
Selamat membaca
Skip
skip
skip
Warning..π₯π¦
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
"Jangan pura-pura mencintai gue terus,loe juga harus bahagia dengan pilihan loe. pergilah gue gak papa kok."Ucap lala matanya memerah namun ia tahan
"Apa maksud loe ?"Tanya Vano masih menahan tangan lala
Lala Memutar tubuh nya mengahadap Vano "Aku tak semua nya Vano,sudah cukup kita berpura-pura seperti ini."Ucap Lala Lagi
Vano tak menjawab ucapan lala Vano langsung menarik paksa tangan lala masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut .
Setelah sampai di apartemen mereka Vano Melepaskan tangan lala "Apa Mau mu ?"Tanya vano menatap datar wajah lala
"Kau yang memulai pernikahan ini dan kau tau siapa orang yang aku cintai ."Ucap Vano dan lala hanya bisa diam
"Kau yang memaksa ku ."Ucap Vano lagi
"Baik lah biar kan aku pergi."Ucap Lala namun tangan nya ditarik paksa Vano
"Kenapa pergi?Rubah aku seperti yang kau mau ."Ucap Vano lagi memasang wajah datar ny
"Jangan egois lala."Ucap Vano lagi
"Ego kamu yang mana tidak aku mengerti ?Cerita mana yang tidak ku dengari?Sibuk kau yang mana yang tidak ku pahami?Kau menyalahkan aku mengabaikan aku ,Dan kesalahan kau yang mana tidak ku maafin VANO?"Tanya lala menggebu-gebu hati nya ikut sesak
Vano terdiam
"Ya kau benar,aku yang memaksa mu. Karna Aku tak mau kau terpuruk dengan cinta yang tak terbalas."Ucap Lala Lagi
"Kesalahan yangs sering dilakukan manusia tanpa sengaja,Merindukan sosok seseorang yang kini sudah menjadi milik orang lain."Sindir lala kepada vano lebih tepat nya suami lala sendiri .
Lala Hendak pergi dari sana namun secepat kilat Vano menahan tangannya "Kau yang sudah membuat ku seperti ini maka perbaiki ."Ucap Vano pada lala dan vano secepat kilat membungkam bibir lala dengan bi bir nya
"Ehmmm...emmmm...Vano...ehmmm."Suara erangan Keluar dari mulut lala karna mendapatkan serangan dadakan dari Vano
Vano memperdalam Pagutan mereka sambil tangan nya menjelajahi seluruh lengkuk tubuh istrinya ."Ehmmm......"Suara keduanya saling menikmati .
Vano melepaskan pagutannya dan mengangkat tubuh lala masuk kedalam gendongannya dan membawa lala kedalam kamar mereka .
"Vano aku."Rengek lala manja namun Vano kembali mengecup bi bir lala tak membiarkan lala merusak semuanya lagi .
Vano langsung membuka satu persatu kancing baju kemeja nya dihadapan lala yang sedang menatap nya dengan rasa cemas dan ingin .
"Vano ."Ucap Lala lagi sedikit memohon Namun
"Ohh..."Lala langsung membungkam mulutnya karna tanpa sengaja matanya melihat senjata Vano alias suaminya berdiri seakan ingin mengajak nya tempur .
"Vano,aku."Ucap lala namun Vano langsung Melu mat mulut lala dengan agresif nya "Ehmmm..."
"Tidak ada Penolakan lagi."Ucap Vano sambil membuka dress lala dan mereka pun sama-sama tanpa busana .
Vano sudah siap ingin menancapkan senjatanya Namun Lala "Vano pelan-pelan yah,punya ku masih sempit nanti jebol."Ucap lala polos pake banget
Vano hanya menggelengkan kepala nya .
Cup
Vano mengecup pipi dan bibir lala sejenak dengan satu hentakan "Aghhhh...."Lala berteriak histeris
"Belum sayang."Seru vano kembali mengecup gunung kembar istrinya
"Ahhh....Vano."Rengek lala namun terdengar sensual ditelinga Vano
Vano mencoba sekali lagi "Aghhhhhh...."Kali ini lala berteriak kesakitan karna senjata suaminya tertanam dengan dalam nya di area miliknya .
"Ssttt...ahhhh.....vano sakit."Pekik lala memukul dada Vano
"Sakit nya cuma sebentar kok , tahan sedikit ya hmm...."Ucap Vano menenangkan lala istrinya .
Lama Vano membiarkan miliknya beradaptasi didalam sana dan vano pun mengegerakan pinggul nya dengan perlahan "Agh...."Lala Mend esah dan Vano mempercepat Gerakannya
"Agh...Em ."Vano ikut Mend Esah nikmat
Lala menarik rambut Vano karna ia akan mencapai puncaknya "Agh...Vano aku ."Suara lala dibungkam Vano dengan mulut nya
dan
"Aghhhh....."Keduanya melepas bersamaan
Hari itu dimana cinta dan sayang baru tumbuh didalam hati keduanya .
Bersambung....
ππMaafkan Jari othor yang khilaf ππππ
Salam Sayang
putri