Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 8


Setelah jam makan selesai, Rainer memanggil Hanin untuk menuju keruangan presdir


''Nona, Hanin presdir memanggil anda keruangannya'' ucap Rainer


''Baik'' ucap Hanin yang langsung mengikuti langkah Rainer yang memasuki lift


''Kak Rainer, kenapa mas Darren memanggilku?'' tanya Hanin


''Perhatikan kata-katamu jika dikantor'' ucap Rainer


''Ba...baik pak'' ucap Hanin menunduk


''Maaf bukan aku memarahimu, tapi jika dikantor tetap gunakan kata-kata formal'' ucap Rainer pelan


''Iya pak'' jawab Hanin


''Tok...tok...tok''


''Masuk'' ucap Darren dingin


''Masuklah'' ucap Rainer membukakan pintu ruangan Darren


''Se...selamat siang tuan'' ucap Hanin gugup


''Duduk'' ucap Darren dingin


Haninpun langsung duduk walah sedikit ragu


''Apa kau lupa, apa statusmu?'' tanya Darren


''Status?'' tanya Hanin polos


''Dasar bodoh, kau sudah menikah, dan aku tidak mau melihatmu dengan pria lain'' ucap Darren


''Bukankah pernikahan kita hanya kontrak, jadi tidak ada masalah aku dekat dengan siapapun. Lagipun mereka juga seniorku'' ucap Hanin


''Bagaiamana kalau papa melihatnya?'' tanya Darren, Hanin diam tak menjawab


''Kembalilah, dan ingat aku tidak mau kau dekat dengan laki-laki lain, setelah satu tahun kau bebas berkencan dengan pria lain'' ucap Darren


''Apa kau mengerti?'' tanya Darren dengan nada sedikit tinggi


***


Malam harinya, Hanin yang baru pulang langsung saja merebahkan tubuhnya tanpa mandi atau berganti baju


"Dasar ceroboh, kenapa dia tidak menutup pintu kamarnya" ucap Darren yang melihat pintu kamar Hanin terbuka


Saat Darren akan menutup pintu kamar Hanin, dia tak sengaja melihat kaki jenjang milik Hanin


Untuk sesaat Darren diam melihat kaki Hanin, namun Darren segera sadar dan segera menutup pintu kamar Hanin


"Bodoh, apa yang ada di dalam pikiramnmu Darren. Tapi kenapa, melihat tubuh Hanin aku merasa tergoda" ucap Darren pada dirinya sendiri


Setelah itu, Darren segera mandi untuk segera mendinginginkan tubuhnya


Saat Darren baru keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja lampu padam


Samar-samar, Darren mendengar suara tangisan. Darren meraih ponselnya dan mengikuti suara itu, dan ternyata berasal dari kamar Hanin


"Hanin ada apa?" tanya Darren yang melihat Hanin meringkuk di ranjangnya


"A...aku takut" ucap Hanin gemetar


Darren menghampiri Hanin dan mendekap tubuh Hanin


"Tenaglah tidak apa-apa, ada aku" ucap Darren


"Kenapa tiba-tiba mati lampu?" tanya Hanin


"Entahlah. Pejamkan matamu saja, cepatlah tidur" ucap Darren masih mendekap tubuh Hanin


Sementara itu...


"Bagaimana Dion?" tanya Ardie


"Sesuai dengan perintah tuan" ucap Dion


"Bagus, besok aku akan menaikkan gajimu 5%" ucap Ardie


''Hanya 5%, lebih baik anda tidak perlu menaikkan gaji saya tuan'' batin Dion lemas


****


Paginya, Hanin yang terbangun merasa tubuhnya sangat berat. Hanin terkejut saat pria tampan ada di hadapannya


"Aaaakkkh" teriak Hanin membuat Darren terkejut


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Hanin sambil menutup dirinya dengan selimut


"Semalam mati lampu, dan kau ketakutan makanya aku tidur disini" ucap Darren


"Pergilah dari kamarku" ucap Hanin


"Tanpa kau suruh aku juga akan pergi" ucap Darren


Setelah mandi, Hanin terkejut karna tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya dirumahnya


"Maaf anda siapa?" tanya Hanin


"Saya Ningrum, saya asisten rumah tangga di sini nyonya, anda bisa memanggil saya bik Ning" ucapnya


