Arabella Secret

Arabella Secret
Honeymoon


Pesawat mereka baru saja mendarat di bandara internasional Ngurah Rai, mereka pergi dengan jet pribadi, karena Neal tau istrinya kurang menyukai naik pesawat karena itu ia ingin membuat istrinya tetap nyaman dalam perjalan yang butuh waktu berjam-jam itu.


Neal menggenggam erta tangan istrinya menuju mobil yang telah menunggu mereka. Neal sudah memesan kamar di sebuah resort mewah di nusa dua, mereka akan menghabiskan waktu dua hari untuk menikmati keindahan alam disana.


Neal dan Ara akan tinggal di Bali selama sepuluh hari, ia akan mengunjungi tempat - tempat terkenal di pulau itu. Walaupun ini acara bulan madu mereka bukan berarti mereka pergi berdua saja, tetapi Neal tetap membawa beberapa orang pengawal yang akan mengurus semua keperluan mereka selama disana. Tak lama menempuh perjalanan mereka pun sampai di hotel.


Menikah dengan seorang kaya raya tentu tidak akan pernah lepas dengan semua kemewahan, begitu pun kamar hotel yang mereka tepati sekarang adalah satu kamar termahal yang ada di hotel mewah ini. Sesuai dengan keinginan Neal kalau ia selama disini akan lebih banyak mengurung istrinya di kamar dan sekarang mereka baru saja sampai Neal sudah menyerang istrinya karena tak sabar ingin kembali menyiram kebunnya.


****


Setelah mengabiskan waktu di kamar dari tiba sampai menjelang malam akhirnya Neal menagajak istrinya keluar kamar, Neal sudah membuat kejutan kecil untuk istrinya sebuah makan malam yang romantic dan benar saja Ara sangat bahagia dengan kejutan kecil dari suaminya.


Ara menyantap makan malamnya dengan lahap karena ia memang sudah sangat lapar karena semua tenaganya sudah dikuras oleh suaminya, dan ia harus kembali mengisi perutnya dengan banyak makanan karena ia tau malam ini suaminya akan kembali menyerangnya. Neal hanya senyum-senyum melihat istrinya makan begitu lahapnya. Ia tau istrinya kelaparan karena ulahnya.


Ara meminum jus didepannya sampai tandas sambi melirik suaminya yang sedang melap bibirnya sambil menatapnya senyum-senyum sehingga membuat Ara merungut


kesal, ia tau arti senyuman itu melihat ia sudah makan banyak tentu saja


tenaganya sudah pulih kembali dan pasti suaminya sudah di kuasai lagi oleh pikiran mesumnya untuk segera membuatnya hamil begitu pulang dari bulan madu,  Ara tak akan meragukan kalau ia pasti akan hamil karena semenjak kembali hampir tiap malam mereka


melakukannya, sedangkan dulu hanya satu malam saja langsung jadi apalagi sekarang.


“Sayang, apakah kita akan langsung kembali ke kamar,” tanya Ara memelas untuk apa mereka pergi jauh-jauh kesini kalau hanya dalam kamar dua puluh empat jam, ia berharap suaminya mengajaknya keluar menikmati keindahan tempat ini.


“Kenapa sayang kau sudah tak sabar ingin mengulanginya lagi,” goda Neal sambil mengedikan sebelah matanya.


“Bukan begitu, apakah tidak sebaiknya kita pergi jalan – jalan dulu melihat suasana malam disini,” ucap Ara penuh harap suaminya akan menggabulkan keinginannya.


“Baiklah kalau istriku ingin berjalan -jalan dulu sebentar, ayo ,” ajak Neal sambil bangkit dari


duduknya, Ara bersorak senang mendapat lampu hijau dari suaminya. Neal pun segera menggandeng istrinya menuju lobi  hotel sambil menelpon bodyguarnya untuk menyiapkan mobil untuknya, karena ia memang sudah menyewa sebuah mobil mewah selama mereka berbulan madu.


****


Paginya Neal dan Ara akan pergi ke pulau Nusa penida dengan menyewa sebuah boat mewah super cepat. Boat langsung berangkat begitu mereka sampai. Mereka disunguhi Pemandangan yang sangat cantik selama perjalanan, suhu tropis yang panas menyapa kulit mereka. Ara yang takut naik kapal hanya berdiam dalam kamar sambil sesekali mengintip keluar dari jendela kecil yang ada disana.


