Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Dia Datang!!!


Selamat membaca


❤❤❤❤❤


Setelah mengucap kan Bungsu dari dalam mulut nya mentari menggenggam erat tangan papa herman "Hujan tak pernah tau untuk apa ia jatuh. Tapi air mata selalu tau untuk siapa ia jatuh."Ucap Mentari dengan air mata menetes mengenai tangan papa nya .


"Percaya pada diri sendiri, meski mungkin saat ini saya sedang bersedih. Karena penyemangat terbesar dalam hidup saya adalah dirik saya sendiri."Seru mentari lagi


"Aku Wanita beruntung bisa melihat menikmati pahitnya dibuang keluarga ku sendiri ."Ucap nya dengan air mata berlinang .


"Seharusnya, keluarga adalah tempat perlindungan saya. Seringnya justru keluarga menjadi tempat saya menemukan rasa sakit hati terdalam."Ucap Mentari lagi dengan mata memerah


Papa Herman Hanya diam Dengan sesekali menahan sesak dan nafas yang tersengal-sengal .


"Papa, mengingatmu merupakan suatu hal yang mudah, dan saya telah melakukannya setiap hari. Merindukanmu adalah hal yang tersulit karena rasa sakit ini tidak pernah pergi."Seru Mentari lagi dengan lirih


"Ketika teringat sebuah ketidakadilan didalam keluarga saya,saya coba untuk menghela nafas agar saya tidak pernah seperti itu."ucap mentari membuat papa herman semakin bersalah .


Mentari melepaskan Genggaman tangannya lalu Berdiri mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas nya ."Ambillah ,Saya harap ini lebih dari cukup untuk berobat . Jika kurang bisa hubungi saya melalui anak anda Alina , Permisi."Ucap mentari .wletakan amplop tebal berisi uang itu disamping ranjang papa herman dan meninggalkan kamar itu .


Namun saat mentari sampai di depan rumah,Ia sedikit Kaget wanita yang seharus nya menjadi pelindung bagi adik nya namun menjadi musuh kepada adiknya sendiri .


Alina Berdiri tepat di depan pintu rumah ."Gimana Jadi orang kaya ?enak ya?."Cicit Alina kepada Mentari


Namun Mentari Lagi-lagi diam tak ingin memperdulikan kakak nya itu .Alina Kembali mancing emosi Mentari "Ngerebut Calon suami Gue,Murahan Sekali."Ucap Alina dan Lagi lagi mentari hanya berdiri diam tak ingin membawa satu kata pun .


"Cih,pasti loe peletkan Dev?dasar *** ***."Ucap Alina dan mentari langsung mencengkram tangan kakak nya itu.


"Jika aku diam Bukan berarti aku takut dengan Loe ya , Ingat Itu."Ancam mentari


"Apa loe bilang murahan?Rebut calon suami loe?Ja lang?Itu pantasnya buat sir loe sendiri paham Loe."Cicit mentari masih mencengkram tangan Alina dengan Kuat


"Bercerminlah dahulu sebelum loe membuat cermin orang lain."Ucap mentari dengan senyum jahat nya


"Silahkan ngomongin gue sepuasnya, gue hanya senyum saja karena gue tahu, karena akan ada yang membalas."Ucap Mentari sambil menghempaskan tangan Alina dengan kasar


Mentari melangkah menjauh namun dengan Cepat Alina Menarik tangan mentari dengan kasar dan memilih nya .


"Awwwssss...."Ringis Mentari menahan sakit


"Jangan Pernah Mengancam Aku untuk meninggalkan suami ku,Karna kau tak punya hak."Ucap Mentari pada Alina dengan sorot mata tajam nya.


"Murahan dari mananya gue Hahk,Gue dirusak dan ditanggung jawab oleh suami gue Sendiri CATET ITU."ucap Mentari sambil berlalu pergi meninggalkan Alina yang mengerang kesal


Namun langkah mentari terhenti kala seorang wanita muda yang tak asing baginya ada dihadapan nya saat ini .


"Loe."Ucap Mentari Menunjuk sandra yang baru datang .


"Ya Gue ,Kenapa?"Tanya Sandra dengan mata melotot


Mentari menatap sandra dan Alina Bersamaan "Cih ternyata ini ulah kalian Berdua , Rendahan sekali."Ketus mentari dengan wajah jijik nya membuat Alina dan sandra kesal


Sandra Langsung Menarik tangan Mentari dan Alina pun ikut menarik tangan sebelah nya "Lepasin."Ucap Mentari dengan wajah marah nya .


"LEPASKAN TANGAN ISTRI KU JIKA TAK INGIN BERURUSAN DENGAN HUKUM ."Suara dev keluar dari mobil di depan teras rumah Alina dan semua orang menatap dev termasuk mentari .


Alina dan sandra reflek melepaskan tangan mentari dengan cepat.


Mentari langsung mengibas tangan nya merasa jijik karna di sentuh wanita ular itu .


"Dev ."Panggil mentari pada suaminya dan berjalan masuk kedalam pelukan Dev


Sebelum mentari pergi meninggalkan rumah itu ia berkata "Selagi bukan malaikat yang ku hadapi,Manusia seperti mu tak pantas ku takuti ."Ucap mentari


"Ketika kebaikan ku DIMANFAATKAN,disitulah sifat IBLISKU ku keluarkan paham kalian ."Ucap mentari pada akhirnya menekankan kata-kata nya .


Cup


Dev mengecup kening istrinya dan mereka pun meninggalkan tempat itu dengan Alina juga Sandra yang kesal .


Bersambung ....


Terimakasih banyak yang udah dukung vote komen juga Like di karya othor yang banyak sekali kekurangan nya ini 🙏🙏😉


salam sayang


putry