
Maaf untuk keterlambatan up hingga seminggu. Ada beberapa urusan dunia nyata yang tidak bisa ditunda🙏🙏
Terimakasih "J" untuk mengingatkan Author agar segera up. Loph Yu Ful 😘😘 buat Readers setiaku. Happy Reading😍
***
Ed masih saja memandang seseorang di belakang kakaknya. Orang yang sangat dia benci sekarang berada di bawah atap yang sama dengannya. Tiba-tiba saja dia merasa udara sekitar sedikit berpolusi.
"Kenapa kakak membawanya masuk rumah kita? Pecundang yang membuat gadisku menangis ada di hadapanku, membuatku muak berada satu tempat dengannya. Pergi lagi saja seperti empat tahun lalu. Biarkan gadisku, aku yang mengurusnya. Jangan datang dan membuat kacau semua yang sudah kuatur, SE-NI-OR" Edgar menekankan kata senior. Dia masih menatap tajam mata seniornya. Mencari titik kelemahannya tapi yang ada di sana hanya rasa bersalah.
"Aku tidak bermaksud meninggalkannya waktu itu" Sang senior mencari pembelaan diri yang dia tahu akan percuma bila berhadapan dengan Edgar si keras kepala ini.
"Tidak bermaksud bagaimana? Lihat cara keluargamu memperlakukan dirinya. Aku memperingatimu Tuan Muda Derbaltroz. Jangan umpan kemarahanku dengan menjadikan Ella Warisan Berjalan kalian. Kau dan adikmu sama-sama mengincarnya bukan? Masih ada nona Roberto yang lain yang bisa kalian gunakan jadi jauhi Ella" Edgar benar-benar ingin memukul wajah seniornya tersebut.
"Hey, tenanglah dahulu. Sebenarnya di antara kalian ada masalah apa? Dan siapa gadismu itu, Ed? Ceritakan padaku" Jackson menatap Edgar dan Tuan Muda Derbaltroz bergantian.
"Masa kakak tidak tahu Ella? gadis yang meneriakimu Pedofil dan mesum waktu pertunangan Leon dengan nona Reinar. Dan untuk masalah antara kami, tanyakan sendiri padanya. Bukankah kalian bersahabat? Dia tidak pernah menganggapmu sahabat makanya masih terus menyembunyikan masalah ini denganmu" Ed mencibir Jackson kemudian menepuk pundak kakaknya pelan. Ed berlalu dari tempat itu menuju kamarnya.
"Nick, ada yang ingin kau jelaskan? Kenapa kau punya masalah dengan adikku. Edgar jika sudah menyatakan kepemilikan berarti dia adalah orang penting dalam hidupnya. Aku harap kau bijak dalam hal ini"
"Aku tidak berusaha berebutan pacar dengan adikmu. Ini masalah yang cukup besar dan mungkin berpengaruh pada kejiwaan Nona Roberto"
"Heyyy.. Kau tidak berbuat sesuatu yang mesum kan?" Jackson menelisik raut wajah Nick
"Aku ini bukan pedofil macam dirimu" Nick menoyor kepala Jackson.
"Jangan ingatkan aku akan hal itu. Itu sebuah kesalahpahaman. Lagian gadis itu sudah aman bersama nona Roberto" Jackson mengingat kembali pertemuannya dengan Gadis bayaran waktu pertunangan Leon.
"Jangan bilang kau merindukan dia"
"Bisa jadi. Tapi aku lupa wajahnya. Hey, jangan mengalihkan pembicaraan. Apa masalah kau dan Edgar??"
Nick mengambil napas dan membuangnya kasar. Dia siap bercerita.
"Aku pertama kali bertemu Quiel saat dia masih berumur 8 tahun. Dia bertanya jalan menuju ke perumahan AN. Aku hanya menunjukkan dia jalan. Keadaannya benar- benar memprihatinkan. Dia masih menggunakan baju tidurnya, rambut yang sedikit acak-acakan, wajah pucat dan kaki berdarah"
"Lalu kau mengantarnya?"
