Sellena

Sellena
Menolong


Ella pergi ke kampus sendirian hari ini karena Steven sedang ada kegiatan mendesak. Entah apa itu.


Sedari tadi, dia merasa ada yang mengikutinya sehingga dia memilih untuk meretas CCTV kampus yang terkenal cukup sulit diretas. Apa yang tidak mungkin saat dia memiliki Camael? Data Perusahaan elit seperti Seven Paradise saja bisa dia dapatkan apalagi hanya urusan CCTV seperti ini.


Ella melepaskan sebuah robot berbentuk laba-laba yang ujung kakinya sudah dia pasang dengan pemindai sensorik. Laba-laba itu masuk ruang kendali dan langsung berubah bentuk menjadi USB.


Viris segera luncurkan beberapa detik kemudian. Keamanan di sana sangatlah ketat sehingga dengan segera, laba-laba itu kembali menarik diri.


Ella yang sudah mendapatkan link database CCTV kampus segera mengutak-atik layar Ipadnya. Lima menit kemudian dia tersenyum saat melihat ada seorang gadis yang mencurigakan. Dia terlihat menelepon seseorang dan menginstruksikan sesuatu.


"Camael, tampilkan percakapannya nanti. Sekarang aku ada kelas yang tidak bisa aku lewatkan"


Ella memang kuliah untuk Elleane tetapi semua pelajaran dia yang menerimanya sehingga dialah yang berkembang. Taktiknya yang lain adalah dia mengambil Home School untuk identitasnya sebagai Ella.


Kegiatannya benar-benar padat. Dia harus menggunakan wig dan aksesoris lain jika akan menjadi Ella.


Dia hanya datang ke Kampusnya apabila ada dokumen yang perlu ditandatangi atau mengumpulkan sesuatu, selain dari itu pembelajaran secara online sehingga dia totalitas menjalankan kewajibannya sebagai pengganti Elleane.


Ella masih mengikuti perkuliahan dengan kidmat. Matanya sesekali menatap layar Ipadnya yang menampilkan CCTV seluruh area kampus. Dia hanya perlu menginstruksikan Camael untuk melihat lebih jelas di mana yang dia inginkan.


Sebarkan CCTV kita di tempat yang tidak terjangkau. Jika ada pemadaman, segerakan pemakaian cadangan baterai pada setiap CCTV sehingga tidak ada kejahatan di kampus ini. Itulah perintah yang Ella berikan pada Camael dengan cara mengetik. Seketika, ribuan robot terlihat keluar dari tas Ella. Namun tidak ada seorangpun yang menyadarinya karena mereka sibuk mendengar penjelasan Profesor.


Semua robot menempati posisi masing-masing dan merubah diri mereka menjadi bentuk yang tidak dicurigai. Ada yang menempel dan menyamakan warna dengan daun, pohon, atau dinding.


Lets play. Ella tersenyum miring melihat beberapa gadis sedang merundung seorang gadis yang sudah kusut bajunya.


"Tolong..." terdengar rintihan seseorang dari dalam kamar mandi yang ditandai rusak.


Ella mencoba membukanya dan benar saja dia menemukan gadis yang sempat di lihatnya melalui CCTV sedang meringkuk kedinginan. Baju yang digunakannya sudah dirobek sana sini dan tampaknya dia diguyur dengan seember air.


Pantas saja dia malu untuk keluar karena dia hampir telanjang. Pikir Ella melihat keadaannya.


"Jangan kemana-mana, mengerti? Toilet ini jarang digunakan jadi pasti mereka tidak akan kembali. Aku akan mengambil pakaian cadanganku di loker.


"Jika saja aku membawa Vino atau Gio, mereka pasti dapat mengatasi masalah ini dengan mudah"


Ella harus mempercepat langkahnya karena khawatir gadis itu jatuh sakit.


"Haish.. Inilah kenapa aku malas menjadi Elleane. Pakaiannya ada hanya ini-ini saja" Ella melepaskan kembali rok dan baju yang agak ketat tapi begitu melihat ada jaket di sana, dia memungut kembali pakaian tadi.


"Ini gantilah dengan ini" Ella menyerahkan baju kemudian menunggu agak lama. Mungkin dia kesusahan melepaskan bajunya.


"Kemarikan bekas pakaianmu"


Si gadis memberikannya tanpa banyak bertanya. Ella kemudian memasukannya ke dalam tasnya dan membawa gadis itu keluar kampus dengan langkah cepat. Melalui bantuan Camael, mereka hanya melewati tempat yang hanya satu atau dua orang lewat.


"Kau aman sekarang. Kau bisa pulang sekarang. Maaf aku tidak bisa mengantarmu karena aku masih ada kelas setelah ini"


"Terimakasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu" Si gadis segera berlalu dari tempat itu sedangkan Ella kembali ke kelasnya.