Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 45


''Gavin Awaaas'' teriak Hanin saat melihat mobil yabg yang tiba-tiba sudah berada di depannya


''Ciiitt'' dengan segera Gavin menginjak pedal rem mobilnya


''Hanin, kamu jangan keluar. Setelah aku mengalihkan perhatian mereka, kau pergi dari sini, dan minta bantuan'' ucap Gavin


''Tapi bagaimana denganmu?'' tanya Hanin


''Tenang, aku tidak selemah itu'' ucap Gavin sedikit sombong dan segera keluar


''Gavin jangan'' teriak Hanin, namun Gavin sudah tak mendengarnya


''Bagaimana dia melawan orang orang ini'' ucap Hanin khawatir


Melihat tak ada orang yang memperhatikannya, Hanin keluar dari mobil Gavin dan berlari ke arah berlawanan


''Hanin cepat lari'' ucap Gavin saat melihat beberapa orang mengejar Hanin, namun tiba-tiba seseorang memukul Gavin dari belakang


''Bugh'' membuat Gavin terjatuh


''Gavin'' teriak Hanin


''Cepat lari'' teriak Gavin sambil mencoba melawan mereka


Hanin pun segera berlari sambil memegang perutnya


''Sayang bantu mama lolos dari kejaran mereka'' ucap Hanin


Apalah daya, Hanin tidak bisa berlari sangat kencang saat di dalam tubuhnya juga ada satu nyawa lagi


Seberapa kencang Hanin berlari masih akan tertangkap juga oleh para pria itu


''Lepaskan aku, tolong...'' teriak Hanin memberontak


Namun percuma saja memeberontak karna itu akan sia-sia, hingga salah satu pria itu membekap mulut Hanin dan membuatnya perlahan kehilangan kesadarannya


Lima menit kemudian, bantuan datang. Namun semua sudah terlambat karna Hanin telah di bawa pergi


Rainer dan Dani langsung membantu Gavin, dan juga pengawal yang mengikuti Gavin dan Hanin juga terluka


''Gavin, bertahanlah'' ucap Rainer yang melihat Gavin sudah berlumuran darah


Ya memang Gavin tidak sepandai para sahabatnya yang mahir dalam bertarung. Apa lagi ini, Gavin harus melawan lebih dari 20 orang


Sedangkan Darren dan Evan mencari keberadaan Hanin yang sudah menghilang


''Sial kita terlambat'' ucap Darren frustrasi


''Da... Darren maaf aku tidak bisa menjaga Ha... Han... Hanin'' ucap Gavin terbata-bata


''Ini bukan salahmu, ini salahku datang teelambat'' ucap Darren menggenggam tangan Gavin


''Ma...maaf'' ucap Gavin perlahan genggaman Gavin melonggar dan saat itu juga Gavin langsung memejamkan matanya


''Gavin... Gavin bangunlah, jika kau tak bangun aku tidak akan memaafkanmu'' ucap Darren mencoba membangunkan Gavin


''Darren tenang, bawa Gavin kerumah sakit, yang lain cari petunjuk di mana Hanin'' ucap Evan


''Baik bos'' ucap anak buahnya


.


.


Di sisi lain, Hanin yang baru membuka matanya merasa kepalanya sangat sakit


''Ugh aku dimana?'' ucap Hanin melihat sekelilingnya


''Ini bukan kamarku'' ucap Hanin lagi yang melihat ruangan itu sangat bersih layaknya kamar wanita


''Kamu sudah bangun'' tiba-tiba seorang pria menggunakan masker dan topi masuk


''Si...siapa kamu?'' tanya Hanin sedikit ketakutan


''Nanti kau akan tau siapa aku sayang. Tapi sekarang kamu tetap disini dan jangan pergi'' ucapnya mendekat pada Hanin


''Suara ini, terdengar tidak asing'' batin Hanin


''Jangan mendekat'' ucap Hanin sedikit gemetar


''Tenang sayang, aku tidak akan menyakitimu'' ucapnya meraih tangan Hanin


''Lepaskan aku jangan sentuh aku'' teriak Hanin menarik tangannya


''Hanin apa kau tau, selama ini aku sangat menginginkanmu. Tetapi cintaku malah bertepuk sebelah tangan'' ucapnya dengan suara yang lemah


''Aku tidak tau apa maksudmu'' ucap Hanin


''Sekarang kau makan dulu, aku tidak mau kau dan calon anakmu sakit'' ucapnya dan menyuapkan makanannya pada Hanin


''Aku tidak mau, aku ingin kembali pada mas Darren'' ucap Hanin sedikit berteriak


''Hanin sekarang ini rumahmu, dan aku akan menjadi suamimu'' ucap pria itu mengelus pipi Hanin


''Aku bilang jangan sentuh aku'' teriak Hanin


''Hanin aku memiliki batas kesabaran. Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku'' ucapnya dan beranjak pergi dari tempat itu


.


.


