Arabella Secret

Arabella Secret
Penuh cinta


Selesai mandi Ara keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya, ia melangkah ke walk in closet dan membuka pintunya perlahan, mata Ara tertuju pada barang-barangnya yang masih tersusun dengan sangat rapi, Ara mengajak kakinya untuk mendekat menatap sepatu dan tasnya yang begitu apik dalam lemari, mata Ara berhenti pada sebuah kotak berwarna hitam yang begitu cantik yang terletak di atas rak perhiasannya.


Tangan Ara menyentuh kotak itu dan perlahan membukanya, matanya membulat saat menatap isi kotaknya,itu adalah perhiasaan yang ia lihat waktu di pameran yang pernah ia kunjungi dengan suaminya waktu itu, kalung  berhiasan batu rubi yang sempat dicobanya, tapi karena harganya yang mahal Ara enggan untuk membelinya.


Ara meraih kalung itu dengan tatapan penuh keharuan, ternyata Neal membelikan kalung itu untuknya, ia menggenggam kalung itu dan mendekapkan ke dadanya, “diam-diam kau membelikan ini untukku,”lirih Ara tersenyum penuh keharuan.


“Permisi Nona,” sapa Sarah muncul didepan pintu menatap Ara yang memunggunginya, Ara pun menolehkan wajahnya, ia menghapus air mata dengan jarinya.


“Maaf Nona, tadi Tuan Marco sudah memanggil anda Nona tapi  tak ada sahutan makanya ia memintah saya untuk memanggil Nona,”jelas Sarah sambil mendekat pada Ara, matanya tertuju pada kalung yang ada di tangan Ara.


“Apakah Nona ingin aku bantu untuk memakaikan kalung itu,” tawar sarah lembut.


“Tidak usah aku hanya ingin melihatnya saja,” tolak Ara.


“Baiklah…saya  memanggil Nona karena  makan malam sudah siap.”


“Ya, sebentar lagi saya akan turun Sarah.”


“Kalau begitu saya permisi dulu nona,” pamit Sarah kemudian segera keluar dari walk in closet. Ara kembali menyimpan kalung itu kedalam kotaknya, dan keluar dari sana untuk turun makan malam. Ara terpaksa makan malam sendirian karena Neal akan pulang terlambat malam ini.


****


Semakin malam diskotik yang dikunjungi oleh Neal semakin ramai oleh pengunjung, beberapa kali ia melirik jam tangannya yang membalut pergelangan tangannya,yang hampir menunjukan pukul sebelas malam, music yang cukup keras membuat para pengunjung semakin menggila dilantai dansa, lampu disko semakin menambah suasana panas didalam diskotik,  Neal meneguk minuman soda digelasnya sampai habis sambil mengerdarkan pandangan sekeliling.


Nathalie sedang menikmati minumannya di depan meja bartender terpaku saat melihat Neal sedang duduk sendirian disalah satu meja dipojok bar, walaupn dengan cahaya seadanya mata Nathalie sangat jeli dan tidak mungkin ia salah lihat, dengan senyuman melengkung dibibirnya ia beranjak menghampiri meja Neal.


“Selamat malam Neal,” sapa Nathalie. Tampkanya Neal tak berminta membalas basa-basi dari Nathalie, namun Nathalie tidak mempermasalahkannya ia langsung duduk di sebelah Neal tanpa melepaskan sedikit pun senyuman dibibirnya. Neal langsung menggeser tubuhnya menjauh dari Nathalie walaupun masih dalam satu sofa.


“Kau sebegitunya membenciku,” ucap Nathalie tertawa menatap Neal dengan pandangan yang sulit diartikan. Tak peduli dengan sikap Neal yang terang-terangan tak menyukainya sedikitpun tak menyurutkan minat Nathalie ia menggeser tubuhnya lebih merapat pada Neal.


“Kau sendirian bukan, aku juga sendiri bagaimana kalau aku menemanimu,”  tawar Nathalie mendekatkan wajahnya ke telinga Neal satu tangannya bergelayut dilengannya.


Neal menghempaskan tangan Nathalie dengan kasar menatap tajam pada Nathalie rahangnya menggertak menahan amarah.


“Jangan berani kau menyentuhku,” ucap Neal dengan menggertakan giginya. Nathalie dengan tidak tau malu malah tertawa keras.


“Kau masih menunggu sahabatku datang untuk menemanimu,”sinis Nathalie menatap lekat wajah tampan Neal.


“Kau masih muda, tampan dan juga sangat kaya, begitu banyak wanita yang menginginkanmu,” bisik Nathalie dengan suara menggoda. “ Ayolah, mari bersenang-senang,”lanjut Natahalie sambil membuka kaleng bir ditanganya lalu meneguknya tanpa melepaskan tatapan dari Neal.


Neal mengepalkan tangannya menahan amarah,ia pun segera bangkit dari duduknya untuk pergi dari tempat yang mulai membuatnya marah melihat wanita yang ada didepannya saat ini. Melihat Neal yang akan pergi Nathalie ikut bangun dan memeluk tubuh Neal dari belakang, Neal sangat terkejut Nathalie memeluknya tiba-tiba.


“Jangan pergi Neal, temani aku.”pintah Nathalie dengan suara manja.


Neal menarik tanang Nathalie yang melingkar dipinggannya dengan kasar,Mark yang baru saja datang mendorong tubuh Nathalie menjauh dari Neal, ia menatap wajah Nathalie tajam tangannya memegang pergelangan tangan Nathalie dengan kuat, membuat wanita itu meringis menahan sakit.