"Jangan panggil saya nyonya, panggil saja saya Hanin" ucap Hanin


"Maaf nyonya itu perintah dari tuan muda" ucap Hanin


"Tapi saya tidak setua itu" ucap Hanin mengerucutkan bibirnya


"Baiklah, saya akan panggil nona saja" ucapnya


"Terserah saja sudah" ucap Hanin tersenyum


"Silahkan nona sarapannya juga sudah siap" ucap bik Ning


"Terimakasih bik" ucap Hanin


Setelah itu, Hanin sarapan bersama Darren


"Lalu aku harus naik apa?" tanya Hanin


"Aku sudah menyewa sopir, untuk antar jemput kamu" ucap Darren


"Menyewa, berapa biayanya?" tanya Hanin


"Semua sudah di tanggung perusahaan" ucap Darren


"Apa kau juga yang mempekerjakan bik Ning?" tanya Hanin


"Bukan papa" ucap Darren cepat


Flashback On


Setealah Hanin keluar dari ruangan Darren, Darren meminta Rainer keruangannya


''Rainer carikan aku satu asisten rumah tangga dan sopir'' ucap Darren


''Baik tuan muda'' jawab Rainer yang bingung, kenapa tuan mudanya mencari sopir


Flashback Off


Saat Hanin baru sampai di kantor, Hanin melihat betapa mesranya Melly dan suaminya


''Selamat pagi kak'' sapa Hanin


''Pagi Hanin'' jawab Melly


''Kak Melly sangat romantis ya dengan suami kak Melly?'' tanya Hanin sambil terus berjalan


''Namanya juga suami istri Hanin. Kadang ada sisi romantis, kadang juga berdebat'' ucap Melly


''Tapi aku lihat suami kak Melly sayang banget sama kak Melly


''Nanti setelah menikah kamu juga akan merasakan keromantisan suami istri'' ucap Melly


''Tapi kamu jangan nikah dulu ya, puaskan dulu masa mudamu'' ucap Melly tersenyum


''Sudah terlambat, aku juga sudah menikah tapi pernikahan kontrak'' ucap Hanin dalam hati tersenyum


''Hai Hanin'' sapa Bryan


''Pagi kak Bryan'' jawab Hanin tersenyum


Namun dengan sengaja, Clara yang saat itu membersihkan lantai menghadang kaki Hanin dengan sapu hingga Hanin hampir jatuh


''Hanin'' pekik Melly saat melihat Hanin akan terjatuh


Namun dengan sigap Bryan menangkap tubuh Hanin, sehingga Hanin tidak terjatuh


''Hanin maaf aku gak tau kalau kamu lewat'' ucap Clara


''Perhatikan lagi lain kali'' ucap Melly


Darren yang melihat kejadian itu, mengepalkan tangannya dengan kuat


Rainer yang menyadari wajah Darren hanya tersenyum tipis


''Apa kau sudah mulai cemburu Darren'' bisik Rainer


''Tidak'' jawab Darren cepat


''Sial...sial...sial'' ucap Clara kesal


''Ada apa?'' tanya Karin


''Aku mau buat Hanin sial, malah aku yang sial'' ucap Clara


''Tenang saja, aku sudah punya rencana'' ucap Mona


''Rencana apa?'' tanya Karin dan Clara


''Kalian akan tau nanti'' ucap Mona tersenyum licik


Saat jam makan siang, tiba-tiba seorang pria menghampiri Hanin yang saat itu sedang di kantin bersama Melly


''Selamat siang Hanin'' sapanya


''Kak Evan'' ucap Hanin terkejut


''Kak Evan sedang apa disini?'' tanya Hanin


''Aku habis bertemu dengan Darren dan berniat makan siang dengan kamu'' ucap Evan


''Ekhem, kalau begitu kalian mengobrol dulu, saya permisi dulu'' ucap Melly menepuk bahu Hanin sambil mengedipkan sebelah matanya


''Aku sudah makan siang disini'' ucap Hanin


''Tidak apa-apa, aku juga akan makan disini'' ucap Evan


''Hanin, apa begini sifat kamu, jika ada pria tampan langsung kamu dekati?'' ucap seorang karyawan yang tak tau dari devisi mana


''Dari mana kamu tau kalau Hanin seperti ini, apa kamu teman Hanin?'' tanya Evan


''Memang benar yang dia katakan, di kampus saja Dosen dia goda'' ucap Karin


''Karin apa kamu pernah melihat aku menggoda dosen?'' tanya Hanin kesal


''Aku memang tidak pernah melihatmu menggoda Dosen di tempat umum, tapi bagiamana jika diruangan presdir atau langsung di hotel'' ucap Karin tersenyum licik


''Apa jangan-jangan nilainya bagus karna dia dekat dengan Dosen'' ucap Karyawan yang lain


''Kenapa dia harus magang disini, seharusnya di bar saja'' ucap karyawan pria


''Iya, jadi pe***r saja'' sambung yang lain sambil tertawa


Evan yang mendengar perkataan karyawan itu mengepalkan tangannya kuat


''Hentikan, jika kalian masih tertawa, ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan kalian'' ucap Rainer tegas, seketika semua diam dan kembali duduk


''Nona Hanin, tuan muda Evan, presdir memanggil kalian'' ucap Rainer


''Evan menarik tangan Hanin dan segera membawanya ke ruangan Darren


''Pasti Hanin dapat teguran tuh'' ucap Karin tersenyum penuh kemenangan