Polisi Bucin

Polisi Bucin
Episode 3


Amara sedang asyik melamun


Memikirkan apakah dia harus jujur kepada Alex...


Apa yg terjadi lima tahun yg lalu


Antara Amara dan Alex...


Lima tahun yang lalu


Dimana Amara dan Alex sedang berada di sebuah villa keluarga Alex.


Saat itu acara malam tahun baru ,keluarga Oma Mia mengajak Amara ke sebuah villa


Amara memang dekat dengan Nana dan juga Oma Mia. Amara hidup di rantau seorang diri orang tuanya tinggal di desa. Dia hidup di kota sejak SMA.


Waktu itu hujan lebat sekali ,Amara dan Alex saat itu sedang pergi untuk membeli kembang api.


Pas akan pulang ke villa di tengah jalan hujan turun lebat sekali dan kebetulan jalana sepi sekali serta suara geledek nya pun nyaring.


Amara yang takut dengan geledek tanpa malu langsung memeluk Alex.


"Hay,kamu kenapa?"


"Aku takut," ucap Amara


"Jangan takut ada aku disini," Alex pun menenangkan Amara.


Hujan lama sekali tidak berhenti henti semakin malam semakin deras.


Pelukan mereka pun semakin erat. Tanpa di sadari atau pun naluri atau bisikan setan . Sekarang posisi Amara sudah duduk di pangkuan Alex. Yang secara otomatia senjata tajam Alex merespon cepat.


Mereka pun terhanyut suasana ,bibir mereka pun menyatu ..


Yang awalnya lembut menjadi bergejolak. gejolak kawula muda...


Malam itu pun terjadi sesuatu hal yang terlarang....


Setelah kejadian malam itu Alex pun melanjutkan pendidikan nya sebagai Polisi.


Amara menyimpan rahasia itu rapat rapat karena dia tidak mau cita cita Alex hancur karena tau jika dia hamil anaknya.


Orang tua Amara pun sudah meninggal saat Amara hamil Junior tiga bulan, orang tua Amara tidam tau jika anaknya sedang hamil.


Karena selama ini Amara tinggal di kota.


Selama ini Amara di bantu oleh Oma Mia dan Nana untuk merawat Junior. Bagaimana pun juga Junior adalah darah daging Alex yang merupakan Adim kandung dari Oma Mia.


Dan saat ini entah takdir atau memang sudah waktunya jika Alex harus tau jika dia sudah mempunyai seorang anak dari Amara.


***


Tok


Tok


Tok


Amara pun menuji pintu Karena ada yang mengetuk pintu rumahnya.


"Hai," ternyata Nana yang datang ke rumahnya


"Ini ada kiriman dari Mami untuk kamu dan Junior,"


"Repot repot biasanya juga kan nanti aku kesana ama Junior," Terkadang memang Amara jika malam sering makan bersama dengan Oma Mia.


"Santai aja,bosen aja di rumah,kita kan sudah jarang banget ngobrol ngobrol," Sepertinya Nana sudah tau jika saat ini Amara sedang galau karena tadi siang dia bertemu dengan Alex.


Mereka pun duduk di teras belakang meski teras dan taman minimalis tapi nyaman untuk bersantai sambil menikmati cemilan.


Amara pun membuatkan minuman untuk Nana


"Na,minum dulu,"


"Repot repot biasanya ntar aku ambil sendiri,"


"Santai aja sekalian aku juga lagi haus,"


"Junior mana tumben anteng,?"


"Itu lagi tidur ,kecapekan deh seharian main terus,"


"Iya, ya tadi kan biasanya habis makan tidur ini dia malah asyik main ama Bang Alex," ucap Nana


"Iya,seneng banget tadi dianya,"


"Hmmm,Amara sebenarnya ada yang mau aku omongin," ucap Nana ragu


"Bicara aja,"


Nana bingung harus bilang apa soal Alex yang akan menikah karena memang Alex tidak tau jika sudah mempunyai anak.


Dan Nana pun kasihan dengan Amara karena selama ini dia membesarkan Junior sendiri. Dari awal Oma Mia dan Nana sudah menyuruh Amara untuk jujur kepada Alex. Tapi Amara takut jika nanti menghancurkan impiannya....