
Happy reading
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi ini seperti biasa Alina dan mama Marisa membuka toko laundry mereka, pemberian dari Mentari membuat ibu dan anak itu ada kegiatan juga ada masukan setiap hari nya.
"Sayang jangan lupa cek ulang semua pakaian yang sudah di plastik semalem, siang ini kamu anter ya ke alamat nya, karna karyawan kita bagian yang anter ga masuk." ucap mama Marisa memberi tahu anak sulung nya itu
"Baik ma." jawab Alina
Sebenarnya mama Marisa tidak ingin melibatkan anak nya untuk mengantar pakaian pelanggan mereka, karna mama Marisa takut nanti nya anak nya itu berbuat ulah, namun lagi-lagi ia tidak ingin berfikiran anak nya selalu sakit alias depresi, kali ini ia beranikan diri bahwa anak nya sehat-sehat saja .
"Mama liat cucian dulu ya." ucap mama Marisa kepada anaknya
"Iya." jawab Alina singkat , dan lagi-lagi membuat mama nya heran akan sikap anak nya itu. yang kadang sangat merespons berlebihan dan kadang singkat seperti orang yang tidak peduli akan sesuatu dihadapannya .
Mama Marisa pun langsung pergi ke belakang, sedang Alina sendirian sambil mengecek nota yang ada di mejanya.
"Selamat pagi ." Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri laundry Alina
"Meggi." Alina kaget, ia pasti sangat jelas kenal betul siapa yang datang
"Ya... aku, jangan kaget gitu dong. gimana kabar nya? baik?dengar kamar sempat depresi alias gila, gimana udah sehat?" ketus meggi mengeluarkan sindiran nya kepada mantan taman yang selalu dulu bekerja sama itu
"Tutup mulut loe, kalau gak ada keperluan mending pergi dari sini,nyampah aja loe." ketus Alina mengusir meggi secara langsung
"Dihh... belagu, hidup juga dapat dari belas kasihan adik nya aja sok sokan, hey gue kesini mau laundry pakaian gue. dan ini laundry ada yang sore ini langsung selsai kan, jadi gue minta sore ini baju gue udah selsai dan antar ke alamat ini." Meggi meletakan alamat rumahnya juga sejumlah uang
"Jika kurang nanti loe bisa minta di rumah, bye." ucap Wanita itu lalu pergi dari hadapan Alina
"Sabar... sabar..." Alina hanya bisa mengelus dada nya, karna apa yang di katakan Meggi tidak semuanya salah, ia memang hidup dari bantu tangan adik nya yang selama ini ia zholimi
"Siapa tadi yang datang nak?" tanya Mam Marisa yang baru keluar dari arah belakang
"Owh itu tadi pelanggan Ma, mau nge laundry, ya udah Alin kebelakang dulu ya
Alina sebisa mungkin menutupi semua apa yang ia dapatkan tadi, baginya tak penting membagikan dan menceritakan hinaan orang lain untuk nya kepada mama nya itu, bukan mengurangi beban namun menambahkan beban pikiran untuk mama nya yang sudah mulai tua itu
"Ma, alin pergi dulu." pamit gadis itu kepada mama nya
Saat di perjalanan lagi-lagi ada saja orang-orang menatap dirinya dengan tatapan sulit sekali Alina mengerti, kehidupan yang dulunya glamour kini berbanding ke balik dimana ia harus mengendarai kendaraan roda dua sambil membaeq laundryan untuk menyambut hidupnya besok.
Pakaian yang biasanya bermerek pun kini tak pernah ia pakai lagi, Alina lebih memilih memakai pakaian yang tertutup juga tidak terlalu mahal, bukan karna tak memiliki uang. jika ia meminta kepada Adiknya pun pasti Mentari akan memberikan nya, namun lagi-lagi Alina tidak ingin membebankan dan merepot kan Adit nya yang juga memiliki keluarga.
Tak lama ia pun sampai di rumah mewah sesuai alamat yang Meggi berikan kepada nya tadi.
"Wah... meggi udah jadi orang kaya ya sekarang." gumam Alina bangga tak ingin membenci karna mantan teman nya itu berhasil dan sukses
Ting tong.....
Alina memencet bell rumah itu setelah mendapatkan ijin dari satpam untuk masuk
Cek lek....
"Maaf Bu, saya mau mengantarkan laundryan." ucap Alina dengan sopan
"Owh iya, tadi pesan nyonya mba nya disuruh masuk aja langsung." ucao pembantu rumah itu
Alina sempat garuk-garuk kepala bingung kenapa harus di ajak masuk, kan bayaran udah. bisa pembantu nya aja yang bawa kenapa harus ia masuk segala.
Dan dengan terpaksa dan malasnya Alina pun masuk menuju sofa di mana sofa itu membelakangi Alina yang berjalan, terdengar suara wanita dan pria sedang bercanda sambil menonton TV, bahkan candaan mereka terdengar mesra di telinga Alina
"Permisi, nganter laundry."ucap Alina
dua orang yang sedang asik bercanda itu langsung memutar tubuh mereka melihat kearah samping siapa yang datang.
" David." Alina kaget dan memundurkan tubuhnya
Bersambung
ini bonus chapter kisah Alina, jika banyak minta lanjut, next othor lanjutkan,,, kisah anak-anak mereka tetap up tiap hari kok 🤭😍🙏🙏