
Malam harinya, saat Hanin memasak tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan seseorang yang mengetuk pintu rumahnya
Hanin pun langsung mengintip dari balik gorden, karna dia takut orang jahat
''Tumben jam segini sudah pulang'' batin Hanin yang langsung membuka pintu
''Kenapa kau mengetuk pintu, bukannya membawa kunci sendiri'' ucap Hanin
''Aki lupa tadi tidak bawa kunci'' ucap Darren
''Aku lapar'' ucap Darren yang langsung duduk di meja makan
''Pergilah mandi dulu, sebentar lagi makanannya akan matang'' ucap Hanin
Tanpa menjawab Darren langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya
Sekitar 15 menit, Darren yang sudah mandi segera turun
''Kenapa kau hanya masak sedikit?'' tanya Darren
''Aku tidak tau jika kau akan makan malam dirumah'' ucap Hanin
''Makanan apa ini?'' tanya Darren
''Itu sambal goreng kentang dan wortel'' ucap Hanin
''Kenapa rasanya seperti ini?'' ucap Darren selalu berkomentar
''Yasudah jika tidak mau kau bisa pesan makanan lain'' ucap Hanin berdiri dan mengambil makanan yang di hadapan Darren
''Iya aku makan. Karna lapar aku mau memakannya'' ucap Darren sambil ngedumel tak jelas
''Dia sedang lapar atau doyan'' batin Hanin yang melihat Darren menambah porsi makanannya
''Kalau kau selesai makan, letakkan saja piringnya disana, besok pagi aku akan mencucinya'' ucap Hanin
''Kau mau kemana? Mau tidur?'' tanya Darren mengangkat sebelah alisnya
''Aku sedang ada tugas, jadi jangan menggangguku'' ucap Hanin
''Terserah kau saja'' ucap Darren
Setalah itu, Darren meletakkan piringnya sesuai dengan yang dikatakan Hanin. Lalu Darren pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan Hanin
Sekitar jam 12malam, Darren turun untuk minum, tapi dia melihat Hanin tertidur di sofa dengan meja yang masih berantakan dengan beberapa bukunya
''Dasar pemalas, apa dia tidak bisa menata bukunya dulu sebelum tidur'' ucap Darren sambil menata bukunya
Mata Darren tak sengaja melihat proposal yang di buat Hanin untuk magang minggu depan
''Cukup menarik'' ucap Darren tersenyum
Darren langsung mengangkat tubuh Hanin dan membawa kekamarnya
Setelah menyelimuti tubuh Hanin, tanpa sadar Darren mengecup kening Hanin dengan lembut
''Apa yang aku lakukan'' ucap Darren
*******
Waktu begitu cepat berlalu. Hanin yang sudah rapi dengan pakaian formal bersiap untuk memulai magang di hari pertama
Setelah menyiapkan sarapan untuk Darren, Hanin pun bersiap untuk segera berangkat
Saat Hanin baru sampai, hanya beberapa karyawan yang sudah datang
''Hanin, kenapa kau datang pagi sekali?'' tanya Bryan
''Iya, aku takut terjebak macet kak'' ucap Hanin
''Kau memang junior yang baik'' ucap Bryan
''Terima kasih kakak senior'' ucap Hanin tersenyum
*
Sementara itu, Darren yang baru turun langsung menyantap sarapan yang dihidangkan Hanin
''Dia bangun jam berapa, pagi begini sudah berangkat rumah juga sudah bersih dan juga masih sempat menyiapkan sarapan'' ucap Darren
*
Kembali pada Hanin
Saat jam kerja sudah mulai, Melly dan Kevin membantu Hanin menjelaskan tugasnya
Karin yang saat itu mengantarkan minuman diruangan devisi keuangan, sengaja menjatuhkan kopi panas pada Hanin
''Aw panas'' pekik Hanin saat kopi panas itu mengenai pahanya
''Eh Karin, kamu gimana sih'' ucap Kevin pada Karin
''Hanin kamu gak papa?'' tanya Melly
''Gak papa kak'' jawab Hanin meringis kesakitan
''Kamu bisa kerja gak sih?'' ucap Bryan kesal
''Maafkan saya, saya tidak sengaja'' ucap Karin memelas
''Ada apa ini, kenapa ribut sekali?'' tanya Dini
''Ini bu, dia menjatuhkan kopi panas pada Hanin'' ucap Kevin
''Karin kamu baru pertama magang, tapi kamu sudah buat masalah'' ucap Dini
''Maaf bu'' ucap Karin
''Sudah bu tidak apa-apa'' ucap Hanin
''Hanin, ikut keruangan saya. Saya bantu kamu oles lukanya dengan salep'' ucap Dini
''Hanin ini pakai dulu bajuku'' ucap Melly memberikan bajunya pada Hanin
''Terimakasih kak'' ucap Hanin
Saat Hanin menuju ruangan Dini, Hanin tak sengaja melihat seorang pria yang tidak asing baginya
''Itu kan kak Rainer, kenapa dia disini?'' batin Hanin yang tidak tau bahwa perusahaan tempat dia magang milik Darren suaminya
