
Enam bulan kemudian...
Neal berdiri di depan jendela ruang kerjanya menatap butiran salju yang turun menyelimuti kota Moskow, ia menyelipkan kedua tangannya dalam saku celananya, hembusan panas napas Neal menimbulkan titi-titik embun di kaca jendela. Sampai detik ini pencarian istrinya masih terus dilakukannya, ia menyebarkan orang-orangnya disetiap kota-kota besar di Rusia. Walaupun sampai sekarang ia belum mendapatkan informasi tentang keberadaan istrinya tapi tak pernah menyurutkan semangat Neal.
Waktu enam bulan memang terasa lama baginya karena harus berpisah dengan wanita yang dicintainya, tapi itu masih waktu yang singkat jika ingin meperjuangankan cinta sejatinya. Jika ia memang harus menghabisakn seumur hidupnya itu tidak masalah baginya, tapi disaat ia menutup mata wajah itulah yang ingin ia pandangi untuk terakhir kalinya, membawa pergi semua rasa cinta dan kenangan yang pernah ada.
Neal melirik jam tangannya sudah menunjukan pukul lima sore, ia pun segera beranjak dari sana melangkah keluar dari ruangannya.
****
Neal masuk ke sebuah kedai kopi, setelah memesan kopi pada barista ia pun mencari tempat duduk yang agar tersembunyi, menjauhi diri dari orang-orang yang juga ikut minum disana. Menikmati secangkir kopi sambil duduk di kedai kopi yang dulu sering dikunjungi oleh istrinya, itulah kegiatan rutin Neal selama empat bulan ini, selalu memesan kopi yang sama setiap hari sehingga barista disana sudah hapal, itu adalah kopi kesukaan Ara istrinya. Neal menyesap kopi itu perlahan seolah menikmati kehadiran Ara disisinya.
Jalanan dan disekitar kedai sudah memutih ditutupi oleh salju tapi tidak menggaggu orang yang berlalu lalang disana mereka membungkus tubuhnya dengan mantel yang tebal untuk mengurangi dinginnya udara, tak banyak dilakukan oleh Neal disana, ia duduk diam sambil memainkan ponselnya memandangi foto istrinya itu sudah cukup baginya.
Disudut pojok yang lain sepasang mata memperhatikan Neal tanpa disadari olehnya, ia menggaruk pelipisnya yang tak gatal, satiap mampir ke sini David selalu melihat keberadaan Neal, ia yang duduk memandangi jalanan di depannya. Ia terlihat lebih kurus sekarang, membiarkan wajah tampannya di tumbuhi oleh jambang yang mulai tumbuh lebat, rambutnya yang biasanya pendek terlihat lebih panjang dan menyisirnya dengan rapi kebelakang.
Pesona Neal tentu saja tentu tidak akan pudar dengan penampiilan seperti itu, beberapa wanita disana mencuri-curi pandang pada Neal mencoba untuk menarik perhatiannya tapi mereka harus menyerah sebelum berjuang karena sungguh sedikit pun Neal tak berminta.
David menarik napas panjang dan membuangnya perlahan, ia menutup laptop di depannya, ia beranjak meninggalakan mejanya dan melangkah menuju meja Neal, membiarkan barang-barang bawaannya tetap disana.
“Permisi, bolehkah aku duduk disini.”
Neal menolehkan wajahnya saat terdengar suara seorang pria menyapanya, ia menatap David dengan mengernyitkan keningnya mencoba mengingat wajah yang sedang berdiri di depannya.
“Kau tidak ingat padaku?” tanya David dengan nada sedikit kesal, ia menarik kursi disebrang Neal ,meskipun belum mendapat persetujuan oleh siempu yang punya meja.
“Kau guru les piano istriku,” jawab Neal setelah berhasil mengingatnya . ia menatap David yang juga balas menatapnya.
“Sudah beberapa bulan ini istriku tidak bisa mengikuti kelasmu, aku mewakilinya minta maaf karena tidak sempat memberi kabar padamu.” ucap Neal membuka pembicaraan, selesai bicara ia kembali membuang wajahnya menatap jalanan didepannya.
“Aku sudah mendengar dari media tentang istrimu, tentu saja ia tak akan pernah bisa mengikuti kelasku lagi.” David berkata tanpa melepaskan tatapan dari wajah Neal ia ingin melihat reaksi pria itu.
“Banyak hal yang terjadi dalam hidupku, tapi aku tidak bisa mengatakan padamu.” Selesai bicara ia kembali menyesap kopinya yang mulai dingin.
“Aku sering melihatmu datang kesini, apa yang sedang kau cari.”
Neal meletakan kembali cangkirnya ditempat yang sama, matanya mengawasi David,” tempat ini sering dikunjungi oleh wanita yang aku cintai, jadi wajar rasanya bila aku sering berkunjung.”