“Jangan pernah mencari masalah kalau kau masih ingin semuanya baik-baik saja,” gertak Mark dengan suara penuh penekan lalu menghempaskan tangan Nathalie dengan kasar. Mereka pun segera pergi dari sana.


****


Neal masuk ke kamar dan melihat semua lampu kamar masih menyalah ia menutup kembali pintu kamarnya, pandangnnya lansung tertuju pada tempat tidur tapi tidak menemukan istrinya disana, Neal mengernyitkan keningnya karena sudah lewat tengan malam tapi istrinya belum juga tidur, kemudian mengalihkan pandangannya ke sofa dan benar saja istrinya disana sedang  berbaring  dengan tengah membalik halaman  buku yang ada ditangannya, ia  tidak menyadari kehadiran Neal karena sepertinya terlalu asyik dengan bacaannya. Senyum usil mengembang di bibir Neal, ia melangkah pelan-pelan ingin mengejutkan istrinya, dan Ara yang terlihat masih asyik tidak menyadari keberadaan suaminya yang berniat mengerjai dirinya. Neal langsung mengecup kening Ara yang membuat wanta itu terlonjak dari tidurnya sambil memegang dadanya, Neal tertawa melihat ekspresi istrinya yang terlihat menggemaskan dimatanya.


“Neaalll! “


“Kau hampir saja membuat jantungku copot,” seru Ara kesal sambil mencoba memukul suaminya dengan buku yang ada ditangannya, Neal melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya sambil menghindar dari amukan istrinya  dengan tawa yang masih memecah di kamar itu, Ara terus mengejar suaminya dengan wajah kesal karena Neal dengan lincah berhasil menghindar dari amukannya.


“Kau menyebalkan…! Teriak Ara sambil berkaca pinggang dan menjatuhkan buku ditangannya.


“Kenapa masih belum tidur selarut ini,” tanya Neal sambil mengusap bibir istrinya.


“Aku sengaja menungumu,” sahut Ara sambil mengusap-usap pipi suaminya.


“Kau darimana saja kenapa pulang selarut ini.”


“Salah satu temanku mengundangku ke pesta ulang tahunnya, aku tak enak untuk menolak ajakannya.”


“Ya sudah, pergilah mandi sana,” ucap Ara mendorong tubuh suaminya, Neal pun mengiyakan dan segera menjauhkan tubuhnya dari tubuh istrinya ia pun beranjak bangun dari sofa dan diikuti oleh Ara.


Ara membantu Neal melepaskan mantel yang masih membungkus tubuh suaminya, meletakknya diatas sofa, tangannya pun mulai melepaskan jas dan dasi suaminya, Neal hanya diam menatap istrinya, hatinya begitu hangat, hal yang selalu dilakukan istrinya setiap ia pulang bekerja, tanpa ia minta.


“Kenapa menatapku seperti itu,” tanya Ara mengentikan tangannya yang sedang melepaskan kancing kemeja Neal, matanya menatap bola mata Neal bergantian.


Neal menangkupkan kedua tangannya ke pipi Ara,”aku sangat bahagia kita dapat bersama lagi,  … terima kasih sayang sudah memberiku kesempatan lagi.. I love you my wife.” Bisik Neal mesra, Ara tersenyum sambil mengusap dada suaminya.


“ I love you to my husband.”ucap Ara tak kalah manis.


“Sekarang pergilah  mandi, aku akan mengambil baju ganti dulu,” sahut Ara menjauh dari Neal, ia pun menuju


walk in closet, lalu kembali dengan membawa baju ganti Neal ditangan, ia menyerahkan pakaian itu pada suaminya, Neal segera menyautnya lalu melangkah ke kamar mandi. Ara pun kembali ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Setelah berganti pakaian ia pun segera keluar lalu segera  mematikan lampu kamar dan meyalakan lampu tidur yang tergantung di dinding samping nakas, lalu ia pun segera naik ke tempat tidur.


Neal keluar dari kamar mandi sudah  memakai piyama tidurnya, ia pun segera melangkah ke tempat tidur dan merangkak naik lalu membaringkan tubuhnya disamping istrinya, Ara pun segera menghadapkan tubuhnya pada suaminya, Neal menarik tubuh istrinya dalam pelukannya sambil mengusap kepalanya istrinya. Ara melingkarkan tangannya ke dada suaminya menghirup aramo  harum tubuh suaminya.


Neal menarik dagu istrinya menghadap ke wajahnya, bibirnya kembali mencium bibir istrinya, Ara semakin mengeratkan tubuhnya sambi membalas ciuman suaminya, tangan Neal mulai merayap dibalik gaun tidur istrinya, Ara mengerang menikmati setiap sentuhan suaminya, sekerang leher Ara yang menjadi sasaran bibir Neal membuat banyak tanda disana, ia mulai melepas pakaiannya begitu dengan baju tidur Ara sehingga keduanya sama-sama polos. Keduanya kembali menghabisakn malam yang panjang.


.


.


.


.


Bersambung


Sudah Thor jangan lanjutkan lagi nanti tak jitak ya😡😡


Kasihan Reader ntar kepanasan😁


Kalau yang sudah   ada pasangan oke lah tinggal praktek doang😄


Trus yang belum punya pasangan gimana ceritanya🤔🤔


dan yang masih bau kencur itu yang paliang berbahaya😱😱


kwkwkwkwk🤣🤣🤣


becanda ya iklan doang


Peace✌✌✌


Selamat malam minggu 😍😍