
''Mas cepat bantu kakak, kakak di serang'' ucap Hanin saat sudah berada di rumahnya
''Sayang tenang, kakak mu pasti baik-baik saja'' ucap Darren menenangkan istrinya itu. Tentu saja Darren sudah mengetahui penyerangan itu
''Tenang kamu bilang, mobil kakak terbalik'' teriak Hanin
''Beberapa pengawal sudah berada disana, sekarang kamu tenang, dan ingat kandungan kamu'' ucap Darren lembut
''Kalian bantu aku menenangkan Hanin'' ucap Darren pada ketiga sahabat Hanin
''Baik'' jawab Risa
''Gavin, kamu tetap disini'' ucap Darren
''Baiklah'' jawab Gavin
''Mas aku ikut'' ucap Darren
''Sayang, ini bahaya'' ucap Darren lembut
Selang berapa lama, pintu rumah Darren terbuka dan terlihat dua orang pria dengan beberapa luka di tubuhnya
''Kakak'' ucap Hanin memeluk kakaknya
''Maaf kakak membuatmu khawatir'' ucap Angga sambil mengelus punggung adiknya itu
''Kak Juan juga gak papa?'' tanya Hanin menatap Juan
''Seperti yang kamu lihat, kak Juan baik-baik saja'' ucap Juan
''Angga, Juan sungguh kalian baik-baik saja?'' ucap Darren terlihat cemas
''Ya, setelah mendengar suara tembakan, Juan memintaku melepas sabuk pengamannya dan lompat dari mobil'' ucap Angga
''Jadi saat mobil terbalik kalian sudah keluar?'' tanya Gavin
''Angga yang terjebak, tapi untung saja dia bisa lolos'' ucap Juan
''Sudah, cepat kalian bersihkan tubuh kalian dulu, Gavin akan mengobati luka kalian'' ucap Darren keduanya mengangguk
''Bik tolong siapkan baju untuk mereka berdua'' ucap Dareen
''Baik tuan muda'' jawab bik Ning
.
Setelah keadaan cukup membaik, kini Hanin dan ketiga sahabatnya memasak, sedangkan para pria berada di ruang kerja Darren
''Aku rasa yang menyerang kalian anak buah Charles'' ucap Rainer
''Aku rasa bukan'' ucap Juan
''Benar, Charles tidak akan membunuhku karna hanya aku yang tau aset keluarga ku'' ucap Angga
''Apa dia keluarga Barack?'' tebak Evan
''Mungkin, karna Arya menemukan informasi tuan muda Barack ada di negara ini'' ucap Darren
''Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?'' tanya Angga
''Maaf tuan, saya mendapat informasi dari Agra dia sudah berhasil membawa Doni keluar dari kediaman Charles'' ucap Dani
''Benarkah?'' tanya Dion sang kakak
''Benar bang. Tapi untuk sementara mereka tidak bisa kembali ke negara ini, karna berkas Doni masih di kediaman Charles. Dan Agra juga akan mencari kelemahan Charles dari sana dan informasi tentang keluarga Barack'' ucap Arya panjang lebar
''Baiklah, terima kasih Arya'' ucap Dion
Di sisi lain...
''Jesi, apa kau serius akan putus dengan Yuda?'' tanya Risa
''Iya, aku paling tidak suka pria yang suka bermain dengan wanita. Kalau main Game aku bisa memahaminya'' jawab Jesi
''Sayang sekali, padahal Yuda adalah pria yang baik'' ucap Hanin
''Oh iya, Nisa bagaiamana hubunganmu dan kak Evan?'' tanya Hanin
''Ya gak gimana-gimana, kita hanya berteman'' jawab Nisa
''Aku lihat kak Evan sangat mencintai kamu'' ucap Hanin
''Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Aku sudah pernah di sakiti oleh kak Evan, dan aku tidak mau itu terulang lagi'' ucap Nisa tersenyum kecil
''Nisa, kak Evan pasti punya alasan melakukan itu''ucap Hanin
''Alsan apa, dia memang suka bermain dengan banyak wanita'' ucap Nisa
''Tapi selama aku kenal dengan kak Evan, aku tidak pernah melihat kak Evan pergi dengan wanita'' ucap Hanin
''Nisa, coba kamu kasih kesempatan kak Evan'' ucap Jesi
''Benar, aku setuju dengan Jesi'' timpal Risa
''Jes, apa kau akan menutup hati kamu?'' tanya Risa
''Kenapa aku harus menutup hatiku'' ucap Jesi
''Mungkin, karna kau habis di sakiti Yuda'' ucap Nisa
Setelah memasak dan menata hidangannya di meja makan, Hanin segera memanggil para pria yang berada di ruang kerja Darren
''Mas sudah waktunya makan malam'' ucap Hanin
''Iya sayang sebentar lagi kami turun'' ucap Darren lembut
.
