Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 37


''Ada apa?'' tanya Angga dingin


''Apa?''entah apa yang di katakan orang di sebrang telphon itu membuat Angga terkejut


''Baiklah, aku akan segera kembali'' ucap Angga terlihat serius


''Ada apa?'' tanya Darren


''Pelayan yang memberikan informasi tentang adikku, sekarang dalam bahaya'' ucap Angga


''Apa dia menyadari sesuatu?'' tanya Darren


''Mungkin. Aku harus segera kembali hari ini'' ucap Angga


''Sebaiknya kita tunda dulu untuk kepanti'' ucap Evan


''Nak Angga kau pergilah dan selesaikan masalah yang disana, disini biarkan mereka yang mengatasi'' ucap Ardie


''Baik om, terima kasih'' ucap Angga


''Hanin, kakak akan kembali kenegara L, untuk sementara kau jangan keluar tanpa pantauan dari suamimu'' ucap Angga memegang pundak adiknya


''Iya kak, tapi apa kakak akan kembali lagi?'' tanya Hanin


''Kakak, akan kembali lagi. Kakak akan segera menyelesaikan pekerjaan kakak disana'' ucap Angga memeluk dan mengecup kening adiknya itu


''Aku menitipkan adikku pada kalian'' ucap Angga


''Serahkan pada kami, kau fokuslah di negara L agar dia tidak mencurigaimu'' ucap Evan


''Terima kasih'' ucap Angga lalu meraih ponselnya


''Siapkan tiket penerbangan hari ini'' ucap Angga melalui ponselnya


Setelah Angga pergi, Evan, Darren dan Rainer pergi keperushaannya


.


.


Di perusahaan Evan...


''Dani, apa kau tak salah mencari informasi tentangnya?'' tanya Evan


''Tidak tuan'' ucap Dani


''Nara memiliki adik perempuan, sedangkan Nisa memiliki kakak laki-laki. Di dunia ini tidak akan ada orang yang begitu mirip kecuali meraka kembar'' ucap Evan


''Tuan dia nona Danisa bukan Nara'' ucap Dani


''Dani selidiki lagi'' ucap Evan tak memperdulikan perkataan Dani


''Baik tuan muda'' ucap Dani


''Tuan, apakah wanita ini begitu berarti bagi anda?'' tanya Dani


''Itu semua karna kesalahanku. Seandainya saja dulu aku tidak meninggalkannya pasti sekarang dia masih berada di sisiku'' ucap Evan


''Tuan, jangan hanya menyalahkan diri anda sendiri. Kenapa anda tidak menyelidiki kenapa saat itu dia pergi'' ucap Dani


''Untuk apa di selidiki, jika akulah yang membuat dia pergi'' ucap Evan tersenyum getir


Flashback On


5 tahun yang lalu


''Kak Evan, kenapa tiba-tiba kak Evan ingin bertemu?'' tanya Nara terlihat senang


''Nara aku mau putus'' ucap Evan yang membuat senyum Nara hilang seketika


''Pu..putus, emang salah Nara apa, hingga kak Evan mau putus?'' tanya Nara terkejut


''Aku sudah bosan dengan kamu. Lagian kamu wanita yang paling lama bersamaku'' ucap Evan santai


''Apa bosan, jadi selama ini kak Evan anggap apa hubungan kita?'' tanya Nara menahan air matanya


''Aku menganggap hanya sebuah persinggahan sementara. Lagipun aku sudah punya kekasih baru'' ucap Evan


Tak lama setelah itu, seorang wanita cantik dengan pakaian **** menghampiri Evan dan memeluknya dengan mesra


''Sayang, sampai kapan aku akan menunggumu'' ucapnya bergelayut manja


''Sebentar lagi. Tunggulah aku di kamar, aku akan memuaskanmu nanti'' ucap Evan mengedipkan matanya


''Baiklah, aku akan menunggumu'' ucapnya mencium Evan di depan Nara


''Apa kau sudah melihatnya?'' tanya Evan pada Nara, sedangkan Nara sudah tak bisa menahan tangisnya


''Plaaak... Aku sangat membenci kamu kak, aku sudah mencintai kamu, tapi kamu malah seperti ini. Aku benci kamu'' ucap Nara dengan tangisnya


''Maaf, aku sudah menampar kak Evan'' ucap Nara menghapus air matanya


''Tapi, bisakah kak Evan berikan aku senyuman kak Evan, dulu saat kak Evan menyatakan perasaan kak Evan, kak Evan tersenyum manis. Jadi aku ingin disaat kita berpisah juga diakhiri dengan senyuman'' ucap Nara tersenyum lembut pada Evan. Evan pun langsung memberikan senyuman itu pada Nara


''Terimakasih kak. Selamat tinggal'' ucap Nara memunggalkan Evan sambil melambaikan tangannya seakan tidak terjadi apa-apa


FLASHBACK OFF


''Itu senyuman terakhir yang aku ingat dari Nara'' ucap Evan menarik nafasnya dalam


''Dani kau handle perusahaan dengan Arya atau Agra, aku keluar dulu'' ucap Evan


''Baik tuan muda'' ucap Dani merasa prihatin pada bosnya itu


.


