Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Undangan.!


Selamat membaca


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Sore itu sambil menunggu buka puasa ke empat orang itu asik dengan candaan mereka seakan menjadi kebahagiaan mereka tersendiri.


Dan tak lama waktu buka pun telah tiba dan mereka menikmati buka masing-masing."Sayang aku tidak mau yang itu." Rengek Mentari manja pada suaminya di depan Vano dan Lala yang notabene pengantin baru .


"Jadi mau yang mana?" tanya Dev lagi mengembalikan makanan yang hendak ia kasih kepada istrinya tadi


"Aku mau. ."Mentari berfikir


"Mau pasta itu?nggak pedes kok."Ucap Dev menunjukan pasta pada istrinya namun lagi-lagi Mentari menggelengkan kepalanya


"Stik daging itu mau atau kerang saus yang itu,tadi kan sayang sendiri pesen . mau yah?"Ucap Dev lagi kepada istrinya dengan sabar


"Nggak mau."Rengek Mentari kembali manja


"Makan aja ribet banget."Ketus Vano jengah melihat kekonyolan sahabatnya itu


"Iya makan saya harus pake drama dulu."Lala ikut menimpali


"Hey....itu permintaan bayi ku didalam perut ya."Ucap mentari sambil mengelus perut nya


"Paling juga di dalam perut bilang apa sayang?"Ucap Vano sambil bertanya pada Lala


"Fitnah terooos. "Jawab lala dan mereka pun terkekeh


"Sirik."Ketus Mentari sedangkan disana hanya Dev yang masih waras .


"Hey kalian tau gak?" tanya Mentari


"Ga tau ."Jawab Vano,Lala dan diiringi oleh Dev


"Lah."


''Makanya gue mau kasih tau."Ucap Mentari lagi


"Apa ?'' Jawab ketiganya bersamaan


Mentari memamerkan perutnya yang datar sambil bilang "Bisa-bisa nya dulu gue ngira cowo dan cewe tidur bareng udah bisa hamil,Hehe ternyata gue salah .nggak gitu cara kerjanya dan ternyata enak ya."Jawab Mentari seenak jidat nya membuat Dev tersenyum sambil geleng-geleng sedangkan Lala dan Vano diam seribu bahasa,


Lala dan Vano hanya bisa berfikir dikasih makan pake apa Mentari oleh Dev ? kenapa otak nya jadi gitu .


Akhirnya setelah buka bersama pun mereka bisa pulang kerumah masing-masing.Setelah tiba dirumah nya Mentari mendapatkan kiriman undangan oleh kurir yang datang langsung kerumah mereka .


"Siapa Yank?" tanya Dev


"Nggak tau, kata pak kurir tadi ini isinya undangan,coba aku baca dulu siapa yang ngundang."Ucap mentari dan Dev pun ikut mendekat melihat Siapa yang mengundang mereka .


"David dan Alina,Mereka mengundang kita?"Ucap Mentari


"Mungkin."Jawab Dev sambil mengangkat bahunya tak tau


"Acara buka bersama sekaligus tunangan David dan Alina minggu depan ,ya sudah liat aja nanti hm..."Ucap Dev lagi


"Ya sudah ganti baju nya kita istirahat hmm ..."Ajak Dev kepada istrinya .


********


Di lain tempat Vano dan lala baru selesai mengganti pakaian mereka dengan pakaian rumahan , Vano terlebih dahulu keluar dari ruang ganti dan menuju ranjang empuk nya "Aghhhhhhhhhhhhhh. ..."Seru Vano telentang di King size ranjang mereka .


Ceklek


"Ada apa mas?" tanya Lala karna Vano dari tadi melihat dirinya tanpa berkedip


Vano berdiri dan langsung melingkarkan tangannya dipinggang Lala "Ada apa?" tanya Lala heran


"Didepan mu aku malu-malu, tapi didepan tuhan aku selalu meminta mu ."Ucap Vano menatap Wajah istrinya.


"Sanggup bertahan?" tanya Lala


"Iya."Jawab Vano


"Karna apa?"Lala


"Sayang."Vano


"Kalau istri cuek?"Lala


"Udah biasa hehe."Jawab Vano


"Kenapa ga cari yang lain?" tanya Lala


"Hm...kali ini aku sayang nggak main-main,aku sayang banget sama istri ku."Vano


"Kalo di lupain ?" tanya Lala


"Gpp,yang penting bukan aku yang ngelupain."Jawab Vano


"Kalau istri dengan yang lain?" tanya Lala


"Relain, ikhlasin demi liat istri bahagia dengan yang lain."Ucap Vano


''Ingin pergi dari istri?" tanya Lala


"Kalau istri menyuruh ku untuk pergi aku akan pergi,jika tidak aku akan tetap disini walau istri dengan yang lain."Jawab Vano lagi


"Sampai kapan kayak gini?" tanya Lala


"Sampai istri sadar ketulusan suami,walau sakit yang suami terima."Ucap Vano sambil tersenyum.


"Dicintai oleh suami yang cukup dengan satu wanita is another level of gila and ga nyangka."Ucap Lala langsung mengecup nibir Vano sekilas


Cup


"Kurang lama ."Rengek Vano dan langsung memeluk Lala


"Love you."Seru Vano lagi memeluk erat Lala


"Mas,jangan peluk erat banget sesak tau."Cicit Lala


Vano melepaskan pelukannya "Istri kalau dipeluk sok sok an nolak,padahal dalam hatinya peluk aku mas peluk."Cicit Vano menyindir lala


"Apa?"


"Hehe ga ada."Seru Vano langsung naik ke atas tempat tidur .


Bersambung. .....


Hay Hay author baru up satu bab,πŸ˜„πŸ˜‚dukung othor receh ini dong yang hobinya buat cerita ga jelas kek gini πŸ˜‚Like komen dan bantu support karya othor ya πŸ™πŸ™


putri