
Happy Reading π₯π¦π₯π¦Skip Skip
Skip ,baca malam saja ,,udah di peringati ya!!
Skip
Skip
terlalu fulgar
Skip
π₯π¦π₯π¦π₯π¦
Dilarang bocil
ππππππ
Mentari langsung duduk di bibir ranjang setelah membersihkan dirinya dan tak lama Dev datang dengan memakai jubah mandi nya.
Mentari menggeser posisi mendekat Devan, lalu Mentari menciumi pipi Dev sebagai ucapan terimakasih nya. Dev terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibir Mentari beradu dengan bibirnya. Miliknya bangkit Dev mencium bibir istrinya beberapa saat sebelum akhirnya Mentari merespon dengan hisa pan lembut pada bi bir bawahnya yang basah.
Mereka saling mengh isap bi bir beberapa saat sampai akhirnya Mentari yang lebih dulu melepas ciuman hangat Mereka ."Dev..." kata Mentari ragu. Mereka saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati mereka lalu hampir berbarengan, wajah mereka sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling mengh isap bi bir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, Dev dan Mentari saling mengh isap li dah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.
"Ehmmm.....ehmm."Des ah keduanya
Ciuman dan hisa pan berlanjut terus, sementara tangan Dev mulai beralih dari betis istrinya merayap ke paha mentari dan membelainya dengan lembut. Darah Mentari semakin berdesir dan matanya terpejam. Entah bagaimana suaminya itu bisa menyentuh raganya selembut ini, semakin Mentari pejamkan matanya semakin melayang perasaannya,dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini.
"Aghhhh...."Erangnya lagi
Kembali Dev yang melepas bibirnya dari bibir Mentari, Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuh istrinya sambil satu tangannya masih terus membelai pa ha Mentari, membuat kedua tangan Mentari yang menahan pada posisi duduk tak kuasa melawan dan Mentari pun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara Dev sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisi Mentari .
Dev mengambil inisiatif mencium bibir istrinya kembali, yang serta merta di balas dengan hisa pan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairah Mentari semakin menggelegak akibat tangan Dev yang mulai beralih dari pah anya ke miliknya,membelai miliknya yang paling sensitif yang masih terbalut kain tipis segi tiga itu dengan lembut namun pasti.
"Mmhh..Dev...." de sah Mentari di sela-sela ciuman panas mereka . Mentari agak lega saat tangan kekar Dev meninggalkan miliknya,Β namun ia mulai menarik blous Mentari hingga terlepas , lalu Dev loloskan dari kepala istrinya. Gunung kembar yang berisi dengan choco merah muda itu membuat Dev semakin ingin melahap nya,Dev kembali mencium bibir istrinya , namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leher Mentari, untuk kembali lagi ke bibir dan lidah Mentari
Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuat Mentari Melayang.Dev bermain di area gunung istrinya dan setelah puas dev Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangs angan hebat yang merebak ke seluruh tubuh Mentari pada setiap sentuhannya di pa ha mentari aalagi ketika lid ahnya menggoda milik mentari dengan hisapan sesekali melibas pinggiran miliknya .
Yang bisa Mentari lakukan hanya mend esah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi,
"ggaahh.. sayang..stoop..Dev .hh.." bagaikan terkena setrum rintihan mentari langsung menyertai ledakan kenikmatan yang ia rasakan saat li dah suaminya melalap miliknya dari bawah sampai ke atas, menyentuh puncak sensitif dan kenikmatan nya .
Kini mereka sama-sama tanpa sehelai benang. Tubuh kekar berotot dev berlutut di depannya. Milik mentari terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat senjata yang tegang besar kekar berotot .
Mentaru pasrahkan dirinya ketika Dev membuka kakinya hingga mengan gkang lebar lebar, lalu Dev menurunkan bok ongnya dan menuntun senjata nya ke milik istrinya . Kerongkongan mentari tercekat saat kepala senjata Dev menembus miliknya ."Hngk!Besaar..sekalii..Dev." Walau telah basah, tak urung senjata yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki miliknya dan Mentari menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.