''Kemarilah, tahan sedikit ini sedikit panas'' ucap Dini
Di sisi lain
''Dasar ja***g" umpat Karin
"Karin kenapa?" tanya Clara
"Aku itu dimarahi oleh para senior dan bu Dini" ucap Karin
"Kenapa?" tanya Clara
"Karna aku itu menumpahkan kopi panas pada Hanin" ucap Karin
"Emang dasar ya si Hanin ini" ucap Clara
"Sudah kamu tenang saja, kita cari kesempatan lain untuk membalas Hanin" ucap Clara lagi
**
Di kampus, kedua sahabat Hanin dan Nisa merasa kesepian karna kedua sahabatnya tidak di sampingnya
"Hah baru tiga hari gak ketemu Hanin sama Nisa rasanya gimana gitu" ucap Risa
"Iya, kalau Nisa aku tidak begitu khawatir, tapi aku memgkhawatirkan Hanin" ucap Jesi
"Iya itu yang aku pikirkan" ucap Nisa
"Sayang, jalan yuk" ucap Yuda yang tiba-tiba duduk di samping Jesi
"Kamu tuh ya udah kayak lintah tau gak" kesal Jesi
"Iya, kalau aku kan lintah yang selalu menghisap cintamu agar menjadi milikku semua" ucap Yuda gombal
"Weeek" ucap Risa membuat Jesi tertawa
"Sayang, ayo kita jalan" ucap Yuda
"Kamu gak liat, Risa sendirian?" tanya Jesi yang tak tega meninggalkan sahabatnya
"Udah sana, kasian tuh lintah daratnya nempel terus. Kesel aku denger dia gombal terus" ucap Risa
"Sayang bagaimana kalau ajak Risa juga" ucap Yuda
"Risa ayo kita belanja, Yuda bawa mobil nanti kamu jadi sopir dan pengawalku" ucap Jesi
"Dengan senang hati nona" ucap Yuda membungkukkan badannya
***
Siang harinya, Hanin dan ketiga seniornya bersiap untuk menuju kantin
"Eh kalian bertiga saja ke kantin, saya harus makan diluar sama suami saya" ucap Melly
"Yah bu Melly pamer lagi" ucap Kevin yang mendapat pukulan pelan di lengannya
"Makanya cepet nikah" ucap Melly
"Hanin mau nikah sama aku?" tanya Kevin
"Kau" ucap Melly yang menatap Kevin
bu" ucap Kevin, sedangkan Hanin hanya tertawa pelan
Saat sampai di kantin semua mata tertuju pada Bryan dan Kevin. Ya karna selain presdir dan asisten mereka yang tampan, Bryan dan Kevin juga menjadi incaran kaum hawa di kantor itu
"Eh siapa wanita itu, kenapa dia bisa dekat dengan mereka?" tanya Karyawan A
"Dia anak magang" ucap Karyawan B
"Hanin mau makan apa?" tanya Bryan
"Apa saja asalkan murah bisa berhemat" ucap Hanin nyengir kuda
"Vin pesan bakso 3, aku yang traktir" ucap Bryan sedikit keras membuat semua menatap padanya. Sedangkan Kevin hanya menggelengkan kepalanya
"Kak, apa kai bisa bicara pelan sedikit?" bisik Hanin
"Maaf khilaf" jawab Bryan, yang membuat Hanin tertawa pelan
Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi keakraban Hanin dan kedua seniornya itu
"Rainer, segera buat prosedur. Aku mau secepatnya Hanin menjadi sekertarisku" ucap Darren membuat Rainer terkejut
"Baik tuan muda" jawab Rainer
"Tuan muda, hari ini mau makan dimana?" tanya Rainer
"Di kantin perusahaan saja" ucap Darren dan lagi-lagi membuat Rainer terkejut
Rainer masih belum menyadari jika Hanin berada di kantin bersama dengan seniornya
''Oh aku tau sekarang, makanya kau mau makan di kantin'' batin Rainer yang baru melihat Hanin
Saat Darren berjalan menuju kantin, semua karyawan terpesona akan ketampanan, Darren dan Rainer begitupun dengan Mona dan kedua sahabatnya
''Wah seneng banget bisa lihat presdir makan di kantin'' ucap karyawan wanita
''Tumben ya presdir makan di kantin'' ucap Karyawan pria
''Bukankah itu pak Darren, dosen kita?'' tanya Mona pada kedua sahabatnya
''Wah beruntung sekali kita'' ucap Karin
Darren memilih duduk di samping meja Hanin, Hanin yang melihat Darren disana langsung tersedak
''Hanin, kamu gak papa?'' tanya Bryan
''Gak papa kak'' ucap Hanin sambil melirik Darren, Sedangkan Darren sudah menatap Hanin
''Kak, dia siapa?'' tanya Hanin berbisik
''Oh dia presdir di perusahaan ini'' ucap Bryan
Hanin merasa susah menelan salivanya, saat Bryan mengatakan bahwa Darren adalah presdir di Prana Corp
''Nih ayo cepat makan'' ucap Kevin yang memwbawa bakso
''Aku tidak tau, kau suka bakso apa, jadi aku pesankan bakso yang biasa saja'' ucap Kevin
''Terimakasih kak'' jawab Hanin tersenyum manis, namun masih melirik Darren