Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 24


Dua bulan kemudian...


Saat Hanin tengah memasak tiba-tiba seorang pria memeluknya dengan erat


''Mas, kamu ngagetin aku'' ucap Hanin terkejut


''Hanin ada yang ingin aku bicarakan'' ucap Darren


''Ada apa mas?'' tanya Hanin


''Ikut aku'' ucap Darren mematikan kompor dan menarik tangan Hanin


''Bik Ning lanjutkan masaknya'' ucap Darren


''Baik tuan'' ucap bil Ning


''Apa yang ingin kamu bicarakan mas?'' tanya Hanin saat berada di kamarnya


''Aku ingin mengakhiri kontrak ini'' ucap Darren, seketika Hanin terkejut mendengar ucapan Darren


''Untuk apa kamu sedih Hanin. Bukankah kau sudah tau akan tiba saatnya kontrak ini berakhir'' ucap Hanin dalam hati


''Baiklah jika itu memang keputusanmu'' ucap Hanin mencoba tersenyum


''Akankah kau akan menyesal?'' tanya Darren


''Tidak mas, bukankah ini sudah kesepakatan kita. Ya walaupun masih belum satu tahun aku tidak masalah'' ucap Hanin tetap tersenyum


''Baiklah, kau sudah menyetujuinya'' ucap Darren merobek surat perjanjian itu dan langsung membuangnya


Hanin mencoba menahan air matanya, namun air mata itu tetap menetes


"Hanin, maaf mungkin ini mengejutkanmu" ucap Darren menggenggam tangan Hanin


"Tidak apa mas, aku akan segera mengemas bajuku" ucap Hanin


"Mengemas baju, kamu mau kemana?" tanya Darren mengerutkan keningnya


"Bukankah pernikahan ini sudah berakhir" jawab Hanin


"Siapa yang bilang pernikahan kita berakhir?" tanya Darren


"Kau yang mengatakan sendiri barusan" ucap Hanin


"Aku kan bilang mengakhiri kontrak, bukan pernikahan" ucap Darren yang membuat Hanin bingung


"Maksudku, aku mengakhiri pernikahan kontrak ini karna aku ingin pernikahan kita ini bukan pernikahan kontrak" ucap Darren menjelaskan pada Hanin yang kebingungan itu


"Maksudmu pernikahan sungguhan?" tanya Hanin


"Iya, karna dulu aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku hanya akan menikah satu kali seumur hidup" ucap Darren


Mendengar perkataan Darren, Hanin pun menangis


"Hanin kenapa kamu menangis, apa kamu tidak senang?" tanya Darren


''Siapa bilang, wanita mana yang tidak senang bila dapat perlakuan seperti ini'' ucap Hanin menghapus air matanya


''Sudah jangan menangis'' ucap Darren memeluk Hanin


Darren langsung mencium kening dan juga bibir Hanin


''Sayang bagaimana jika saat ini kita gunakan untuk membuat penerus keluarga Prana Corp?'' ucap Darren


''Caranya?'' tanya Hanin polos


''Seperti ini'' ucap Darren yang langsung menindih tubuh Hanin dan mencium bibir dengan tangan Darren yang sudah menjalar pada tubuh mulus istrinya itu


''Emmh....tu...tunggu mas'' ucap Hanin, namun Darren tetap saja meneruskan aksinya


''Bu...bukannya ahh...tadi kamu bilang lapar'' ucap Hanin yang tak tahan dengan sentuhan Darren


''Biarkan aku makan hidangan pembuka dulu'' ucap Darren dengan nafas memburu


''Aku mencintaimu Hanin, aku sangat mencintaimu'' bisik Darren yang membuat Hanin semakin terbuai


''Aahh... '' desah Hanin kala Darren menyentuh Hanin semakin dalam. Hingga terjadilah peperangan panas di kamar yang luas itu


**


Sedangkan di negara lain...


