
Mentari menyinari bumi, Hanin yang sudah rapi dan juga sudah menyiapkan sarapan untuk suami tersayang
''Non biar saya saja yang mencuci piringnya'' ucap bik Ning
''Gak papa bik, tinggal satu ini" ucap Hanin tersenyum
Setelah itu Hanin kembali ke kamar untuk membangunkan suaminya
Saat Hanin masuk kamar, dia sudah tak melihat suaminya dan terdengar suara gemercik air. Hanin langsung menyiapkan baju untuk Darren dan menata tempat tidurnya
"Sayang, kenapa kamu bangun pagi sekali?" tanya Darren yang tiba-tiba memeluk Hanin dari belakang
"Mas, kenapa kamu hobi banget sih ngagetin aku?" tanya Hanin kesal
"Anggap itu hukuman" ucap Hanin
"Hukuman? Emang apa salah aku?" tanya Hanin memanyunkan bibirnya
"Hanya aku yang tau apa salah kamu" ucap Darren yang membuat Hanin semakin kesal
"Gak jelas" ucap Hanin sambil memasangkan kancing kemeja suaminya
"Mas, nanti aku boleh main ke kantor?" tanya Hanin dengan jari telunjuknya bermain di dada bidang Darren
"Apa kau mau menggodaku?" tanya Darren mendekatkan wajahnya pada Hanin
"Si...siapa yang menggoda mu" ucap Hanin dengan pipi merona
"A...aku hanya bertanya" ucap Hanin mendorong Darren
"Jam berapa kau mau ke kantor?" tanya Darren
"Saat makan siang" ucap Hanin
"Ya sudah, nanti Rainer yang akan menjemputmu" ucap Darren
"Mas, apa kakak tidak menghubungimu?" tanya Hanin
"Sayang, mengkin Angga sibuk, jadi tidak ada waktu untuk menghubungi kita. Tapi nanti aku akan coba hubungi dia" ucap Darren berbohong
"Aku tau di sana dia sedang tidak baik, tapi aku juga harus menjaga kondisi Hanin" batin Darren menatap istrinya
"Sayang, saat makan siang kamu mau makan apa?" tanya Darren
"Nanti aku akan membawanya dari rumah" ucap Hanin
"Baiklah, kau memang istri terbaik di dunia" ucap Darren membuat Hanin tertawa
"Kenapa kamu malah tertawa?" tanya Darren cemberut
"Kamu lagi belajar menggombal?" tanya Hanin
"Diamlah" ucap Darren meninggalkan Hanin, sedangkan Hanin hanya menggelengkan kepalanya
.
.
Di tempat lain, seorang pria mendatangi panti asuhan yang berada di kota S
"Maaf tuan, tidak pernah ada anak seperti di foto itu" ucap pemilik panti itu
"Apa anda tidak berbohong pada kami?" tanyanya membuat pemilik panti ketakutan
"Maaf tuan, bisakah saya lihat foto itu?" tanya seorang wanita yang baru saja datang
Pria itu langsung memberikan foto itu pada wanita itu
"Kenapa rasanya aku pernah melihat wajah ini" batin wanita itu
"Tuan, kira-kira sekarang dia umur berapa?" tanya wanita itu
"Menurut infornasi dia usia 20 atau 21 tahun" ucapnya
"Tuan sepertinya saya tau di mana dia" ucapnya
"Baik cepat katakan" ucapnya tegas
"Tapi sepertinya ini bukan tempat yang nyaman untuk bicara" ucap wanita itu pelan
"Baik, saya akan membawa anda ke tempat lain" ucapnya mempersilahkan wanita itu masuk ke mobilnya
"Apa ini tempat yang nyaman?" tanya pria yang berpakaian hitam itu
"Dia tidak ada disini, tapi dia ada di kota J" ucap wanita itu langsung
"Nona, apa kau sedang mempermainkan kami?" tanya pria itu berdiri
"Apa aku terlihat sedang mempermainkan anda. Dia teman ku, jadi aku tau. Kau bisa datang di alamat ini, aku akan menunjukannya" ucap wanita itu memberikan kartu nama wanita itu
''Kenapa anda tidak ikut kami saja sekarang'' ucap pria itu
''Aku masih ada tugas disini. Aku berani sumpah, aku tidak berbohong padamu'' ucapnya
"Baik untuk kali ini saya akan percaya pada anda. Tapi jika anda membohongi kami, saya akan buat anda hancur" ucap pri itu dan membuat wanita iti sedikit ngeri
"Hmh Hanin, kali ini kau akan tamat" ucapnya tersenyum licik
***
Siang harinya, Hanin sudah menyiapkan makan siang untuk dirinya dan juga suaminya itu
Selang berapa lama, Rainer datang untuk menjemput Hanin
Saat di tengah jalan, Hanin melihat ada mobil yang mengikutinya
"Kak Rainer, kenapa mobil itu terus mengikuti kita?" tanya Hanin sambil melihat arah belakang
