Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Dev dan Vano.!


Happy weekend


♥♥♥♥♥♥


"Beginilah awal puasa sahurnya pake ayam,entar pertengahan bulan tumis genjer."Cicit Vano plong gitu aja


"Bersyukur kalo cuma nasi putih doang,mau loe nasi putih?"Ketus Mentari pada Vano membuat Lala terkekeh ,sambil ngomel Mentari pun menghidangkan nasi kepiring Dev


"Hehe...gue bersyukur kok ." ucap Vano sambil cengengesan


Akhirnya mereka pun bisa makan dengan tenang walaupun masakan dengan rasa-rasa aneh , Ada yang sangat keasinan bahkan ada yang hambar . Mau protes pun Dev dan Vano tak memiliki keberanian jika harus berhadapan dengan Mentari ataupun lala .


Hari pun berganti pagi Vano dan Lala berpamitan pulang ke rumah mereka sendiri karna dibulan puasa ini resto milik Vano hanya buka di jam sore hingga malam saja , Jadi Vano lebih banyak menghabiskan banyak waktu dirumah dari pagi hingga siang hari .


"Dev..." panggil Mentari pada suaminya yang sedang duduk santai didepan Tv


Dev yang di panggil pun mengalihkan pandangannya menatap Mentari yang sedang mengelus perut datar nya hanya dengan memakai daster rumahan membuat Dev lagi-lagi mengusap kasar wajah nya , Bagaimana tidak Mentari seakan sedang menguji imannya di awal bulan puasa seperti ini .


"Ada apa sayang?mau sesuatu?" tanya Dev menatap Mentari sekilas


"Aku ngidam." cicit Mentari manja membuat Dev mengerutkan dahinya heran .


"Ngidam?bukannya kau ingin puasa hari ini?tapi kalau udah nggak tahan,ya udah pecah aja gak papa,mau makan apa?" tanya Dev dengan penuh kelembutan juga kasih sayang .


Mentari mendekati Dev dan menggenggam tangan suaminya "Aku ingin bertemu nyonya Sonya juga tuan Surya,boleh?" tanya Mentari menatap bola mata suaminya meminta keyakinan dan memohon agar dikabulkan keinginan nya .


Dev hanya diam tak menjawab ucapan Mentari atau pun menanggapi membuat Mentari menjadi kesal .


"Aku cape udahan aja."Cicit Mentari memasang wajah masam nya dengan ancaman


"Ulu uluu...Ngidam ya?sini peluk,manjanya istri Dev ini,mau jalan kemana?mau suami mu ini bawa kan apa?mulutnya ga boleh gitu ya sayang,Kenapa?Sini cerita sama aku."Ucap Dev menarik Mentari masuk ke dalam pelukannya yang sedang duduk disofa dan Mentari pun menurut saja.


"Aku ngidam ingin ketemu nyonya Sonya juga tuan Surya Dev." rengek Mentari lagi sambil menatap bola mata hitam suaminya


Dev ikut menatap balik mata istrinya "Mereka bukan majikan mu,Mereka papa dan mama mertua mu dan mereka bagian dari keluarga kita juga,besok kita akan menemuinya,humm..." ucap Dev lagi membuat Mentari mengukir senyum di pipinya


"Apa kau seneng?" tanya Dev kepada istrinya dan Mentari pun menganggukan kepalanya


"Aku sayang kamu Dev ."Seru Mentari mempererat pelukannya .


"Aku juga ."Dev ikut menyahuti


********


Disisi lain didalam apartemen yang dihuni Vano dan Lala dimana ini kali pertama Vano puasa dengan status menikah dan siang itu baru menunjukan pukul satu siang dimana tenggorokan sedang haus-haus nya bahkan perut pun meronta-ronta kelaparan .


Jika di tahun belakang Vano sering bolong puasa karna dirinya masih sendiri dan banyak menghabiskan waktunya di restoran miliknya tetapi berbeda dengan sekarang . Lala tak membiarkan Vano pecah puasa bahkan lala pun tidak masak sebelum sore


"La." rengek Vano kepada istrinya yang lagi merapikan pakaian di lemari


"Kalau tau begini seharusnya sahur malem tadi aku makan nya dobel." cicit Vano ngedumel kesal sama Lala


"Siapa suruh makan nya dikit?" ketus Lala lagi mendekat kearah Vano dengan mata melotot


"Kenapa jadi galak banget sih?"Batin vano


"Puasa itu harus dengan niat,lapar sebentar saja tidak tahan." ketus Lala lagi


"Oh iya suami ku lain kali ngambil baju itu diangkat biar ga berantakan ."Cicit lala dengan kesal lagi-lagi Vano suka seenak nya .


"Hehe...siap sayang,,aku ada urusan sebentar mau keluar ,,muacchhh. dah."Vano langsung mengecup pipi lala dan pergi keluar dari apartemen


"Bisa Stress lama-lama ngadepin istri kayak Lala kerjaan nya ngomell mulu," gumam Vano bicara sendirian keluar apartemen namun saat ia ingin naik mobil tak sengaja mata nya melirik kearah sebuah warung


Vano terdiam sebentar lalu merogoh ponselnya untuk menelpon Dev suami Mentari


"Devan ."Panggil Vano di telpon


"Bentar gue lagi ngiket rambut bini gue,ada apaan?" tanya dev diujung telpon pada Vano


"Lu punya kalung salib ga?" tanya Vano pada dev di telpon


"Gue islam pe'a."Ketus Dev di ujung telpon lagi


"Kali aja punya?"Jawab Vano


"Kaga lah,buat apaan emang?"Tanya dev diujung telpon penasaran


Vano menarik nafasnya dalam-dalam


"Makan di warteg."Ucap Vano membuat Mentari yang mendengar di ujung ponsel ngedumel kesal


"Ga ada ,sinting lo ya biji karet ."Ketus mentari


Seketika Vano langsung mematikan ponsel dan menjauhkan dari telinganya "Gak dirumah ga ditelpon suara wanita tu menyakitkan telinga kalau marah ."Gumam vano mengusap-usap tengkuk nya .


Bersambung....


"Godaan bulan puasa 😂😂"


Jangan Lupa like komen dan vote othor ya biar makin rajin up 😉Gimana nanti ya reaksi nya ortu Dev ?😟


Jangan lupa Favorit kan karya othor ya 😉


salam sayang


putri