Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Part 150 (Bonchap) Kisah Percintaan Alina


Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mentari.. Mama... " Alina kaget kenapa disana ada mama juga adik nya.


David ikut arah pandang Alina yang mana melihat mama Marisa juga Mentari.


"Ma.. pegangin anak ku sebentar." Mentari memberikan anak nya yang masih kecil kepada mama Marisa dan dengan senang hati si nenek mengambil cucu nya itu.


"Kau tau arti rugi?" Mentari mendekati David dan melewati kakaknya begitu saja


"Mentari.. udah deh cukup, ayo kita pulang." Alina menahan tangan adik perempuannya


Namun lagi-lagi Mentari menepis tangan kakak nya "Kali ini kau dan kau dengarkan aku." Ketus Mentari menunjukan tangannya kepada Alina juga David


"Saya memang orang miskin, papa dan mama saya adalah orang miskin.. tapi kami punya harga diri.," ucap Mentari begitu tegas


"Kau meninggalkan jejak mu setelah akan diselenggarakan pertunangan tanpa ada penjelasan,,, oke... saya pikir karna kau baru menyadari jika kakak ku wanita yang sudah tak bermahkota lagi." ucap Mentari dengan menatap dan menantang mata David yang hanya diam mendengarkan


"Mentari diam lah dek, sudah cukup." ucap Alina lagi namun dengan cekatan Mentari berbalik Arah dan menunjukkan jarinya ke arah kakaknya itu


"Kau yang diam kak." teriak Mentari


"Kau yang membuat cerita, kau yang memulai drama, kau membohongi orang tua kita, memfitnah adikmu,, kau yang berbuat dosa dan kau pula yang mengecewakan banyak orang... apa itu tidak cukup?" tanya Mentari dengan mata memerah menatap kakaknya dan Alina langsung tertunduk dengan air mata membasahi pipinya


"Kau tau bagaimana terlukanya adikmu dijalanan sana? dihina, di fitnah, apa kau pernah tanya kepada adik mu saat kepalanya di lempar dengan vas bunga? gimana sakitnya? apa kau pernah bertanya? tidak kan." ucap Mentari dengan sesegukan


"Seharusnya jika kau yang memulai kau juga yang menyelesaikan nya kak, perbaiki bukan menyerah dan pasrah." ketus Mentari lagi


"Aku orang miskin, aku juga tak punya apa-apa jika tanpa suamiku.. dia yang mengangkat derajat ku sebagai wanita, aku hanya ingin kau tegas kak bukan lemah lalu menyalahkan diri sendiri." ucap Mentari lagi


"Jika bersalah, bukan hanya kau, dia pun juga bersalah." ucap Mentari lalu menunjuk ke arah David


Mentari mendekati David kembali "Sampai kamu menghargai diri sendiri, kamu tidak akan menghargai waktumu. Sampai kamu menghargai waktumu, kamu tidak akan melakukan apa pun dengannya." sindir Mentari


" Apa maksud mu Mentari?"tanya David


"Kau seorang CEO pak David, jadi aku tidak perlu menjelaskan apa maksud ku." gumam Mentari lagi


"Dan ya,Kualitas diri anda dinilai dari bagaimana diri anda bukan apa yang anda miliki."sindir Mentari lagi


"Kehormatan kalian adalah Kepribadian Kalian. Saat kepribadian saja tidak punya, tak akan mungkin punya Kehormatan." ucap Mentari tidak hanya menyalahkan David tapi juga kakaknya


"Kalian tau seorang Mentari? Mentari, biarlah seperti bumi. Menopang meski diinjak, memberi meski dihujani, diam meski dipanasi. Sampai kalian sadar, jika Mentari hancur… kalian juga." ucap Mentari lagi


"Kau tau pak CEO,Langit tak perlu menjelaskan kenapa dia tinggi."ucap Mentari lagi


" Nama dan jabatan mu sungguh menawan bahkan terdengar berwibawa, Orang-orang mengenal mu pribadi yang ramah, asal kau tau pak CEO yang terhormat... laki-laki pemberani itu berani berbuat berani juga tanggung jawab."ucap Mentari lagi


"Laki-laki pemberani itu berani menikahi bukan memerawani lalu ditinggal pergi." ucap Mentari pada akhirnya


"Aku akan menikahi dia hari ini juga."


Bersambung....


Maafkan othor baru update ya🙏🙏🥰