Tanpa terburu-buru,Dev kembali menghisap choco yang masih menga cung dengan lembut, kadang menggoda istrinya dengan mengge sekkan giginya pada choco merah muda itu, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menji l*ti dan mengh sapnya, membuat Mentari tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah senjata Dev bergerak perlahan dan lembut menembus milik Mentari.
Ia menggerak-gerakkan bok ong nya maju mundur dengan perlahan, memancing gairah Mentari semakin bergelora dan birahi semakin banyak meleleh di miliknya, melicinkan jalan masuk senjata berotot itu ke kenikmatat tahap demi tahap.
"Ouuch.. sshh.. aachh.. Dev.. yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. yank! Racau Mentari lagi
Akhirnya seluruh senjata yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatan itu, memberi Mentari kenikmatan hebat, seakan bibir mikiknya dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini.
Dev Melepas choco mentari ,Dev mulai memaju-mundurkan perlahan, "..oouch.. niikmaat.. Dev!!" Mentari pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan suaminya , dan akhirnya napas mereka semakin tersengal-sengal diselingi des ah des ah penuh kenikmatan.
Terus menerus mereka saling memberi kenikmatan, sementara li dah Dev kembali menari di da da yang memang gatal memohon lidah kasar Dev . Mentari benar benar menikmati permainannya sambil mere mas-re mas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari miliknya dan ujung gunungnya, keseluruh tubuh mentari hingga ujung jarinya.
Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhnys melayang.Senjata yang dahsyat semakin cepat dan kasar mengobrak abrik miliknya mencengkeram erat.
His apan pada gunung nya pun semakin cepat dan bernapsu. Mentari begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhnya terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhnya bergelinjang liar tanpa bisa ia kendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhnya.
Des ahannya sudah berganti dengan erangan erangan liar kata katanya semakin vulgar. "Ahh.. Ouchh.. terus sayaang..goyang. habis milik ku..Ooohh.. Dev. bukan maiin.. eennaaknyaa...!!" mendengar celotehan istrinya Dev yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat Mentari benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa..,
Akhirnya Mentari tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhnya yang begitu dahsyatnya menggulung dirinya"Ngghh.. nghh .. nghh..dev.. Akku mau keluaar..!!" pekikan Mentari meledak menyertai gelinjang liar tubuh nya sambil memeluk erat tubuh Dev mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhny, Dev mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan senjatanya dalam dalam dengan memutar keras sekali.
Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti 'forever' itu akhirnya berakhir dengan tubuh Mentari yang terkulai lemas dengan senjata Devan masih di dalam Miliknya yang masih berdenyut-denyut di luar kendali nya. Tanpa tergesa-gesa, Dev mengecup bibir, pipi dan leher Mentari dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemas istrinya dengan erat, membuat Mentari benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan senjatanya yang masih besar dan keras di dalam milik istrinya, Ia memberi Mentari kesempatan untuk mengatur napasnya yang terengah-engah.
Dev memeluk tubuh Istrinya dan mengecup pipi Mentari,membuat Mentari merasa semakin nyaman dan puas. "Sayang,aku belum keluar sayang,tolongin suami mu ini yank..!"Ucap Dev dengan suara berat nya
Mentari benar benar terkejut dirinya sudah dua kali menuju puncaknya tapi Dev belum juga keluar, bukan main perkasanya.
Merasa Mentari telah diberi kepuasan yang luar biasa oleh suaminya Mentari merangkak dihadapan Dev dan mentari pun menunggingkan pantat nya dan uaputar putar sambil ia hentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotis istrinya Dev makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak Mentaru perkirakan yang tadinya ia hanya ingin merang sang Dev suaminya untuk bisa cepat ejakulasinya malah Mentari merasakan birahinya bangkit lagi miliknya terasa berdenyut denyut mengeras lagi.
Mentari merangkak ke atas tubuh Dev lalu ia raih senjata suaminya lalu ia duduki sembari mentari tuju ke miliknya yang masih lapar itu.
