Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Toko perhiasan


Selamat membaca


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Pagi ini Dev sengaja tidak bekerja karna istrinya melarang .


"Sayang kau yakin dengan keputusan mereka?" tanya Dev kepada Mentari yang sedang menyiapkan pakaian nya .


"Aku nggak tau Dev , tapi Lala tetep kekeuh ingin nikah dengan Vano dan siang ini mereka akan membeli perhiasan untuk pernikahan nya jadi kita wajib ikut juga." ucap Mentari panjang lebar menjelaskan pada Dev


"Ya baiklah." ucap Dev lalu memakai bajunya yang disiapan oleh Mentari tadi .


"Mau sarapan ?" tanya Mentari .


"Sarapan?"Dev mengulangi kata-kata istrinya


"Iya sarapan." ucap Mentari lagi


"Ah tidak-tidak , buatkan aku kopi saja oke." pinta Dev ,Ia trauma akan ada makanan asin lagi.jadi lebih baik nanti pesen makan diluar saja .


"Oke tunggu ya.." seru Mentari lalu meninggalkan Dev sendirian di kamar .


Dev pun berdiri di samping jendela kamar nya,teringat akan orang tuanya namun Dev tak berani pulang jika istrinya belum juga hamil .


Pikir Dev jika Mentari hamil setidaknya orangtua Dev tidak akan marah padanya apalagi ada calon anak dan cucu .


"Dev.." panggil Mentari langsung menyadarkan lamunan nya


"Ini Kopi nya ." seru Mentari sambil menyodorkan kopi dihadapan Dev .


"Terimakasih ." ucap Dev dan Mentari pun tersenyum


Dev pun meminumnya dengan hati-hati karna masih panas ,Namun sedetik kemudian Dev menjauhkan kopi itu lagi-lagi Dev menjulurkan lidah nya keluar "Asin lagi?" ucap Dev pada Mentari


"Kok bisa?"Mentari balik bertanya


"Mana aku tau Mentari,kan kamu yang bikin ."Ketus Dev sudah kembali kesal cuma ia coba kontrol agar tak terjadi salah paham lagi .


"Sebentar, coba aku ingat."ucap Mentari sambil mata nya menatap langit-langit


Dev hanya mengikuti arah mata istrinya lalu geleng-geleng kepala .


"Ah sudah ingat, tadi tu aku mau masukin gula tapi lagi pengen masukin garam gak papa ya?ayo minum lagi Dev ." pinta Mentari seenak nya dan kembali menyuruh Dev meminumnya .


"What...?"Dev


"Astaga,apa begini cara istriku menyiksa."Batin Dev meratapi nasibnya .


*********


Sesuai janji mereka pun bertemu di Mall terbesar disana untuk menemani Lala dan Vano membeli perhiasan .


Lala Masih memasang wajah masam pada vano "Udah, gue minta maaf." ucap Vano pada Lala


"Loe sibuk di wa,Sementara gue nunggu loe di fb dengan mode gratis Vano." cicit Lala dengan kesal sedangkan yang dimarahi hanya menahan tawa .


Pasal nya Lala kelamaan nunggu Vano karna kehabisan kuota dan harus chat melalui fb


"Maaf tadi gue keasikan nonton sinetron azab." ucap Vano


"Gue nonton sinetron azab bukan nya tobat,malah hafal lagu opick." ucap Vano lagi


Lala mau ketawa namun ia tahan


"Tapi loe beneran pura-pura mau dengan gue kan?karna gue gak mau disisi loe Lala?" ucap Vano jujur


"Jika loe tidak mau disisi gue,Semoga loe diterima disisi tuhan ."ketus Lala plong begitu saja


"Sialan Loe."ketus vano


Tiba-tiba


"Eh ...udah lama nunggu?" tanya Mentari yang baru datang bersama suaminya .


"Lama pake banget ." cicit Lala membuat Vano terkekeh,soalnya Lala dari tadi mengumpat kesal dengan Vano


"Ah..ya maaf ." ucap nya lagi


Mereka berempat pun berjalan mencari toko yang cocok bagi mereka,Namun dipertengahan jalan Mentari sok paling cantik jika berhubungan dengan wanita yang lewat disekitaran Mall tersebut .


"Gak nyangka gue paling cantik." ucap Mentari memuji dirinya sendiri .


"Pupppsssstt "Vano menahan tawa nya


Mentari menatap Vano sekilas"hey biji karet kenapa loe menertawakan gue?"Sinis Mentari pada Vano sambil berjalan


"Jangan ngaku cantik kalau belum pernah dipuji suami sendiri." sindir Vano membuat Mentari terpancing .


Mentari pun menghentikan langkah nya ,"Dev puji aku."Perintah Mentari sambil mengerucutkan mulut nya


Lala memutar bola mata jengah,"konyol"


"Istriku Cantik,Manis,baik , penyayang sama suami dan pinter di kasur ."Ucap Dev membuat pipi Mentari merona


"Weeekkkk."Mentari menjulur kan lidah nya kepada Vano


"Cih."


Mereka pun tiba ditoko perhiasan ,Mentari dan Dev sibuk melihat-lihat cincin seakan mereka yang akan menikah .


Vano melihat satu cincin lalu mengambil nya dan menghampiri Lala "Izin kan aku menghalalkan mu La?"Ucap Vano dengan wajah serius


Belum Lala jawab Mentari sudah dulu bicara


"Maaf mas ,AKU BUKAN BABI."


"Bener juga."Cicit lala ikutan nyambung


Bersambung.....


Maaf jika Novel othor banyak candanya πŸ˜”πŸ˜ŒSerius nya ada di bab tertentu πŸ˜„πŸ™πŸ˜‰


Bantu othor like komen juga vote yaπŸ™terimakasih


Salam hangat


putri