Sellena

Sellena
8Leon Bertunangan 2


Hay Readersku tersayang 😍 Maaf telat update karena jadwal harian yang padat dan juga sedikit demam 🤢 Tapi tak apa, sekarang Author sudah sehat kembali. Oke kita lanjutkan kehidupan Ella. Mari Membaca 🤗🤗


***


"Malam ini malam bahagia karena kedua keluarga besar akan dipersatukan melalui pertunangan putra-putri mereka"


MC mulai menceritakan pertemuan kedua insan itu. Sebagian besar cerita merupakan karangannya saja sesuai alur cerita yang dia dapatkan tadi sore. Menambah sedikit bumbu romantis.


Ella yang tahu keseluruhan cerita yang benar memutar bola matanya dengan malas. Ia hanya mendengar cerita itu tanpa berkomentar atau bertepuk tangan riuh seperti yang lainnya.


Ia diam saja saat Erine dengan gembira mencubit atau menyikutnya karena mendengar kata-kata romantis. Ella lebih memilih untuk mencomot beberapa kue.


" Kau ini kenapa? Makanmu banyak sekali"


Tiba-tiba saja datang seorang remaja laki-laki berdiri di sampingnya.


"Aku tak tahu kenapa. Tapi mendengar kata-kata romantis aku menjadi sangat lapar"


Balas Ella dengan malas sambil terus memasukkan potongan kue ke dalam mulutnya.


Dia patah hati atau benar-benar kelaparan? Tanya Pemuda itu dalam hatinya. Dia memberanikan diri bertanya.


"Kau suka pada Leon?"


"Hush.. Tutup mulutmu itu. Mungkin saja kau yang suka pada Kak Leon"


Ella segera menarik telunjuknya yang tadi dia letakkan di depan bibir remaja itu.


"Aku ini Edgar Dhawn. Pewaris bisnis Keluarga Dhawn yang tentu harus punya keturunan lanjutan. Jadi aku tentunya tertarik pada wanita"


Ternyata remaja tampan itu adalah Edgar Dhawn, Putra bungsu keluarga Dhawn sekaligus teman sekelas Ella dan Erine.


"Bicaramu seperti orang dewasa yang mau menikah saja? Wajah imut nan cantikmu ini bagus jika menjadi pria pebinor atau model Androgini"


"hahaha.. Terimakasih. Aku akan mempertimbangkannya"


Ternyata tawa Edgar mengundang lirikan Erine. Yang kemudian ikut nimbrung.


"Dimana kakak-kakakmu, Prica? Kau kan biasanya mengekori mereka?"


"Aku ini tampan, mempesona. 2 tahun lagi para gadis akan berbaris memperbutkanku, termasuk kau. Jadi berhenti memanggilku Prica. Lagian aku punya kakiku sendiri. Aku kemari karena melihat Ella sendirian, kau hanya sibuk bereuforia pada cerita karangan MC yang romantis tapi memuakan"


Ella tertawa dengan membekap mulutnya. Remaja ini mengomel dengan luar biasa dan hanya Erine yang mampu menandinginya.


" Aku tadi tidak sengaja melupakannya. Dia hanya sibuk makan jadi aku inisiatif sendiri untuk lebih banyak tahu informasi tentang calon kakak iparku. Biarpun kau nanti banyak yang mengantri, tapi tetap saja kau Prica"


"Daripada kau Pendek. Pakai sepatu Hak tinggipun tetap saja tak semampai seperti Ella"


"Aku ini memang sudah pendek dari lahir jadi jangan bandingkan dengan Ella yang punya ibu seperti model. Tapi itu lebih baik pendek tapi imut daripada pria tapi cantik"


"Bilang saja kau iri karena aku lebih cantikkan?"


Edgar masih saja mencoba memanasi Erine. Ella nyengir dan sesekali tertawa karena Edgar selalu tepat sasaran.


"Kenapa daritadi kau hanya nyengir kuda begitu? Bantu aku membalasnya" Erine menarik tangan Ella.


"Hahaha.. Sudahlah. Kalian berdua memang cantik, tapi aku lebih cantik. Hahaha... Tuan putrinya akan segera tiba. Kalian tak penasaran?"