" Maafkan aku. Ayah menjemputku dan kemudian mengantarku ke sekolah. Saat itu aku menginap di rumah nenek. Aku benar-benar tidak tahu bahwa rumah yang akan dia tuju adalah rumah Leon"
"Seandainya kau tahu, apa kau akan mengantarnya?" Jackson menelisik lebih dalam lagi.
"Jika aku sendiri, mungkin. Tapi Ayah tidak suka ada orang asing di mobilnya. Aku bertemu kembali dengannya saat Kakek memintaku memata-matai putri keluarga Roberto. Aku terkejut karena gadis kecil itu telah tumbuh remaja dan dia sangat cantik. Dia tampak seperti boneka"
"Bisakah kau diam? Dengarkan semua ceritaku supaya kau paham masalah di sini"
"Ceritakan garis besarnya saja" Demi apapun Jackson tidak suka mendengar orang bercerita panjang-lebar.
"Kami berkenalan saat di sebuah pasar tradisional cina. Aku tertarik padanya dan mengejarnya dengan caraku. Aku kadang-kadang menunggui dia pulang dari sekolah. Hingga suatu hari, aku ingin memberi kejutan padanya. Aku terlalu terburu-buru menyeberang dan tidak melihat sebuah mobil pengangkut minyak berlari cukup kencang dari arah barat. Saat mobil hampir menabrakku, dia datang dan mendorongku hingga aku terlempar ke pinggir jalan dan pelipisku mencium trotoar hingga berdarah"
"Syukurnya itu pelipismu bukan bibirmu"
"Tapi dia mengalami patah tulang dan darah mengalir cukup banyak di jalan. Aku tidak sadarkan diri kemudian karena pusing yang menyerang"
"Lalu kau sadar di Rumah Sakit dan mencari dia" tebak Jackson
"Kau benar. Saat sadar, aku melompat turun dan mengambil infus kemudian berusaha mencarinya. Aku mendengar sayup-sayup teriakan seseorang di kamar yang bersebelahan denganku. Ibuku memarahi dia dan menjambak rambutnya. Mangatakan dia pembawa sial. Ayahku juga hanya menatap gadis itu"
"Lalu kau diam saja?"
" Itu adalah kesalahan terbesarku. Diam dan pasif di saat dia diperlakukan tidak adil. Edgar datang beberapa saat kemudian. Ed mendorong ibuku hingga jatuh. Aku marah kemudian menonjoknya. Dia hanya tersenyum miring kemudian menggendong Quiel keluar kamar. Ada darah di infus, perut dan juga betisnya"
"Bukankah sepatutnya adikku mendorong ibumu? Ibumu marah-marah tidak jelas padahal Ella sudah menolongmu"
"Ibu berkata bahwa jika Ella tidak pernah ada, aku mungkin sudah bertunangan dengan anak dari teman bisnis Ayah dan aku juga tidak mungkin kecelakaan. Ella pembawa sial dan mendekatiku karena tahu kami kaya raya"
"Padahal kau yang mendekatinya"
"Kemudian dengan tiba-tiba Ayah mendaftarkanku di Unversitas di Negara S sehingga aku dijauhkan darinya. Tadi aku melihatnya di sekolah itu membuat perasaan yang kusimpan selama 4 tahun ini bergetar kembali"
"Kau pergi tanpa pamit dan penjelasan. Pantas saja jika mereka membencimu"
"Aku bersalah pada mereka berdua. Quiel menyelamatkanku tapi aku bahkan tidak berterima kasih. Dan Edgar menyelamatkan Quiel dari ibuku. Entah apa jadinya gadis itu bila Edgar terlambat datang"
"Pergi berterimakasih dan minta maaflah. Aku mendukung mereka berdua membencimu. Kau pantas menerimanya. Maaf dan Terimakasih adalah kata dasar cinta kasih"
Entah kenapa Jackson menjadi bijak saat ini. Nick menerima semua saran dari Jackson untuk kelangsungan masa depannya...
KEEP FIGHTING, Broth🤭
***
Apakah Quiella dan Edgar mau memaafkan tindakan bodoh Nick? Diam menyaksikan gadisnya ditindas🙄🙄 Semoga saja😊
Salam ELughta😍😘