Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Vidio call


Happy Reading


๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ๐Ÿ’Ÿ


Bagaimanapun, hamil dan melahirkan menjadi momen yang selalu dinantikan setiap pasangan. Demi kelancaran proses kehamilan, istri dan suami harus bisa saling menjaga dan perhatian. Sebab tak bisa dipungkiri, kehamilan juga seringkali jadi hal yang mengundang kekhawatiran.


Dan Dev bersyukur akhirnya istrinya bisa melewati itu semua, setelah mendapatkan kabar dari dokter Dev langsung berlarian menemui istrinya sedang orang tua dan mertuanya menunggu bayi yang sedangkan di bersihkan


"Sayang."Dev masuk langsung mendekati ranjang istrinya dan memeluk erat Mentari, menciumi pipi istrinya bertubi-tubi


Dev menggenggam tangan istrinya sambil duduk di samping ranjang itu "Terimakasih,terimakasih sayang....terimakasih Mentari kau sudah mau memberikan aku kebahagian yang luar biasa yang tak pernah suami mu ini bayangkan,terimakasih sayang sudah mau berjuang demi anak kita,Kamu hebat sayang."ucap Dev dengan airmata membasahi pipi nya


"Bukan aku yang hebat sayang, tapi allah menjadikan aku kuat."ucap Mentari menghapus airmata suaminya


"Ini adalah tubuh yang menumbuhkan anak-anak kita, memberi makan anak-anak kita nantinya . Tubuh ini menghibur anak-anak kita, membuat hidup.Tubuhmu adalah yang aku cintai setiap hari, terima kasih."ucap Dev bersungguh-sungguh


"Kau yaang mengubah hidup ku Mentari,


Terima kasih telah membuatku menjadi pria, suami, dan seorang ayah." gumam Dev bahagia


"Sama-sama sayang."sahut Mentari dan mereka pun berpelukan dengan penuh haru dan bahagia


"Yah...kau benar sayang." ucap Dev


Namun ponsel Dev berdering dan ternyata ada nomor luar negara menghubunginnya melalui vidio call


"Mentari...Seiring perjalanan persahabatan kita, ini adalah momen paling mengharukan yang pernah gue rasakan! gue sangat bahagia sampai tidak menyangka loe sudah menjadi seorang ibu. Berjuanglah, menjadi orang tua adalah sesuatu yang sangat berharga. Selamat ya, sahabatku!" ucap Lala di dalam vidio call itu membuat Mentari terharu


Mentari menangis melihat wajah sahabat yang sangat bahagia di dalam ponsel itu dan ada kerinduan dari kedua nya .


"Mentari..Tahukah loe, ada suatu hal tentang bayi yang membuat kita bisa tersenyum dan merasakan kehangatan yang penuh. gue tidak tahu harus berkata apa-apa lagi. gue berharap bisa bertemu kalian secepatnya, ya!."ucap Lala lagi


"Aamiin."Vano meng Aamiin kan ucapan istrinya


Vano pun mengambil ahli vidio call dari istrinya "Hey tari,sahabat yang paling bikin darting..kangen gak sama gue." tanya Vano dan Mentari pun mengangguk sambil menitihkan air matanya dan betapa ia merindukan kekonyolan bersama kedua sahabat-sahabat nya itu .


"Tapi sayang nya gue gak kangen sama loe,,weekkkk."ucap Vano bercanda di vidio Call


"Apa?ketika laki-laki ngambek jurus seribu andalan wanita adalah ikutan ngambek dan itu semua ada di diri loe sama ini ni sih Lala."ucap Vano dengan wajah cemberut lalu mendekat kan lala disamping nya


"Hahahaha...."Mentari tertawa seakan kembali terhibur akan teman-teman nya itu , ia seakan mendapatkan obat rindunya


"Eh...bdw tari Selamat ya loe sudah berhasil berjuang melawanย morning sickness, kegelisahan, dan rasa tidak nyaman selama hamil 9 bulan. Ini waktunya loe berbahagia, Selamat atas kelahiran bayi loe, ya! loe telah membuktikan sudah menjadi wanita yang kuat dan penuh perjuangan. gue bangga sekali mengenal loe dengan baik!"ucap Vano memberi selamat pada sahabat nya itu


"Terimakasih."ucap Mentari menghapus airmata nya


Dev pun mengambil ahli Vidio Call "Vano gimana selama kehamilan istri loe enak kan?"tanya Dev


"Ah ya kau benar Dev enak,bahkan aku ingin sekali membakar rumah ku sendiri saking harus kuat iman juga kesabaran."ucap Vano dengan suara lemah lembut namun penuh penekanan disetiap kata-kata nya


"iya kan sayang suami mu ini penuh kasih sayang dan kesabaran?" ucap Vano bertanya pada istrinya seakan sedang mengeluh akan nasibnya


"Kenapa?" tanya Dev heran


"Kau tanya kenapa?Minta dibuatkan sambal terong tengah malam sedangkan stok terong ga punya ,terus ga dituruti ngambek lalu nangis ,mau minum jus apel di campur merica sudah di buatkan gue yang disuruh minum bukan dia , dan lebih parah nya istri gue ngidam pengen minum air laut tengah malam dan kau tau rumah gue dari laut lumayan jauh,pengen marah tapi ga bisa itu lebih menyakitkan Dev."ucap Vano lebih je curhat panjang lebarnya mengeluhkan nasib nya yang malam


"Jadi mas ga ikhlas?hahk."ketus lala sedang Mentari dan Dev hanya bisa menyaksikan dua orang yang bertengkar itu


"bukan gitu sayang."


"Owh iya Dev siapa nama anak mu?" Vano mengalihkan pembicaraan nya


"sudah gue siapkan."ucap Dev dengan bangga nya


"Siapa?."


"Daramita Pratiwi."


bersambung


Favorit kan dulu yok, anak mereka baru netes๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‚