Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 53


Dua hari kemudian, Arya masih belum bisa menemukan keberadaan Hanin dan Angga. Darren juga terlihat sangat berantakan, dia bukan seperti Darren yang dulu


''Sayang, apa kau tidak merindukanku sama sekali?'' tanya Darren memandang foto istrinya itu


''Sayang apa yang harus aku lakukan tanpamu, aku tidak bisa hidup tanpamu'' ucap Darren lagi, tanpa terasa dia meneteskan air matanya


Kedua pria yang sudah menjadi sahabat Darren dari beberapa tahun yang lalu, ikut merasakan bagaiamana kesedihan yang di alami Darren begitupun dengan Juan


Evan dan Rainer telah menganggap Hanin seperti adik mereka sendiri, dan menganggap Angga sahabat mereka. Bahkan ketiga sahabat Hanin pun merasa kehilangan semangat mereka, kini mereka lebih pendiam


''Darren, mama mohon jangan seperti ini nak'' ucap Rani memeluk Darren


''Ma apa Hanin akan baik-baik saja?'' tanya Darren


''Pasti sayang, Hanin pasti baik-baik saja'' ucap Rani


''Sayang, kau harus bangkit, jika Hanin melihat kau seperti ini, dia akan sedih'' ucap Rani


Kesedihan itu tentu saja di rasakan oleh Rani sang mertua. Namun Rani harus tetap tegar untuk memberikan semangat pada putranya agar dapat segera menemukan manantunya itu


''Darren apa yang di katakan tante Rani benar, jika kua seperti ini kau tidak akan bisa bertemu dengan Hanin lagi'' ucap Evan


Darren hanya diam, Darren memikirkan apa yang di katakan Evan ini benar, jika dia seperti ini mungkin dia tidak akan bisa bertemu dengan istrinya lagi


.


''Kakak apa kakak tidak bisa membantu kami menemukan Hanin?'' tanya Nisa, kakaknya hanya menggeleng


''Kenapa, bukannya kakak juga seorang pengusaha, seharusnya kakak juga punya koneksi di luar sana '' ucap Nisa


''Nisa, suami Hanin adalah pengusaha yang terkenal, bahkan namanya juga di kenal di seluruh Dunia, dia tidak dapat menemukan istrinya. Apalagi kakak yang hanya pengusaha kecil'' ucap Rian kakak Nisa


''Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Hanin dan anak dalam kandungannya'' ucap Nisa menangis


''Percayalah, mereka pasti akan menemukan Hanin. Darren, Evan bukanlah orang sembarangan, mereka pasti akan menemukan sahabatmu itu'' ucap Rian


''Hanin, kamu harus baik-baik saja'' ucap Nisa menatap foto dirinya dan Hanin di ponselnya


.


.


Di rumah mewah bak istana, seorang wanita menangis sejadinya saat dirinya terkurung di kamar yang terbilang luas itu


''Aku mohon tolong lepaskan aku'' ucapnya di balik pintu besi itu


''Tolong jangan kurung aku seperti ini, tolong lepaskan aku'' ucapnya lagi


Pintu terbuka, wanita itu langsung berdiri dan ingin segera keluar, tapi di tahan oleh penjaga


''Nona, silahkan makan malam'' ucap wanita muda yang membawa nampan berisikan makanan dan susu untuk ibu hamil


''Aku tidak mau makan, aku mau keluar dari sini'' ucap Hanin ya dia adalah Hanin


''Nona, tolong jangan menyusahkan kami'' ucap wanita itu


''Kalau tidak ingin aku menyusahkanmu, maka biarkan aku pergi dari sini'' ucap Hanin


''Setidaknya kau harus memikirkan janinmu Hanin'' ucap pria itu


''Lepaskan aku. Aku pikir kau orang yang baik ternyata kau sama saja seperti Bryan'' ucap Hanin berteriak


''Hanin, Bryan menginginkan dirimu dan juga perusahaan suamimu hancur. Tapi aku beda dengan Bryan'' ucapnya lembut


''Apa yang kau inginkan kak Kevin?'' tanya Hanin


''Hanin, kau sudah ditakdirkan untukku. Kau akan menjadi milikku selamanya'' ucap Kevin


''Kak, aku mohon lepaskan aku. Suamiku pasti khawatir '' ucap Hanin memohon


''Hanin tunggu kita menikah, dan aku akan membawa kamu kepada Darren'' ucap Kevin


''Tidak, aku tidak akan menikah denganmu. Kak ingat siapa mas Darren, kau tidak akan sanggup melawan mas Darren'' ucap Hanin


''Hanin, aku bisa melawan Darren dengan bantuan dari beberapa keluarga besar dari negara ini'' ucap Kevin memegang kuat pipi Hanin


''Paksa dia untuk makan'' ucap Kevin pada anak buahnya itu


''Baik tuan'' jawabnya dengan hormat


Di sisi lain..


