Sellena

Sellena
Lumpuh!


Ella menatap pantulan dirinya di cermin kemudian menata ekspresinya sekaku mungkin. Dia sudah mendengar keributan di bawah dan menyuruh Emma untuk turun agar Mami Chyntia tidak sampai di lukai oleh Keluarga Derbaltroz yang datang mengacau.


"Dasar anak tidak tahu di untung. Sudah menikah masuk ke Keluarga Derbaltroz bukannya duduk diam di rumah, tapi justru menginap di rumah orang lain"


"Hey, tante rempong!! Anakmu itu selingkuh di malam pertama mereka sampai-sampai membuat sahabatku shock dan mengalami kelumpuhan!!"


"Anak pelac*r itu saja yang penyakitan. Aku sudah melarangnya mendekati anakku tapi dasar memang dia yang kegatalan sehingga menyerahkan dirinya. Aku malu punya menantu cacat"


Plak!! Nyonya Chyntia yang merasa panas mendengar semua cacian itu segera melayangkan sebuah tamparan ke pipi Laura Derbaltroz membuat pipinya merah. Dia menyayangi Ella sepenuh hati seperti putrinya sehingga hatinya merasa sakit Ella dihina seperti itu.


Ella yang mendengar hinaan Laura hanya bisa mengepal tangannya dan mencengkeram pegangan kursi roda dengan kuat. Denyutan di pelipisnya sungguh menandakan emosinya sudah memuncak.


Dibiarkan malah makin menjadi. Aku akan berikan kalian apa yang namanya rasa sakit.


Brak!! Pintu kamar itu terbuka dengan paksa. Mendengar dari suaranya, Ella tahu siapa itu dan dia membuat wajahnya kaku kembali.


"Sayang... Aku merindukanmu" Sapa Nick dengan lembut mengecup kening Ella mesra. Ella merasa jijik diperlakukan seperti itu.


"Bawa menantu cacat itu kemari!!!!" Lengkingan suara Laura Derbaltroz menggema hingga lantai dua membuat Nick yang terhipnotis dengan kecantikan Ella segera tersadar.


"Ayo kita pulang ke rumah. Bagaimanapun kau berada di sebuah keluarga miskin yang mungkin saja tidak mampu membiayai pengobatanmu sehingga kau tetap begini. Aku akan merawatmu dengan baik di sana" Nick membelai wajah Ella turun menuju bibirnya. Ketika Nick ingin merasai benda kenyal tersebut, sebuah tendangan membuatnya tersungkur.


"Bedebah, sialan!!!"


"Cih! Tuan Muda yang lemah. Hanya tendangan kecil dariku tapi kau sudah tersungkur. Aku akan ikut dengan Ella" Emma mencibir kemudian menggendong Ella dan turun.


"Kau menggendongku apa tidak berat?" tanya Ella pelan.


"Diamlah. Kau sudah kurusan sehingga aku mudah membawamu turun"


"Hati-hati"


Ella kembali diam tidak berdaya ketika sampai di depan Laura. Mami Chyntia tidak berdaya ketika Ella meninggalkan rumah itu sebab para lelaki semuanya sedang bekerja. Dia hanya bisa menangis dan menelpon mereka bahwa Ella sudah dibawa pergi.


***


Nick membuka kursi roda dan mendudukan Ella di sana. Dia mendorong pelan gadis itu masuk. Nampak Erine di muka pintu menunggu kedatangannya.


"Sayang..." Erine mencium bibir Nick dalam di depan wajah Ella tapi sungguh Ella tidak terpengaruh. Tatapannya tetap kosong membuat Erine merasa geram.


"Buat apa membawa si cacat ini kemari?"


"Si cacat ini istri sah Nick jadi sudah jelaskan kenapa dia kembali? Oh yah di mana kamar kami karena tidak mungkin kan kalian bertiga tidur seranjang? Aku tidak ingin otak polos sahabatku diracuni adegan menggerayang antara kalian berdua seperti di hotel waktu itu. Kalian berdua bertumpuk kayak kue lapis" Emma menaruh tangannya depan mereka meniru kue lapis.


"Emm.. emm itu di sana!" Nick menunjuk kamar kosong di samping kamar mereka"


"Apa tidak ada kamar lain di rumah sebesar ini? Kamar pelayan pin boleh. Aku ini masih kecil tidak ingin mendengar suara desahan dari pelakor"


Erine sangat geram dan ingin menghajar Emma tapi Nick dengan cepat mencegahnya. Tidak ingin Emma melukai Erine karena sampai sekarang saja dia masih merasa sakit akibat tendangan Emma.


"Kau bukan tandingannya" Nick berbisik dan menyuruh Erine menunggunya di kamar.


"Biarkan saja mereka tidur bersama pelayan. Toh, mereka tidak ada guna bagi kita" Laura ikutan nimbrung.


"Tidak ada guna bagaimana? Bukankah dengan menikahi sahabatku salah satu anakmu bisa mendapatkan harta 45 persen? Menggiurkan bukan? Tapi sayangnya kalian benar-benar memuakan. Setidaknya persilahkan kami duduk, kek" Mulut cerewet Emma yang entah mengapa hari ini bicara dengan kerennya.