Setelah itu, mereka pun makan malam dengan sangat nikmat
''Hanin masakan kamu memang the Best deh'' ucap Gavin
''Terima kasih. Tapi ayam cabe itu Jesi yang masak bukan aku'' ucap Hanin
''Serius Jes, aku kira kamu hanya bisa make up Jes'' ledek Gavin yang membuat Jesi melirik Gavin sinis
''Oh iya, kemana Yuda? Biasanya dia akan nempel sama kamu seperti lintah darat'' ucap Gavin lagi
''Aku sudah putus dengan Yuda'' jawab Jesi
''Itu lebih bagus'' ucap Evan tiba-tiba
Keempat wanita itu pun bingung dengan ucapan Evan
''Kak'' gertak Hanin
''Benar kan, untuk apa mempertahankan pria tukang selingkuh'' timpal Rainer
''Iya memang benar apa yang di katakan kak Evan dan kak Rainer'' ucap Jesi menyetujui
Setelah itu, mereka mengobrol hingga larut malam dengan canda tawa
.
.
.
Pagi harinya, Hanin sudah terlihat sangat cantik dan juga sudah rapi. Ya karna sahabatnya dan juga sahabat suaminya menginap di rumah Hanin, jadi Hanin mulai memasak untuk sarapan
Memang jika untuk sarapan, Hanin tidak akan memasak yang berat, dia hanya akan membuat bubur ayam yang di sukai oleh suaminya , dan juga roti bakar yang di sukai ketiga sahabatnya juga nasi goreng yang paling di sukai keempat kakaknya
Saat Hanin baru menatanya di meja makan, ketiga sahabatnya baru turun. Hanin meminta mereka membangunkan Evan Rainer dan Gavin, sedang Hanin akan membangunkan suami dan kakaknya itu
Sekitar 30 menit mereka sudah berada di meja makan, walau wajah meraka terlihat masih mengantuk
''Mas, ini bubur kesukaan kamu'' ucap Hanin yang sudah menyiapkan bubur untuk suaminya itu
''Terima kasih sayang'' ucap Darren mengecup kening istrinya itu
''Kak ini nasi goreng kesukaan kalian'' ucap Hanin yang sudah menghidangkan nasi goreng ke piring masing-masing
''Terima kasih'' jawab mereka kompak dengan suara yang lemas
''Gavin kau mau makan apa?'' tanya Jesi
''Hemmh, roti saja'' ucap Gavin dengan mata yang sulit di buka
Jesi pun mengambilkan roti di piring Gavin
''Kau ambil sendiri mau rasa apa, aku tidak tau'' ucap Jesi
''Hemmh'' ucap Gavin
Beberapa menit kemudian..
''Hah...hah...hah...,air...mana air pedas'' tiba-tiba ucap Gavin dengan wajah merah
''Ini airnya, ini'' ucap Jesi memberikan segelas air pada Gavin
Karna teriakan Gavin, keempat pria tadi yang masih belum sepenuhnya sadar pun akhirnya tersadar karna terkejut
Sedangkan Jesi dan yang lain tertawa melihat wajah Gavin itu
''Makanya, kalau mau makan itu cuci muka dulu biar sadar'' ucap Jesi
Ya karna saat Gavin ingin mengambil slai stroberry dia malah mencolek saos sambal. Hanin yang mengetahuinya ingin menahan tapi Jesi melaranganya
''Kenapa kalian tega'' ucap Gavin memanyunkan bibirnya
''Sudahlah cepat makan, setelah itu, Rainer akan mengantar kalian ke kampus. Untuk Hanin, tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari'' ucap Darren
''Tapi mas'' ucap Hanin terhenti
''Tidak ada bantahan, kakakmu akan menemanimu'' ucap Darren, Hanin mengangguk pasrah
''Juan, dia akan aku bawa ke kantorku, ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengannya'' ucap Evan
''Baiklah'' jawab Juan
Tanpa mereka sadari seseorang sudah memgintai kediaman Darren dari semalam
Pria itu tersenyum dengan penuh kemenangan
''Ternyata keberuntungan berpihak padaku, dua orang sekaligus akan aku tangkap kalian''