Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 27


''Pyar...'' lampu hias itu jatuh tepat di kaki Risa dan Hanin


''Hanin, Risa'' teriak Nisa dan Jesi


Semua langsung berkerumun membantu Hanin dan Risa begitupun dengan Gavin yang langsung membantu Hanin dan Risa


''Gavin tolong bawa Risa kerumah sakit cepet'' ucap Hanin yang melihat Risa yang sudah tak sadarkan diri


Darren dan beberapa dosen yang baru saja akan menuju lokasi, tiba-tiba saja melihat tempat acara sudah berantakan


''Ada apa ini'' ucap rektor Alfi terkejut


Darren yang melihat para mahasiswa berkerumun, segera menghampiri dan begitupun dengan yang lain


''Sayang'' ucap Darren yang melihat Hanin terluka dan segera menghampiri Hanin dan Risa


Jelas saja semua terkejut saat Darren memanggil Hanin dengan sebutan Sayang


''Sayang'' ucap Mona dan kedua sahabatnya terkejut


''Gavin, siapkan mobilmu'' ucap Darren, tanpa menjawab Gavin langsung berlari kearah mobilnya


''Yuda bantu aku bawa Risa ke mobil'' ucap Darren


''Iya pak'' ucap Yuda yang langsung mengangkat tubuh Risa yang sudah lemas dan tak sadarkan diri itu


''Apa tadi kalian gak salah dengar?'' tanya Karin


''Apa benar Hanin memiliki hubungan dengan pak Darren'' ucap beberapa mahasiswa lain, yang sudah mulai membicarakan Hanin


****


Keesokan harinya, Hanin dan kedua sahabatnya berada di kamar rawat Risa


"Risa maafin aku, kalau bukan karna aku kamu tidak akan seperti ini" ucap Hanin merasa bersalah


"Hanin, ini bukan salah kamu" ucap Jesi menenangkan Hanin


"Iya, berhenti menyalahkan dirimu sendiri" ucap Nisa menepuk kepala Hanin pelan


"Hanin sudahlah, aku tidak apa-apa. Tapi kalau kau mau ganti rugi juga tidak apa-apa" ucap Risa


"Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Hanin masih menangis


"Setelah aku sembuh, kau harus traktir kami makan enak di restoran paling mahal" ucap Risa membuat Hanin terkejut


"Hadeh mulai drama" ucap Jesi kesal


"Bercanda Hanin" ucap Risa memeluk Hanin


Selang berapa lama, pintu kamar rawat Risa terbuka dengan kasar


"Rainer, kamu sudah pulang?" ucap Risa tersenyum


"Kak Rainer" lirih Hanin menunduk


"Ka...kak Rainer maaf, Risa seperti ini karna dia menolongku" ucap Hanin mencoba berdiri walau kakinya sedang sakit


Rainer langsung menghampiri Hanin


"Ini bukan salahmu, ini kecelakaan" ucap Rainer membantu Hanin duduk


"Duduklah, jika kau terluka lagi aku pasti akan dimakan habis oleh raja singa milikmu" ucap Rainer


"Aku tidak punya singa kak" ucap Hanin polos dan menghapus air matanya


"Benarkah, tapi rasanya raja singa itu sedang mengawasi kita" ucap Rainer tiba-tiba memeluk Hanin


"Rainer, apa kau sudah bosan dengan tanganmu?" tanya Darren menatap tajam Rainer


"Bemarkan apa yang aku katakan" bisik Rainer dan segera mengahpampiri Risa


''Apa kau sengaja?'' ucap Risa mencubit Rainer


"Rainer, untuk sementara kau istirahat dulu" ucap Darren datar


"Tidak bisa, aku harus mencari tau kecelakaan ini" ucap Rainer


"Aku sudah meminta Agra menyelidikinya" ucap Darren


"Darren, dimana Gavin?" tanya Rainer yang sedari datang tak melihat Gavin


"Entahlah, dia merasa bersalah karna tak dapat melindungi Hanin" ucap Darren


"Kamu juga kenal dengan Gavin?" tanya Risa


"Bisa di bilang dia teman kami, hanya saja dia dokter pribadi Darren" ucap Rainer


"Sepertinya tuan Rainer salah orang" ucap Nisa


"Benar, Gavin itu teman kuliah kami" ucap Jesi


"Nanti akan aku jelaskan siapa Gavin" ucap Hanin


''Apa kau mengetahuinya?'' tanya Risa, Hanin mengangguk


*


Sementara itu...