Ella ingin tertawa melihat wajah Laura yang menahan marah.


"Dominic, antar mereka ke kamar pelayan. Aku tidak sudi punya menantu cacat dan seorang pelacur. Aku malu dengan teman-temanku. Urus surat cerai itu secepat mungkin dan ceraikan dia. Harta itu biar mama yang bicara dengan kakekmu. Si tua bangka itu pula tinggal membaginya saja kenapa harus membuat peraturan sana-sini. Semoga dia mati secepatnya"


Mwndengar sumpah serapah itu Emma menjadi geram.


"Aduh tante jangan sumpah-sumpah begitu. Kalau tiba-tiba kakek meninggal tanpa surat wasiat berarti semua harta jatuh ke tangan Ella dong. Bisa-bisa tante miskin, lalu pungut sampah biar bisa di jual"


"Lancang kau bicara seperti itu pada orangtua"


Emma mendorong kursi Ella lalu secepat kilat kabur dari sana meninggalkan Laura yang darah tinggi mulai naik.


"Argghhhh..." Laura melampiaskan kemarahannya pada sebuah vas cantik yang tidak berdaya di banting-banting. Dia makin marah saat mendengar tawa Emma yang mengejeknya.


Lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua. Laura menyusun rencana untuk membalas Emma yang menurutnya sangat kurang ajar.


***


"Camael, akses CCTV" perintah Ella pada Camael setelah tiba di kamar pelayan.


"Baik, Nona" Camael menyahut dengan lantang.


Tidak berselang lama, Ipad Ella menampilkan beberapa gambar rumah itu termasuk kamar mereka saat ini.


"Matikan! Bedebah sialan siapa yang memasang kamera-kamera ini? Emma coba lihat ini" Ella menyodorkan Ipad yang penuh dengan gambar di sekeliling rumah itu.


"Apa ada yang mencurigakan?"


"Perhatikan setiap kamar. Jangan lihat kegiatan Nick dan Erine, lihat saja kamar-kamar pelayan. Kau bisa melihat dengan jelas bukan saat mereka mengganti pakaian?"


"Wah ini benaran gila!! Apa enaknya melihat orang berganti pakaian?"


"Camael, cari di mana ruang kendali CCTV"


"Langsung menuju Laptop Jenko Derbaltroz"


"Tua bangka bau kuburan itu yang menikmati pemandangan ini? Memang dia kan Ayahnya Nick sama Richard jadi wajar saja" Emma kaget mengetahui kenyataan itu.


"Camael, tampilkan rekaman yang sama setiap harinya. Jangan lupa memberiku daftar pelayan di sini. Mungkin aku bisa memanfaatkan mereka. Untukmu Emma, perintahkan Chen dan Gio mengurus surat cerai dan akuisisi anak perusahan Baltroza corp sebanyak 10. Lakukan dengan cepat dan bersih. Mari membuat mereka kalang kabut" Ella merebahkan diri di ranjang lalu mulai terlelap.


Emma mematikan layar Ipad setelah melirik sedikit kegiatan panas antara Nick dan Erine.


***


Nick berpacu dengan kenikmatan yang dia dapatkan. Menggerayangi selingkuhannya itu dengan kecepatan ekstra menjemput letupan gunung berapi yang seketika membuatnya mengerang keenakan.


Erine yang berada di bawah kungkungannya mendesah pasrah dan bergetar hebat. Lengkungan tubuhnya membuat dadanya kembali bergesek dengan dada Nick seketika membuat belalai gajah itu berenergi lagi.


"Kau lelah?"


"Belum terlalu"


Jawaban yang mengandung obat perangsang itu sungguh membuat Nick tertawa senang. Apalagi dia hanya cukup tidur terlentang dan menikmati goyangan Erine.


Ketika tubuh bawahnya bergoyang, bibir Erine tidak tinggal diam. Dia meracau dan terus meneriakan nama Nick hingga akhirnya dibungkam paksa oleh Nick.


Ciuman Nick terus turun menuju gunung kembar yang bergoyang naik turun. Menikmatinya puncak gunung bagaikan bayi kehausan meninggalkan banyak bercak cinta di sisi kiri kanan.


Ketika Erine bergerak makin cepat dan mencengkeram bahu Nick, Nick membalikan keadaan menjadi Erine dibawahnya dan dia yang mengendalikan permainan itu. Menghentak Erine sekuat tenaganya hingga....


Boom!!! Meledaklah kenikmatan itu menghempaskan mereka ke awang-awang. Nick terkulai lemas di atas tubuh Erine.


"Kak, turunlah" Nick memutuskan kontak lalu beringsut dan berbaring di samping Erine.


"Aku akan menceraikannya segera dan menikahimu. Aku harap kau secepatnya mengandung buah hatiku" Nick mencium pelipis Erine tapi sayang Erine sudah terlelap karena mereka sudah bermain beberapa ronde siang hari itu.


***


Ellla sudah di rumah Nick kira-kira rencana apa yang akan dia buat di sana?


☺☺ Sudah cukup permintaannya😭 Gak sanggup lagi membayangkan adegan yang lebih hot. Yaa ampun🙏🙏