
"Darren apa kau merindukanku?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba duduk di samping Darren
''Menjauhlah dari tuan muda saya'' ucap Agra menghalangi
''Menyingkirlah, kau hanya peliharaan Darren'' ucapnya sombong
''Tuanmu tidak akan pernah berani mengusirku'' ucapnya percaya diri
''Agra sudah sampai mana client kita?'' tanya Darren yang tak memperdulikan wanita itu
''Dia sudah berada di lobi tuan'' ucap Agra
''Baiklah, segera kita temui dia agar kita cepat pulang. Aku sudah sangat merindukan istriku'' ucap Darren
''Darren, apa kau sudah mencintainya? Apa kau tak melihat keberadaanku?tanya Sandra geram. Ya dia adalah Sandra
''Nona, apa hak anda bertanya seperti itu?'' tanya Darren menatap tajam Sandra
''Darren aku masih mencintaimu, aku tidak ingin berpisah denganmu'' ucap Sandra menggenggam tangan Darren
''Lepaskan tanganku'' ucap Darren menghempaskan tangan Sandra
''Darren aku benar-benar masih mencintaimu'' ucap Sandra yang tak mau melepaskan tangan Darren
''Kau bilang kau mencintaiku? Apa uang dari papaku sudah habis, hingga kau kembali padaku?'' tanya Darren menatap tajam Sandra
''A...aku...aku aku akan mengembalikan uang papamu, tapi kau harus kembali padaku'' ucap Sandra
''Agra panggil scurity, usir dia dari sini, aku tidak ingin melihatnya lagi'' ucap Darren
''Baik tuan muda'' ucap Darren langsung meminta scurity membawa Sandra pergi
Setelah Darren bertemu dan membahas kerja sama dengan client yang dari luar kota itu, Darren segera kembali kerumahnya
''Agra tetap awasi pergerakan Sandra, jangan sampai dia berani mendekati nona muda'' ucap Darren
''Baik tuan'' ucap Agra yang mengemudikan mobilnya
Sementara itu...
Sandra terlihat sangat kesal, karna Darren sudah mempermalukan dirinya
"Dasar brengsek, berani sekali dia mempermalukanku di depan umum" ucap Sandra emosi
"Lihat saja, aku akan membuat kalian segera berpisah dan kamu akan kembali ke dalam pelukanku" ucap Sandra tersenyum licik
"Kenapa kau terlihat sangat kesal?" tanya Mona
"Apa kau tau, aku dipermalukan oleh Darren" ucap Sandra
"Hahaha, ternyata ada saatnya juga kau dapat perlakuan seperti ini dari Darren" ejek Mona
"Diamlah" ucap Sandra
"Sandra aku ada rencana" ucap Mona dan membisikka sesuatu pada Sandra
"Baiklah aku ikuti rencanamu" ucap Sandra tersenyum miring
***
Setelah sampai rumah, Darren melihat semua lampu masih menyala
"Apa Hanin belum tidur?" tanya Darren pada dirinya sendiri
Saat Darren masuk, Darren melihat Hanin yang tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala
"Tuan, anda sudah kembali. Saya sudah meminta nona muda untuk istirahat di kamarnya, tapi nona muda menolak tuan" ucap bik Ning
"Tidak apa pergilah istirahat" ucap Darren pelan
"Baik tuan" ucap bik Ning, segera kembali kekamarnya
"Dasar bodoh, kenapa kau tidur disini" ucap Darren membelai pipi mulus Hanin
"Hah... " tiba-tiba saja Hanin terkejut saat Darren ingin mengangkat tubuhnya
"Mas kamu membuatku terkejut" ucap Hanin mengatur nafasnya
"Kenapa kau tidur disini?" tanya Darren memangku Hanin
"Bukankah aku sudah bilang, aku akan menunggumu" ucap Hanin mengalungkan tangannya di leher Darren
"Apa kau menantikan aksi suamimu ini?" tanya Darren mengangkat sebelah alisnya
"Tidak" jawab Hanin cepat
"Sayang, tadi aku bertemu dengan Sandra" ucap Darren
"Lalu?" tanya Hanin
"Apa kau tidak cemburu suamimu bertemu dengan mantan kekasihnya?" tanya Darren kesal
"Sekarang aku tanya, kau bertemu dengan Sandra kebetulan atau memang sudah ada janji?" tanya Hanin
"Ya kebetulan lah" jawab Darren
"Jika kebetulan untuk apa kau cemburu. Kecuali kau memang berniat bertemu dengan Sandra, jangan harap kamu bisa menyentuhku" ucap Hanin
"Apa ini bisa dikatakan cemburu?" goda Darren
"Mungkin. Sudah sana mandi, aku akan memanaskan makan malam untukmu" ucap Hanin yang tak sadar dirinya masih duduk di pangkuan suaminya itu
"Sayang, jika kau masih duduk disana, bagaimana caranya aku untuk mandi?" ucap Darren, Hanin segera turun dari pangkuan Darren
****
Keesokan harinya, Hanin yang sudah bangun lebih awal langsung saja memasak sarapan untuk suaminya
"Selamat pagi sayang?" ucap Darren mengecup kening Hanin
"Pagi mas" jawab Hanin
"Mas, nanti kamu tau kan kalau ada acara di kampus?" tanya Hanin
"Iya aku tau. Ini untukmu pergilah berbelanja dengan sahabat kecilmu" ucap Darren memberikan black card pada Hanin
"Tidak perlu, aku masih ada uang" ucap Hanin
"Terima, tidak ada bantahan" ucap Darren yang tak ingin dinbantah
"Baiklah, tapi kau harus tau, aku menikah denganmu bukan karna uangmu" ucap Hanin
"Iya sayang aku mengerti" ucap Darren mengecup bibir Hanin
"Mas, apa kau tak malu ada bik Ning" ucap Hanin dengan wajah memerah
"Bik Ning tidak lihat" ucap Darren yang gemas dengan wajah merona Hanin
***
Di tempat lain...
