Sellena

Sellena
Tragedi Malam Pertama 1


Pesta pernikahan Ella sangat meriah karena di sana hadir anak buahnya yang sedang menyamar. Dia berbaik hati membiarkan mereka menikmati pesta karena selama ini hanya terkurung di markas.


Diam-diam Ella memotret kebersamaan mereka dengan lensa kamera di matanya. Beberapa saat kemudian, acara dansa akan dimulai. Dominic dengan lembut menarik tangan Ella.


Ella hanya menari mengikuti irama. Tidak ada perasaan berdebar seperti beberapa tahun lalu. Matanya tidak sengaja menatap seseorang yang bersandar di dinding dekat jendela. Siluet pria itu membuat jantung Ella seketika berdebar. Ella berdoa dalam hati agar dansa ini cepat berakhir.


"RK-05, berikan aku CCTV yang merekam dinding sebelah utara 10 menit terakhir. Kirimkan ke handphoneku" Ella bicara pada Gio melalui mic anting.


"Sudah terkirim, Nona" Balasan dari seberang sana.


Ella sedikit menjauh dari Dominic yang sibuk bercengkarama dengan teman-teman Sekolah Menengah-nya. Ella fokus mencari sosok itu tapi ternyata dia bersembunyi dengan sangat rapi.


Siluetnya dengan jelas dilihat Ella tetapi tidak terekam jelas oleh CCTV karena kain jendela yang berkibar. Mengutak-atik CCTV itu selama lima menit juga tidak memberikan hasil yang dia inginkan, Ella sangat kesal dibarengi senyum dingin seseorang yang mengamatinya.


"Oh, sok menjadi orang misterius? Jangan sampai aku bertemu denganmu!!" Ella tersenyum miring menatap layar Ipadnya menemukan tinggi, berat badan dan warna rambut orang itu. "Ck! Kalian mengira kameraku ini kalengan apa? Ini adalah fitur terbaik yang pernah ada jadi jangan menjadi misterius dihadapanku" Ella menemukan lagi siluet yang sedikit bahenol tidak jauh dari pria tadi.


Dominic sudah kembali lagi ke pelaminan dan duduk menemani Ella yang terlihat bosan.


"Kau menyesal menikah denganku?" Tanya Dominic pelan.


"Menyesal karena?" Ella balik bertanya.


"Kau terlihat tidak senang dengan pesta yang kita adakan"


"Kak, apa kau tidak lelah berjalan mondar-mandir dari tadi?"


"Tentu saja tidak" Jawab Dominic yakin.


"Kalau begitu ayo bertukar sepatu. Kakak memakai heels dan biarkan aku memakai sepatumu" Ucap Ella karena memang kakinya sudah membengkak.


"Ah maafkan aku. Ternyata sepatu itu menyakiti kakimu" Dominic berjongkok dan melepaskan heels kemudian meniup-niup luka lecet di kaki mulus tersebut.


Keromantisan mereka dilihat seluruh tamu dan beberapa dari mereka mengabadikan moment tersebut. Wanita-wanita menjadi tersipu malu bahkan Renay yang menggandeng lengan Leon ikut merasa gemas sehingga memukul Leon pelan.


Leon tertawa kecil melihat pasangannya itu merona hanya karena beberapa hal romantis. Pada akhirnya tercetuslah sebuah ide gila untuk mengerjai Renay.


"Sayang..." Bisik Leon lembut di telinga Renay sukses membuat merah telinga itu.


"Aaa.. A..daa.. apa.. Kak?" Sahut Renay lamat-lamat menggenggam erat bahu Leon karena gugup.


"Aku menginginkanmu" Bisik Leon lagi.


"Hah!?"


Leon langsung membungkam bibir Renay yang terbuka dengan bibirnya. Dia tidak kesusahan bermain-main di dalam sana karena akses yang mudah sudah dia dapatkan. Renay hanya diam tidak berdaya berusaha menenangkan jantungnya yang bertalu-talu.


Bujukanku sukses membuat Kakak merasakan indahnya berciuman. Syukurlah dia tidak menjadi bujang lapuk seperti cerita siluman rubah di novel yang kubaca. Ella diam-diam tersenyum menyaksikan pasangan itu berciuman di lantai dansa.


Pasangan lain ikut memeriahkan suasana dengan bersuit-suit. Renay memukul bahu Leon pelan karena dia butuh oksigen. Leon melepaskan pangutan ularnya dengan tidak rela.


"Kita lanjutkan lain kali mungkin dengan sedikit ekstrim" Bisikan Leon sukses membuat Renay menahan napasnya. Dia bukan gadis polos jadi dia tahu apa yang dimaksud Leon.


"Lakukan ketika kita sudah menikah"


"Memangnya apa yang akan kita lakukan setelah menikah?"


"Hah!?? Ah.. Itu.. Itu... Berciuman ekstrim??" Renay malah tidak yakin jawabannya.


"Jangan berpikir tentang hal seperti penyatuan. Pikirkan sekarang bahwa aku ini rakus dan ingin melahap habis bibirmu. Tapi sayangnya banyak nyamuk di sini. Mau berganti tempat?"


Berganti tempat dan berganti gaya ekstrim. Hell no. Aku tidak ingin bibirku membengkak. Kak Leon cukup mahir melakukannya. Renay menggeleng kuat menghalau hal-hal mesum dalam otaknya.