''Plak... Katakan dimana kau menyimpan aset keluargamu?'' tanya seorang pria yang tak lain adalah Charles


Berkali-kali Charles mencambuk Angga, namun Angga masih enggan untuk membuka mulutnya


''Sampai kapanpun aku tidak akan mengatakannya padamu'' ucap Angga


''Angga, apa kau benar-benar ingin mati?'' tanya Charles


''Lebih baik aku mati, dari pada harus mengatakan padamu'' ucap Angga


''Lepaskan adikku, dia tidak ada hubungannya dengan ini'' ucap Angga


''Tapi sayangnya adikmu akan segera menikah dengan keluarga Barack'' ucap Charles


''Charles dasar kau ba*****n, kau sudah membunuh keluargaku'' ucap Angga yang sudah tak bisa berdiri lagi


.


.


''Dimana dia?'' tanya Darren dengan wajah dinginnya


''Dia berada di dalam tuan'' ucap Rainer


''Apa dia sudah mengatakannya?'' tanya Darren sambil terus berjalan


''Dia masih menutup mulutnya dengan rapat tuan'' ucap Rainer


Darren menghentikan langkahnya dan Rainer segera membuka pintu untuk Darren


''Katakan di mana Hanin?'' tanya Darren dengan tatapan yang menakutkan


Namun dari kedua orang itu, tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun


''Bik Ning, Hanin sangat menyayangimu, dia anggap kau seperti ibunya, tapi dengan tega kau mengkhianati Hanin'' ucap Darren


''Ma...maafkan saya tuan, saya terpaksa'' ucap bik Ning


''Bik, apa perlakuan Hanin dan aku tidak baik padamu, apa kau dan Hanin pernah berkata kasar padamu?'' Tanya Darren menatap bik Ning tajam


''Maafkan saya tuan, saya melakukan ini karna anak saya butuh biaya besar'' ucap bik Ning merasa bersalah


''Bik seharusnya kau mengatakan pada kami, kami pasti akan membantumu'' ucap Darren


''Sekarang aku tanya, di mana mereka membawa Hanin?'' tanya Darren


''Saya tidak tau tuan'' jawab bik Ning


**


Juan merasa ada yang aneh dengan bik Ning, jadi dia meminta bantuan Dion untuk menyelidiki bik Ning. Dan ternyata benar demi menyelamatkan putranya yang sedang terbaring di rumah sakit, dia menjadi pengkhianat di kediaman Darren


Sebelum Hanin dan Angga di culik, bik Ning yang memberikan minuman pada para penjaga dan membuat para penjaga itu tiba-tiba pusing dan tak sadarkan diri


Lalu saat Hanin dan Angga di bawa pergi oleh orang itu, bik Ning juga membuat dirinya tak sadarkan diri, seolah-olah dia juga korban


**


Darren mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pada bik Ning


"Tuan ampuni saya, saya masih punya seorang putra tuan" ucap bik Ning


"Seharusnya kau memikirkan putramu saat kau bekerja sama dengan bos barumu itu. Tapi sekarang sudah terlambat" ucap Darren dan langsung membidik tepat lengan bik Ning


"Rainer bawa dia ke pihak yang berwajib, aku ingin dia mendekam di sana selamanya" ucap Darren


"Tidak tuan, jangan saya mohon jangan tuan" ucap bik Ning memberontak


Rainer meminta beberapa pengawal untuk membawa bik Ning ke pihak yang berwajib


Darren berjalan kearah seorang wanita yang terikat di kursi. Dia ketakutan saat Darren kearahnya dengan pistol di tangannya


''Apa yang mau kau lakukan?'' tanya wanita itu


''Darren, bisa kau serahkan dia padaku?'' tiba-tiba ucap Gavin


''Apa yang akan kau lakukan padanya?'' tanya Darren


''Keluar kalian'' ucap Gavin


Lalu keluarlah, dua orang pria dengan membawa seekor Anjing


''Apa yang mau kau lakukan?'' tanyanya ketakutan


''Karin, sepertinya kau ketakutan?'' tanya Gavin


''Lepaskan aku, jauhkan anjing yang menjijikkan itu dariku'' ucap Gavin


''Ups maaf, aku bilang pada mereka akan memberikan makan siang untuk mereka, jadi maaf'' ucap Gavin


''Darren pergilah ke ruangan Evan, Arya sudah mendapatkan petunjuk'' ucap Gavin


''Baik, aku serahkan dia padamu'' ucap Darren


''Jangan serahkan padaku, serahkan saja pada kedua anjing pintar ini'' ucap Gavin, meminta kudua orang itu, melepaskan anjingnya dan menutup pintu itu


''Tidak jangan, tidaak tolong aku, tidaak'' teriak Karin, Darren Gavin tidak memperdulikan teriakan Karin


''Salahmu sendiri sudah membuat sang raja singa terbangun dari tidur panjangnya'' batin Gavin tersenyum sinis