
Sinar mentari telah menyinari bumi, burung berkicau dengan sangat indah di atas atap kamar seorang gadis yang baru saja membuka matanya itu
Dia membuka ponselnya untuk melihat jam, dan juga beberapa pesan yang dari semalam sudah berbering di ponsel miliknya itu
Pesan pertama yang dia buka adalah pesan dari sang kekasih.
Jika di pagi hari, kekasihnya akan memberi ucapan selamat pagi, tapi kali ini tidak. Kekasihnya memberikan sebuah foto yang membuat gadis itu membelalakkan matanya
''Yuda dasar kau pria brengsek, aku tidak akan pernah memaafkan dan tidak akan pernah mau bertemu denganmu'' ucap Jesi melempar ponselnya di kasur empuknya itu
Tanpa di duga gadis itu, meneteskan air matanya saat melihat kekasihnya itu. Namun, Jesi segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Yuda
''Yuda aku ingin putus, aku muak melihatmu seperti ini. Jangan pernah temui aku atau ganggu aku lagi. Dasar pria brengsek'' itulah pesan yang dikirim Jesi pada kekasihnya itu
Setelah itu, Jesi membersihkan dirinya dan bersiap pergi ke kampus dan juga dia sudah membuat janji akan shoping dengan para sahabatnya
.
.
Di tempat lain, seorang wanita bergelayut manja memohon pada pria yang sudah hampir satu tahun menjadi suaminya itu
''Mas, boleh ya aku nanti shoping sama mereka?'' tanya Hanin sambil mengedipkan matanya berkali-kali
''Sayang, kau harus banyak istirahat. Kau baru keluar dari rumah sakit'' ucap Darren
''Tapi aku kan tidak ada luka serius, lagipun aku ingin sekali shoping'' ucap Hanin sambil memainkan ke dua jari telunjuknya
''Enggak'' ucap Darren sedikit dingin
Merasa keinginannya tak dituruti, tiba-tiba Hanin duduk dan memeluk kaki suaminya itu seperti anak kecil yang meminta uang jajan
''Aku bilang tidak ya tidak'' ucap Darren tegas, Hanin terus merengek dan membuat Darren pusing dan serasa kepalanya ingin pecah
Darren memijat keningnya, ya sejak istrinya hamil Hanin selalu marah dan merengek jika keinginannya tak terpenuhi
''Baiklah, baiklah berdiri dulu'' ucap Darren membantu Hanin berdiri
''Kamu boleh pergi, tapi harus bersama Dion dan beberapa pengawal. Dan tidak boleh menghilang dari pandangan para pengawal mengerti?'' ucap Darren tegas
''Aaah terima kasih mas, kamu memang yang terbaik'' ucap Hanin melompat ke dalam gendongan suaminya itu
''Sayang hati-hati, masih ada nyawa lagi dalam tubuh mu'' ucap Darren yang memggendong Hanin layaknya bocah kecil
''Bukannya seharusnya kau memberiku hadiah?'' tanya Darren membaringkan tubuh Hanin pelan
''Emmh hadiahnya diminta nanti malam saja. Untuk saat ini aku kasih bonus'' ucap Hanin mencium seluruh wajah Darren dan segera pergi berganti pakaian
''Hanin betapa imutnya dirimu'' ucap Darren memggelengkan kepalanya
Namun tiba-tiba dia tersadar akan identitas yang di kirim Arya semalam. Darren juga sudah meminta anak buahnya untuk mengikuti gerak gerik pria itu
.
.