Tanya Ella setelah membuat Tomedgar dan Jerryina berbaikan 🤣🤣


"Tidak tuh. Dia kan putri keluarga Rein. Ermenay Reinar" Jawab Edgar mantap plus anggukan Erine.


"Jadi di sini hanya aku sendiri yang tidak tahu dan penasaran tentang calon keluarga kita?"


Ella menatap keduanya tak percaya.


"Keluarga kalian bukan keluargaku. Siapa suruh kau hanya fokus belajar tanpa melihat berita di internet!!" Jawab Edgar.


" Lalu gunanya kalian?"


" Kemarin kan ingin kuberitahu tapi kau ngotot mengerjakan tugas. Sekarang marah-marah. Jangan marah lagi ya? Aku bisa nangis kalau mendengar kau berteriak. Bisa-bisa kecantikanku ini luntur"


Ella dan Edgar hanya saling berpandangan. Gadis di depan mereka ini sangat ajaib dengan tingkat kePDan yang tinggi.


Terima saja dia apa adanya. Edgar


Mereka berdua bicara melalui tatapan mata seperti ada ikatan batin 😍


Setelah tahu tunangan Leon adalah Erme, mereka bertiga kabur dari pesta dan duduk di restaurant hotel. Maklum acaranya di hotel bintang 5 jadi mereka bisa turun menikmati makanan lezat.


"Halo teman-teman... Apa aku boleh duduk di sini?"


Yang bertanya adalah Emma Anderson teman yang kelasnya bersebelahan dengan mereka bertiga.


"Silahkan duduk dan silahkan nikmati"


Si Prica dengan sigap menyodorkan makanan pada Emma agar Emma ikut memakannya.


Mereka berbincang cukup lama. Masing-masing menceritakan kisah yang berbeda. Dan mereka mencoba menjaga rahasia itu hanya di antara mereka. Emma memang orang baru tapi cepat akrab.


Sahabat muncul dengan keadaan yang tidak terduga. Ella berpikir dalam hatinya


Aku senang bertemu dengan orang-orang yang menerima aku apa adanya dan benar-benar lepas bebas. Emma


"Prica, kau yang bayar. Kau yang paling kaya"


Perintah Erine ketika makanan di atas piring telah tandas.


"Tuan pesta yang bayar tentu saja"


"Kami tak bawa dompet"


Ella mengeluarkan Puppy Eyesnya.


"Baiklah"


Segitu saja cukup membuat Edgar luluh.


Dasar Cowok 😅


"Emma, apa kau ikut naik bersama kami?" tanya Erine saat Edgar pergi ke kasir.


"Tentu saja"


***


Saat di dalam lift.


"Apa kalian tidak merasa lucu?" Tanya Edgar saat hampir sampai.


"Lucu apanya?"


Mereka bertiga tak paham.


"Di aula sedang ada pertunangan Kakak dan teman kalian, tersedia hidangan istimewa kan? Tapi kenapa justru kita makan di restaurant hotel?"


Seketika ketiganya menepuk jidat dan tertawa lagi menyadari bahwa mereka lupa kalau mereka sedang berpesta.


Kesalahan kecil itu adalah awal dari segala masalah. Saat itu mereka tertawa dengan sangat gembira tapi mereka tak tahu apa yang telah menunggu mereka di depan lift.


Ting! Lift terbuka dan tampaklah seseorang sedang menunggu mereka.


"Darimana saja kau, anak kurang ajar. Dikasih hati malah minta jantung!!!!"


Seseorang menarik tangan Emma dengan kasar. Ketiganya hanya menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


***


Emma terhitung sahabat mereka walaupun baru bertemu. Jadi apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan Emma dari orang jahat tersebut??


Penasaran? Baca terus yah? Author mencoba untuk menjelaskan masalah dan penyelesaiannya tanpa terlalu membuat flashback yah?? 🤗🤗🤗🤗


Tinggalkan jejak bagi Author yah? Biar Tambah semangat 🙏🙏


#Salam eLughta 😇😇