Neal yang sempat meninggalkan istrinya sebentar ingin berenang dilaut lepas, mereka menyauh kapal mereka sebentar, sebenarnya Neal ingin mengajak istrinya untuk ikut bersamanya berenang tapi Ara ia lebih memilih diam dikamar


Setelah selesai berenang mereka kembali melanjutkan perjalanannya, Neak pun segera menghampiri istrinya dikamar.


“Sayang kau baik-baik saja,” sapa Neal kwatir melihat istrinya yang diam ia pun berjalan mendekat pada istrinya yang tengah memandanganya sambil menganggukan kepalanya pelan, Neal menyentuh kening istrinya lalu menghadiahi sebuah kecupan lembut disana.


“Tunggulah sebentar aku akan membersihkan


tubuhku dulu,” ucap Neal lalu menjauh dari istrinya, ia pun masuk kedalam kamar


memakai celana pendek dan kaos putih lengan pendek, ia kembali berjalan


menghampiri istrinya yang tengah asik memandang laut yang begitu biru dan cantik


karena cuaca yang begitu cerah.


Neal duduk disebelah istrinya lalu merangkul tubuh istrinya dan membnemakan wajahnya di ceruk leher istrinya ia memberikan kecupan dan gigitan kecil disana sehingga membuta Ara menggeliat.


“Sayang,” ucap Ara manja sambil mendorong tubuh suaminya pelan, tapi bukannya menjauh ia malah semakin mencumbu istrinya itu dan terjadi lagi.


****


Meteka menikmati sunset sambil bepelukan mesra, pemandangan mata hari tenggelam disini sungguh sangat memanjakan mata, menyaksikan sang raja siang mulai perlahan menghilang di balik luasnya lautan sekan mereka tenggelam disana menyisahkan warnha jingga kmerahan yang begitu cantik.


Setelah puas menikmati mata hari tenggelam Neal pun menagajak istrinya untuk kembali ke hotel, boat melaju dengan kecepatan tinggi membelah lautan yang terlihat begitu damai dan tenang saat malam hari, disekeliling mereka hanya diselimuti  kegelapan, mereka hanya melihat sinar dari kapal lain dari kejauhan.


****


Mereka benar-benar menikmati setiap moment yang mereka lalui disini, menikmati setiap keindahan alam di tempat yang mereka kunjungi, pulau ini memang sudah tersohor dengan keindahan pemandangan alamnya.


Selama tinggal disini mereka tak sempat mengunjungi semua tempat objek wisata, mereka memilih tempat yang sudah tersohor saja seperti menikmati indah pantai di ulu watu, suasana pedesaan di ubud. Ara benar-benar menikmati waktu disana, mereka juga mengunjungi tanah lot, Bedugul, tentu saja pantai kuta tak mungkin ketinggalan.


Dan tak terasa mereka sudah menghabisakn waktu sepuluh hari disana, dan saatnya sekarang mereka harus kembali ke Rusia, sekarang mereka sudah dalam pesawat untuk pulang kenegaranya lagi. Neal menatap wajah istrinya yang terbaring disampingnya, menjadikan lengannya sebagai bantal yang nyaman untuknya.


Neal membelai dengan lembut pipi istrinya yang terlihat begitu lelah, tentu saja lelah karena ulahnya lagi, ia kembali mengecup bibir yang masih bengkak tapi tentu saja dengan hati-hati karena tak ingin membangunkan istrinya, ia menyentuh perut istrinya yang datar dari balik selimut berharap akan segera tumbuh malaikat kecil putra dan putri yang akan menjadi pelengkap sempurnnya rumah tangga mereka.


Ara bergerak dalam tidurnya semakin merapat dan memluk suaminya dengan erat seakan tak ingin jauh-jauh dari suaminya itu, Neal hanya terseyum sambil mempererat pelukannya pada istrinya lalu ikut memejamkan matanya karena ia juga sudah merasa lelah dengan aktivitasnya.


.


.


.


.


Bersambung


Sebenarnya mau Up ini semalam, tapi karena jaringan lagi galau jadi gagal terus 😄


Selamat membaca jangan lupa jempol ny.