
😍😍 Hay Para Readers yang budiman. Semoga anda semua penasaran dengan alur ceritanya yah?? 🤗🤗
***
Kelopak mata itu mengerjab dengan cepat dan menampilkan manik indah yang sayu.
Ella sadar ia sudah berada di dunia nyata saat ini. Bunga tidurnya lebih mirip Bunga Bangkai yang menampilkan ulasan balik kenangan yang sudah lama dia kubur.
Kenapa mimpi itu muncul lagi sekarang? Seolah-olah membawanya menyelami kekosongan hatinya.
Tersentak oleh rintihan kedua sahabatnya, Erine bangun di tiga perempat malam. Dia melihat mereka berdua bermandikan peluh dingin.
"Siapa yang kalian lihat dalam mimpi?" Tanya Erine langsung pada pokoknya.
"Mommy"
"Kakak"
Jawaban berbeda tapi sudah jelas dari rintihan mereka bahwa kedua orang itu pergi.
"Minumlah dahulu"
Erine menyodorkan gelas pada Ella tapi Ella mengopernya pada Emma. Ella hanya merasa Emma lebih membutuhkannya
Dia tahu ibunya sudah meninggal tapi Kakaknya Emma masih di rumah sakit. Dia juga mencoba menenangkan Emma padahal hatinya sendiri diliputi rasa gundah.
"Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa bermimpi buruk seperti itu?"
"Entahlah. Kenapa setelah 4 tahun baru aku memimpikan Mommy lagi? Mommy marah padaku karena membiarkan rumah terlantar"
"Aku mimpi Kakak meninggal. Dokter mencabut topangan hidupnya"
Erine hanya melongo mendengar jawaban keduanya. Apalagi ibunya Ella marah padanya karena tak mampu mengurus rumah.
"Itu hanya bunga tidur saja tak berpengaruh apa-apa terhadap kehidupan normal kita. Aku mimpi wajahku menjadi jelek tapi setelah aku bangun justru menjadi lebih cantik. Makanya aku bilang tak perlu cemas. Ayo tidur lagi"
Kata-kata Erine seperti mantra sihir yang justru membuat keduanya tak bisa tidur.
Mereka masih saja terus memikirkan arti mimpi tersebut hingga kicauan merdu terdengar dari luar jendela. Mentari telah memnerikan sinar hangatnya.
3 gadis cantik itu lebih mirip Panda saat bangun karena bergadang dari jam 3 hingga pagi. Rambut acak-acakan dan kusut. Mereka kemudian bangun dengan lesu dan membersihkan diri.
***
"Hoaaammmm"
Erine masih saja menguap saat sampai di lantai bawah.
"Diamlah Pengantin Dini!!!" Serangan dari Erine dimulai.
"Kakak, ayo diamlah sebentar saja. Jika Kakak diam, lebih terlihat seperti Pangeran loh?!! Hehehe... Kami sedikit merias wajah kami hari ini jadi tidak usah khawatir"
Ella mencoba melerai dan Emma mematung saja.
(Haih! Dia diam seperti es batu begitu apa tidak capek? 🤔)
Kalian tahu apa yang dilakukan Leon? Dia justru makin mengerjai kedua adiknya itu. Oh Iyah plus yang menginap semalam.
"Ayah, Ibu, lihat! Aku tidak yakin sejak kapan kita memelihara Panda tapi mereka sangat imut dan lucu plus menggelikan. Hahahahha"
Tunjuk Leon pada wajah ketiganya.
"Sayangku? Kalian kenapa? Apakah semalam tidur tak nyenyak? Atau bermimpi buruk?"
Tanya Ibu lembut.
(Calon Mertua idaman 😍)
"Kami bertiga bermimpi sangat buruk dan mengerikan. Bayangkan saja. Kami mempunyai Kakak laki-laki yang wajahnya tampan seperti Superman tapi kelakuannya minus seperti Supergila"
Jawaban Erine mengundang kejahilan yang lebih sadis lagi.
"Aku juga mimpi di rumah kita ini ada tuyul. Perempuan lagi"
Kakakku lupa minum obat 😭
Erine melotot kesal pada kakaknya. Bagaimana bisa kakaknya menyerang langsung pada titik terlemahnya.
Dua gadis lainnya hanya tersenyum bungkus tak mampu melawan ledekan dua orang jahil tersebut.
Ketika Erine ingin membalas perkataan Kakaknya, Tuan Simmons bersuara.
"Sudah-sudah! Habiskan makanan kalian"
Titah Tuan Arthur Simmons menghentikan perdebatan mereka.
Jangan kira aku kalah. Untung ada Ayah. Erine
TBC
Apakah Erine akan melanjutkan perdebatan konyol itu nanti? Bisakah dia menang melawan Kakaknya?
Jangan Lupa tinggalkan jejak buat Author yah?? 😍😍😍