''Bukannya sudah ada kak Rainer, kenapa masih meminta orang mengikuti kita?'' tanya Hanin
''Tuan muda tak ingin terjadi sesuatu pada anda. Apa lagi mengingat pesan dari kakak anda'' ucap Rainer, Hanjn hanya manggut-manggut
''Eh kak, kapan kak Rainer akan menikah dengan Risa?'' tanya Hanin
''Masih belum ada rencana nona. Lagipun Risa masih mau melanjutkan studinya di luar negri'' ucap Rainer
''Apa kak Rainer siap menunggu Risa, sampai dia menyelesaikan studinya?'' tanya Hanin
''Saya akan menunggunya nona, saya sangat mencintainya'' ucap Rainer
''Ya aku tau kau sangat mencintainya, begitu pun dengan Risa. Walaupun Risa itu pengagum pria tampan, tapi dia selalu menolak ajakan seorang pria'' ucap Hanin
''Benarkah? Aku sering cemburu karna sering melihat Risa mengagumi pria lain'' ucap Rainer
''Seharusnya kau dapat penghargaan karna berhasil membuka pintu hati Risa'' ucap Hanin tertawa pelan
''Nona, apa arti Risa untukmu?'' tanya Rainer
''Sahabat yang baik, wanita tegar, dan pemberani'' ucap Hanin tersenyum
''Pemberani?'' tanya Rainer mengernyitkan dahinya
''Iya, buktinya dia berani menampar mas Darren waktu itu'' ucap Hanin
''Ya kau benar. Disaat orang lain tidak ada yang berani menyinggung presdir, dia malah dengan beraninya menampar presdir'' ucap Rainer tersenyum mengingat Risa
''Kak, kau bisa membayangkan Risa jika kita sudah sampai kantor kak. Lagi di jalan jangan ngelamun'' ucap Hanin menepuk bahu Rainer
''Maafkan saya nona'' ucap Rainer yang terlihat sedikit malu pada Hanin
Setelah sampai di kantor, Hanin langsung mengikuti langkah Rainer untuk menuju ruangan Darren
''Eh dia kan Hanin anak magang itu, kenapa dia datang kesini?'' tanya karyawan A
''Apa kamu tidak tau, dia memiliki hubungan dengan presdir'' ucap Karyawan B
''Benarkah, aku tidak menyangka dia wanita presdir'' sahut Karyawan A
''Kak, aku jadi ngeri dengan tatapan orang padaku'' ucap Hanin pelan
''Tidak apa. Kau harus belajar tenang dengan tatapan orang padamu'' ucap Rianer
Ya karna semua masih belum tau, jika Hanin adalah istri dari Darren, yang mereka tau, Hanin adalah kekasih Darren
.
''Sikahkan nona menunggu di ruangan tuan muda, sebentar lagi tuan muda akan kembali dari ruang rapat'' ucap Rainer
''Baik terima kasih kak'' ucap Hanin tersenyum lembut
Sambil menunggu kedatangan Darren, Hanin melihat ke sekeliling ruangan Darren. Tanpa sengaja Hanin menjatuhkan selembar foto yang di selipkan di buku yang di pegang Hanin
''Eh foto siapa ini?'' tanya Hanin pada dirinya sendiri dan mengambil foto itu
''Dia''....
.
.
Sementata itu, Seorang pria terlihat sangat kesal saat melihat banyak orang di apartemennya
''Ini maksudnya apa?'' tanya pria itu
''Maaf tuan muda, ini perintah dari tuan besar'' ucap salah satu orang itu
''Apa yang dia katakan?'' tanyanya
''Tuan muda Barack harus segera membawanya. Kami disini akan membantu anda mencarinya'' ucapnya
''Tidak perlu mencarinya, aku sudah menemukannya. Tapi katakan pada tuan besarmu, aku tidak akan membawanya dalam waktu dekat'' ucapnya
''Tapi.... '' ucapanya terhenti
''Beri aku waktu satu bulan, aku akan kembali bersamanya'' ucapnya datar
''Baik tuan muda, jika itu keputusan anda kami akan kembali ke negara kami'' ucapnya penuh dengan hormat
.
Sekitar satu jam menunggu, akhirnya Darren kembali ke ruangannya
''Sayang kamu sudah datang'' ucap Darren lembut
''Hemmh iya mas'' ucap Hanin tersenyum kecil
''Sayang ada apa, apa ada yang menyakitimu?'' tanya Darren
''Mas jika aku menanyakan sesuatu apakah kau akan menjawabku dengan jujur?'' tanya Hanin menatap Darren
''Apa yang ingin kau tanyakan sayang, jangan membuatku takut'' ucap Darren menggenggam tangan Hanin
''Jelaskan foto ini'' ucap Hanin memgeluarkan foto itu
Jelas saja Darren sangat terkejut saat melihat foto itu
''K...kau dapat dari mana foto ini?'' tanya Darren
''Aku tak sengaja menjatuhkannya'' ucap Hanin
''katakan apa ini Nisa?''...