
Skip 🔥💦🔥💦
💗💗💗💗💗💗💗💗
Mentari dan dua teman nya juga Dev tak henti-hentinya bercanda . Hari pun sudah malam Dev dan Mentari Pamit pulang terlebih dahulu.
Namun didalam mobil Dev dan mentari pun berbincang-bincang
"Dev, Kapan kasih Bonus Uang Belanja Lebih sama istrimu ini."Ucap Mentari iseng pada suaminya
"Kemarin kan Udah aku kasih ke Kamu sayang."sahut Dev sambil menyetir
"Oh, yang itu? lah kalo uang yang di laci Kamar itu uang apaan?"Tanya mentari lagi pada Dev
"Yang mana !?"Tanya Dev
"Dalam amplop coklat yang diselipkan dalam buku di dalam laci itu."Cicit mentari menjelaskan
"Oh itu... itu aaa ini.. uang sial."Jawab dev gagap dan ngasal
"Kok uang sial Dev?"Tanya mentari heran
"Iya emang uang sial, udah disembunyikan, masi ketauan juga!!Ketus dev dengan suara pelan membuat mentari terkekeh tak bersuara
Tak Lama Mobil mereka pun tiba di rumah ,Dev dsn mentari masuk kerumah mereka.
Didalam Kamar setelah menggantikan pakaian masing-masing dengan pakaian tidur Mentari lagi-lagi berulah "Dev Anak Langit udah ada,anak jalan udah ada,anak kita kapan?"Ucap mentari membuat dev yang sedang mengancing piama tidurnya langsung mendekat ke arah istrinya .
Dev langsung menarik mentari masuk ke dalam pelukannya "Dev..."Panggil mentari dengan suara manjanya
Dev tidak memberikan kesempatan untuk Mentari beristirahat. Dia langsung memeluk tari dan mel umat bibir istrinya .
Mentari gelapan dan tidak kuasa menolaknya ketika Dev mulai mebuka Daster ungu tari dan membuka semua yang ada di tubuh istrinya itu . Taru pun disuruh dev duduk di atas meja rias mereka dikamar itu, Dengan elusan tangannya, Dev telah membuka penutup da da mentari yang berukuran lumayan be sar dan penutup milik mentari .
Dev semakin beringas, bagaikan macan kelaparan. Dev mulai menciumi lub ang Milik mentari“Ah.. uh.. ah.. uh.. ah.. teru..s dev. Ah.. ah.. uh shh.. shh.. uh..” Rasanya tidak terlukiskan, badan mentari menggeliat-geliat bagai ulat kepanasan. Lidah Dev merojok-rojok milik tari dan menji lat keseluruhan nya yang ada di dalam sana .
Lalu mentari membuka baju dan celana yang dikenakan suaminya dan ia Kaget! Ternyata senjat Dev sudah keluar melewati celana dala mnya. Kelihatan ujungnya memerah.
Sudah terasa satu jari dev dimasukkan ke dalam milik istrinya . Dikeluar- masukkannya jari itu dan diputar-putar. Digoyang ke kanan dan kiri. Satu jari dimasukkannya lagi. Terasa sakit, tapi nikmat. Mungkin masih penasaran, Dev memasukkan jarinya yang ketiga.
Dikeluar-masukkan, digoyang kiri kanan. Nikmat sekali. Sedangkan tangan kirinya membantu membuka lub ang milik istrinya untuk mempermudah memasukkan jari-jari kanannya. “Ah.. uh.. ah.. sh.. uhh.. shh.. terus Dev .....aduh.. nggak kuat Dev.. Aku mau keluar nih..” Akhirnya mentari basah.
Dev tersenyum puas. “Sekarang gantian ya,.” Dev memohon kepada istrinya
“Hemmm...tapi punyamu panjang, muat nggak ya..?” jawab mentari.
“Coba saja dulu,sayang. Nanti juga terbiasa.”Ucap Dev dengan suara parau yang terdengar sangat sensual
“Auh.. aw.. jangan didorong Dev, malah masuk ke tenggorokkanku, pelan-pelan saja ya. Punyamu kan panjang.” Rengek mentari karna dev menekankan kepalanya lebih dalam
Sekitar lima belas menit kemudian erangan Dev semakin menjadi-jadi. “Ah.. uh.. oh.. ah.. sh.. uh.. oh.. uh.. ah.. uh..” Mentari pun menghisap semakin kuat dan kuat, Dev pun semakin keras erangannya.
Dev mulai ingat, tangannya bekerja lagi mengelus Milik mentari yang mulai mengering, basah kembali. Mulut mentari masih penuh senjata dev dengan gerakan keluar masuk seperti penyanyi karaoke.
“Sudah dulu sayang,aku nggak tahan.., masukkin saja ke milik mu hmmm..?” pinta Dev.
Mentari hanya menganggukkan kepala saja, sambil Berharap harap cemas . Kedua kaki mentari diangkat ke pundak kiri dan kanannya dev, sehingga posisi mentari menga ngkang.
Dev dapat melihat dengan jelas milik istrinya yang kecil namun kelihatan gemuk seperti bakpau.mentari melihat suaminya mengelus miliknya dan menyenggol-nyenggolkan pada punyanya, mentari kegelian.
Dibuka Dev Milik istrinya dengan tangan kirinya, dan tangan kanan menuntun Senjata nya yang besar dan panjang menuju lub ang surgawi itu.
