Pembantu Cantiknya Sang Casanova

Pembantu Cantiknya Sang Casanova
Si bungsu.!!


selamat Membaca Semoga Sehat selalu para readers ya setia nungguin up nya othor πŸ™πŸ˜‰


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Setelah Pergi meninggalkan Restoran Vano,Dev Dan Mentari Masuk dalam mobil Mereka Menuju rumah Tempat mereka berteduh dan berjuta kebahagiaan ada di rumah kecil milik mereka itu.


Saat Di perjalanan tak Banyak yang dibicarakan karna Mentari Sudah sangat mengantuk Membuat Dev tak ingin mengganggu istrinya itu . Dev hanya Fokus Nyetir Mobil .


Namun Saat Mata Mentari sudah Mulai Ingin terpejam Ponsel nya Berdering ."Hoaammm."Mentari menguap lalu melihat ponselnya


Nomor tidak di kenal


Mentari hanya melihat ponselnya tanpa berniat untuk mengangkat ponsel tersebut .Dev Menatap Sekilas istrinya "Sayang Kenapa Tidak Diangkat?"Tanya Dev sambil fokus lagi menyetir


"Nomor nya tidak ada nama ,Berarti aku tak kenal juga tak penting."Ucap Mentari langsung merijek nomor tersebut .


"Ya baiklah."Ucap Dev


Namun Tak Lama Ponsel nya berdering lagi sebuah pesan dari nomor yang sama . "papa sakit,jantung nya kumat lagi dan aku gak punya biaya lagi untuk ngobati papa,jangan lupa daratan kau bisa lihat dunia dari papa paham kau ."pesan singkat itu masuk dan mentari membacanya sambil mengangkat satu alis nya .


Mentari Hanya diam Tak Membalas pesan itu,Ia tau kakak nya lah yang mengirim pesan tersebut .


"Ada apa ?"Tanya Dev karna melihat istrinya itu melamun


Namun Mentari tak menjawab pertanyaan suaminya ,Tak lama pesan pun masuk lagi .


"Setidaknya kau lihat dulu papa mu itu,dia yang telah membesarkan mu .Jangan menyesal kalau dia udah nggak ada ."Pesan itu masuk lagi .


DEG


Hati Mentari Terasa Nyeri Dengan Kata-kata "jangan menyesal kalau dia udah nggak ada"Sebenci-bencinya mentari ia masih memiliki Hati nurani .


"Dev."Panggil Mentari Pada suaminya yang fokus menyetir .


"Ada apa..hmm."Ucap Dev sambil mengusap-usap rambut istrinya dengan tangan kirinya sedang tangan kanan dev ia pegang stir mobil .


"Boleh aku Kerumah Orang tua Ku besok ?"Tanya Mentari ,walau bagaimanapun Mentari sudah bersuami jika Dev melarangnya maka dirinya pun tak akan pergi tanpa seizinnya .


Dev Hanya diam tak Berbicara ,Mentari berfikir dev melarangnya dan mentari pun tak akan bertanya lagi.


Tak lama mobil Mereka pun tiba di bagasi rumah mereka. Mereka pun masuk dan menuju kamar , Mentari sudah mengganti pakaian nya dengan daster andalan dirinya .


Dan Dev Sudah mengganti pakaian dengan Baju Kaos dan celana pendek "Kemari lah "Perintah dev pada mentari agar mendekat pada nya yang berbaring di ranjang .


Mentari pun melepaskan ikat rambutnya membiarkan terurai lalu naik ke atas ranjang disamping Dev .


"Sini."Dev menarik mentari masuk kedalam pelukan dan mentari Hanya menurut saja .


Dev mengangkat wajah mentari menatap dirinya ,Dan dev pun Menatap bola mata hitam istrinya yang sedang tidak baik-baik saja itu .


"Katakan ."Ucap Dev


"Papa Ku sakit Dev."Ucap Mentari lagi Dengan suara lirih nya


"Baiklah Kau boleh mengunjungi nya besok ."Ucap Dev sambil tersenyum lalu mengecup sekilas bibir istrinya


"Good night."Ucap Dev lalu mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lain membagi suka dan duka dalam pelukan hangat itu .


Pagi Pun tiba Dengan Izin dari suaminya mentari pun sudah siap-siap menuju rumah dimana dulu ia dilahirkan bahkan dibesarkan juga disana lah ia dicampakkan . Seakan Sakit itu datang menghampiri nya kembali , .


Dev pun sudah pergi pagi-pagi sekali ketoko mereka,tadinya mentari fikir suaminya akan menemari dirinya namun lagi-lagi mentari tidak boleh terlalu berharap yang berlebih jika tak ingin sakit yang didapatkan .


Dengan Menarik Nafas Dalam-dalam mentari turun dari mobil nya dan memijakan kaki di teras rumah keluarga nya dulu . Dada nya kembali sesak dimana ia dipukul disiksa bahkan di hina juga dibuang dari anggota keluarga .


Tok...tok....tok....


Mentari mengetok pintu rumah itu dan tak lama pintu pun terbuka .


Ceklek ...


"Kau Sudah Datang ?Ku kira kau lupa dengan keluarga miskin mu ini setelah merebut calon suami ku."Cicit Alina yang membukakan pintu


Namun Mentari tak menggubrisnya ,iq menerobos masuk tanpa disuruh oleh situan rumah dan langsung masuk kedalam kamar papa nya .


Ceklek


Deg


Mata ayah dan anak itu saling pandang ,Lelaki tua tak berdaya terbaring di atas ranjang dibantu oleh selang infus dengan peralatan seadanya membuat ciut hati mentari .


Bahkan Tarikan nafas laki-laki tua itu terlihat jelas dimata mentari , Sesak ? sakit ? ingin menangis? Tentu , semua itu tak bisa ia tahan . Mata mentari memerah menahan sakit di dada nya . Bagaimana bisa orang tua yang gagah dan lantang nya mencampakkan dirinya sekarang terbaring tak berdaya dipasang infus bukan dirumah sakit namun dirumah sendiri.


"Me me .. Men..Mentari."Ucap Papa Herman terbata-bata dengan suara serak nya untuk berbicaraan pun ia sangat sulit .


Mentari mendekat ke bibir ranjang Menatap iba kepada laki-laki tua dihadapannya itu . "Ma ma maafkan Papa Nakk."Ucap nya sulit sekali untuk bicara


Mentari menggenggam erat Tangan Papa herman Hikssss....hikkksss....tangis mentari sangatlah lirih dan pelan , air matanya menetes ditangan Papa herman yang ia genggam .


"Ma...maaffff kan aku Nak Hihkkksss."Papa Herman pun sekuat tenaga nya mengucap berulang kali kata maaf dengan airmata yang sudah menetes .


"Hihkkkkkssss.....Hihhhkkkksssss..."Mentari hanya menangis menatap wajah pucat dan kurus papa nya itu bahkan tak berdaya


"Maafff....Maaffff..."


"Hihhkkksss....Hihhkkkssss.....Saya adalah si bungsu yang di dewasakan oleh keadaan ."Ucap Mentari bersuara pada akhirnya ...


Bersambung ...


suport othor ya supaya makin rajin up , like juga komen dan vote terimakasih πŸ™πŸ™πŸ˜‰πŸ˜Š


Baca juga karya othor yang lainnya ya πŸ˜‰πŸ˜Œtak kala seru dan bar-bar πŸ™ŠπŸ˜‚follow othor ya πŸ™