''Aaah dia ini kemana sih'' ucapnya kesal sambil terus berjalan ke Cafe hotel


''Apa yang membuatmu kesal?'' tanya temannya


''Aku menghubungi Darren tapi tidak bisa'' ucap Evan


''Sudahlah, nanti kita hubungi lagi'' ucap Rainer


''Apa yang di lakukan Darren jam segini?'' tanya Evan


''Bodoh, jam segini dia sedang bekerja. Apa kau lupa kau sekarang berada dimana'' ucap Rainer


''Rai, aku tau kita di luar negri. Apa mungkin Darren masih bekerja walau sudah jam 1malam di negara kita?'' Ucap Evan


''Jelas dia sedang bekerja, dia bekerja dengan Hanin di kamarnya'' ucap Rainer


''Evan sampai kapan kita akan berada disini?'' tanya Rainer


''Mungkin tiga hari lagi, karna beberapa anak buahku juga sudah mendapatkan beberapa informasi keluarga Allaric'' ucap Evan


''Baguslah. Cepat makan kita masih harus pergi untuk mencari informasi lagi'' ucap Rainer


''Baiklah tuan asisten'' ucap Evan mengejek


Namun tanpa mereka sadari seseorang mendengar pembicraan mereka tentang keluarga Allaric dan langsung melaporkannya pada tuannya


''Tuan saya mendengar dua orang pria sedang mencari tau tentang keluarga Allaric'' ucap pria itu


Entah apa yang di katakan orang di sebrang telphon itu, pria itu langsung saja meninggalkan cafe itu


''Tuan'' ucap pria itu dengan hormat saat sampai di kamar hotel tuannya


''Apa kau melihat jelas kedua orang itu?'' tanyanya


''Iya tuan, mereka bukan dari negara ini tuan'' ucapnya


''Selidiki kedua orang itu, dan cari tau juga apa alasan mereka menyelidiki keluarga Allaric'' ucapnya


''Baik tuan muda'' ucapnya sedikit membungkukkan badannya


''Ada apa kenapa kau terlihat kesal?'' tanya seorang pria yang baru saja masuk


''Ada apa kau kemari?'' tanyanya


''Angga apa kau sudah tak membutuhkanku lagi?'' tanyanya


''Cepat katakan saja'' ucap Angga datar


''Ini berkas yang aku dapatkan dari beberapa anak buahku'' ucap Juan sahabat Angga


''Juan apa ini benar?'' tanya Angga terkejut saat melihat berkas itu


''Iya, semua benar. Tapi lebih baik kita harus datang sendiri ke negara I'' ucap Juan


''Hemmh aku mengerti'' ucap Angga


***


Di tempat lain, Evan dan Rainer yang baru saja kembali ke hotel langsung menghubungi Darren


"Hallo ada apa?" ucap Darren dingin dari sebrang telphon


"Dasar sialan, Darren kita disini membantumu mencari identitas Hanin dan kau malah terus menyemburkan lahar panas pada Hanin" ucap Evan kesal


"Ada apa cepat katakan" ucap Darren


"Hah baiklah aku mengalah" ucap Evan lemas sedang Rainer hanya menahan tawa


"Aku sudah mendapatkan beberapa informasi tentang keluarga Allaric. Semua anggota keluarga Allaric tidak ada yang selamat. Namun aku baru dapat informasi lagi, kalau salah satu putra kedua Allaric selamat. Tapi kita masih belum menemukan keberadaanya" ucap Evan panjang lebar


"Coba kalian gali lagi informasi tentang putra kedua Allaric" ucap Darren


"Baiklah, kami akan kembali tiga hari lagi" ucap Evan


"Hemmh" ucap Darren langsung mematikan ponselnya


"Dasar raja iblis" ucap Evan kesal, sedangkan Rainer malah tertawa melihat kekesalan Evan


***


Kembali kenegara I


"Sayang hari ini aku pulang terlambat, aku masih ada pertemuan dengan client" ucap Darren melalui video call


"Iya sudah, sampai jam berapa?" tanya Hanin


"Mungkin sampai jam 22.00" ucap Darren


"Baiklah, aku akan menunggu suamiku pulang" ucap Hanin tersenyum


"Sayang apa kau sedang menggodaku?" tanya Darren mengangkat sebelah alisnya


"Tidak untuk apa aku menggodamu" ucap Hanin mengerucutkan bibirnya


"Jika kau pasang wajah seperti itu, aku tidak menjamin jika aku memakanmu hari ini" ucap Darren


"Bagaimana bisa, bukankah kau ada rapat hari ini" ucap Hanin mengejek


"Baiklah, jangan salahkan aku jika kau tidak bisa tidur malam ini" ucap Darren tersenyum mesum


"Baiklah, cepatlah pulang setelah selesai " ucap Hanin


"Baiklah aku mencintaimu" ucap Darren lembut


"Aku juga" ucap Hanin tersenyum manis


Disisi lain...


Setelah melakukan panggilan dengan Hanin, Darren langsung menegak minumannya


"Darren apa kau merindukanku?"