
Alex masih syok jika dia memiliki seorang anak.
"Kamu beneran kan,ga ngerjain aku?" tanya Alex masih bingung
"Kalo ga percaya besok tes DNA aja sana," jaawab Amara judes
Amara sedikit kecewa sama Alex. Karena Alex masih meragukan Junior.
"Iya,aku percaya jadi selama ini kamu ngerawat Junior sendiri?"
"Iya,di bantu Oma Mia dan Nana,"
"Jadi mereka sudah tau?" ucap Alex sedikit kesal karena selama ini kakak dan keponakannya menutupi kebenarannya
"Iya,"
"Amara,maafin aku ya selama ini meninggalkan kamu dengan merawat Junior sendirian,"
"Santai aja,"
Dengan jawaban Amara yg tenang seperti itu membuat Alex semakin bersalah saja.
Malam semakin larut tapi dua insan ini yang sudah sekian lama tidak bertemu masih betah untuk mengobrol.
Drtt
Drt
Ponsel Alex berbunyi,ternyata komandan nya Alex yg menelpon jika ada tugas mendadak.
"Ra,aku pulang dulu ya,ini ada tugas Negara," ujar Alex
"Oke,hati hati ya," ucap Amara
Cup
Alex pun mencium kening Amara dengan lembut
"Oke bye," ucap Alex sambil masuk ke dalam mobilnya.
Jantung Amara berdetak seperti genderang saat tiba tiba Alex mencium kening Amara.
Alex adalah cinta pertama Amara,begitu pula Alex. Selama lima tahun dia ditugaskan di luar pulau dia tidak pernah berhubungan dengan seorang perempuan. Meski banyak perempuan yg mengejarnya dari Polwan yg satu tingkatnya,juniornya bahkan senior nya pun banyak yg suka.
Tapi Alex tidak pernah menanggapinya. Karena hatinya sudah untuk Amara.
####
Pagi hari seperti biasa pasti Amara di sibukkan dengan menyiapkan keperluan Junior sekolah.
Kebetulan hari ini hari sabtu kantor Amara libur. Jadi dia tidak begitu terburu buru.
Setelah menyiapkan keperluan sekolah Junior dan juga sarapan pagi dengan Junior. Amara pun mengantar Junior ke sekolahnya.
Tepat pukul tujuh pagi Amara sudah mengantar Junior ke sekolahnya.
"Bye,mama" ucap Junior ketika sudah sampai di sekolahnya
"Sekolah yang bener ya,"
"Oke Mama" Junior pun langsung masuk ke kelasnya.
Amara pun kembali ke rumahnya, seperti biasa jika dia libur pasti membersihkan rumahnya.
Setibanya di rumah nya dia pun langsung ganti kostum kebesarannya...hehehe...
Sungguh sexy dia... Amara memang terkenal modis dan **** jika berpakaian
Amara pun mulai dengan menyapu,ngepel,cuci cuci...
Tok
Tok
Pintu rumah Amara ada yang mengetuk dan Amara tidak mendengarnya karena saat ini Amara sedang mencuci baju dengan mesin cuci jadi tidak dengar jika ada yg mengetuk pintu.
Klik
Ternyata Amara lupa mengunci pintunya.
Alex pun langsung masuk saja ke dalam.
"Ceroboh sekali," Gumam Alex
Alex pun masuk ke rumah dan mencari Amara. Dan dia melihat Amara dengan baju yg begitu ****.
"Eh ,Alex" Amara kaget ketika ada Alex di meja makan
"Kebiasaan ceroboh ,pintu rumah ga di kunci," Omel Alex dengan tatapan matanya yg tajam menatap Amara yg begitu cantik.
"Hehe," Amara hanya tersenyum,dia semakin gugup karena Alex menatapnya begitu tajam apalagi saat ini dia hanya mengenakan daster kebanggannya.
"Kamu mau minum apa?"
"Hmm susu," ucap Alex
"Apa?" Amara pun kaget
"Becanda,apa saja ,"
Amara pun membuatkan kopi buat Alex. Alex masih saja menatap Amara.
Tidak berapa lama kopinya pun jadi. dan Amara pun menyajikan nya
"Ini kopinya,"
"Makasih,"
"Hmm Junior mana?"
""Sekolah"
Tidak sengaja saat Amara akan mengambil cemilan di depan Alex dia sedikit membungkuk dan memperlihatkan pepaya gantungnya. Karena kebiasaan jika di rumah dia jarang memakai pakaian dalamnya.
Alex pun menelan saliva nya
"Auh panas," Alex pun meminum kopi itu yg masih panas
"Hati hati masih panas," Amara pun reflek mendekat dan meniup bibir Alex yg terkena panas.
Mereka pun semakin dekat,hawa panas menjalar. Apalagi disuguhkan dengan Pepaya yg siap di makan.
Cup
Alex langsung menyambar bibir Amara yg selalu dia rindukan...
Amara kaget dengan serangan dari Alex...