“Berharap dia muncul didepanmu,”
Neal menyipitkan kedua matanya saat mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya, wajahnya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
“K-kau….
David mengalihkan tatapan ke meja disampingnya sambil memperbaiki posisis duduknya, ia menarik napas panjang lalu membuangnya dengan kasar, “Sebenarnya aku sudah berjanji padanya untuk tidak pernah berbicara padamu, tapi… David menghentikan sejenak ucapannya menatap Neal yang juga sedang menatapnya dengan menyipitkan matanya.
“Tapi rasanya aku tidak bisa membiarkan kalian berdua sama-sama tersiksa, kau hampir setiap sore mengunjungi tempat ini, itu sudah memberiku jawaban kalau kau sudah jatuh cinta pada pengantin penggantimu, tapi sepertinya istri penggantimu juga sudah jatuh hati padamu, tapi sebaiknya kau cari jawabannya sendiri, ” lanjut David mengalihkan tatapannya.
“Malam itu Ara menelponku ia memintahku untuk menjemputnya ke rumah sakit, ia menelpon sangat terburu-buru sehingga aku tak sempat bertanya apa yang dilakukannya disana. aku langsung berangkat saat itu juga ke rumah sakit. Aku sangat terkejut saat pertama kali melihantnya tapi tak ada waktu utuk bertanya aku langsung membawanya ke apartemenku, Sampai di Apartemen Ara menceritakan semuanya kepadaku, tentang hubungan yang terjadi antara kalian. Aku begitu terkejut saat mendengar pengakuan Ara, ia menangis memohon padaku untuk memberinya tumpangan sampai keadaannya membaik karena ia tidak mempunyai satu pun saudara disini, aku juga tidak tega apalagi saat itu ia juga sedang sakit, aku akhirnya memberikan ia tumpanagan, ia tinggal di apartemenku selama satu minggu."”
“Selama seminggu di tempatku setiap hari dia lebih suka menyendiri dan tidak banyak bicara, aku juga sering melihatnya menangis dibelakangku. Melihat keadaan Ara sungguh membuatku begitu benci dan marah kepadamu, ingin rasanya aku menemuimu dan menghajarmu karena tega menyakiti hati wanita sebaik Arabella.” David melirik pada Neal yang diam menyimak setiap perkataan yang keluar dari bibirnya.
“Setelah seminggu di tempatku kondisinya sudah membaik, ia memutuskan untuk pergi ia tidak ingin merepotkan aku walaupun sedikitpun aku merasa tidak pernah di repotkan oleh kehadirannya, tapi ia tetap bersikeras ingin pergi, dan aku juga tidak bisa menahannya. Ia akan pergi kemana pun asalkan itu tidak di Moskow karena ia tidak sanggup untuk tinggal disini lagi.”
“Aku membawanya ke kota kecil di Siberiah tepatnya di Tomsk, kenapa aku memilih kota itu karena penduduk disana sangat ramah dan bersahabat, aku berharap Ara dapat memulai hidup barunya disana dan perlahan dapat menyembuhkan lukanya.Aku disana memiliki apartemen walaupun tidak terlalu besar karena aku pernah kuliah disana. Aku menyuruhnya tinggal di apartemenku.
David beranjak pergi dari meja Neal, lalu kembali lagi dengan kertas kecil dan pena ditanganya, ia tampak menuliskan sesuatu pada kertas itu, ” kau tau betapa sulitnya aku membawa Ara keluar dari sini, karena
kekuasaan yang kau punya akan mudah menemukan kami, tapi akhirnya aku berhasil
juga mengelabui orang-orangmu,” kekeh David.
"Aku berharap keputusan yang aku ambil ini sudah tepat, melihat keadaanmu saat ini sepertinya sudah cukup memberikan alasan yang kuat untukku."
“Terima kasih David atas apa yang kau lakukan pada istriku, sudah menjaganya dengan baik." Suara yang terdengar begitu sedih.
“Kejarlah dia bawah dia kembali kesini lagi,” ucap David sambil mendorong kertas kecil didepannya ke depan Neal.
“Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu.” Ia menatap David yang sudah berdiri didepannya.
“Kau tak perlu melakukannya, buatlah Ara bahagia itu sudah cukup bagiku, “ sahut David sambil tersenyum , ia menepuk pundak Neal pelan sebelum pergi meninggalkan meja Neal.
Neal memandang kepergian David tangannya memegang erat kertas yang terselip diantara jari-jarinya, membaca tulisan dikertas itu dengan mata berkaca-kaca.
“Sayang , tungguh aku disana.”
Ia segera mengambil ponselnya dari saku jasnya, ” Tolong siapakan pesawat malam ini aku akan terbang ke Tomks,” perintah Neal pada Mark.
.
.
.
.
Bersambung
Babang Neal bakalan bertemu dengan belahan jiwanya Arabella 😍😍
Selamat membaca 👍
Like dan komennya jangan ketinggalan ya😄