ke istana mu, Bo Li ?", tanya peri kecil daun hijau.


"Tujuanku adalah kesenanganku... Dan kesenanganku adalah memburu iblis Elmar bukan menginginkan istanaku kembali...", sahut Bo Li.


"Artinya kamu akan kembali pada Ivander Liam setelah menyelesaikan urusanmu dengan iblis Elmar itu ?", ucap peri Dryada. "Ataukah kamu pergi darinya...", sambungnya.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa padanya setelah kejadian ini... Mungkinkah aku berkata bahwa aku seorang puteri raja dan semuanya selesai begitu saja...", kata Bo Li.


"Serumit itukah masalahnya nanti yang akan kamu hadapi dengan suamimu !?", ucap peri Dryada.


"Hal yang aku sembunyikan seharusnya tetap aku sembunyikan dari Ivander Liam karena aku tidak sanggup menghadapinya jika dia tahu akan identitas tersembunyiku ini", sahut Bo Li.


"Tetapi sebagai seorang suami, dia harus bisa menerimamu baik atau buruk, senang atau susah, Bo Li", ucap peri Dryada.


"Karena itulah yang kini aku takutkan..., aku takut jika saat Ivander Liam tahu bahwa aku seorang puteri raja dan bertubuh ungu dan aneh...", kata Bo Li.


Kata-kata Bo Li terhenti lalu dia kembali menatap ke arah peri Dryada.


"Mungkinkah dia akan menerimaku...", kata Bo Li dengan tatapan sendu.


Peri Dryada terdiam dan tidak menjawab ucapan dari Bo Li.


Sesungguhnya peri Dryada telah melihat masa depan Bo Li.


Namun peri kecil itu tidak berani mengatakannya karena dia sendiri takut jika penglihatannya akan berubah suatu saat nanti.


Tampak kesedihan di raut wajah Bo Li jika harus mengingat suaminya dan mengingat masalah yang dia hadapi karena Bo Li tahu, lambat laun, identitas tersembunyinya akan terkuak juga suatu saat nanti.


Dikarenakan Bo Li akan bertemu dengan iblis Elmar dan kembali pulang ke kerajaan Kuota miliknya yang sudah lama dia tinggalkan.


Bo Li menatap sendu ke langit-langit kamar hotel tempatnya menginap bersama Ivander Liam.


Akankah masa-masa cinta itu akan pergi dari hidupnya dan Bo Li harus merasakan kepedihannya seorang diri sebagai seorang penguasa dari Kerajaan Kuota.


Bo Li lalu memejamkan kedua matanya rapat-rapat dan menyandarkan tubuhnya ke bahu sofa kamar hotel.


Menyampirkan senjata barunya yang berjenis SVLK-14S Sumrak yang dia masukkan ke dalam tas pembungkus disampingnya lalu Bo Li tertidur pulas sedangkan peri kecil daun hijau berbaring di atas tempat tidur.