"Gavin ada apa denganmu, kau tidak pernah seperti ini sebelumnya" ucap Evan yang melihat Gavin di bar


"Aku gagal Van, aku gagal" jawab Gavin


"Gagal apa?" tanya Evan


"Darren memintaku untuk menjaga Hanin, tapi aku tidak menjaga Hanin dengan baik'' ucap Gavin


"Aku tau, tapi jika saja aku menjaga Hanin lebih baik lagi, kejadian ini tidak akan terjadi" ucap Gavin menegak minumannya


"Gavin ikut pulang denganku, Darren tidak menyalahkanmu" ucap Evan mencoba menenangkan Gavin


"Pergilah dulu, aku masih ingin disini" ucap Gavin


"Baiklah, di luar ada salah satu anak buahku yang akan mengantarmu pulang nanti" ucap Evan meninggalkan Gavin


*


Kembali pada Hanin


Setelah kepergian Darren dan Rainer, Hanin menceritakan semua tentang Gavin. Hanin mengatakan pada ketiga sahabatnya jika Gavin adalah sahabat, dan juga dokter pribadi Darren


Disisi lain...


''Tuan, kejadian ini bukanlah kecelakaan, tapi sudah direncanakan'' ucap Agra


''Siapa yang melakukannya?'' tanya Darren mengepalkan tangannya kuat, begitupun dengan Rainer


''Mona, dan juga salah satu teman Mona yang menjatuhkan lampu hias itu'' ucap Agra


"Bawa dia kehadapanku malam ini" ucap Darren dingin


"Siap tuan muda" ucap Agra


"Darren, sekarang apa yang akan kau lakukan pada Mona?" tanya Rainer


"Hancurkan perusahaannya, buat dia tidak memiliki apapun" ucap Darren


"Baiklah, aku yang akan menghancurkan perusahaannya itu" ucap Evan yang tiba-tiba datang


"Di mana Gavin?" tanya Darren


"Dia masih berada di bar, dan dia masih tidak mau pulang" ucap Evan


"Hah, lebih baik aku yang turun tangan" ucap Darren


"Agra tetap berada disini" ucap Darren


"Tunggu, lalu bagaimana dengan masalah kita?" tanya Evan


"Kita akan bahas saat aku membawa Gavin pulang" ucap Darren


"Baiklah" ucap Evan


Darren langsung menuju bar dan meminta Gavin untuk kembali bersamanya


Namun siapa sangka Darren akan bertemu dengan Sandra disana


''Darren, apa kau kemari mencariku?'' tanya Sandra menyentuh dada bidang milik Darren


''Jauhkan tanganmu'' ucap Darren menghempaskan tangan Sandra


''Sialan, berani dia berbuat seperti ini padaku'' ucap Sandra geram


''Hentikan Gavin, sampai kapan kau akan minum?'' tanya Darren merampas gelas Gavin


''Darren, kenapa kau kemari?'' tanya Gavin


''Kenapa kau seperti ini?'' tanya Darren


''Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang menghukum diriku sendiri'' ucap Gavin, Darren langsung menceritakan semua pada Gavin tentang kecelakaan itu


Akhirnya Gavin pulang bersama dengan Darren dalam keadaan setengah mabuk


''Darren, kenapa kau tiba-tiba pergi?'' ucap Sandra yang masih saja mencoba merayu Darren


''Pergilah'' ucap Darren mendorong Sandra kasar membuatnya semakin geram


***


Malam harinya, Evan dan Rainer sudah menunggu Darren di tempat Evan


''Dimana dia?'' tanya Darren


''Seperti biasa'' jawab Evan


''Katakan, kenapa kau melakukan itu'' ucap Darren


''A...apa yang aku lakukan?'' tanyanya panik


''Mona sudah mengatakan semuanya, kau sengaja melakukannya pada Hanin?'' tanya Darren


''Tidak dia berbohong, aku di suruh Mona'' ucapnya


''Bagaimana mungkin Mona yang memintamu melakukannya, sedangkan Mona yang melaporkannya padaku'' ucap Darren


''Tidak dia bohong, dia ingin Hanin menjadi cacat. Dia sangat membenci Hanin'' ucapnya


''Benarkah?'' tanya Darren pura-pura bingung


''Aku mengatakan yang sebenarnya tuan'' ucapnya


''Baiklah, aku percaya padamu. Rainer bawa dia kepihak yang berwajib'' ucap Darren dingin


''Tuan saya mohon, jangan hukum saya. Bagaimana saya akan memgatakannya pada orang tua saya'' ucapnya memohon


''Sudah terlambat. Seharusnya kau memikirkan ini sebelum kau melakukan pada Hanin dan Risa'' ucap Rainer menatap tajam pria itu dan menyeretnya


''Evan jatuhkan perusahaan LV secepatnya, dan buat Mona menjadi cacat sesuai keinginannya '' uvap Daren


''Baiklah, aku jamin besok kau akan mendengar kabarnya'' ucap Evan tersenyum licik