Setelah itu, Hanin pun segera berangkat ke mall tersebut bersama Dion
Tak butuh waktu lama untuk sampai di mall tersebut, Hanin pun langsung menemui ketiga sahabatnya itu
''Hai, sorry menunggu lama'' ucap Hanin
''Tidak apa-apa, kami baru 5 menit yang lalu datang'' ucap Risa
''Eh tumben Yuda gak nempel sama kamu Jes?'' tanya Nisa
''Aku udah putus sama Yuda'' jawab Jesi santai
''Putus, kenapa?'' tanya Hanin dan Risa
''Palingan putusnya cuma sehari doang, besok balikan lagi tuh'' ucap Nisa yang sudah tau kebiasaan hubungan sahabatnya itu
Jesi memggelengkan kepalanya dan mengeluarkan ponsel dan menunjukan pesan dari Yuda tadi pagi
''Hah ini beneran Yuda?'' tanya ketiganya kompak
''Kalian kira dia siapa, iya dia memang Yuda'' ucap Jesi terlihat biasa saja
Setelah cukup lama mengobrol, Hanin dan Ketiga sahabatnya pun mulai berkelana mencari barang iancaran mereka
''Paman, apa ada orang lain lagi selain paman dan kedua pengawal itu?'' bisik Hanin
''Tidak ada nona. Tuan hanya meminta saya dan dua pengawal lain yang mengikuti anda'' ucap Dion
''Baiklah, paman tolong tetap awasi sekitar ya'' ucap Hanin merasa khawatir
''Baik nona'' ucap Dion
.
Tanpa mereka sadari dua pasang mata mengawasi mereka dari kejauhan. Salah satu pria itu tersenyum saat melihat seorang wanita yang sangat dia rindukan beberapa hari ini
Tiba-tiba seorang pria memeluk Hanin dan tentu saja membuatnya terlonjak kaget
''Hei kenapa kamu sekaget itu?'' tanya pria itu
''Kakak'' ucap Hanin memeluk kakaknya itu
''Hai kak Juan'' sapa Hanin masih memeluk kakaknya, Juan hanya tersenyum
''Aku takut kakak orang jahat makanya aku kaget'' ucap Hanin yang merasa waspada
''Mana mungkin orang jahat berani menyentuhku, jika berani dia sudah menyentuhku berarti dia tidak menginginkan nyawanya lagi'' ucap Angga
''Hai kak'' sapa ketiga sahabat Hanin
''Hai juga'' sapa Angga sopan
''Bagaimana kakak bisa tau aku disini?'' tanya Hanin
''Tadi Darren yang memberi tauku'' ucap Angga
''Mas Darren?'' tanya Hanin
Flashback On
Di apartemen, Angga, Juan dan Arya masih mencari kelemahan Barack dan Charles
''Tuan, sepertinya Agra sudah keluar dari kediaman Charles'' ucap Arya
''Bagus lah, tapi kenapa mereka masih belum kembali ke sinj?'' tanya Angga
''Agra sudah mempersiapkan rencananya disana, jadi kita hanya mengirim beberapa berkas pada Agra dan adik bang Dion'' ucap Arya
''Baiklah aku ikuti semua renaana kalian'' ucap Angga
''Arya, apa aku bisa mengunjungi adikku?'' tanya Angga
''Kenapa anda meminta ijin pada saya, seharusnya pada tuan muda'' ucap Arya
''Ya benar juga, kau siapa adikku harus meminta ijin padamu'' ketus Angga yang membuat Arya kesal pada Angga
Angga langsung meraih ponselnya dan menghubungi adik iparnya itu
''Halo ada apa?'' tanya Darren datar
''Aku merindukan adikku, apa bisa bertemu dengannya?'' tanya Angga
''Dia berada di mall xx'' ucap Darren
''Baiklah aku kesana sekarang'' ucap Angga
Flashback Off
''Paman setelah ini kita mampir ke toko kue ya'' ucap Hanin
''Baik nona'' ucap Dion
''Apa kalian mau makan malam di ruamhku?'' tanya Hanin
''Apa gak merepotkan kamu?'' tanya Risa
''Kita masak bareng'' ucap Hanin
''Baiklah setuju'' ucap Nisa semangat
''Dasar, kalau makanan aja langsung semangat'' ledek Jesi
''Tidak apa, yang penting aku kenyang'' ucap Nisa menepuk perutnya
Saat mereka akan kembali ke rumah mereka, tiba-tiba Angga menyadari ada mobil yang mengikuti dirinya dan adiknya
''Juan seseorang mengikuti kita'' ucap Angga
''Tidak masalah, kita bisa menghalangi mereka'' ucap Juan
''Hubungi adikmu, katakan padanya suruh pak Dion langsung pulang, jangan mampir ke toko kue lagi'' sambung Juan
Angga pun segera melakukan apa yang di katakan Juan, tanpa mereka sadari seseorang telah menembak ban mobil Angga hingga mobil yang di tumpangi Angga terbalik
''Kakaak''...