
Jum'at berkah๐๐
selamat membaca
๐น๐น๐น๐น
Setelah mendapatkan tatapan tajam dari Mentari Dev langsung keluar dari kamar mandi dan memakai baju nya yang disediakan oleh mentari .
Mereka memang sudah membeli pakaian ganti untuk Dev .Dev masih menunggu mentari Yang belum keluar dari kamar mandi ,Duduk Dikursi rias mentari .
Karna Lama Dev Pun Berdiri Dari Duduk lalu menghempaskan Tubuhnya di ranjang Mentari ingin Merebahkan tubuhnya yang lelah namun sayang
"Aaghhhh."Jerit Dev Saat menghempaskan tubuhnya di ranjang itu Namun dengan cepat Dev Membungkam mulutnya agar mentari tidak mendengar Jeritannya dan membuat kehebohan Lagi .
"Ini Kasur atau Papan sih?Sakit Banget Punggung ku Aduhh."Umpat dev kesal kembali duduk mengusap-usap punggung nya yang sakit .
Menatap sekilas ranjang itu dengan wajah dongkol .
Dev Memainkan ponselnya dan tak lama mentari pun keluar dari kamar mandi hanya melilitkan tubuhnya dengan handuk .
Dev mengadakan tatapan nya kearah mentari
Gleggg
Dev Menelan Saliva nya,Bagaimana pun Dev Tetaplah seorang pria melihat wanita di hadapan nya setengah polos hanya ditutupi Handuk Membuat Dev Hampir oleh Namun secepat Kilat ia Menyadarkan dirinya .
Walaupun Mereka Sudah Sah suami istri bagi Dev Tidak Akan memaksakan kehendaknya jika mentari tidak menginginkan nya .
"Ada Apa ?"Tanya Mentari sambil mengering kan rambutnya dihadapan Dev .
Lagi-lagi dev mengusap wajah nya dengan kasar , Mentari seakan membuat dev lebih tersiksa lagi menahan agar tidak menyerang nya.
Dev memalingkan wajah nya "Gak Papa."Jawab Dev Singkat
"Kenapa Belum Tidur?Kasur nya jelek?Gak Ada Ac ?saya miskin?"Ucap mentari langsung dipotong Dev
"Stop,Sudah berhenti bicara nya . pakailah baju mu aku akan tidur lebih dulu ."Ucap Dev Menyudahi obrolan yang akan menyudahi dirinya sendiri .
Lagi-lagi mentari Seenak nya saja memakai pakaian nya di harapan Dev Yangs sedang memejamkan mata ,Padahal Dev belum betul-betul tidur .
Terlihat jelas oleh dev lengkuk tubuh istrinya itu benar-benar indah. Dev tetap Mencoba menahan
Mentari hanya memakai Daster andalan nya walaupun sedikit robek itu membuatnya nyaman .Mentari langsung membaringkan tubuh nya di ranjang ukuran sedang itu disebelah Dev .
Namun Kali Ini Mentari Sedikit Kesal karna Dev Tidur Tidak bisa diam .
"Diam lah Dev aku mau tidur ."Cicit mentari kesal tanpa membuka mata nya .
"Mentari Mulai Besok Kita Pindah kerumah baru saja Gimana , Aku akan membeli rumah untuk kita berdua dan Disini Biarkan untuk ruko Mu saja ."Ucap Dev yang sedang menatap mentari dari belakang.
"Kenapa Harus pindah?Disini nyaman apa lagi kasur kesayangan ku ini,sudah satu tahun lebih aku tidur disini ."Ucap mentari membuka tutupkan kaki nya diatas ranjang menikmati ranjang empuk baginya namun tersiksa bagi orang lain
"Kasur sekeras batu ini kau bilang nyaman,astaga."Batin dev mengelus dada
"Maksudku Kamar ini bisa digunakan sebagai Gudang Jadi Kalau toko tutup kita langsung pulang kerumah sendiri , Bagaimana?"Tanya Dev Lagi Sambil Menatap Mentari .
Mentari Menatap Dev Dengan Tatapan Tajam , diam dan sedang berfikir .
"Apa Kau membeli rumah atas Nama Ku?"Tanya mentari dan dibalas Anggukan oleh Dev
"Ya baik lah Kita akan beli rumah ."Ucap Mentari dengan wajah sumringah wajah-wajah matre seperti istri di indosiar berkibar-kivar di otak nya Membuat Dev Geleng-geleng kepala lagi .
Muacchh .
Mentari mengecup Pipi Dev tanpa sadar Lalu
"Good night."
Malam Itu Mentari Tidur Dengan Tenang karna iya bahagia akan Ada rumah baru namun Berbeda dengan Dev , Malam itu seakan malam tersiksa bagi dirinya
Bahkan Kipas mentari sudah dimode paling kencang tetap saja membuat Dev Gerah
"Udah nyium,udah ngisep,udah nusuk.eh malah ninggalin dasar nyamuk ."Umpat Dev Kesal
Bersambung...
follow juga akun othor ya ๐buka profil othor ๐
sambil nunggu Dev dan mentari Up boleh mampir yang belum baca cerita jihan dan bara(CEO sang bos mafia)karya othor yg pertama ๐
thanks udah nunggu up nya dengan sabar ๐
Terimakasih banyak yang udah support karya receh aku dengan ngevote juga like bahkan komen membangun nya tanpa menjudge ๐๐๐ญterimakasih banyak ya ๐๐
salam sayang
putry