"Bleess.. aachh.."Mentari dan Dev merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.
"..Ooohh..sayang..kau sungguuh seksxyy.. ehm..!!" Dev memuji istrinya setinggi langit melihat begitu antutiasnya Mentari meladeninya bahkan bisa katakan baru pertama kali inilah Mentari begitu antusias begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. "..Yess.. Dev.. yeess..!" Ucap Mentari memutar-mutar pinggulnya dengan cepatnya sekali kali ia angkat pantatnya lalu ia jatuhkan dengan derass sehingga senjata yang besar itu melesak dalaam sekali..
"..aachh..sayang putaar.. habiisiin milikku eennakk.. sekaallii..!!" giliran Dev merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa Mentari lukiskan betapa nikmatnya perasaannya, tubuhnys terasa seringan kapas jiwanya serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas ia curahkan seluruh tenaga nys dengan memutar menggoyangkan bahkan menekan keras sekali bokongnya,
Kali ini Mentari yang berubah menjadi ganas dan *** ***, bagaikan kuda betina liar Mentari putar pinggulnya bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.
Senjata suaminya ia telan dan ia pelintir habiss.. bahkan ia kontraksikan otot-otot miliknya sehingga senjata yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhi sap dan tertanam didalam milikny. Dan yang terjadi adalah benar benar membuat Mentari bangga sekali, Dev bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil mere mas bokong istrinya keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuh Mentari darinya tapi tidak Mentari berikan kesempatan itu bahkan mentari tekan lagi bokongnya lebih keras, Senjata Dev melesak seluruhnya badan Mentari sedikit ia miringkan ke belakang, "..Ooohh.. aachh.. yeess..sayang.. yeess..!!"Dev membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka istrinya menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Dev bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot gunung kembar yang menentangnya itu"... aachh." tubuh Mentari semakin panaas..
Mentari semakin membusungkan gunungnya. "..selomot..dua. duanya.. Dev..yeess..!!Β ...sshh.. ...oohh..!! mata Mentari menjadi berkunang kunang,
"..Ooohh.. Sayang. nikmatnya bukan main posisi ini.. Senjata ku melesak dalam sekali menembus milikmu.!"Dev mendengus-dengus ia rasakan senjata nya mengembung pertanda mayones nya setiap saat akan meletup, "..Ohh.. sshh..aahh..Dev..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! Ucap Mentari jiwanya terasa berputar putar..
"..yess..sayang aku⦠keluarkan didalam.".Ucap dev lagi
Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuh merena bergetar hebat sekalii,dan tubuh Mentari mengejang ketika ia rasakan semburan dahsyat di dalam rahimnya. "..aachh. " Dev memuntahkan mayonesnya di dalam rongga terdalam milik istrinya , terasa kental dan banyak sekali.
Mentari mengelinjang hebat sampai lupa daratan "..Nggkkh.. h.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwanya, ooh benar benar tak ia sangka makin sering kli maks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwanya serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. ia tekan ia jepit kekepit seluruh tubuhnya mula senjatanya boko ngya pinggangnya bahkan da danya yang kekar ia peluk erat sekali.
Seluruh tetes mayones suaminya ia peras dari senjata nya yang sedang terjepit menyatu di dalam miliknya." aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!!Akhirnya perlahan lahan kesadaran mereka pun pulih kembali, kli maks yang ketiga ini membuat tubuh Mentari terasa lemas sekali, Dev sadar akan keterbatasan tenaga istrinya, akhirnya ia membaringkan tubuh mentari di dadanya yang kekar, Mentari merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasannya terasa sangat dihargai suaminya.
Tiga kali klim aks bukanlah hal yang mudah bagi Mentari untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan suami istri
Dev bener-bener menaklukan istrinya luaar.. dalaam..!!
Bulan madu yang tak bisa mereka berdua lupakan .
Bersambung
Khilaf khilaf ππMaaf kan othor ini dari semalem ππbukan othor tulis siang ya π¦π₯π¦π₯udah diperingati jadi jangan salahkan othor ya
Skip Skip π