"Baiklah kalau begitu. Aku lepaskan kau kali ini karena saudariku tersayang itu memandang kita dari tadi. Temani dia sebelum dia dimakan Dominic sebentar lagi" Leon merelakan Renay pergi sedangkan dia berbalik dan mengambil anggur lalu menyesapnya sedikit.


Tidak buruk juga mendapat gadis polos. Gila... apa yang aku ucapkan tadi kedengaran seperti seorang casanova. Aku menciuminya dengan menggebu. Ada apa dengan hatiku. Leon meraba pelan jantungnya yang berdebar tidak menentu. Aku jatuh dalam pesona keimutannya. Leon yakin akan hatinya sekarang.


Dominic datang membawa sebuah sepatu dengan heels pendek yang cocok dengan kharakter Ella. Gadis yang sebentar lagi menjadi wanita itu tersenyum manis padanya.


"Sama-sama sayang" Dominic mengecup kening Ella lama membuat dua orang yang melihat kemesraan mereka meradang.


***


Sesi foto dengan Dominic sudah selesai. Mereka lupa berfoto di altar tadi karena drama kehamilan.


"Ayo gandeng aku" pinta Ella.


Kedua sahabatnya itu spontan menggandengnya di sisi kiri dan kanan dengan mesra. Mereka bahkan kompak merebahkan kepala di bahu Ella dan memandang Ella seperti pujaan hati sontak membuat ngakak sang fotografer yang ternyata adalah Vico.


Giliran Ella merangkul bahu Leon seperti seorang sahabat dan membiarkan Renay memelototi mereka. Foto itu sukses membuat Ella terlihat seperti pelakor ganas.


Bahkan Ella tidak lupa menggendong Emma ala Bridal style memperlihatkan betapa kokoh lengannya. Sedangkan untuk Renay dan Ella, mereka melakukan gaya yang sama tapi Renay malah memasang wajah takut jatuh membuat Ella ikutan memasang wajah super jeleknya. Jadilah foto itu benar-benar kocak.


"Aishh... Aku sangat jelek" Renay berkomentar melihat wajahnya.


"Kau sangat berat sehingga tidak mampu kugendong. Aku harap kau diet atau gaun pengantin tidak akan muat" Ella mewanti-wanti.


"Hehhehee...." Renay hanya tertawa cekikikan tidak jelas.


***


Semua tamu sudah meninggalkan ballroom sedangkan anggota keluarga masuk ke kamar hotel yang sudah disediakan Keluarga Derbaltroz.


Jangan heran bila Tuan dan Nyonya Derbaltroz tidak ada karena menelisik hubungan mereka dengan Ella yang tidak bagus sejak dahulu kala maka mereka memilih pergi liburan di saat anak mereka menikah. Keren kan punya orangtua begitu?


Untung saja tamu undangan sebagian besar adalah orang kepercayaan Ella sehingga pesta berjalan aman damai tentram. Bahkan Amber yang siap mengerjai Ella tidak diberi kesempatan mendekati Ella kecuali saat berjabat tangan.


Carol, Jay dan si kembar menjadi mandiri dan tidak menyusahkan Ella. Jika ada hal mendesak, mereka akan pergi mencari Emma alih-alih ibu mereka yang nampak seperti ABG kesurupan melihat banyaknya pria tampan.


Apa kabar Richard? Dia bangun dengan tubuh remuk redam setelah dibius oleh Venus dan dibiarkan melayani dua pria perkasa yang agak mehong aliran darahnya. Pemburu, penjinak dan penakluk wanita itu diperk*sa dua pria bongsor nan hom*nisme meninggalkan bercak di kasur yang cukup banyak. Rasain!!! Pulang kena wasir kau😈


Setelah membius Richard, Venus pergi berganti pakaian menjadi Vico dan memotret Ella.


(Kembali ke cerita Ella dan Dominic di kamar yang lagi hehehehe...)


"Kak, sakit!!


"Ini sudah pelan"


"Darahnya banyak sekali" Ella melirik seprai dan kini sedikit takut karena dia belum sembuh sepenuhnya dari penyakit hemofilia.


"Apa kita berhenti dulu menunggu darahnya mengering?"


"Jangan. Lanjutkan saja, nanggung!!"


Akhirnya Dominic menyelesaikan apa yang dilakukannya barusan dengan Ella yang masih meringis kesakitan dan darah yang terus meleleh.


"Ugh! Ini sakit!" Raung Ella ketika mencoba berdiri dan merasa sangat sakit di bawah sana ketika selesai.


"Duduklah dulu. Aku akan mencari dokter"


Dominic seketika panik melihat istrinya berdarah terus-menerus mungkin karena dia terlalu kasar bermain tadi.


(Bersambung....)


***


Tebak menebak siapakah dua siluet manusia yang tertangkap kamera sedang merasa kesal akan kemesraan Ella dan Dominic.


Ella sudah menjadi wanita sekarang lalu apa yang harus dia lakukan selanjutnya?


Maklum di sini tidak ada kipas angin jadi Author tidak berani bikin yang hot pedas cabe rawit. Tapi episode yang akan datang bolehlah πŸ˜πŸ˜πŸ€­πŸ™


Salam ELughta😍😘