Arabella Secret

Arabella Secret
Tidak mudah menyerah


Neal duduk mengantri di depan apotik yang masih berada dalam lingkup rumah sakit beberapa wanita yang ikut mengantri


disana tak dapat melepaskan pandangannya melihat seorang pria tampan dengan


berjas lengkap duduk manis disebuah bangku dan tengah sibuk dengan ponselnya,


Neal benar-benar menikmati setiap prosesnya dan tak ingin melewatkan sedikit saja, bahkan hanya untuk mengambil vitamin untuk istrinya padahal bisa saja ia menyuruh salah satu anak buahnya, dan apalagi rumah sakit ini masih punya pamannya, ayah dari Daniel yang menjabat sebagai direktur disini.


Sementara Ara sedang berada diruangan Sera yang kebetulan lagi tidak bertugas karena ia baru sajadinas malam dan ia pun hari ini bebas tugas, mereka duduk di sofa bersebelahan, keduanya terlihat asik mengobrol dan sesekali terdengar tawa dari keduanya, tiba-tiba Ara teringat pada Noumi gadis kecil yang dirawat oleh Sera.


“Sera, bagaimana kabar Noumi sekarang sudah lama sekali kita tidak bertemu aku jadi merindukannya.” Mendengar pertanyaan Ara membuat Sera sedikit terkejut ia pun


memperbaiki posisi duduknya menatap lekat wajah Ara sepertinya Neal belum memberi


tahu Ara itu yang ada dalam pikiran Sera.


“Kami telah berupaya semaksimal mungkin tapi kami tidak bisa menyelamatkannya, ia menyerah setelah kami melakukan operasi.” Penjelasan Sera membuat Ara tersentak seakan tidak percaya, kelebatan wajah Noumi terbayang di pelupuk matanya sehingga membuat mata itu berkaca-kaca.


“Satu bulan setelah kau pergi ia meninggal, kami sudah memberikan yang terbaik untuk perawatannya tapi sepertinya kedua orang tuannya lebih menginginkan Noumi berkumpul dengan mereka.” Sera menggenggam kedua tangan Ara yang hanya diam.


“Kenapa sayang,” tanya Neal kwatir berjalan pada istrinya. Ia sudah selesai dan segera masuk ke ruangan Sera tanpa mengetuk terlebih dahulu dan melihat wajah istrinya yangsedih tentu saja membuat Neal kwatir.


“Tidak, aku baik-baik saja,” sahut Ara pelan sambil menatap suaminya yang sudah berdiri didepannya.


“Lalu mengapa kau menangis,” tany Neal lagi sambil mendudukan tubuhnya disebelah istrinya.


“Noumi, kenapa kau tidak memberitahuku kalau ia sudah tiada.”


‘Maafkan aku, aku lupa mengatakan padamu sayang.” Neal meraih istrinya dalam pelukannya.” Sungguh aku lupa.”


“Ara jangan bersedih itu tak baik untuk kandunganmu, Noumi sekarang sudah bahagian bersama kedua orang tuanya.” Sera ikut menimpali pembicaraan mereka dan Ara pun menganggukan kepalanya Neal menghapus sisa–sisa air mata yang masih membekas diwajah cantik istrinya.


Tak lama keduanya pun pamit karena Neal harus kembali ke kantor karena ia ada rapat mendadak yang tidak bisa ia wakilkan, sebelum kembali ke kantor Neal mengantar istrinya terlebih dahulu ke Mansion.


****


Nathalie berdiam diri dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari Mansion Neal, ia mengurut keningnya  karena kepalanya benar-benar terasa pusing dibuatnya, pemberitaan Neal yang sempat dibacanya kemarin sudah membuat kepalanya berdenyut memikirkankannya, melihat beberapa foto Neal bersama seorang wanita yang begitu mirip dengan Anara, dan setelah melihat secara langsung dengan mata kepalanya sendiri membuat kepalanya terasa mau pecah saat memikirkannya.


Nathalie hari ini ke rumah sakit karena badannya terasa tidak enak karena sejak membaca pemberitaan itu membuatnya tidak tidur semalaman, karena itu ia memutuskan ke rumah sakit untuk memastikan keadaannya apakah penyakit insomanianya kambuh kembali. Tapi apa yang ditemukan oleh Nathalie saat ia baru saja tiba di parkiran rumah sakit ia melihat Neal menggandeng seorang wanita yang wajahnya sanagt mirip dengan Anara, jika ia tidak melihat sendiri pemakamannya pasti ia menyangkah itu


adalah benaran Anara. Beribu pertanyann mengantri dibenak Nathalie apakah Anara


memiliki saudara kembar tapi kalau pun ia memiliki seorang saudara kembar tentu saja ia akan tahu.


Seketika ketakutan mendera Nathalie ia tau  bagaimana Neal mencintai Anara, dan sekarang ia bahkan membawa seorang wanita yang mirip dengannya tentu ini akan menyulitkannya untuk mendapatkan hati Neal jika perempuan berwajah sama dengan Anara itu ada disisinya, dan lihatlah bagaimana Neal


menggandengannya sangat mesra dan cara ia memandang wanita itu sorot mata penuh cinta.