"istriku, ayolah nanti kamu bareng sama aku aja ya?" pintanya
"Aku bukan istrimu" ucapnya ketus
"Udahlah Jes, kamu bareng sama Yuda aja" ucap Nisa
"Aku gak mau, aku masih marah sama kamu" ucap Jesi
"Hadeh ada apa lagi sih ini?" tanya Risa yang pusing dengan hubungan keduanya
"Risa, kalau seandainya Rainer janji mau keluar sama kamu, terus di batalin gitu aja gimana perasaan kamu?" tanya Jesi
"Tergantung alasannya" ucap Risa
"Tapi kalau dia gak ngasih alasan?" tanya Jesi
"Buang aja kelaut" ucap Nisa
"Tuh denger kan" ucap Jesi
"Sayang, kemarin aku bener-bener gak bisa pergi" ucap Yuda
"Kenapa? Apa jangan-jangan kamu punya wanita lain selain Jesi" tuding Nisa
"Astaga, aku berani sumpah, gak ada wanita lain di hatiku cuma kamu seorang sayang" ucap Yuda mengangkat tangannya
"Week gombal mulu" ucap Risa dan Nisa bersamaan
"Hei sorry aku telat" ucap Hanin yang tiba-tiba datang
"Gak papa, kita juga baru sampai" ucap Nisa
"Eh tuh kenapa?" bisik Hanin yang melihat Yuda berusaha merayu Jesi
"Biasalah, lagi berdebat" ucap Risa
"Hah, sampai kapan akan seperti ini" ucap Hanin menggelengkan kepalanya
"Sudahlah ayo Jes, belanja dulu" ajak Risa
"Ayo. Kamu jangan ikutin aku" ucap Jesi sinis membuat Yuda menghela nafasnya
"Jes, apa kamu masih akan bertahan dengan Yuda?" tanya Nisa sambil terus berjalan
"Yuda itu sebenarnya orang yang setia, dan dia juga selalu menuruti keinginanku. Tapi, ya begitu dia selalu gak tepat janji" ucap Jesi kesal
Saat mereka tengah memilih gaun, tiba-tiba saja seorang pria menabrak Hanin
"Eh maaf aku gak sengaja" ucap Hanin
"Iya, tidak masa...lah" ucap pria itu menatap Hanin
"Apakah anda baik-baik saja tuan?" tanya Hanin mengibaskan tangannya
"Ya saya baik-baik saja" jawab pria itu tersenyum manis
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Hanin sopan
"Mata yang indah" batin pria itu sambil menatap kepergian Hanin
"Tuan, apa anda tidak apa-apa?" tanya asistennya
"Selidiki siapa wanita itu" ucap pria itu
"Baik tuan" ucapnya
"Hanin, kenapa kau tak bertanya namanya barusan?" tanya Risa
"Apa kau ingin berkenalan dengannya?" tanya Jesi
"Kenapa tidak, dia kan tampan" ucap Risa
"Terus Rainer mau di kemanain?" tanya Nisa
"Disimpan dulu di bank biar berbuanga" ucap Risa bercanda membuat semua tertawa
Namun disisi lain, seorang pria mengawasi Hanin
"Hanin aku sangat merindukanmu, sangat merindukanmu Hanin" ucap pria itu mentap Hanin sendu