Mentari mulai geli, tetapi agak sakit sedikit.Dev Melihat istrinya meringis menahan sakit, dia berhenti dan bertanya. “Sakit ya..?” mentari tidak menjawab, hanya memejamkan matanya ingin cepat merasakan senjata besar suaminya itu .
Digoyangnya perlahan dan, “Bleess..” digerakan dev kuat bok ongya ke depan hingga mentari menjerit, “Aaauu..” mentari tahan Bok ong Dev untuk tidak bergerak.
Rupanya Dev mengerti milik istrinya agak sakit, dan dev juga ikut diam sesaat. Mentari rasakan Senjata dev berdenyut dan Tari tidak mau ketinggalan. Mentari berusaha mengejang, sehingga senjata suaminya merasa mentari pijit-pijit.
Selang beberapa saat, Milik mentari rupanya sudah dapat menerima semua Senjata suaminya dengan baik dan mulai berair, sehingga ini memudahkan Dev untuk bergerak.
Mentari mulai basah dan terasa ada kenikmatan mengalir di sela pa hanya. Perlahan Dev menggerakkan pan tatnya ke belakang dan ke depan. mentari mulai kegelian dan nikmat.
Mentari membantu Dev dengan ikut menggerakkan pant at nya berputar. “Aduuhh.., mentari ah..sayang.,” erang Dev menahan laju perputaran pan tat istrinya . Rupanya Dev juga kegelian kalau mentari menggerakkan pant at nya. Ditahannya pant at mentari kuat-kuat agar tidak berputar lagi, justru dengan menahan pant at kuat-kuat itulah mentari menjadi geli dan berusaha untuk melepaskannya dengan cara bergerak berputar lagi, tapi Dev semakin kuat memegangnya.
Mentari melakukan lagi gerakan berulang dan kurasakan telur Senjata dev menatap pan tatnya licin dan geli. Dev termasuk kuat juga, berkali- kali Milik mentari mengocek senjata dev masih tetap saja tidak menunjukkan adanya kelelahan bahkan semakin meradang.
Mentari coba mempercepat gerakan pan tat nya berputar semakin tinggi dan cepat, Mentari lihat hasilnya Dev mulai kewalahan, dia terpengaruh irama mentari yang semakin lancar.
Mentarin pun menurunkan kakinya menggamit pinggang dev, dev semakin tidak bergerak berputar lagi, tapi Dev semakin kuat memegangnya. Mentari turunkan kaki nya menggamit pinggang suaminya, Dev semakin tidak leluasa untuk bergerak, sehingga mentari dapat mengaturnya.
Mentari merasakan sudah 4 (empat) kali miliknya mengeluarkan ca iran untuk membasahi Senjata suaminya itu, tetapi Dev belum keluar juga.
Mentari pegang Senjata suaminya yang keluar masuk didalam miliknya itu, ternyata masih ada sisa sedikit yang tidak dapat masuk ke milik mentari.
Mentari pun terus mengerang keasyikan, “Auh.. auh.. terus dev.. auh.. Ena..k dev. Ugh.. ah.. lebih cepat lagi dev. ugh.. ah.. sshh.. uh.. oh.. uh.. ash.. sshh..” “Kecepek.., kecepek.., kecepek..,” bunyi milik mentaru saat senjata Dev mengucek habis di dalamnya. Mentari kegelian hebat,
“Mentari sayang... aku mau keluar, Tahan ya..,” pintanya menyerah. Tanpa membuang waktu, Mentari tarik milik nya dari senjata dev lalu mentari pun menggenggam dan dengan lincah Mentari masukan bonggol senjata tersebut ke dalam mulut nya, ia mainkan sambil ia hisap kuat-kuat, "Aghh..,..sayang .."Erang dev menjambak rambut istrinya
Mentari menghisap lagi dan dengan cepat mulut nya maju mundur untuk mencoba meran gsang agar mayones suaminya cepat keluar. Mulut nya mulai payah tapi mayones yang ia harapkan tidak juga keluar.
Mentari kembali menarik senjata dev dari mulut nya ,Dev tersenyum dan sekarang telentang. Tanpa menunggu komando, Mentari pegang senjata suaminya, dan ia tuntun ke miliknya dengan Mentari mendudukinya.
Mentari bergerak naik turun, dan Dev memegang Gunung kembar istrinya dengan erat.
Tidak lama kemudian Dev menarik tubuh mentari melekat di da danya, dan mentari juga terasa panas. “Sreet.., sreett.., sreett..,” Mentari merasakan ada semburan hangat bersamaan dengan keluarnya pelicin di milik nya, Dev memeluk istrinya erat demikian pula mentari .
Kaki deb dijepitkan pada pinggang mentari kuat-kuat seolah tidak dapat lepas. Dev tersenyum puas.
"Love you."Ucap Dev menatap wajah mentari yang menyandar di da da nya
"Love you to hubby."Ucap mentari lalu mengecup bibir suaminya sekilas
cup
bersambung....
🔥💦🔥💦🔥💦ngosngosan othor nya 😂😉
Bonus visual Dev dan mentari
Baca juga karya othor yang lain nya ya 😉
Terimakasih banyak yang udah dukung vote komen juga Like di karya othor yang banyak sekali kekurangan nya ini 🙏🙏😉
salam sayang
putry