
💟💟💟
Flashback
"Ini benar rumah saudari Alina?" tanya seorang petugas kepolisian kepada Marisa
"Benar pak,saya Mama nya . ada apa ya?" tanya Marisa dengan wajah sudah mulai cemas dan khawatir seakan bakal ada masalah besar
"Tadi kami mendapati putri anda hendak mencoba bunuh diri di jembatan nyonya sambil meminum alkohol."ucap petugas itu lagi dan datang lah dua orang petugas kepolisian wanita memapah Alina yang dalam kondisi mabuk berat dengan celoteh tidak jelas dari dalam mulut nya
"Aku kakak yang paling kejam pak polisi, aku kakak jahat bu polisi...adik ku adik ku Mentari jadi korban karna ulah ku..aku kakak jahat." celoteh Alina dengan kondisi sangat mengenaskan bahkan Marisa hanya bisa menutup mulut nya melihat anaknya itu .
"Aku membiarkan adik ku menderita karna ulah ku,aku mau mati buk aku mau mati...eh mama,Alina mau mati aja ma mau mati."Alina berteriak-teriak
"Bu polisi tolong bawa anak saya ke kamar nya saja ." pinta Marisa kepada petugas
"Mama ternyata karma itu nyata ma nyata mama,,sekarang Alina hancur mau hancur...Mama jangan kurung Alina, Alina mau mati mama."teriak Alina dan petugas tetap mengurung nya di dalam kamar lalu mengunci kamar itu.
"Terimakasih pak bu telah mengantar anak saya kemarin." ucap mama Marisa berterima kasih .
Setelah semua petugas pergi mama Marisa membuka pintu kamar Alina perlahan dan saat terbuka lebar pintu itu mama Marisa kaget melihat anak nya menarik rambutnya dengan kasar bahkan Alina menggigit tangannya sendiri .
"Alina....sudah cukup nak Alina."Mama Marisa berlarian memeluk erat tubuh anak pertama nya itu
"Eghhh.....Eghhh....Alina mau mati aja ma...Eghhh..."Alina mengerang sambil menggigit tangannya seakan tiada rasa sakit yang ia rasa
"Tidak boleh seperti itu sayang..."Mama Marisa melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Alina dengan kedua tangannya .
"Jangan seperti ini lagi,kita akan menemui Mentari nanti ya."janji Marisa pada putri nya
"David meninggalkan aku Ma,ini karma buat aku....eghhh...."
"Aku takut .... aku takut aghhh.....eghh...eghhh..."Teriak Alina kembali menggigit tangannya lalu kembali menggigit tangan mama nya
"Awss..."Marisa menjauhkan dirinya dari Alina
"Aku takut Mentari tidak mau memaafkan aku...aku takut..eghhh..."Alina langsung duduk dengan wajah nya ia tenggelam kan diantara kedua lutut nya
Mama Marisa langsung keluar dari dalam kamar meminta tolong bantuan warna sekitar rumahnya untuk memasung putri nya itu .
Sejak hari itu keadaan Alina semakin kacau dan Marisa harus putar otak mencari pekerjaan dengan kemampuan yang wanita tua itu bisa lakukan .
"Mentari maafkan saya,apa kamu tidak nyaman dirumah ini?bentar saya belikan air mineral ke depan dulu,mau minum kan?"ucap Mama Marisa hendak membeli air keluar rumah nya namun tangannya langsung di tahan Mentari
Mentari menarik tangan Mama Marisa lalu memeluk wanita tua itu dengan erat nya "Tidak perlu aku tidak haus lagian dirumah mu ada air minum kan?kenapa harus beli?" ucap Mentari didalam pelukan Marisa yang mematung lalu ia bertanya
Marisa melepaskan pelukannya "Jangan , air di rumah saya tidak bersih , tunggu sebentar saya akan membelikan air untuk mu nak . tunggu lah."ucap Mama Marisa lagi dengan mengelap keringat dari dahinya
Namun tanpa sengaja uang yang ada di kantong celana Mama Marisa terjatuh dihadapan Mentari membuat dua orang itu menatap ke arah lantai dan Mentari pun langsung mengambil uang itu dan terhitung uang itu berjumlah tiga puluh ribu rupiah
Mentari meletakkan uang itu di tangan Mama Marisa "Aku lapar."ucap Mentari pada Mama Marisa
"Lapar?tamu ku tidak boleh lapar."ucap Mama Marisa lagi menuju dapur nya dan Mentari pun mengiring mama nya dari belakang
Mama Marisa sibuk membongkar se isi dapur nya namun ia tak menemukan apa-apa hanya ada mie instan yang belum di masak .
"Mentari mau makan yang ada di meja itu."rengek Mentari pada Marisa
"Tapi itu tidak enak nak."ucap Marisa menatap wajah Mentari
"Tapi Aku sekarang sedang ngidam. "ucap Mentari lagi
Dengan terpaksa Mama Marisa pun mengambil nasi dan lauk yang di atas meja . "Ini nak makan lah." ucap mama Marisa lagi memberikan sepiring nasi
"Aaaaa." rengek Mentari minta di suapkan pada Marisa
Marisa pun langsung dengan senang hati menyuapkan kedalam mulut anak nya .
"Aaaaaa..."
"Hihkkksss....Hiks. ."Lirih Mentari sambil mengunyah makanan itu
"Sayang kenapa menangis?apa makanan nya tidak enak?" Marisa cemas
"Hiks...Mentari cuma rindu masa kecil, ketika pura-pura menangis hanya untuk merasakan perhatian dari Mama."
Bersambung.....
Favorit kan aja dulu baru netes tadi Tom and jerry versi othor gaje