Polisi Bucin

Polisi Bucin
Episode 11


Hari ini pun Amara berangkat ke luar Kota dan Junior dititipkan kepada Oma Mia.


Sudah sering Junior dititipkan kepada Oma mIa saat Amara pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan.


Sekita satu jam perjalanan Amara dan team sudah sampai di kantor cabang yang akan mengadakan grand opening.


Acara Grand Opening ini banyak mengundang tamu penting. Karena acara pembukaan cabang baru ini membuat Amata begitu sibuk hingga dia lupa mengabari Alex jika dia keluar kota.


Di sisi lain Alex pun sedang tugas di luar kota,Alex juga sama sibuknya hingga dia tidak mengaabari Amara.


....


Malam menjelang Amara pun kembali ke hotel yang sudah disiapkan oleh pihak kantor. Amara begitu sampai di kamar hotel dia pun langsung membersihkan dirinya,karena badannya sudah lengket karena kegiatan tadi siang.


Amara pun berendam air hangat merilekskan badan dan pikiran nnya. Sekitar tiga puluh menit Amara selesai mandi,dia pun sudah memakai baju tidurnya.


Dia pun menelpon Junior sebentar menanyakan keadaannya. Syukur lah Junior merupakan anak penurut jadi tidak membuat Oma Mia kerepotan.


Setelah menelpon Oma Mia,Amara ingin tidur karena sungguh lelah sekali. dan besok pagi dia harus menyiapkan acara.


Dreet dreet


Amara baru saja memejamkan mata ponselnya berbunyi..


"Iya,hallo," jawab Amara setengah sadar


"Halo,sayang udah tidur ya?" Ternyata Alex yang menelpon Amara


"Iya,mau tidur,"


"Hmmm ganggu ya,"


"Iya," Jawab Amara jujur


"Ya udah tidur lagi aja," Jawab Alex kecewa.


"Iya,"


tut tut tut


Sambungan telepon terputus ,setlah sekian detik Amara sadar jika tadi Alex menelponnya. Karena takut Alex salah paham Amara pun mencoba menghubungi Alex dengan melakukan panggilan video


Cukup lama Alex mengangkat panggilan Amara setelh sekian menit baru diangkat oleh Alex


"Sayang lama banget sieh ngankatnya," ucap Amara


"Hmmm"


"Hmm ada yang marah nie,"


"Ga "


"Idih bete ya"


"Sayang,kamu ngapain?" Ucap Alex saat melihat bukit kembar kesukaannya


"Tidak apa apa,cuma sedikit gatal," Amara sedikit menggoda dengan semakin mendekatkan kamera ke dua bukitnya.


"Sayang,ngomong ngomong kamu dimana kq ga seperti di kamar,"


"Ouh aku lagi di hotel X,ada kerjaan di cabang,"


"Apa?"


"Kenapa?"


"Terus Junior sama siapa?"


"Sama Oma Mia,"


"Syukurlah,sayang jangan menggoda aku terus ya,itu kenapa kelihatan jadi pingin," ucap Alex karena sekarang jelas sekali Bukit kembarnya terlihat polos sungguh men goda.


"Biasa aja kali,"


"Eh,bentar tadi kamu bilang ada di hotel x ya? nomer berapa?"


"Nomer 405"


"oke"


tut tut


tiba tiba sambungan teleponnya di putuskan secara sepihak oleh Alex.


Amara pun melanjutkan tidurnya karena dia benar benar lelah dan mengantuk...


Ketika Amara ingin memejamkan mata nya suara bel di kamarrnya berbunyi


"Siapa sieh malam malam ke sini,tidak tau apa ini kan waktunya orang tidur," gerutu Amara dia pun dengan malas membuka pintu kamar hotelnya


ceklek


"Surprise,"


"Kq bisa,"


"Ya bisalah Alex gitu lho," ya yang datang malam malam ke kamar hotel Amara adalah Alex.


Setleah Alex tau jika Amara menginap di Hotel X Alex oun langsung menyusul kebetulan Alex juga menginap di hotel x


"Kq bisa kamu disini?"


"Ya bisalah,"