Suamiku Dosen Galak

Suamiku Dosen Galak
Eps 34


Di pinggiran kota M, Sandra mencoba untuk melarikan diri lagi saat tau dirinya diincar oleh Dareen


''Sial, aku harus berlari kemana lagi'' ucap Sandra dan meraih ponselnya


''Brengsek di mana dia, kenapa dia tidak mengangkat telphonku'' ucap Sandra emosi


''Halo ada apa kau mencariku nona?'' tanya seorang pria di sebrang telponnya


''Axel bantu aku, sekarang aku di kejar oleh anak buah Darren'' ucap Sandra


''Maaf, aku tidak bisa membantumu'' ucap Axel enteng


''Jika kau tak membantuku, aku akan megatakan pada Darren bahwa kau yang membantuku'' ancam Sandra


''Apa? Baiklah aku akan membantumu'' ucap Axel


''Apa kau berharap aku memohon seperti itu padamu?'' ucap Axel tertawa


''Kau'' ucap Sandra geram


''Kau sudah tak berguna lagi, rencanamu selalu gagal nona. Jadi jika kau masih ingin hidup, gunakan otakmu nona'' ucapnya


''Aku akan membuatmu hancur Axel'' ucap Sandra berteriak


''Baiklah, selamat menikmati sayang'' ucapnya dan langsung mematikan ponselnya


''Apa kau belum lelah terus berlari nona'' ucap Dion


''Sial, aku harus cepat kabur'' ucap Sandra, namun sudah terlambat, Dion dan rekannya sudah berhasil menangkap Sandra


.


.


''Hai nona, apa kau masih mengingatku?'' tanyanya


''Emmh siapa ya, apa sebelumnya pernah bertemu?'' tanya Hanin sambil berpikir


''Sebelumnya kita bertemu di mall'' ucapnya tersenyum


''Oh iya aku ingat'' ucap Hanin tersenyum


''Kenlakan aku Angga'' ucapnya mengulurkan tangannya


''Hanin, dan ini Risa sahabatku'' ucap Hanin membalas uluran tangan Angga


''Sedang apa kamu disini? Apa kamu sakit?'' tanyanya


''Oh tidak kok. Kalau begitu kami permisi dulu'' ucap Hanin sopan


''Baiklah silahkan'' ucap Angga


.


.


Di sisi lain


''Darren apa yang ingin kau lakukan padaku?'' tanya Sandra


''Tentu saja membunuhmu'' ucap Darren


''Berhenti berpura-pura Sandra, kau yang membantu Rita menyebarkan rumor itu'' ucap Rainer


''Tidak, aku tidak melakukannya'' ucap Sandra


''Bawa dia keluar'' ucap Evan


Tiba-tiba saja, Arya keluar membawa Rita yang sudah sedikit babak belur


''Dasar bodoh, tak berguna'' ucap Sandra langsung merubah exspresinya


''Sayang sekali nyonya Rita, aku harus menunjukkan sesuatu padamu '' ucap Evan memberikan ponselnya pada Rita


''Apa jadi kau yang sudah membunuh anakku'' ucap Rita setelah Mona, video dimana Sandra lah yang sudah membunuh Mona


''Ba...bagaimana mungkin?'' ucap Sandra terkejut


''Apa kau terkejut, karna aku bisa menemukan bukti ini?'' tanya Evan sinis


''Cih, dia sudah menjadi sampah tak berguna. Aku hanya membantunya untuk tidak merasakan sakit lagi'' ucap Sandra kembali dengan exspresi tenang


''Dasar kau wanita gila, kau sudah membunuh anaku aku akan membuatmu mati'' teriak Rita emosi


''Tapi Hanin juga sama, wanita ****** itu juga yang membuat Mona menjadi cacat'' ucap Rita lagi


''Door'' tanpa aba-aba Darren langsung melepas pelurunya tepat di kepala Rita


''Da...Darren apa kau juga akan membunuhku?'' tanya Sandra panik


''Kenapa tidak. Kau sudah membuat istriku menderita. Jadi jangan salahkan aku tidak bersikap sungkan padamu'' ucap Darren


''Darren, apa kau tidak ingin tau siapa orang yang membantuku selama ini'' ucap Sandra berharap Darren akan melepaskannya


''Aku tidak perduli, lagipun aku sudah menemukan dia'' ucap Darren menodongkan pistol pada Sandra


''Darren aku hamil anakmu'' teriak Sandra membuat Darren membelalakkan matanya


''Hamil?'' tiba-tiba ucap seorang wanita terkejut


Jelas saja, semua langsung mencari asal suara


''Hanin'' ucap Darren terkejut


.