Gavin yang baru sampai di rumah sakit langsung masuk ke ruang operasi. Karna melihat luka Gavin yang terbilang cukup parah


Darren terus mondar mandir karna masih belum ada kabar tenang Hanin dan juga saat ini Gavin masih belum melewati masa kritisnya


''Van, bagaiamana jika Hanin dalam bahaya, dan Gavin tidak selamat. Aku berhutang nyawa pada Gavin'' ucap Darren menunduk sambil memejamkan matanya


''Tuan muda, saya sudah menemukan lokasi nona muda'' ucap Arya


''Di mana?'' tanya Darren langsung berdiri, Arya langsung menunjukan tempat nona mudanya di sekap


''Aku akan kesana, Rainer Agra ikut aku. Yang lain tetap disini dan jaga Gavin'' ucap Darren


''Baiklah, hubungi aku jika kau butuh bantuan'' ucap Evan, Darren hanya mengangguk


.


Ardie dan Rani yang mendapat kabar mobil Hanin di serang, segera mencari informasi


Rani terjatuh lemas saat mendengar Hanin hilang dan Gavin dalam kondisi kritis


''Rani'' ucap Ardie membantu Rani duduk di sofa


''Bik, tolong buatkan teh hangat untuk nyonya'' ucap Ardie


''Segera tuan'' ucap bi Ani


''Mas, bagaiamana jika terjadi sesuatu pada menantu dan calon cucu kita'' ucap Rani tak kuasa menahan tangisnya


''Rani, dengarkan aku, Hanin pasti baik-baik saja'' ucap Ardie memeluk Rani


''Mas, cepat minta bantuan untuk mencari menantu kita'' ucap Rani


''Rani, Darren dan Evan sudah mengerahkan anak buahnya. Aku yakin mereka pasti akan segera menemukan Hanin'' ucap Ardie mencoba menenagkan istrinya itu


Selang berapa lama ponsel Ardie berdering dan tertulis mana Dion di layar ponselnya


''Halo ada apa?'' tanya Ardie


''Tuan, nona muda sudah di temukan keberadaannya'' ucap Dion


''Benarkah, bagaiamana keadaannya?'' tanya Ardie


''Tuan muda dan beberapa anak buahnya sudah menuju lokasi tuan'' ucap Dion


''Dion apa kau tau siapa dalang di balik ini semua?'' tanya Ardie


''Menurut tuan muda, keluarga Axel tuan'' ucap Dion


''Axel?'' tanya Ardie terkejut


''Dion kirim lokasi Hanin di sekap'' ucap Ardie


''Baik tuan muda'' ucap Dion


''Mas kenapa, kenapa kau terlihat terkejut?'' tanya Rani


''Aku pikir keluarga Axel tidak akan mencari masalah lagi'' ucap Ardie


''Apa maksudmu mas?'' tanya Rani


''Kau akan tau nanti, sekarang bersiaplah ikut denganku'' ucap Ardie, Rani pun kembali ke kamarnya dan segera mengganti pakaiannya


.


.


Darren sudah meminta beberapa anak buahnya untuk mengepung rumah mewah itu, karna penjagaan yang tidak terlalu ketat, dengan mudahnya Darren memasuki rumah itu


''Siapa kalian?'' tanya salah satu penjaga rumah itu


''Geledah setiap ruangan di rumah ini'' ucap Rainer


''Katakan di mana istriku?'' tanya Darren menatap tajam penjaga itu


''Tuan apa menurut anda sopan, tiba-tiba anda masuk kerumah orang dan menanyakan istri anda?'' tanyanya


''Aku tidak perduli, sekarang katakan di mana istriku'' ucap Darren mengeluarkan pistolnya


''Tuan, disini'' ucap Agra


Dengan cepat Darren dan Rainer menghampiri keberadaan Agra


''Di mana?'' tanya Darren


''Di sini, hanya ruangan ini yang terkunci tuan'' ucap Agra


''Dobrak pintunya'' ucap Darren


Saat Agra akan mendobrak pintu itu, tiba-tiba terdengar suara seorang pria dari belakang mereka


''Hentikan, apa yang mau kalian lakukan?'' tanyanya


''Tak usah perdulikan cepat dobrak'' perintah Darren, tanpa menunggu lama Agra pun langsung mendobrak pintu itu


''Tidak jangan'' ucap pria itu berteriak


Darren dan yang lain sangat terkejut saat melihat ruangan itu begitupun dengan pria yang menjaga ruangan itu


''Sial dia kabur'' ucap pria itu yang melihat jendela terbuka dan beberapa sambungan sprei yang sudah terjurai di luar jendela


''Katakan siapa kau, dimana istriku'' ucap Darren menatap dengan tatapan membunuh


''Tuan saya menemukan ini di bawah'' ucap salah satu anak buah Darren


''Ini baju yang Hanin gunakan'' ucap Darren menggenggam erat potongan baju Hanin


Tiba-tiba terdengar suara pintu almari terbuka dan...