.


Di tempat lain, Nisa yang sedang berada di kantin bersama kedua sahabatnya hanya diam melamun


''Nisa, kamu kenapa?'' tanya Jesi, namun tak ada jawaban dari Nisa


''Istriku, palingan Nisa lagi kepikiran sama pacarnya'' ucap Yuda


''Sok tau'' ucap Jesi menyuapkan gorengan pada Yuda


''Dia terlalu fokus lihat taman, jadi lupa kalau ada kita'' ucap Hanin yang melalui video call bersama Jesi


''Gempa...ada gempa, ada gempa'' ucap Yuda yang membuat Nusa terlonjak kaget


''Gempa, gempa cepat kabur'' ucap Nisa menarik Jesi dan Nisa


''Nisa gak ada gempa'' ucap Risa


Sedangkan Yuda hanya tertawa melihat Nisa yang panik


''Sialan, kau membuatku takut'' ucap Nisa yang melihat Yuda menggoyangkan mejanya


''Lagian kamu itu kenapa sih?'' tanya Hanin


''Emang kenapa? Orang aku gak papa'' jawab Nisa mengwrucutkan bibirnya


''Nisa dari tadi aku sudah ngajak ngomong kamu, eh malah asyik ngelamun'' celetuk Jesi


''Nisa punya pacar baru ya?'' tanya Yuda menggoda Nisa


''Diamlah'' ucap Nisa kesal pada Yuda


''Coba cerita ma kita, ada apa?'' tanya Jesi


''Kalian tau Evan temannya pak Darren?'' tanya Nisa, Jesi dan Risa menggangguk


''Emang kenapa sama kak Evan?'' tanya Hanin penasaran


''Kemarin dia ngajak aku bicara'' ucap Nisa


''Trus dia ngomong apa?'' tanya Jesi


''Dia tanya, apa aku punya saudara perempuan, ya aku bilang gak ada'' ucap Nisa jujur


''Lalu?'' tanya Risa


''Ya udah gitu aja'' ucap Nisa


''Kok aneh'' ucap Hanin berpikir


''Udah kamu gak usah ikut mikir, biar Nisa aja yang mikir. Lebih baik kamu pikirin kesehatan kamu'' ucap Risa menyela


''Iya, udah biar dia mikir sendiri. Kan cuma dia yang jomblo'' ledek Jesi yang membuat Nisa ngedumel tak jelas


''Hanin, apa kamu sudah mulai cuti?'' tanya Nisa


''Enggak, aku mengerjakan tugas kampus dirumah'' ucap Hanin


''Terus kamu gak akan pernah ke kampus?'' tanya Risa merasa sedih


''Kalau mas Darren ke kampus aku, akan ikut ke kampus'' ucap Hanin


''Kalau kita kangen gimana?'' tanya Nisa


''Kalian bisa kok main kerumah'' ucap Hanin


''Pak Darren kan ke kampusnya setiap hari?'' tanya Nisa


''Sekarang enggak'' ucap Hanin


''Ya udah deh nanti kita mampir kesana boleh enggak?'' tanya Risa


''Tenti saja boleh. Aku tunggu ya'' ucap Hanin


Dan setelah itu, mereka pun mengakhiri panggilan video call dengan Jesi


*


''Sayang, ini mama bawakan buah untuk kamu'' ucap Rani yang membawakan buah apel yang sudah di potong oleh Rani


''Terima kasih ma, maaf buat mama repot'' ucap Hanin


''Gak ada, mama malah seneng'' ucap Rani lembut


''Tadi mama denger temen kamu mau kesini nanti? '' tanya Rani


''Iya, katanya kangen'' ucap Hanin


''Ya sudah nanti mama akan siapkan untuk makan malam sekalian'' ucap Rani


''Terima kasih ma, muach'' ucap Hanin sambil mencium pipi mertuanya itu, Rani hanya menggelengkan kepalanya


.


.


Di negara lain, Angga yang sudah sampai di negara L, dia langsung mendapat hukuman dari Charles


''Angga apa kau mau mengkhianati aku?'' tanya Charles


''Aku memang tidak pernah memihakmu'' ucap Angga


''Dasar anak tak tau di untung. Kalau bukan aku yang mengadopsimu kau akan jadi gelandangan'' ucap Charles


''Hahaha, aku lebih baik jadi gelandangan dari pada harus tinggal bersama orang yang sudah membunuh keluargaku'' ucap Angga


''Kurang ajar, kurung tuan muda dan asistennya ini di ruang bawah tanah. Jangan biarkan memberikan dia makan dan minum'' ucap Charles


''Tuan saya menemukan ini di kantong tuan muda'' ucap asisten Charles


''Jangan berikan itu padaku, kembalikan padaku'' ucap Angga memberontak, yang langsung di seret anak buah Charles


''Saat charles akan membuka kertas itu, tiba-tiba asistennya mengatakan bahwa ada seseorang yang mencari tuannya


''Siapa yang mencariku?'' tanya Charles


''Saya tidak tau tuan, tapi sepertinya dia bukan orang sembarangan'' ucapnya


Charles langsung keluar menemui orang itu di ruang tamu dan....


.


.