Flashback On


Saat Risa akan melajukan mobilnya, tiba-tiba Hanin melihat Gavin masuk ke mobil Darren


''Risa, ikuti mobil mas Darren'' ucap Hanin


''Mana?'' tanya Risa mencari


''Itu, cepat sebelum keburu jauh'' ucap Hanin menunjuk mobil Darre


*


''Tempat apa ini?'' tanya Risa yang melihat gedung besar dan tinggi itu namun seperti tak berpenghuni


''Hanin, mamaku meminta aku segera kembali'' ucap Risa yang baru saja menerima pesan dari mamanya


''Gak papa kamu tinggal aja, lagian juga ada mas Darren'' ucap Hanin


''Kamu yakin?'' tanya Risa


''Tenang aja'' ucap Hanin turun dari mobil Risa


''Baiklah aku pergi dulu bye'' ucap Risa


Hanin langsung saja masuk ke gedung itu


''Tempat apa ini'' ucap Hanin yang terus berjalan mengikuti jalan itu


Samar-samar Hanin mendengar suara tembakan dan teriakan seorang wanita


Flashback Off


''Baguslah kau disini juga, aku hamil anak Darren'' ucap Sandra tersenyum miring


''Sa...sayang ini tidak benar'' ucap Darren panik, dia takut Hanin akan marah lagi padanya


''Plaak'' tamparan Hanin melayang di pipi Sandra


''Nona, apa kau kira aku bodoh?'' tanya Hanin tersenyum


''Apa kau tak percaya jika aku hamil?'' tanya Sandra


''Percaya, tapi aku tidak percaya jika ini adalah anak suamiku'' ucap Hanin penuh penekanan


''Bukankah kau juga sudah lihat aku pernah tidur dengan Darren'' ucap Sandra tersenyum licik


''Jika malam itu mas Darren b tidak memyentuhmu, dari mana kau bisa hamil?'' tanya Hanin pura-pura berpikir


''Lagipun jikai malam itu terjadi sesuatu, tidak mungkin kau langsung hamil secepat ini


''Kau dasar wanita j****g'' ucap Sandra


''Jika istri sah wanita j****g, lalu kau apa?'' tanya Hanin sinis


Semua terkejut melihat Hanin yang tidak takut pada Sandra


''Darren, kenapa saat Hanin marah, kenapa sangat menakutkan'' ucap Rainer


''Benar, seperti singa yang kelaparan'' ucap Gavin


''Bukankah dia sudah pantas menjadi istri sang raja iblis'' ucap Evan yang membuat Darren menatap tajam Evan


''Untung saja mayat Rita telah dibawa pergi'' ucap Rainer


.


''Hanin, jika saja kau tak datang, pasti saat ini akulah nyonya Darren Pramana'' ucap Samdra membuat Hanin tertawa


''Tapi sayangnya sekarang aku nyonya Darren'' ucap Hanin


''Walaupun aku tidak datang, kau juga tidak akan menjadi nyonya di keluarga Pramana. Apa kau lupa, kau tidak di akui oleh mama dan papa mertuaku'' ucap Hanin berbisik membuat Sandra semakin membenci Hanin


''Aku akan membunuhmu Hanin'' ucap Sandra yang menghampiri Hanin, namun dapat di tahan oleh anak buah Evan


''Bawa dia ke tempat biasa, biarkan dia menyadari kesalahannya'' ucap Evan


''Baik tuan muda'' ucap anak buah Evan dan menyeret Sandra


''Lepaskan aku, lepas'' ucap Sandra memberontak


.


''Sayang, ayo kita pulang '' ucap Darren lembut


''Jangan menyentuhku'' ucap Hanin sinis membuat Darren sedikit ketakutan pada istrinya itu


''Selama satu minggu kau tidak boleh menyentuhku, dan kau harus tidur di kamar tamu'' ucap Hanin membuat ketiga sahabat Darren menahan tawa


''Sayang, apa kau tak keterlaluan? Bagiamana bisa aku tidur tanpa memelukmu'' ucap Darren


''Bukannya tiga hari ini kau bisa tidur tanpaku'' ucap Hanin sinis


''Tertawalah jika kalian ingin aku merontokkan gigi kalian'' ucap Darren dingin


''Sayang bagaimana kau tau, kalau tidak terjadi apa-apa malam itu? '' tanya Darren membawa Hanin keluar dari gedung itu


''Kak Rainer yang mengatakannya padaku, dan papa juga mengatakan itu'' ucap Hanin


''Lalu kemarin, apa kau sengaja menghindar dariku?'' tanya Darren


''Iya, aku hanya ingin mengujimu, kau sabar atau tidak menghadapiku'' ucap Hanin enteng


''Ternyata saran kak Kevin lumayan ampuh'' ucap Hanin terkekeh


''Saran Kevin?'' tanya Evan, Hanin hanya mengangguk


''Rainer, potong gaji dan bonus Kevin dua bulan kedepan '' ucap Darren kesal


''Kalau kau berani memotong gaji dan bonus kak Kevin aku tambah menjadi dua minggu kau tidak boleh menyentuhku'' ucap Hanin


''Baiklah kau menang'' ucap Darren pasrah


Namun saat akan menuju mobil, tiba-tiba saja Hanin merasa lemas


''Sayang kamu kenapa?'' tanya Darren menangkap tubuh Hanin


''Darren kayaknya Hanin sedang berbadan dua'' ucap Gavin yang menyentuh pergelangan tangan Hanin


''Maksudnya Hanin hamil?'' tanya Rainer, Gavin mengangguk


Namun tanpa mereka sadari, seseorang mendengar kehamilan Hanin, dia langsung mengepalkan tangannya dengan kuat


''Sial, aku harus cari cara untuk membuat Hanin kehilangan janinnya''