Aahhh… Nathalie menagacak rambutnya frustasi dengan wajah memucat, ia pun memutuskan untuk mengikuti mobil yang membawa mereka dan keterkejutan Natahlie semakin menggila saat melihat Neal membawanya pulang ke Mansionnya. Ingin rasanya ia menerobos masuk mengikuti mobil Neal sampai ke dalam tapi tentu saja ia tidak punya kuasa melakukan itu melihat betapa ketatnya penjagaan di rumahnya. Dan akhirnya ia memutusakn untuk parkir tidak jauh dari gerbang masuk ke Mansion itu.


Nathalie memegang stirmobilnya dengan erat sehingga urat-urat tanagnnya sampai menonjol keluar dari kulitnya yang kurus, ia berusaha keras memutar otaknya untuk     mendapatkan cara bagaimana mendapatkan


Neal, ia tidak akan melepaskan Neal begitu saja setelah Anara pergi ini adalah


kesempatannya untuk memenangkan hatinya, cukup sudah rasa sakit menahan hatinya


melihat Neal bersama wanita lain dan sekarang ia tak akan menyerah lagi


bagiamana pun caranya,  tak lama mobil


Neal kembali keluar dari gerbong dan Nathalie pun mengikuti mobil itu kembali


****


Neal baru saja selesai rapat dan kembali ke ruangannya dan melihat Nathalie duduk disofa tak jauh dari meja sekretarisnya, Nathalie menghampiri Neal memasang senyum terbaik yang dimilikinya, tapi tidak bertolak belakang dengan sikap Neal yang langsung menunjukan wajah tak senangnya.


“Selamat siang siang    Neal,” sapa Nathalie dengan suara di buat selembut mungkin, tapi sepertinya itu tak cukup ampuh membuat Neal melunak ia hanya diam sambil melirik tajam pada sekretarisnya yang berdiri


dibelakang mejanya.


“Ma-maaf Tuan, saya sudah menyuruhnya pergi tapi dia tetap memaksa ingin menunggu  Tuan.”


Walaupun tidak bicara langsung padanya tapi Nathalie tau kalau Neal menolak kehadirannya tapi itu tak serta merta menyurutkankannya.


“Neal.” Nathalie mencoba mendekat mencoba menipiskan jarak diantara mereka,” aku mampir ingin membawakan makan siang untukmu,” ucap Nathalie sambil mengangkat dua kantong yang cukup besar ditangannya tapi sayangnya Neal tidak memiliki minat bahkan hanya untuk melirik saja.


“Kau tidak perlu bersusah payah membawakan makan siang untukku, pergilah.” usiar Neal tegas.


Nathalie menahan hatinya yang sangat sedih karena pengusiran Neal, menyadari kehadirannya selalu ditolak oleh Neal setiap ia berkunjung. Neal pergi meninggalkan Nathalie begitu saja masuk kedalam ruangannya, ia menjatuhkan kantong ditangannya begitu saja dan berlari mengejar Neal dan memeluknya dari belakang sehingga membuat Neal kaget dengan sikap Nathalie yang diluar dugaannya.


“Jauhkan tanganmu dari tubuhku,” teriak Neal marah mencoba melepaskan tangan Nathalie dari tubuhnya. Wajahnya memerah dan urat wajahnya menegang menahan amarahnya. Tapi Nathalie yang sudah gelap mata karena selalu di tolak Neal malah semakin mempererat pelukannnya sehinnga jari-jari tanganya sampai memutih.


“Tidak Neal, aku tidak akan melepaskannya. Aku mencintaimu Neal tidak bisakan kau mencoba membuka sedikit saja hatimu untukku, aku mohon…beri aku kesempatan.” Nathalie meratap iba berharap Neal mengasihani nya tapi itu hanya harapannya sedikitpun hati Neal tidak tersentuh dengan kasar ia menyentak tangan Nathalie hingga pelukan itu terlepas dengan paksa dan membuat Nathalie terjatuh karenanya.


Neal memutar tubuhnya menghadap pada Nathalie dengan wajah garangnya karena kesabarannya benar-benar sudah mencapai batas menghadapi sikap Nathalie. Ia


mengacungkan telunjuknya tepat didepan wajah Nathalie yang masih bersimpuh di


bawah kakinya.


“Aku peringtkan padamu untuk terakhir kalinya jika kau masih berani menginjakkan kakimu disini sekali lagi, aku akan membuat kariermu hancur karena bagiku hanya semudah membalikan telapak tanganku, jadi jangan kau coba-coba bermain-main denganku.”


"Tentang perasaanmu itu sebaiknya kau buang jauh-jauh karena tidak akan pernah mendapat balasan dariku"


Setelah meluapkan emosinya ia melangkah pergi masuk ke dalam keruangannya dan mendorong pintu itu dengan kasar. Meninggalkan Nathalie yang menangis terseduh-seduh ia tidak mempedulikan harga dirinya walaupun ia mengemis cinta pada Neal didepan sekeretarisnya yang hanya diam tak berani bersuara kalau tidak ingin ikut


dimarahi oleh bosnya yang kalau sudah marah sangat berbahaya.


"Sebaiknya kau menyerah saja karena Neal tidak akan bisa kau raih, pergilah jika kau masih ingin bernapas dengan tenang. " Mark yang ikut menyaksikan kemarahan Neal ikut memberi peringatan pada Nathalie karena jika ia tau kebenarannya akan menyulitkan Arabella karena ambisinya yang terlalu berlebihan untuk memenangkan hati Neal.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Telat Up lagi karena sibuk dengan kerjaan di dunia nyata 😅😅


Selamat membaca semoga readers menyukainya🙏


Do'akan juga Thor sehat ya ❤


Terima kasih 🙏